Scret LOVE

Alunan musik terdengar mengalun dari sebuah ruangan di sudut koridor. Alunan musik bergenrehip hop itu ternyata digunakan sebagaibackground musicuntuk latihan. Seorang anak laki-laki berumur sekitar 17 tahun terlihat meliuk-liukkan tubuhnya mengikuti alunan musik. Gerakannya sangat lincah. Bagaimana tidak, ia adalahlead dancerdigroupnya, B.A.P. Siapa lagi kalau bukan Moon Jongup.
Jongup –begitu biasa ia dipanggil, sedang berlatih seorang diri. Mengasah kemampuan menarinya menjadi lebih baik sehingga ia tidak memalukan namagroupnya karena telah memilihnya sebagailead dancer.
Saat itu tengah malam, jadi tak seorang pun berkeliaran di sana. Tapi tiba-tiba, ada seseorang yang mengganggu latihannya. Orang tersebut masuk begitu saja ke ruang latihan dan mematikan musik yang sedang mengalun. Otomatis, gerakan Jongup terhenti. Jongup berdiri menghadap cermin besar di hadapannya, ia dapat melihat dengan jelas siapa yang berani mengganggunya.
“Kali ini giliranku,” kata orang itu.
Jongup berbalik.
“Maaf? Sepertinya hari ini tidak ada jadwal latihan, jadi ruangan ini milikku,” Jongup membalas perkataan orang itu.
Well, Jongup sebenarnya agak terkejut ketika ia tahu siapa yang mengganggu latihannya malam itu. Seorang gadis, ah bukan, seorang bidadari yang sepertinya baru saja turun dari langit. Gadis itu sangat bersinar di matanya.
“Pokoknya kali ini giliranku. Sekarang ruangan ini adalah milikku,” kata gadis itu keras kepala.
Jongup hanya terdiam.
“Ah, baiklah. Aku akan berlatih di taman,” kata Jongup langsung membereskan barang-barangnya.
Jongup hendak melangkah keluar, tapi langkahnya terhenti ketika mendengar suara yang memanggil namanya.
“Jongupsunbaenim… tolong ajari aku menari,”
“Apa..?”
Jongup berbalik, ia berusaha menahan tawa.
“Kau bilang apa? Mengajarimu menari? Bukannya kau baru saja mengatakan bahwa ruangan ini milikmu? Dan sekarang kau memintaku mengajarimu menari. Lucu sekali,” Jongup memegang perutnya menahan tawa.
“Aku…aku…” gadis itu menunduk.
Jongup melangkah ke sudut ruangan dan meletakkan tasnya disana.
“Baiklah, aku akan mengajarimu,” Jongup menepuk kepala gadis itu.
“Benarkah?”
“Benar. Seorangsunbaenimharus mengajarihoobae-nya bukan? Aku akan mengajarimu,” Jongup tersenyum.
“Terima kasih! Terima kasih banyak!” gadis itu membungkuk dalam sambil mengucapkan kata terima kasih.
Jongup hanya tersenyum tapi tiba-tiba ia teringat sesuatu. Ia belum mengetahui nama gadis itu, “Namamu siapa?”
“Ai! Aku Ai Lee!” kata Ai semangat sambil tersenyum.

The Second Meeting – Warm
Kali itu TS Entertainment mengadakan sebuah pesta besar untuk memperingati hari jadi perusahaan mereka. Jongup yang sibuk dengan kegiatan promosi bersama B.A.P baru bergabung di pesta ketika pesta hampir usai. Ketikahyung–hyung, manajer dan anggota perusahaan lainnya mulai membuat acara khusus untuk orang dewasa, Jongup yang merasa umurnya belum mencukupi untuk bergabung dengan mereka akhirnya memutuskan untuk mengasingkan diri ke ruang latihan untuk berlatih menari.
Tidak mengasyikkan memang ketika perusahaan memiliki acara pesta, seharusnya Jongup menikmatinya tetapi ia memilih melatih kemampuan menarinya. Sepanjang koridor menuju ruang latihan, suara musik mengalun dengan sangat keras pertanda ada yang memakai ruang latihan. Jongup menghela nafas ketika keinginannya untuk berlatih tidak dapat ia wujudkan. Ia menengok sedikit dari pintu ruang latihan untuk mengetahui siapa yang menggunakan ruang latihan, ternyata seorang yang ia kenal. Gadis itu…traineeyang pernah berebut ruang latihan dan memintanya melatihnya untuk menari, Ai Lee.
Jongup membuka pintu ruang latihan hendak menyapa Ai, tapi ada yang menepuk bahunya dari belakang.
“Hyung.” Zelo berada di belakang Jongup sambil mengucek matanya.
“Zelo? Kenapa?” Jongup berbalik dan bertanya pada anggota paling muda digroupnya tersebut.
“Aku mengantuk,” Zelo berkata persis seperti anak usia 6 tahun.
“Aigoo, kau bisa tidur sendiri.Hyungmasih harus latihan. Tidurlah, Zelo,” Jongup menepuk kepala Zelo yang tubuhnya lebih tinggi beberapa senti darinya.
“Baiklah, aku akan kembali kedormsendirian.Hyungjangan terlalu lelah, oke?” Zelo memperingatkan.
Jongup membuat tanda dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan kanannya membentuk huruf O.
Zelo dengan langkah lemas menuju pintu keluar dan menghilang di balik gelapnya malam. Sementara alunan musik sudah berhenti sedari tadi. Jongup berbalik dan membuka pintu ruang latihan pelan-pelan.
“Ah, Jongupsunbaenim,” Ai terkejut dan langsung bangkit dari duduknya lalu memberi salam dengan membukuk dalam.
Jongup tertawa hambar, “Tak perlu membungkuk seperti itu.”
Ai menggaruk lehernya yang tidak gatal.
“Apa yang membawasunbaekemari?” Ai bertanya.
“Aku hendak latihan, tapi dari koridor aku mendengar suara musik, ternyata kau yang memakai ruangannya. Tarianmu semakin membaik,” Jongup memberi pujian sambil mengacungkan ibu jarinya.
“Ah,sunbaetidak perlu memujiku. Tapi terima kasih banyak. Ini juga berkatmu. Aku sering memperhatikan B.A.P latihan dan aku sedikit bisa menarikan tarian di lagumu. Jadi semua ini juga berkatmu,” kata Ai sambil tersenyum.
“Ah benarkah? Aku merasa senang,” Jongup tersipu.
Hening.
Suasana hening.
Tak satupun ada yang bersuara.
“Eh…” Jongup dan Ai sama-sama membuka suara.
“Ah,sunbaelebih dulu.”
“Ah tidak, kau lebih dulu.Ladies first.”
“Eh itu…sunbaetidak ikut pesta?”
“Ah…pestanya semakin tidak terkendali. Jadi aku lebih baik memisahkan diri,” Jongup tertawa sambil menggaruk tengkuknya.
“Ah begitu…” Ai hanya menganggukkan kepalanya.
“Lalu kau? Mengapa tidak bergabung dengan yang lainnya?” Tanya Jongup.
“Aku…aku akan segeradebutjadi, sebaiknya aku latihan agar aku tampil nanti tidak mengecewakan orang-orang yang telah menjadi mentorku termasuksunbaenim,” Ai tersenyum malu.
Jongup merasakan pipinya menghangat, “Kau akan segeradebut? Wah itu sangat hebat!” Jongup bertepuk tangan.
“Ah terima kasih,” Ai menunduk malu. “Ah, sebentarsunbaenim, aku ada sesuatu untukmu,” Ai berbalik dan mencari sesuatu di tasnya.
“Aku akan mendapat hadiah?” Jongup berkelakar.
Setelah mendapatkan apa yang ia cari, Ai kembali ke hadapan Jongup.
“Ini,” Ai menyodorkan beberapa lembar tiket kepada Jongup.
“Ini…”
“Tiketdrama musicalpertamaku, sepertidebut stage,” Ai tersenyum.
“Kau adalah aktris? Maksudku, kukira kau akandebutsebagaisoloistatau sebagai anggotagirl group,” Jongup mengerjapkan matanya tak percaya.
Ai mengangguk, “Ada yang salah,sunbaenim?”
“Ah tidak, hanya saja, tarianmu sangat sempurna dan cocok sebagai anggotagirl group. Tapi sebagai aktris? Itu lebih hebat lagi! Aku pasti datang!” Jongup tersenyum lebar sambil menepuk pucuk kepala Ai.
Senyum merekah di bibir Ai, “Benarkah?! Terima kasihsunbaenim! Aku pasti tidak akan mengecewakanmu,” Ai membungkukkan badannya.
“Aigootidak perlu terlalu formal~!”

The Third Meeting – Nervous
Saat itu di musim dingin di Korea. Suhunya hampir mencapai -20°. Ai berada di ruang gantinya. Duduk di depan meja rias, memandangi wajahnya di cermin. Ia seakan tidak percaya bahwa hari itu adalah hari yang sangat berarti bagi karirnya kelak.Debut Stage.
Terdengar ketukan pintu. Ai bangkit dan berjalan ke arah pintu membukakan pintu untuk tamunya. Ia terpaksa menyeret-nyeret gaunnya yang panjang. Ai membukakan pintu ternyata disana telah adasunbaenimnya, SECRET.
“Ah, SECRETsunbaenim~” Ai tersenyum.
“Ai, selamat ya hari ini kau akandebut. Wah, kau cantik sekali~!” Hyosung menyerahkan sebuket bunga kepada Ai sambil tersenyum.
“Terima kasihsunbaenim. Kukira kalian tidak akan datang. Kalian ‘kan punya jadwal yang sangat padat. Terima kasih sudah datang,” Ai tersenyum.
“Kami ingin melihat adik kesayangan kami di panggung, maka dari itu kami mengosongkan jadwal kami hari ini. Demi kau, Ai~” kata Jieun.
“Terima kasihsunbaenim,” Ai memeluk Jieun.
“Baiklah, kami akan menunggumu tampil di panggung. Kami akan menjadi penontonmu selama 2 jam ke depan. Lakukan yang terbaik,okay?” Sunhwa mencubit pipi Ai.
“Tentu saja,sunbaenim. Aku akan membuat kalian menjadifans-ku,” Ai menjulurkan lidahnya.
“Sampai jumpa di panggung, Ai. Lakukan yang terbaik,okay~” Hana memberi semangat sebelum akhirnya semua anggota SECRET pergi dari sana.
Ai kembali duduk di meja rias. Seorangstylistmasuk ke ruangannya, mengecek ulang semua penampilan Ai sebelum naik ke atas panggung.
“Unnie, apa aku terlihat cantik?” tanyanya kepadastylist unnie-nya.
“Wonderful, Ai,”stylist unniemengacungkan kedua ibu jarinya.
“Terima kasih..” Ai tersipu.
Ia merasa seperti ada yang kurang. Orang itu, Ai inginiamemuji dirinya sepertistylist unnie-nya dan Hyosung. Dia….
“Ai, bersiap-siap untukpress conferenceya,” manajernya memperingatkannya.
“Baik,oppa.”
Setelah memeriksa penampilannya sekali lagi, Ai meninggalkan ruang ganti dengan langkah gugup, menuju tempatnya untukpress conferencesebelum tampil di panggungdebutnya.

To Be Continued~

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer villyca.valentine
villyca.valentine at Scret LOVE (5 years 50 weeks ago)

wall of text...
x_x

Writer helena nova
helena nova at Scret LOVE (5 years 50 weeks ago)
70

baguus nih apalagi kebetulan aku juga suka kpop hahaha. Spasi gitu gitu sih yang rada ganggu jadi sulit di baca. tapi overall udah bagus kok :3

Writer benmi
benmi at Scret LOVE (5 years 51 weeks ago)
50

Ceritanya kyknya bgs... cuma penulisannya ga ada spasi... bikin pusiing pas bcnya.. cb perbaiki dlu sblm di post ....

Writer Ajisai chan
Ajisai chan at Scret LOVE (5 years 51 weeks ago)
70

Hai kak, sebelumnya salam kenal._.v
Sebenarnya dari cerita ini menarik lho, kak. Cuman spasinya itu lho... Duh, rapet-rapet banget. Sepet saya bacanya hehe...
Ceritanya bersambug toh. Oke ditunggu lanjutannya.

Writer Ryu.fernandes
Ryu.fernandes at Scret LOVE (5 years 51 weeks ago)

Thiya@udah sedikit kk perbaiki tuh

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at Scret LOVE (5 years 51 weeks ago)

Oke nanti saya baca, lagi baca punya orang lain nih. Tanggung dikit lagi.

Writer Ryu.fernandes
Ryu.fernandes at Scret LOVE (5 years 51 weeks ago)

Kalo kk ke warnet..yang ada kaka malah fokus nonton anime ama dorama and live action

#plakk

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at Scret LOVE (5 years 51 weeks ago)

Yeee -_-
Salah Kakak sendiri dong :p
Wkwkwk, coba deh sambil nunggu loading perbaiki cerita kakak sekali sekali. Biar bagus. Oke?

Writer Ryu.fernandes
Ryu.fernandes at Scret LOVE (5 years 51 weeks ago)

gpapa,....biar gereget #plaakkk

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at Scret LOVE (5 years 51 weeks ago)
50

Mencoba baca sampai habis. Namun gagal X_X
Ya udah, poinnya segitu dulu.
.
Begini Kak, sebelum ditaruh di Kekom alangkah baiknya di edit dulu. Baca cerita Kakak sendiri. Cari kesalahan sendiri.
.
Saya menemukan banyak sekali miss spasi di beberapa kata. Dialog yang tidak dipisah. Paragrap yang tidak ada. Judulnya juga salah, yang benar "Secret LOVE". Perbaiki lagi.
.
Untuk konflik, karena bacanya cuma setengah. Saya merasa proses pertemuan mereka sangatlah cepat. Orang jatuh cinta gak langsung plek! Kaya kena guna-guna gitu. Ada prosesnya lah. Kagum dulu, salting, mulai sering kepikiran, akhirnya cinta. Kalau memang love at the first sight, ceritakan, kenapa tokohnya bisa jatuh cinta kepada lawan mainnya. Jangan langsung suka gitu.
.
Berhubung saya bukan penggemar K-pop, aku benar-benar gak tahu siapa yang menjadi casting tokohmu itu. Gomennasai Onii-chan. Hohoho :D
.
Maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan.
Sekali lagi, Maaf *membungkuk dalam-dalam*

Writer Ryu.fernandes
Ryu.fernandes at Scret LOVE (5 years 51 weeks ago)

Masalahny kk post nya lewat hp jadul de...jadi sulit mengkoreksi kesalahan kk

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at Scret LOVE (5 years 51 weeks ago)

Hp saya juga masih jadul lho! Hanya laptop butut yang menjadi andalan saya dalam menulis dan mengomentari. Mungkin Kakak perlu ke warnet, biar lebih jelas. Seperti kak Hidden, dia kadang kabur ke sana saking pengennya memperbaiki format tulisan (entah benar apa tidak).

Writer hidden pen
hidden pen at Scret LOVE (5 years 51 weeks ago)
80

*nengok kiri kanan* berjuanglah ai. Namanya imut kk. Hehe
Aduh yang lain gimana. Hehe rahasia. #plaakk
Ninggalin jejak dulu. Sepertinya ceritanya bagus. :D