Tulang-tulang ikan

 

1. Kota Bangkai

Semua orang mati, semua orang mati. Mereka semua mati dengan cara yang sama. Mula-mula mereka akan bertingkah seperti orang gila, menghancurkan beberapa benda dengan tangan- tangan kurus mereka. Lalu berteriak-teriak dengan kata-kata yang tidak lazim, kupikir kata-kata itu semacam umpatan tapi diucapkan dengan aksen yang aneh, sehingga tidak bisa kupahami artinya. Setelah itu mata mereka akan terus melotot dan tidak berkedip sedetik pun. Mulut mereka menganga dan mengerucut bagaikan sebuah corong. Pada tahap selanjutnya mereka berjalan berputar-putar layaknya robot yang hampir kehabisan baterai. Akhirnya,  mereka jatuh tersungkur dan tidak pernah bangun lagi.

Ibuku, Ayahku, paman Frank, si tua Jhon dan semua penduduk kota Landak kejang, semuanya mati kecuali aku. Tubuh-tubuh mereka bergelimpangan di jalanan, di rumah-rumah yang sudah hancur, di genteng-genteng yang hampir roboh dan di tanah lapang. Kini aku ditinggal sendirian. Namun, sisi baiknya. Aku bisa bebas, tidak ada lagi Ibu cerewet yang melarangku main petasan. Ataupun, Ayah yang sok tahu padahal dia sangat bodoh. Paman Frank juga sama bodohnya seperti Ayah. Aku punya dendam dengan paman Frank dia pernah menghancurkan mainan kesayanganku dan dia tidak minta maaf. Sekarang waktu yang tepat untuk membuat perhitungan dengan si bodoh paman Frank.

Paman Frank duduk di sofa, dia sedang dikerubungi lalat-lalat yang sebesar kuaci, kulitnya menghitam dan bau busuk. Sementara rambut merahnya yang lebat tersisa tiga helai, sekarang dia benar-benar mirip popeye. Aku coret-coret mukanya dengan spidol dan crayon sehingga, dia mempunyai muka bajak laut yang lucu. Aku tidak bisa berhenti tertawa melihat muka si bodoh yang sudah kucoret-coret itu. Aku sangat senang sekali, sampai-sampai aku berjingkrak-jingkrak.

Sammy pernah mengataiku jelek dan tidak berguna. Padahal, dia jauh lebih jelek. Mukanya kayak ikan sotong, rambutnya keriting dan bau apek. Dia adalah yang terburuk bahkan lebih buruk dari paman Frank yang bodoh. Pada setiap kesempatan, dia selalu menggangguku dan mengataiku. Aku akan membalas semua perbuatannya. Aku akan membuat perhitungan juga dengannya. Aku cari-cari si ikan sotong itu kerumahnya tapi tidak kutemukan. Setelah beberapa saat, aku melihat tubuhnya di jalanan, dia sedang dimakan beberapa anjing liar. Anjing-anjing itu terlihat mengerikan dan kelaparan. Aku tidak berani mendekati tubuhnya. Maka, kuputuskan untuk menimpuk tubuh yang sudah koyak itu dengan batu. Timpukkan ku mengenai pantat si ikan sotong. Seketika itu pula aku kembali tertawa. Tawa yang sangat puas

2.      Si ajaib Zalika

Zalika adalah gadis cilik yang ajaib, aku pernah melihat kupu-kupu yang berwarna-warni keluar dari mulutnya. Dia juga mempunyai kekuatan ajaib kayak peri di negeri dongeng. Dia pernah membuat bulan jadi tiga. Dua bulan purnama dan satu bulan sabit. Bulan-bulan purnama ia jadikan mata sedangkan, bulan sabit menjadi mulut. Sehingga, membentuk wajah tersenyum di angkasa.

Pada suatu hari, karena suatu sebab. Zalika menangis, dari matanya keluar ikan-ikan kecil yang bergerombol dan berenang-renang di pipinya. Kemudian, ikan-ikan itu perlahan turun dan berenang di bawah kakinya. Seakan-akan ada samudra tidak terlihat di sekitar gadis itu. Ikan-ikan tersebut terus tumbuh dan membesar, sampai sebesar ikan paus. Mereka berputar-putar dan berenang mengelilingi tubuhnya. Pohon-pohon pun ikut menggugurkan daunnya tepat di hadapan Zalika. Kemudian, daun-daun itu berubah menjadi mahkluk-makhluk kecil dan mempunyai suara yang indah. Mereka bernyanyi dan menari-nari untuk menghibur gadis tersebut. Lalu, Zalika pun berhenti menangis dan tangisnya digantikan dengan senyuman. Senyuman terindah yang pernah aku lihat.

Di lain hari aku melihat Zalika murung dan sepertinya kesal dengan semua orang. Sehingga, ia tidak mau bicara dengan siapapun dan memilih menyendiri di halaman belakang. Kemudian, pintu-pintu kecil mulai terbuka di wajahnya. Dan membuat wajahnya bolong-bolong kayak gigi nenek yang ompong. Dari pintu-pintu itu terjulur tali-tali yang sangat tipis dan hampir tidak kelihatan. Lalu, manusia-manusia yang sangat kecil, turun melalui tali-tali itu dan bergelantungan di pipi Zalika. Ketika sampai di dasar, manusia-manusia kecil tersebut mulai menggambar di tanah. Mereka bekerjasama, bahu-membahu menggambar pola-pola yang rumit. Ajaibnya dari dalam pola-pola itu, bermunculan makhluk-makhluk aneh lainnya. Yang pertama kali terlihat adalah makhluk yang bentuknya seperti awan. Pada saat berjalan makhluk itu meninggalkan jejak pelangi yang berkilauan. Kemudian, muncul kuda nil berwarna pink. Lalu, disusul kambing-kambing yang memakai baju astronaut dan dinosaurus yang sangat besar.

Si kuda nil meniup seruling emas, suaranya merdu sekali. Kambing-kambing pun berjoget dengan konyol, sedangkan si dinosaurus menggoyang-goyangkan lehernya yang panjang, ke kanan dan ke kiri. Si makhluk awan melesat terbang. Lalu menurunkan hujan permen yang beraneka warna. Zalika pun larut dalam pesta aneh tersebut. Ia ikut berjoget dengan kambing-kambing astronaut dan manusia-manusia mini. Wajahnya yang murung kembali ceria dan ia tersenyum lagi.

Di usianya yang ke-tujuh tahun, tangan Zalika digigiti nyamuk-nyamuk dari neraka. Keajaiban-keajaibannya lenyap, tersedot ke dalam perut nyamuk-nyamuk tersebut. Kemudian, Zalika berubah menjadi sebuah boneka. Tubuhnya kaku, dingin dan hampa. Senyum terindahnya tidak bisa kulihat lagi. Dunia ajaibnya pun berubah menjadi dunia yang normal dan membosankan.

3.      Cinta?

Kekasihku adalah setan wanita yang berasal dari neraka. Pertama kali bertemu ia sedang bergelantungan di pohon jabon. Ia berwujud seorang wanita berambut panjang dengan lidah yang menjulur dan mata merah yang menatap dengan dendam. Tubuhnya hanya organ-organ dalam, yang berdenyut-denyut dan berlumuran darah, tidak ada kulit yang membungkus ataupun, tulang yang menahan tubuhnya. Saat itu satu-satunya hal yang terlintas di pikiranku adalah lari. Aku pun lari sekencang-kencangnya, tanpa arah dan tujuan. Pokoknya aku harus menjauh dari pohon jabon tersebut.

Tanpa aku duga sebelumnya, ternyata dia mengikutiku sampai kerumah. Aku memang tidak bisa melihat sosoknya. Namun, aku bisa merasakan kehadirannya di kamarku. Hal itu terbukti dengan kejadian-kejadian ganjil yang menimpaku pada malam-malam berikutnya.

Ketika aku setengah tertidur, aku merasakan ada sesuatu yang lembek dan basah, mengusap-usap pipiku. Sepraiku juga bergerak-gerak sendiri, seperti ada seseorang yang menariknya dari bawah. Perasaanku campur aduk antara ngeri, frustasi dan kepingin teriak. Tiba-tiba saja, kasurku bertambah berat. Kayak ada seseorang atau sesuatu yang berbaring di sampingku. Sontak saja, aku takut bukan kepalang. Keringat dingin terus keluar dari dahiku. Saking takutnya, seluruh tubuhku membeku dan susah untuk digerakan. Kemudian, aku didekapnya. Tubuhku serasa hangat, seperti sedang berada dekat dengan api unggun. Entah kenapa, rasa takutku perlahan-lahan sirna dan digantikan dengan sensasi nyaman yang sulit aku jelaskan dan pahami. Setelah itu aku langsung terlelap dengan damai, seperti anak bayi dalam buaian ibunya.

Pada malam selanjutnya. Dia kembali hadir di kamarku. benda-benda di sekitarku bergerak-gerak sendiri. Wangi bunga kantil memenuhi ruang-ruang yang ada di kamarku. Suhu kamarku berubah jadi sangat dingin. Seolah-olah dia sedang memindahkan kondisi tempat tinggalnya ke kamarku ini. Lalu, ada tangan tidak terlihat yang meremas tangan kananku. Tangan yang hangat, lembut dan penuh dengan cinta kasih. Saat itu juga aku mengerti, dia tidak ingin mencelakaiku. Dia hanya ingin membagi cintanya kepadaku.

Pada malam yang ke-sepuluh. Aku melihat kepala seorang wanita melayang-layang di langit-langit kamarku. Wajahnya putih pucat dan matanya kecoklatan. Dia sangat cantik sekali. Kepala itu terbang rendah dan mendekatiku sehingga, muka kami saling berhadapan. Kemudian, aku mencaplok bibirnya dan aku cium dia. Lidah kami pun saling beradu. Suasana menjadi hening sejenak. Hanya terdengar suara lidah dan air liur kami yang bercampur padu. Aku sangat bahagia, seakan-akan aku mendapatkan harta karun yang tak ternilai harganya. Seperti inikah rasanya cinta?

Malam-malam selanjutnya aku tidak merasakan kehadirannya di kamarku. Dia menghilang begitu saja, dan meninggalkan sejuta rindu di dadaku. Apakah dia sudah bosan denganku?

Pada malam yang ke- tiga puluh. Aku mendengar seseorang atau sesuatu sedang mencakar-cakar lemariku. Suara itu sangat berisik dan membuat ngilu. Namun, aku tidak memperdulikannya karena pada saat itu aku sangat mengantuk. Keesokan paginya, kulihat lemariku sudah penuh dengan ukiran dari cakaran-cakaran dan membentuk sebuah kalimat “KUTUNGGU KAU DI NERAKA”.

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer citapraaa
citapraaa at Tulang-tulang ikan (5 years 51 weeks ago)
100

mantap :") wkwk.. imajinasinya~
tapi saya ga baca yg 3 :v

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at Tulang-tulang ikan (6 years 29 weeks ago)
100

Satu hal yang paling kusuka dari Kak Arifin. Imajinasinya coyy..... gak pernah kebayang. Selalu absurd dan anti-mainstream XD *kesambet
.
Untuk cerita nomor 1.
Sedikit agak kurang 'ngeh' karena tidak dijelaskan darimana asal virus/wabah/penyakit yang membuat orang mati membusuk tersebut. Dan lebih anehnya lagi, Sammy gak ketularan. Kok bisa? Suka-suka penulis kali ya. Alih-alih mencari tahu atau sedih dengan keadaan sekitar. Sammy malah balas dendam dan menjahili mereka yang sudah mati. Kurang logis sih rasanya, tapi... fine-fine aja kalo aku (aku ini ya, subjektif).
Untuk narasinya, terbilang kurang mulus. Banyak sepertinya kalimat yang bisa dipangkas (udah dibahas di bawah.)
.
Untuk cerita nomor 2.
Nah ini! Fantasi absurd yang oke idenya! Saya suka cerita nomor dua. Cuma, rerada kesal dengan ending kegigit nyamuk yang akhirnya menghilangkan seluruh kekuatan magis Zalika. Humm...
.
Untuk cerita nomor 3.
Wadepak?! XD
Itu setannya... jujur! Aku paling takut ama hantu yang cuma berupa kepala dan organ yang menggantung. Beneran! Itu hantu yang paling tidak ingin kutemui seumur hidup. Jadi, aku berasa horor saat membacanya. Dan.. narasinya yang di nomor 3 lancar. Gimana ya, gak sekasar dua cerita di atasnya. Paling yang menjadi keluhanku, adalah ending yang massih kabur atau samar. Itu si setan awalnya cinta kan? Kok tetiba marah dan pengen ngasjak si 'aku' ke neraka? Di situ aku gagal paham. Mungkin aku melewatkan sesuatu kali ya.
.
Untuk Kak Arifin, semangat menulis terus ya.
Kembangkan imajinasimu yang paling liar (?)

Writer Zarra14
Zarra14 at Tulang-tulang ikan (6 years 32 weeks ago)
90

Halo, arifin~
Imajinasinya hebat, tapi narasinya masih belum begitu apik karena adanya kalimat-kalimat yang bertele-tele (udah banyak dibahas di bawah ya)
Favorit saya yang nomor 2, di situ kepolosannya kerasa, tipe fantasi yang saya gemari.
Dari judulnya, kenapa Tulang-tulang Ikan? sedangkan di cerita nomor 3 tidak ada sangkut pautnya dengan ikan sama sekali. Baiknya kamu memberi judul yang bisa mewakili ketiga bagian cerita di atas.

Terus semangat menulis :D

Writer yangnulis
yangnulis at Tulang-tulang ikan (6 years 33 weeks ago)
80

salam kenal kakak :D

wow imajinasinya liarrrrrr
bagus sekaleeee
terutama yang 2. tapi menurut pemula kayak aku, lebih smooth yang 3. ketiganya nyambung gak sih? menurutku kok gak ada hubungannya, kecuali tokohnya dianggap sama, mungkin?
tapi kenapa pula harus ada hubungannya ya, nyambung gak nyambung kan bukan itu yang penting xaxaxa

gimana kalo kakak baca cerpenku juga http://www.kemudian.com/node/277794
itu cerpen pertamaku lho....

Writer zenocta
zenocta at Tulang-tulang ikan (6 years 33 weeks ago)
70

Lupa poin... hehe...

Writer zenocta
zenocta at Tulang-tulang ikan (6 years 33 weeks ago)

1. Kota Bangkai
* Namun, sisi baiknya. Aku bisa bebas, dst. -> Menurut saya akan lebih bagus disambung saja -> Namun sisi baiknya aku bisa bebas, dst.

2. si Ajaib Zalika
* Pada suatu hari, karena suatu sebab. Zalika menangis, dari matanya dst. -> Menurut saya akan lebih enak dibaca seperti ini -> Pada suatu hari, karena suatu sebab Zalika menangis. Dari matanya dst.
* ... bolong-bolong kayak gigi nenek ... -> lebih pas "seperti".

3. Cinta?
* kepingin teriak -> "ingin" saja lebih bagus.

4. Ceritanya sangat imajinatif, keren.

5. Untung saya bacanya pagi hari :D

Writer A.Arifin
A.Arifin at Tulang-tulang ikan (6 years 33 weeks ago)

hehe iyah.. makasih banyak, jadi ketahuan deh sy buta tanda baca wkwkwk...

Writer AV Hrisikesa
AV Hrisikesa at Tulang-tulang ikan (6 years 34 weeks ago)
80

1. [Semua orang mati, semua orang mati. Semuanya, kecuali aku. Hanya aku yang masih bertahan hidup di kota terkutuk ini.]
Paragraf pertama akan lebih baik kalau dibuat begitu, agar tidak ada pertentangan dengan alinea selanjutnya, terutama yang kedua. Lalu mulai dari kalimat [Mereka semua mati dengan cara yang sama ... ] dijadikan paragraf kedua.

2. [Ibuku, Ayahku, paman Frank, si tua Jhon dan semua penduduk kota Landak kejang semuanya mati kecuali aku.] Nah kalau yang ini dibuat begini saja, [Ibuku, ayahku, Paman Frank, si tua Jhon dan semua penduduk kota Landak mengejang hebat sebelum akhirnya tergelepar dan mati.

3. Paman Frank duduk di sofa, membeku. Dia dikerubungi lalat-lalat sebesar kuaci. Kulitnya menghitam dan bau busuk. Sementara rambut merahnya yang lebat kini hanya tersisa tiga helai. Sekarang dia benar-benar terlihat seperti popeye. Aku coret-coret mukanya dengan spidol dan crayon, sehingga dia mempunyai muka bajak laut yang lucu ...

4. [Sammy pernah mengataiku jelek dan tidak berguna.] Di alinea sebelumnya tidak dijelaskan siapa itu Sammy. Dan sayangnya di paragraf ini juga tidak dideskripskan dengan baik. Kecuali ini cerita bersambung dan tokoh ini sudah muncul di bagian sebelumnya,

5. ... ke kanan dan ke kiri ...

6. Pada bagian Cinta, di alinea pertama si setan menggunakan kata ganti 'ia'. Tapi, di alinea selanjutnya menggunakan 'dia'. Semestinya ada ketetapan pemilihan kata ganti.

7. [Kemudian, aku mencaplok bibirnya dan aku cium dia. Lidah kami pun saling beradu. Suasana menjadi hening sejenak. Hanya terdengar suara lidah dan air liur kami yang bercampur padu.] ---> Mengingat katanya di forum ini ada anak SD, kalimat semacam itu semestinya tidak digunakan. Kalau menurut saya, sebenarnya tidak perlu menggambarkan adegan erotis untuk menghidupkan suasana keintiman. Masih ada banyak cara yang lain.

8. Pelajari penggunaan kata depan dan kata depan di http://id.wikipedia.org/wiki/Preposisi dan huruf kapital di http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Pedoman_penulisan_huruf_kapital. Terutama untuk menyebutkan nama maupun kata ganti karakter.

Maaf kalau ulasan saya kurang berkenan. Secara keseluruhan cerita ini menarik untuk dibaca. Hanya saja kalau bisa, -khusus cerita fantasi- jangan gunakan kalimat yang terlalu panjang dan bertele-tele. Karena hal itu akan menurunkan kadar ketegangan yang lumrah kita temukan di banyak adegan dalam cerita fantasi.

Salam

AV Hrisikesa :)

Writer A.Arifin
A.Arifin at Tulang-tulang ikan (6 years 34 weeks ago)

oh ya mas makasih banyak.. koreksinya.. di cerita pertama landak kejang itu nama kota hehehe.. untuk sammy sendri sy tidak menceritakan detailnya.. karena sy ingin membuat tokoh sammy ini semisterius mungkin.. seterusnya sy setuju dengan mas.. harus sy akui sy lemah di diksi dan komposisi kalimat.. mungkin karena perbendaharaan kata sy yg minim kali yak anyway thanks ya.. udah nyempetin baca

Writer Naomi Amaris
Naomi Amaris at Tulang-tulang ikan (6 years 34 weeks ago)
100

Halo Kak Arifin. :)
Saya suka unsur psikologis dan imajinasi di cerita ini, Kak!
Ehm, ketiga bagian di ceritanya juga menegangkan. Kakak menggarap dengan baik.
.
Ehm, soal kalimat yang 'Si dinosaurus menggoyang-goyangkan lehernya yang panjang, kekanan dan kekiri'
.
Kalau tidak salah, Karena 'Kanan' dan 'Kiri' adalah keterangan tempat, jadi kata 'ke' dipisah. Menjadi 'Ke kanan dan ke kiri.'
Mohon maaf kalau salah Kak, saya masih pemula. Cuma ingin berbagi, hehe. Kakak menggambarkan kejadiannya dengan baik, tetap semangat, Kak. Salam :)

Writer A.Arifin
A.Arifin at Tulang-tulang ikan (6 years 34 weeks ago)

Makasih yak.. sudah diingetin anyway thks udah nyempetin baca

Writer hidden pen
hidden pen at Tulang-tulang ikan (6 years 34 weeks ago)
100

hayy bang arifin
saya singgah sebentar di kota landak ya
aku penasaran dengan cerita ini, emang situ bukan zombie bang
ahaha pokoknya Seru cerita ini. aku jadi pengen sembunyi terus di lemari hihi takut

ehm ehm kaburrr

Writer A.Arifin
A.Arifin at Tulang-tulang ikan (6 years 34 weeks ago)

saya alien bang hidden.. Kakakakak, anyway kabar mochichan gimana, sehatkah? hehehe

Writer hidden pen
hidden pen at Tulang-tulang ikan (6 years 34 weeks ago)

ahh ya aku lupa
maaff terlalu melamun tentang wanita asia
iya ya. mana mochichan kali ini?
hiks hiks aku rindu

Writer A.Arifin
A.Arifin at Tulang-tulang ikan (6 years 34 weeks ago)

mochican masih dinegerinya, bang... klo mau ketemu cari aja pintu berwarna kuning hehehe