Gadis di Tepi Pantai

Disclaimer : Semua tokoh yang ada dalam cerita ini milik Natsume. Saya hanya meminjamnya demi keperluan cerita.

.

Aku tidak punya nama, kalian boleh memanggilku dengan nama kesukaan kalian, asal itu nama yang bagus. Kalian boleh memanggilku dengan Paijo, Rangga, Naruto, Bambang, Leonardo, Smith, Pitt, apa saja. Atau menggunakan nama kalian sendiri juga boleh, dan aku menyarakankan demikian, karena hal tersebut akan membuat kalian merasa lebih dekat denganku. Asal kalian perlu tahu satu hal, bahwa aku ini laki-laki. Maka sepantasnyalah kalian memanggilku dengan nama laki-laki.

Aku tinggal di kota yang penuh polusi, juga kenikmatan semu yang selalu dijunjung tinggi. Ah, mungkin aku menggunakan kalimat yang terlalu berat, padahal ini untuk umur sepuluh tahun ke atas.

Aku datang dari kota ke desa Mineral Town untuk menghadiri pemakaman kakekku. Ibu dan ayahku tidak bisa hadir, mereka sedang dalam ekspedisi keluar negeri, membantu bumi agar tidak kehilangan kekayaan botaninya lebih banyak lagi. Di penghormatan terakhir untuk kakek, hanya aku satu-satunya keluarga yang hadir. Meski begitu, kakek sepertinya sudah cukup senang. Ia tampak tersenyum di dalam peti matinya. Semua orang yang selama ini bertetangga dengannya, juga hadir. Mereka membawa setangkai bunga untuk di letakkan di peti mati kakek. Lalu menghiburku dengan kata-kata, atau memberi kekuatan dengan cengkeraman tangan yang lembut.

Selesai pemakaman, Pak Wali Kota mengantarku ke rumah kakek dan menyerahkan sebuah surat untukku. Dalam surat itu tertulis wasiat yang ditulis oleh kakek. Dalam suratnya dikatakan, kakek memberiku rumah, sawah, serta perternakannya untukku. Ia berpesan, agar aku mengurus peninggalannya yang berharga itu, yang kini sudah tidak terawat lagi, dan mengembalikan keadaannya seperti dulu kala, ketika masa jayanya.

Pak Wali Kota terlihat was-was setelah aku membaca surat itu. Ia juga menambahkan, jika dalam tiga tahun aku belum mempu mengembalikan perkebunan kakek seperti semula, maka hak atas perkebunan itu akan dicabut dariku. Wajak Pak Wali Kota makin terlihat khawatir setelah ia mengatakan hal tersebut. Aku tahu kenapa ia seperti itu. Ia takut anak kota sepertiku, pasti tidak akan menerima wasiat semacam yang mengharuskanku tinggal di desa dan mengurus kebun. Tetapi, kakek sudah mengajariku sejak dulu apa itu kerja keras, dan tantangan yang akan membuatnya lebih seru. Aku rasa kakek bukan hanya meninggalkan kebunnya untukku, tapi juga semangat kerja kerasnya.

"Aku akan menerima wasiat kakek dan akan membuat perkebunan ini beroperasi seperti semula."

"Baguslah, itu keputusan yang sangat bagus sekali," ujar Pak Wali Kota dengan senyum cerah. Ia kemudian memberiku kunci dan surat-surat yang harus kutanda tangani.

Hari itu aku resmi menjadi penerus kakek untuk menjalankan perkebunannya.

***

Di desa Mineral Town, orang pertama yang kukenal tentu saja Pak Wali Kota, yang kemudian akrab kupanggil dengan Mayor Thomas. Ia tinggal bersama Harris, anaknya yang menjadi opsir polisi satu-satunya di desa (aku dengar ia menyukai Aja, anak dari pasangan Duke dan Manna). Ayah dari mayor Thomas dulu juga wali kota.

Orang kedua yang kukenal adalah Zack. Ia selalu datang ke rumahku jam 5 sore untuk mengambil produk hasil perkebunan yang kutaruh di bin (peti tempat hasil perkebunan disimpan). Ia akan membayarku keesokan harinya. Ia cukup ramah, meski badannya besar dan kekar. Tapi jangan sekali-kali kamu membiarkan bin kosong saat ia datang. Ia akan kesal.

Tetangga terdekatku adalah keluarga Rod, tapi aku belum pernah bertemu dengan Tuan Rod. Menurut kabar, ia pergi mencari obat langka untuk istrinya, Nyonya Lillia. Mereka mempunyai dua anak, Rick dan adiknya Popuri. Selain itu, mereka juga punya pertenakan ayam. Aku sering membeli ayam atau makanan serta obat untuk ayamku di sana.

Nyonya Lillia sangat ramah dan ia tampak sangat lemah. Ia jarang keluar rumah. Sementara Popuri, putrinya yang mempunyai warna rambut sama dengannya, merah muda, cukup cerewet. Tingkahnya seperti anak kecil dan tidak suka dipanggil seperti itu, termasuk oleh kakaknya, Rick. Ia juga mudah sekali menangis. Dan sepertinya ia menyukai Kai, pemuda yang hanya datang ke desa saat musim panas saja untuk liburan.

Rick adalah pria penggugup, tapi ia juga manis dan pekerja keras. Ia menggantikan ayahnya untuk menjaga ibu dan adiknya, serta perternakan ayam Poultry milik keluarganya. Ia benci Kai, karena menurutnya, Kai sangat suka menggoda gadis-gadis desa, termasuk adiknya. Dan ia sangat menyukai Karen. Kadang, aku melihat mereka berdua duduk di kursi di samping rumah gadis itu.

Di samping rumah keluarga Rod, ada rumah milik kakek tua bernama Barley. Ia mempunyai peternakan sapi. Aku diberinya kuda dan aku harus merawatnya dengan baik. Kalau tidak, ia akan mengambil kuda itu kembali. Ia tinggal bersama cucunya, May yang masih kecil. Menurut cerita yang kudengar, anaknya, Joana menitipkan May dan setelah itu pergi entah ke mana.

Di antara rumah keluarga Rod dan Kakek Barley, ada jalan yang menuju ke hutan dan di sana ada rumah penebang kayu bernama Gozt. Jika aku ingin membangun rumah atau melebarkan kandang hewan ternakku, aku meminta jasanya. Ia tinggal bersama kakek peniliti bernama Louis, yang sangat menyukai madu.

Jalan terus ke punjak hutan, ada pemandian air panas gratis, dan air terjun yang sangat indah, serta gua di belakang air terjun itu. Konon, di air terjun itu tinggal seorang dewi, yang muncul di saat-saat tertentu.

Di dekat pemandian air panas, ada tiga jalan setapak. Satu jalan menuju ke gunung, satu lagi menuju ke hutan, dan satu lagi kembali ke rumah. Jika mengambil jalan ke rumah, dan melewatinya, akan bertemu dengan pertigaan. Jika berbelok, akan menuju rumah keluarga Rod dan Kakek Barley. Jika jalan terus, akan menuju rumah Kakek Saibara, si pandai besi.

Jika alat pertanianku sudah melewati batas, aku membawanya ke sana untuk diperbaiki dan menjadikannya lebih bagus. Tentu aku harus membawa uang yang cukup serta bahan yang diperlukan, yang aku ambil dari gua di belakang air terjun. Aku juga bisa meminta pada Kakek Saibara untuk membuatkan perhiasan, yang akan kujadikan sebagai hadiah bagi salah satu gadis desa yang kucintai. Tetapi, jangan sekali-kali memintanya untuk membuat cincin pernikahan. Itu sia-sia. Gadis desa hanya bisa dilamar dengan sebuah benda khusus, yang akan muncul saat diriku sudah hidup mapan.

Kakek Saibara tinggal bersama Gray, cucunya yang pemalu. Beberapa kali Gray berkata padaku, bahwa pekerjaannya kurang dihargai oleh Kakek Saibara. Ia kadang terlihat menyendiri di perpustakaan, dan sering kulihat ia ingin bicara dengan Mary, si pustakawati.

Di samping rumah Kakek Saibara adalah rumah pasangan keluarga Duke dan Manna, dan mereka mempunyai anak bernama Aja. Mereka menjual minuman yang terbuat dari anggur dan memiliki kebun anggur sendiri. Jika musim gugur, Tuan Duke akan menawariku pekerjaan memanen anggur. Saat itu tiba, aku akan mengajak Clift, pengangguran yang tinggal di penginapan untuk bekerja bersamaku. Jika tidak, pemuda itu akan pergi dari desa.

Jika Tuan Duke adalah seseorang yang tegas dan tidak banyak bicara, berbeda sekali dengan istrinya, Manna. Meski penampilannya mungil dan terkesan seperti remaja, tapi ia sangat cerewet. Mungkin sikapnya itu disebabkan oleh rasa kesepian. Aja anaknya meninggalkan desa dan sekarang entah berada di mana.

Di samping rumah keluarga Duke, ada rumah keluarga Basil yang menyatu dengan perpustakaan. Tuan Basil setiap hari pergi ke hutan untuk mempelajari tumbuhan dan hewan, serta menulis buku tentang hal itu. Istrinya, Nyonya Anna, adalah perempuan yang agak kasar dan keras, tapi ia sangat baik dan menyukai anak yang sopan. Mereka mempunyai putri bernama Mary.

Mary adalah gadis berkacamata yang manis dan terlihat cerdas. Namun ia agak pemalu dan menyukai hal-hal yang tidak biasa. Seperti jamur beracun misalnya. Ia menjaga perpustakaan keluarganya, dan tampak ingin bicara dengan Gray saat pemuda itu berkunjung ke perpustakaan.

Jalan di depan perpustakaan menikung, dan setelah tikungan itu, ada rumah Nenek Ellen, mantan bidan. Ia tinggal bersama kedua cucunya, Stu yang seumuran dengan May dan mereka suka main bersama, dan Elli yang bekerja sebagai perawat di klinik. Nenek Ellen hanya berada di dalam rumahnya setiap hari. Duduk di kursi goyangnya atau di teras rumah. Ia ingin sekali melihat Bunga Kebahagian di atas gunung. Mendengar orang membicarakan bunga itu saja, sudah membuatnya bahagia.

Sementara Elli, adalah gadis yang manis. Ia tidak suka lelaki lemah dan cengeng. Rambutnya yang sebahu, membuatnya tampak sangat cantik. Ia pernah memberiku plester luka saat melihat tanganku tergores. Saat itu aku baru tahu, bahwa ia sangat lembut ketika merawat pasien.

Di samping rumah Nenek Ellen, ada rumah Mayor Thomas. Selain tinggal bersama anaknya, tinggal pula Pak Kano si juru kamera.

Di samping rumah Mayor Thomas, ada rumah keluarga Jeff yang sekaligus sebagai super market. Tuan Jeff sering terlihat lesu dan tidak semangat bekerja. Istrinya, Nyonya Sasha, sering memarahinya karena sering memberi diskon dan kredit. Mereka mempunyai anak bernama Karen. Karen adalah gadis dengan rambut pirang menawan yang dibiarkan tergerai. Karen cukup tomboy dan suka mabuk-mabukan untuk melepas stres.

Di super market yang dimiliki keluarga Jeff, tersedia biji-bijian, bahan makanan, serta hal lainya yang diperlukan. Termasuk Blue-Feather, benda khusus untuk melamar seorang gadis.

Di sebelah super market, ada kotak pos dan kursi. Di sebelahnya lagi, ada klinik dengan seorang dokter yang tanpak selalu sibuk, serta Elli yang bekerja menjadi perawat. Jika aku kelelahan bekerja, aku dirawat di sana.

Jika mengikuti jalan di depan klinik, maka akan berakhir di sebuah gereja. Di samping gereja itu ada pemakaman desa. Di sampingnya lagi, agak tersembunyi di pepohonan, ada rumah tujuh kurcaci. Jika baik pada mereka, mereka akan bersedia membantu untuk mengurus kebun.

Dari jalan di depan desa, bisa langsung pergi ke alun-alun. Namun kalau dari kotak pos, yang berada di antara super market dan klinik, harus melewati restoran yang juga merangkap sebagai penginapan.

Restoran itu milik Tuan Doug. Istrinya telah meninggal dan ia sanga khawatir akan putri semata wayangnya, Ann. Ia takut Ann tidak bisa menikah, karena gadis itu sangat tomboy dan aktif. Di tempatnya pula, tinggal Clift yang akan pergi dari desa kalau tidak mendapat pekerjaan.

Jika mengikuti jalan di depan restoran, lalu belok kiri, maka akan sampai di alun-alun, tempat diadakannya berbagai macam acara. Di tempat itu pula sering aku melihat Nyonya Anna, Manna dan Sasha berkumpul untuk berbincang di sore hari.

Dari alun-alun, jika pergi ke jalan menurun, maka akan menemukan pantai. Di sana ada tempat tinggal Zack dan kawannya Tuan Greg. Saat pertama kali bertemu Tuan Greg, aku diberinya alat pancing. Saat kolam dirumahku sudah berisi 50 ikan, ia akan memberikan alat pancing yang lebih bagus.

Di pantai itu pula, aku bertemu dengan Karen untuk pertama kalinya. Saat itu, aku melihatnya begitu rapuh dengan latar belakang laut dan langit malam. Aku ingin sekali memeluknya dan memberinya sedikit kekuatan. Namun pesonanya, membuatku mematung di tempatku berdiri. Detik itu pula aku jatuh cinta padanya.

Aku masih ingat aroma asin air laut, bisikan ombak yang lembut, gemerisik pasir di kaki, dan semilir angin yang mengoyangkan rambut pirangnya malam itu. Bahkan sampai saat ini. Dan satu tahun setelah pertemuan itu, aku membeli Blue-Feather dan memberikannya pada Karen.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer 2rfp
2rfp at Gadis di Tepi Pantai (5 years 48 weeks ago)

baca komen bvdi saya setuju dengannya, mungkin bagi yg blm prnh main harvest moon ini akan menarik tapi buat yang tahu ini seperti deskripsi game saja. maaf saya juga tidak baca sampai akhir.

Writer manusiahilang
manusiahilang at Gadis di Tepi Pantai (5 years 48 weeks ago)
80

Delapan

Writer bvdi
bvdi at Gadis di Tepi Pantai (5 years 49 weeks ago)

saya juga penggemar harvestmoon sampai sekarang. tapi ini lebih kayak deskripsi soal game aja jadi ga baca sampe akhir. soalnya udah tau bakal gimana hehe

Writer puTrI_keg3lapaN
puTrI_keg3lapaN at Gadis di Tepi Pantai (5 years 49 weeks ago)
100

Jadi pengen main lagiiii, dan aku juga dulu milihny sama Karen, hahaha. BTW yang soal nama itu konyol, tapi emang aku sering liat orang yang ngasih nama karakterny aneh-aneh, hahaha

Writer hidden pen
hidden pen at Gadis di Tepi Pantai (5 years 49 weeks ago)

kira kira namaku aneh gak, uupppss
maaf nyempil hehehe

Writer hidden pen
hidden pen at Gadis di Tepi Pantai (5 years 49 weeks ago)
100

masa lalu telah bangkit kembali dan kenangan yang terpendam akhirnya muncul ke permukaan. begitulah yang kualami saat membaca cerita kk shin.
sudah lama kuimpikan ada yang bercerita seperti ini di k.com. hihihi
semua karakter dibabat habis di sini, cuma satu yang belum. kappa di dekat gua yang hanya muncul pada saat winter.
lebah yang muncul ketika kita menanam bunga dan pemberian sandwich gratis dari elli
pemberian telur oleh popuri, juga diajak latihan menari oleh karen. ya setuju banget jika karen jadi istri
sangat manis dan cantik walau masakannya hihihi
juga kano kupikir seorang pelayan pak mayor. ternyata juru kamera ya #plaakkk maaf lupa
teruskan dong plissss (kak shin. eh boleh kupanggil begitu sebagai nama karakter?) hihi
maaf bila komentarku terasa kurang berkenan ya kak

Writer Ran Ganiya
Ran Ganiya at Gadis di Tepi Pantai (5 years 49 weeks ago)

aaaah, saya juga penggemar harvest moon :D dan selalu ingin merealisasi ide cerita yang terinspirasi dari game satu ini. btw, apa ini ada kelanjutannya? soalnya terasa menggantung, tapi terlalu panjang dan padat kalau jadi bab perkenalan

Writer benmi
benmi at Gadis di Tepi Pantai (5 years 49 weeks ago)
90

Ciye ciye... yg punya baby ama Karen... aku sendiri ga suka Karen... jelek dia.. ga pandai masak.. wkkwkwk...

Btw.. kepikiran aja nich nulis ttg harvest moon.. hahhahah....
Ga sekalian ditulis lengkap.. cheatnya jg.. biar ntar pas main game.. bisa dijadiin panduan.. wkkakak...

Anw.. sorry kl komentnya ga berkenan.. salam..