Kilau Bintang Meredup

Sebuah organisasi ilegal telah dibentuk oleh Jared Smirnov dua tahun yang lalu untuk menjalankan penelitiannya, menumbuhkan kembali tubuh makhluk hidup melalui tulang-tulang yang telah terpendam beberapa tahun sebelumnya menggunakan bakteri Oscryzobacto sebagai bahan utamanya. Bakteri berbentuk spiral itu ditemukan oleh Miranda Smirnov delapan bulan yang lalu, kemudian dikembangkan oleh Jared dengan beberapa bahan kimia untuk membuatnya semakin agresif.

“Bakteri itu sudah berhasil disuntikkan. Hanya perlu beberapa waktu agar ia dapat mengikat sel-selnya dengan sempurna.” Ujar wanita berkacamata sambil menggeser-geserkan ujung jarinya di udara untuk mencari sebuah data pada layar transparan yang melayang di udara mengikuti gerakan wanita itu.

“Terus awasi perkembangannya.” Sahut pria yang masih mengamati sebuah tabung reaksi berukuran sedang yang di dalamnya terdapat cairan berwarna kehijauan.

Wanita itu masih terdiam di tempatnya. Memandang pria dengan bulu tipis yang mulai tumbuh di sekitar rahangnya yang masih serius melakukan pengamatannya.

“Tak perlu menatapku seperti itu, sayang.” Lelaki itu mengalihkan pandangannya menuju wanita yang tengah menekuk wajahnya semenjak pagi tadi.

“Apa kau ingat acara kita satu jam lagi?” Wanita itu melipat tangan di depan dadanya dengan alis yang hampir menyatu.

“Tentu saja. Bersiap-siaplah. Aku akan menyusul sepuluh menit lagi.” Seulas senyum tersungging dari bibir pria itu. Wajahnya tampak lelah. Penemuan terbarunya itu tampaknya membuat lelaki itu semakin gila akan penelitiannya.

Detak jam terdengar begitu nyaring di telinga Jared setelah Miranda membanting pintu laboratorium. Hanya menyisakan dirinya yang menghabiskan waktunya untuk memandangi tabung-tabung yang berjajar di meja laboratorium. Tangannya bergerak di udara, kemudian muncul sebuah layar transparan keabu-abuan yang memanjang di hadapannya.

***

“Apa sih yang dia pikirkan?” Miranda yang telah siap sejak lima menit yang lalu masih menunggu Jared yang tak kunjung menghampirinya. Seharusnya lima puluh delapan menit yang lalu ia sudah menyusul Miranda untuk bersiap makan malam dalam peringatan ulang tahun pernikahan mereka yang ke delapan tahun.

“Tunggu sebentar lagi. Dia akan segera datang. Ini masih terlambat tiga belas menit, jangan berlebihan.” Ujar sesosok gadis hologram yang tengah duduk di tepi ranjang Miranda.

“Terus saja kau membelanya. Ini bukan pertama kalinya dia seperti ini. Lihat saja jika aku mati dia pasti akan menyesal!” Gerutu Miranda kesal.

“Jangan bicara seperti itu, sayang. Maaf aku terlambat.” Jared mengecup dahi istrinya. Menatap Miranda dengan mata berbinar. Terpesona akan kecantikan istrinyanya dalam balutan gaun hitam yang tampak elegan.

“Uuuuh… Bagaimana dengan penampilan nyonya Miranda Smirnov malam ini?” Goda gadis hologram yang tiba-tiba berdiri di samping Jared.

“Luar biasa, Ola. Terima kasih atas bantuanmu.” Puji Jared karena Ola telah mendandani istrinya hingga terlihat sangat cantik.

“Sudahlah Ola. Kembalilah.” Perintah Miranda yang kemudian menekan sebuah tombol yang ada di samping meja riasnya. Lalu sebuah layar berukuran lima inci yang berada di atas tombol memunculkan sinar dan gadis hologram tersebut seolah terurai dan tertarik dengan cepat ke dalam layar tersebut.

“Tunggu lima menit lagi. Aku akan bersiap.”

***

Sebuah restoran yang terletak di bawah air menjadi pilihan Jared untuk makan malam istimewanya. Sebuah persegi berukuran cukup besar yang terbuat dari kaca yang dikelilingi dengan terumbu karang dan hiu buatan menjadikan tempat tersebut begitu unik. Restoran yang mengambil konsep dunia bawah laut itu berhasil mengurai senyum cantik di wajah Miranda yang tampak murung sejak beberapa hari yang lalu.

“Sungguh indah.” Miranda tak berhenti mengagumi keindahan restoran itu.

“Berhentilah mengagumi itu. Tidakkah kau lihat pria di hadapanmu ini jauh lebih indah?” Goda Jared yang mampu menorehkan semburat kemerahan pada wajah cantik istrinya. “Maafkan aku karena akhir-akhir ini aku tak lagi memiliki banyak waktu untukmu. Setelah proyek ini selesai, aku janji akan memberikan seluruh waktuku untukmu.”

“Terserah kau saja. Kau memang lebih berat pada penelitianmu.” Miranda cemberut sambil menopang dagunya dengan tangan kanannya.

Jared berdiri dari tempat duduknya kemudian berlutut di samping Miranda. “Maafkan aku sayang. Ayolah, ini malam yang istimewa. Kembalilah ceria seperti biasa.” Jared meraih tangan Miranda, menatap mata istrinya lekat-lekat. Kemudian seulas senyum kembali tersungging di bibir malaikatnya itu.

Jared mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna biru tua dari dalam sakunya, kemudian membukanya dan menyodorkan kotak tersebut di hadapan Miranda. Sekelebat cahaya berkilau terpantul dari sesuatu dalam kotak membuat mata Miranda berbinar-binar.

“Anting berlian?” Miranda meraih sepasang anting berbentuk bintang yang berkilauan.

“Selamat ulang tahun pernikahan ke delapan sayang. Semoga pernikahan kita akan berjalan selamanya dan anak ini—” Jared menyentuh perut Miranda yang sedikit membuncit. “—semoga akan tumbuh cerdas seperti ibunya.”

***

Merah dan jingga telah bertahta di langit senja, Sepoi-sepoi angin menerpa wajah Miranda, membuat rambutnya yang tergerai indah tak lagi tertata dengan rapi. Miranda yang pandangannya terhalang oleh beberapa helai rambutnya, menyisir rambut-rambutnya dengan jari-jari tangannya dan mengikatnya menjadi satu di belakang.

Kemudian tangannya menyentuh daun telinganya dan meraba hadiah pernikahan yang diberikan Jared dua hari yang lalu. Seulas senyum tersungging dari bibir tipisnya. Namun senyumnya seolah luntur terbawa embusan angin ketika ia menyentuh sisi lain daun telinganya.

Anting itu.

“Kemana sebelah antingku?” Gumam Miranda pada dirinya sendiri. Dengan panik Miranda berlari menuju kamarnya untuk mencari anting berbentuk bintang yang baru saja didapatkannya. Mungkinkah itu berada di laboratorium? Pikir Miranda.

Wanita itu buru-buru menuju laboratorium yang berada di bawah tanah, tepat di bawah tempat tinggalnya.

“Kau lihat sebelah antingku yang seperti ini?” Miranda menunjukkan sebelah antingnya yang masih terpasang di telinganya pada seorang pria paruh baya yang tengah sibuk memperhatikan sesuatu di balik lensa mikroskopnya.

“Tidak. Aku tak melihatnya.” Ujar pria itu.

Miranda yang masih panik berusaha mencari kembali anting itu di sekitar laboratorium. Ia harus menemukannya. Itu hadiah yang sangat berharga baginya.

“Sedang apa sayang?” Tanya Jared yang baru saja memasuk dan menutup pintu di belakangnya.

“Ah, tidak ada apa-apa.” Miranda berbohong.

“Berhati-hatilah di situ, sayang.” Jared mengingatkan saat Miranda berada di sekitar bahan kimia yang berbahaya. Miranda mengangguk.

“Lucas, bukankah seharusnya hari ini libur?” Tanya Jared begitu melihat pria setengah baya yang sedang mengamati sesuatu.

“Ya, hanya saja aku memerlukan data lebih lanjut untuk pengembangan Oscryzobacto.”

“Baiklah.” Jared menatap wanita yang tampaknya masih mencari-cari sesuatu. “Apa yang kau cari?”

“Tidak, hanya sebuah note kecil.”

“Oke. Aku harus pergi. Ada sesuatu yang harus ku beli.” Pamit Jared pada Miranda dan Lucas sebelum akhirnya pria itu pergi.

Perasaan lega menjalar dalam hati Miranda. Setidaknya ia masih memiliki waktu untuk mencari anting itu. Cukup lama Miranda berkutat menyusuri lantai laboratorium hingga ia menemukan cahaya berkilauan dari sudut lemari kecil di salah satu sisi ruangan tersebut.

“Syukurlah.” Ujar Miranda girang. Namun karena terlalu lama merunduk, kepala Miranda terasa pusing ketika ia berdiri. Ia terhuyung, kemudian menyenggol pembakar yang masih menyala di sampingnya. Dengan cepat api kecil pun berubah menjadi sebuah ledakan yang cukup dahsyat.

***

Belum terlalu jauh Jared menyetir mobilnya dari rumahnya. Sayup-sayup sebuah ledakan terdengar di telinganya, namun Jared mengabaikannya. Mungkin letusan ban mobil, batin Jared. Sebuah firasat buruk mengganggu pikiran Jared. Tetapi ia berusaha membuang pikiran itu jauh-jauh. Ia masih terus menyetir mobil hingga sampai tujuannya.

Mata Jared terasa berkunang-kunang ketika ia menghentikan mobil beberapa meter di dekat rumahnya. Kerumunan orang tumpah ruah menutup jalan yang akan dilalui Jared. Ia memutuskan untuk menghilangkan pikiran buruknya dengan segera menanyakan apa yang baru saja terjadi.

“Rumahmu meledak.” Kalimat pendek yang seolah menghantam kepala Jared.

Lalu bagaimana dengan Miranda?

Dengan cepat Jared menyeruak  kerumunan orang hingga menemukan api melalap habis tempat tinggalnya.

“Miranda.” Teriak pilu terdengar menyayat dari mulut Jared. Kegilaannya akan penelitian ilegal itu telah membuat istri dan calon anaknya pergi. Memori seolah berputar di kepalanya bagai sebuah film. Sebuah penyesalan merundung hati Jared. Andaikan ia tak melakukan penelitian itu, andaikan ia bisa memberikan lebih banyak waktunya untuk Miranda, andaikan hari ini ia tak meninggalkan Miranda, semua ini tak akan terjadi. 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer moon eye
moon eye at Kilau Bintang Meredup (5 years 12 weeks ago)
90

Lho kok sudah tamat?
kok nggak ada Jared yang 'menghidupkan' kembali Miranda?
kenapa nggak mencoba menghidupkan kembali dinosaurus dari fosil-fosilnya? :P
maafkan terlalu banyak komentar.
.
suka sama ceritanya, dde.
terutama bagian;
Merah dan jingga telah bertahta di langit senja,
jadi inget project Red Lie dan Orange Sunset :P
.
ohya, setauku... penulisan huruf stelah tanda petik (") dialog itu gini...
“Terus awasi perkembangannya[,]” [s]ahut pria yang masih mengamati sebuah tabung reaksi berukuran sedang yang di dalamnya terdapat cairan berwarna kehijauan.
penulisan 'ku beli' juga setauku 'kubeli'.
CMIIW...
.
yooooo sekian dan semangat terus, dde. :D

Writer Piring Terbang
Piring Terbang at Kilau Bintang Meredup (5 years 11 weeks ago)

Iyaaa.. seperti yg awal udah aku ceritain kmaren harusnya.. tapi karena udah jamnya mudik, plus takut kena begal di jalanan yg deket lereng gunung habis japanan itu.. makanya aku cut. padahal maunya hidupin miranda lagi.. :'(

nanti kapan2 aku bikin lagi deh sambungannya.. hahaha..

Oh gitu ya.. aku gatau kalo aturannya gitu.. makasih ya buat infonya :D
makasih udah berkunjung dan meninggalkan komentar. maaf aku baru bls & ga bisa ikut ngevote T.T
kendala koneksi spt biasa ngik :'(

Writer latophia
latophia at Kilau Bintang Meredup (5 years 12 weeks ago)
70

salam kenal..
menurutku sci-fi nya kurang berasa krn kurang dijelaskan hasil dari penelitiannya.. aku juga merasa sayang krn miranda kurang dieksplor sisi ilmuwannya, pdhl kan dia yg menemukan bakterinya, kesannya dia malah ga ingin suaminya mengembangkan hasil penelitiannya..
maaf kl komennya kurang berkenan ya~

Writer Piring Terbang
Piring Terbang at Kilau Bintang Meredup (5 years 11 weeks ago)

salam kenal jugaa :)
iya nih.. sebenernya masih ada itu lanjutannya. saya bikin mreka nemuin bakteri itu untuk nantinya jared hidupin miranda lagi pake bakteri itu. tapi krn ada faktor eksternal & tkt ga keburu deadline, jadi ya terpaksa harus saya cut.
terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar :D

Writer Nine
Nine at Kilau Bintang Meredup (5 years 12 weeks ago)
100

Unsur cintanya saya rasa belum terlalu kental. Trus unsur sci-fi nya juga, menurutku masih kurang. Padahal di beberapa bagian bisa dibuat menjadi lebih dramatis. Seperti ketika Jared mengingat Miranda pas tahu rumahnya meledak. Di situ rasanya masih bisa dieksplor lebih dalam lagi.
Tulisannya udah bagus, narasinya juga enak. Ad typo yg sy dapat: istrinyanya
.
Selebihnya itu saya flat aja bacanya. Mohon maap yah? Ini semua cuma pandangan subjektip dari sya, kalau ada kata yg kurang berkenan. Saya mohon maap bingitzzzzz.
.
Sekian dari saya,
.
Salam olahraga (y)

Writer Piring Terbang
Piring Terbang at Kilau Bintang Meredup (5 years 11 weeks ago)

hehehe iya kak.. menurut saya juga gitu.. saya nggak puas sama sekali sama yg ini. saya baca lg juga kurang greget.hehehehe...
makasih banyak ya buat koreksinya..

salam olahraga :D

Writer azkashabrina
azkashabrina at Kilau Bintang Meredup (5 years 13 weeks ago)
70

Adegan romansnya sedikit, mungkin karena memang hubungan antara suami-istri ini agak renggang akibat sibuk, ya? Tapi kalau begitu... emosinya si miranda masih belum berasa... dan sepanjang ceritanya kurang nunjukin ribetnya mereka nyembunyiin penelitian ilegal di rumah.
.
Terus kirain istrinya bakal melahirkan bayi mutan gitu karena terinfeksi bakteri, terus bayinya meghancurkan dunia. #nggak
.
Hehe, becanda. Selamat yaa udah selesai tulisannya, semangat nulis! :D

Writer Piring Terbang
Piring Terbang at Kilau Bintang Meredup (5 years 11 weeks ago)

hihihi.. iya kak.. maaf yaa kalo tulisannya mengecewakaann.. :p

itu maunya istrinya kan mati, trus diidupin lagi pake bakterinya.. tapi terkendala faktor eksternal jadi ga sempet lanjut dan terpaksa di cut sampe situ doang..

salam kenal kak.. terima kasih sudah berkunjung.. :D

Writer hidden pen
hidden pen at Kilau Bintang Meredup (5 years 13 weeks ago)
80

HAAYYY SALAM KENAL. kenalkan saya hidden aduh adakah yang nanyak
maaf aku berkunjung sebentar di lapakmu sembari menikmati cerita.
setelah saya mempelajari berulang ulang karyanya. ada sedikit yang mengganjal di bagian dialog
“Tunggu sebentar lagi. Dia akan segera datang. Ini masih terlambat tiga belas menit, jangan berlebihan.” Ujar sesosok gadis hologram yang tengah duduk di tepi ranjang Miranda.

maksudnya apa ya, apakah tidak di tambahkan tanda seru atau karena gadis itu hologram
ahh tak usah di pedulikan
scifi nya oke dan cintanya dapat seperti kaya sepasang suami istri yang lagi curhat terus berexperimen bersama. hihihi

maaf jika tidak berkenan.

Writer Piring Terbang
Piring Terbang at Kilau Bintang Meredup (5 years 11 weeks ago)

Haii salam kenal kak Hidden..
Terima kasih sudah berkunjung yaaa.. :D
Maaf baru bales komentarnya.. habis mudik ke gunung.. jadi susah koneksinya :p

Wait kak.. saya bingung. hahaha
tanda serunya untuk bagian mana ya klo saya boleh tau? :D

Writer Zarra14
Zarra14 at Kilau Bintang Meredup (5 years 13 weeks ago)
80

Yang bikin saya penasaran kenapa bakteri fiktif tersebut dinamai demikian? :p
Terus saya baru sadar ada kemiripan antara cerpen tantangan kamu dan saya, tokohnya sama-sama mencari perhiasan :O yang ini cari anting, yang saya cari gelang hahaha.
Penggambaran setting futuristiknya kalau bisa lebih dimaksimalkan akan lebih menarik.
Menurut saya yang mengganjal itu adalah ending-nya, kurang klimaks T-T
Romance oke, Sci-fi lumayan.

Writer Piring Terbang
Piring Terbang at Kilau Bintang Meredup (5 years 11 weeks ago)

Oscryzobacto yak? Os itu bhs latin tulang kalo ga salah, cry dr inggrisnya menangis (soalnya kalo mati identiknya nangis :p), zobacto, gatau yaa knapa pake gitu :v

aslinya itu belum ending, mau saya sih saya bikin endingnya ngidupin istrinya pake oscryzobacto ituu.. yaa.. apa mau dikata, karena berhalangan pas mepet deadline, harus saya cut ceritanya. huhuhuhu :'(

makasih bnyk yaa udah sempetin ninggal komentar.. salam kenal :D

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at Kilau Bintang Meredup (5 years 13 weeks ago)
80

Seperti yang lain, sci fi-nya kurang berasa. Kupikir ini cerita akan menceritakan sepasang ilmuwan yang telah menemukan sesuatu demi kehidupan dunia modern. Bagian bakteri itu membuatku selalu bertanya-tanya, apa gunanya dengan cerita nanti ya? Dan ternyata, tidak ada T.T
Kok aku merasa sedih ya....
.
Tulisannya udah bagus. Cuma, pengungkapan rasa cintanya agak kurang. Gimana ya, datar aja gitu. Apalagi saya masih gagal paham kenapa itu laboratorium bisa meledak sedahsyat itu. Mungkin karena zat berbahaya kali ya.
.
Latar waktu cerita ini juga kurang jelas. Mungkin ini karena kakak benar-benar menulis di luar zona aman. Huhuhu T.T
.
Menurut saya, kakak udah lumayan berhasil kok.
Terus semangat menulia ya :D

Writer Piring Terbang
Piring Terbang at Kilau Bintang Meredup (5 years 11 weeks ago)

Maksud hati itu penelitian nantinya pengen hidupin istrinya lagi.. tapi ada faktor eksternal (baca: mau mudik tp udah kemaleman. kalo udah di rumah susah koneksi) jadi nggak bisa lanjut deh sampai akhir..
Jangan sedih yaa kak.. nanti saya dosa :')
hahaha...
Benar2 diluar zona aman ini kak.. kan ikutan event yg deadline tgl 10 kemaren. trus undiannya dapet sci-fi. bahayanya lagi, aku blm pernah bikin sci-fi sebelumnya *curhat*

maaf yaa.. klo mengecewakan bangett.. makasih banyak udah nyempetin waktunya buat komentar :D
Salam kenaal..

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at Kilau Bintang Meredup (5 years 11 weeks ago)

Saya gak kecewa amat kok, malah senang kalau situ udah berhasil menyelesaikan tantangannya :D
.
Udah, buat lagi lanjutan cerpen ini. Kutunggu ya~~
Salam kenal balik
#kabour

Writer Liesl
Liesl at Kilau Bintang Meredup (5 years 13 weeks ago)
70

Secara penulisan cukup rapi, tapi sci fi nya kurang berasa, cuma di awal2 doang. Cinta nya juga gimana ya, kaya datar gitu rasanya. Bahkan endingnya pas Miranda meninggal saya masih berasa flat.
Mungkin gara2 kalimat ini: “Berhati-hatilah di situ, sayang.” Jared mengingatkan saat Miranda berada di sekitar bahan kimia yang berbahaya. Miranda mengangguk.
Pas baca itu saya langsung ada feeling, 'oh kayanya bakal ada yg mati nih' gitu .-.

Mungkin maksudnya mau diperlihatkan Jared ini peneliti fanatik? #sotoy
Kalau memang begitu, kesan mad scientist nya Jared belom berasa.
Maaf kalo ga berkenan komentarnya..

Writer Piring Terbang
Piring Terbang at Kilau Bintang Meredup (5 years 11 weeks ago)

Kalo boleh jujur, sebenernya itu belum selesai sih.. tapi karena ada faktor eksternal, jadi harus saya cut sampai situ.. awalnya mau saya bikin itu penelitian bakal menghidupkan lg istrinya dg bakteri itu.. tapi yaaa.. akhirnya nggak jadi deh :p

mohon maaf bgt yaa klo ga memuaskan.. ini sci-fi pertama.. saya juga bingung sci-fi itu harusnya gimana. eh tau2 undiannya dpt gitu.. hahahha

makasih banyak udah menyempatkan waktunya yaa :D
salam kenal

Writer kemalbarca
kemalbarca at Kilau Bintang Meredup (5 years 13 weeks ago)
70

cerita cintanya sih oke, sci-fi? terlalu dikit, cuma kayak pemanis doang
jujur aja, aku agak kecewa dengan endingnya, soalnya aku berharap ada hubungan dengan bakteri yang diceritain sebelumnya
dan kenapa bisa meledak? aku kurang ngerti di bagian situ
sori, tetep rajin nulis ya :D

Writer Piring Terbang
Piring Terbang at Kilau Bintang Meredup (5 years 11 weeks ago)

Iyaa.. aku juga kecewa.. karena harusnya endingnya gak gitu.. :'(
Awalnya memang mau dibikin bakteri itu digunakan buat hidupin istrinya lagii.. tapi yaah.. apa mau dikata, karena ada beberapa faktor jadi harus dicut sampe situ ceritanya..
meledaknya krn ada bahan kimia berbahaya, trus si miranda nyenggol pembakar, jadi pembakarnya kena kimia berbahaya trus meledak. *maunya gitu* :v

makasih buat komentarnyaa :D

Writer benmi
benmi at Kilau Bintang Meredup (5 years 13 weeks ago)
70

Sci fic cuma sekilas tapi cukup detail dan cintanya tak hepi ending.. tp ttp saja dri deskripsi berasa ada cintanya. Ga keluar jalur...dan penulis sukses memadukan keduanya hingga ga kerasa terpisah, saya salut disitu.
Walau begitu saya mau kompein.. mengenai endingnya yg ga jelas... bgmn penelitian tersebut?
Penulisan ceritanya amat minim ya.. bagi saya...sehingga kesannya ceritanya ga hidup. Saya sendiri pas baca tidak merasakan lab seperti apa... apa aja disana.. trus... minim jg emosi tokoh pria saat miranda meninggal...
Anw.. sorry kalo komentarnya ga berkenan.. dan salam..

Writer Piring Terbang
Piring Terbang at Kilau Bintang Meredup (5 years 11 weeks ago)

hehehehe.. maaf baru bales komentarnya.. sebenernya itu ceritanya masih berlanjut.. pengennya yg penelitian itu menghidupkan istrinya lagi di endingnya. tapi karena ada faktor eksternal, jadi saya cut ceritanya. mohon maaf klu ceritanya tdk berkenan.
salam kenal.. terima kasih banyak atas komentarnya.. :D

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at Kilau Bintang Meredup (5 years 13 weeks ago)

Nitip komentar dulu. Entar saya datang lagi. Hehe :D
Salam kenal ya~~