Pensil Ajaib

Aku punya pensil ajaib.  Kakek Kakek Kakeknya Kakekku yang memberikannya lewat mimpi.  Jika aku menggambar apel dengan pensil ini, maka akan jadi apel segar sungguhan. Warnanya merah, manis dan renyah dimakan.

Karena pensil ini aku  bisa punya segalanya. Aku punya setumpuk mainan yang bagus-bagus di kamarku, aku juga punya seekor kucing yang bulunya paling lembut se-dunia, dan aku bisa memakan apapun yang aku mau.  Aku tinggal menggambarnya di kertas dan jadilah.

Sejak dari dulu aku ingin punya teman Alien. Pasti seru jika temanku adalah Alien. Aku dan teman Alienku bisa bermain bersama, menjelajah angkasa, menemukan makhluk-makhluk aneh yang tinggal di planet yang sangat jauh, dan kami berdua akan merakit robot yang sangat sangat besar. Aku membayangkan teman Alienku berwarna hijau menyala, tubuhnya dipenuhi lendir yang sangat lengket sehingga kalau berjalan dia meninggalkan jejak seperti siput.

Dengan riang aku pun menggambar Alien hijau berlendir pada dinding kamarku. Sesaat kemudian, Alien hijau berlendir muncul di hadapanku. Matanya sengaja aku gambar gede sebelah, tangan dan kakinya aku ganti dengan tentakel-tentakel kayak punyanya gurita.

“Hai Freddy.” Kataku pada Alien hijau berlendir itu.  Aku memanggilnya Freddy karena namanya memang Freddy.

“Badda.. Baddaaa… Baddaaa” jawabnya.

“Kamu ngomong apa? Aku nggak ngerti.”

“Baddaaa… Baddaa!!!” Katanya lagi sambil menggerak-gerakkan semua tentakelnya yang berjumlah sembilan.

“Aku lupa hehe,.. kamu adalah Alien.”

 “Badda, Baddaaa….”

“Kamu adalah Alien dari planet yang sangat jauh, jadi aku nggak bakalan ngerti ucapanmu.”

“Badda..”

“Hmm.” Lanjutku sambil berpikir dengan keras. “Jika aku tidak bisa ngerti ucapanmu, bagaimana mungkin kita bisa jadi teman baik. Tunggu sebentar yah Freddy akan kupikirkan caranya supaya aku bisa ngerti ucapanmu lalu, kita menjadi teman baik.”

Seingatku jika aku ingin berbicara dengan Alien aku harus memakai alat aneh yang banyak kabelnya. Aku pun menggambar alat aneh itu dengan pensil ajaibku. Aku namakan alat itu ‘Lingkaran hitam yang banyak kabelnya tipe LK 7000.’ Aku  memakainya di kepalaku. Tapi sungguh sangat aneh, walaupun  aku sudah memakai alat yang super canggih ini aku masih belum memahami ucapan Freddy.

Pasti ada yang salah pikirku.  Mamah pernah bilang “Mesin tidak pernah salah yang salah itu orangnya. Kalaupun suatu saat nanti kamu menemukan mesin canggihmu tidak bekerja. Tinggal tambahkan huruf S di belakang nama mesinmu. Biasanya itu adalah solusi yang terbaik untuk mesin canggihmu yang rusak.” Aku mengambil pensilku dan mulai menggambar lagi. Kali ini aku menamai alat canggihku ‘Lingkaran hitam yang banyak kabelnya tipe LK 7000 S.’

Aku memakai alat canggihku di kepala. Samar-samar aku mulai memahami ucapan Freddy.

“Aku lapar. Perutku lapar” kata Freddy.

“Hai Freddy, bisakah kamu memahami ucapanku?”

“Ya, aku bisa. Perutku kelaparan bisakah kamu memberiku makan?”

“Tentu saja. Kamu mau makan apa?”

Freddy terdiam sejenak kemudian, memandangiku dengan aneh “Lenganmu terlihat sangat enak.”

“Kamu suka daging?” Tanyaku.

Freddy hanya mengangguk. Aku menggambar daging yang sangat besar dan memberikannya kepada Freddy.

“Aku tidak suka ini.” kata Freddy “Aku ingin lenganmu.”

“Aku dan kamu adalah teman. Teman tidak saling memakan.”

“Teman terlihat sangat enak. Aku ingin makan teman.”

Freddy mendekatiku dan berusaha menggigit lenganku. Aku pun menghindar dan menjaga jarak darinya.

“Aku adalah temanmu. Teman bukan makanan. Adalah dosa jika kamu memakan temanmu.”

“Teman sangat enak. Aku suka sekali teman.”

Freddy mengejarku, matanya melotot, mulutnya terbuka lebar dan mengeluarkan liur yang sangat bau.

“Kamu jangan macam-macam!!” Teriakku “Aku punya pensil ajaib. Aku bisa menghancurkanmu dengan mudah.”

“Aku lapar. Aku ingin makan teman. Teman jangan lari-lari lagi. Biarkanlah aku memakanmu dan menelanmu sampai potongan terakhir.”

Aku menggambar pistol super duper kuat, bertenaga koin, punya sinar laser yang berwarna-warni, dan pelurunya terbuat dari kodok dinamit. Aku mengarahkan pistol superku ke kepala Freddy dan menembakkannya. Seketika kepala Freddy hancur berkeping-keping dan berserakan ke segala arah.

Aku masih punya keinginan untuk berteman dengan Alien. Freddy adalah Alien yang buruk bukan berarti semua Alien buruk. Iya kan? Aku menggambar Alien lagi. Alien yang sangat lucu dan imut serta akan kujadikan teman baruku. Mukanya aku gambar seimut mungkin, tubuhnya dipenuhi bulu-bulu berwarna putih. Bulu-bulunya itu sangat halus dan lembut.

Aku memanggil teman Alien baruku itu Rino.

Tubuh Rino sangat besar hampir kayak raksasa. Dia menatapku dengan aneh sama seperti Freddy.

“Aku lapar” kata Rino

“Kamu mau makan apa?”

“Kepalamu boleh aku makan?”

Aku mundur beberapa langkah. Aku ambil pistol superku dan menembakkannya ke perut Rino.

Sudah kuputuskan. Aku tidak mau lagi berteman dengan Alien, semua Alien menyebalkan!!

 

 

 

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer citapraaa
citapraaa at Pensil Ajaib (5 years 44 weeks ago)
100

lucu.. keren. ringan. haha.
sip.
huruf S-nya itu.. wkw

Writer hidden pen
hidden pen at Pensil Ajaib (6 years 21 weeks ago)
2550

kakek kakeknya kakekku ?
mengingatkanku akan episode spongebob mengenai keingin tahuannya menemukan siapa kakek moyangnya. hahaha
jenius loe bang haha

ehm ehm pensil ajaib aku ingat film ini, hhmm udah lama sekali rasanya. pernah nonton bang ? waahh inspirasi di sana ya.

namun endingnya nyesek bang, ehm gak cuma merasa kasihan aja aliennya di bunuh. udah makan saja tuh anak. nikmati organ-organnya. sama halnya dengan mochichan lakukan
loh mochi-chan ? mana dia ?

okk bang terima kasih sudah mau diganggu ehm
kabbuurr nyari mochi chan dulu

Writer rezafahrur
rezafahrur at Pensil Ajaib (6 years 21 weeks ago)
70

Lucu kak, bagus2

Writer velvet.morninghaze
velvet.morninghaze at Pensil Ajaib (6 years 22 weeks ago)
70

kakek kakek kakeknya kakekku, kenapa gak disingkat kakek moyang saja? biar eksperimental ya? bagian dimana petuah mamanya tentang mesin yang rusak ditambahin huruf 'S', entah itu maksudnya apa sarkasme untuk industri gadget atau apa yang jelas gak semua pembaca mengerti. termasuk saya..

salam

Writer Ran Ganiya
Ran Ganiya at Pensil Ajaib (6 years 22 weeks ago)
80

Baiklah, seperti sebelumnya, ada bagian yang bikin saya senyum, dan ada pula yang bikin dahi saya berkerut.

Kalau saya bahas dari paragraf pertama: "Aku punya pensil ajaib. Kakek Kakek Kakeknya Kakekku yang memberikannya lewat mimpi.." <- huruf kapital digunakan kalau langsung menyapa (diikuti nama), misal: "Hai, Kakek Thomas!". atau kalau memang ada alasan lain, mungkin bisa dimaklum. Maaf kalau ternyata pendapat saya yang salah.

Lalu, "Sejak dari dulu aku ingin punya teman Alien" <- sejak dari dulu itu nggak efektif, pilih salah satu antara 'sejak dulu' atau 'dari dulu'. Sekali lagi, apa ada alasan khusus kenapa 'Alien' itu pakai huruf kapital?

"Matanya sengaja aku gambar gede sebelah, tangan dan kakinya aku ganti dengan tentakel-tentakel kayak punyanya gurita." <- kata-kata 'gede', 'kayak', rasanya (menurut saya) jadi ganjel, karena nggak pas dengan pemilihan kata di paragraf-paragraf sebelumnya. Dalam narasi, baiknya kalau mau formal, formallah sekalian. Kalau mau informal, ya sekalian juga.

Sejauh yang saya pelajari dari kecom ini, penulisan 'kataku, ujar, dsb' itu pakai huruf kecil :) pernah baca teorinya juga di kecom sih tapi nggak bisa jelasin. Haha

“Aku lapar. Perutku lapar” dan “Aku lapar” kata Rino. <- miss tanda koma yaa?

Segitu aja kak, maaf ya kalau saya berceloteh disini hehehe. Tapi anyway ini lebih bagus sih daripada saya yang nggak kunjung menulis satu ceritapun :D
Oh ya, yang saya petik dari cerita ini adalah : Kalau ada orang yang makan teman berarti sebenarnya dia itu 'alien', benar? Hihihi, terus menulis :D

Writer A.Arifin
A.Arifin at Pensil Ajaib (6 years 22 weeks ago)

Bisa Jadi.... Thanks cabenya hehehe

Writer dreamgarden
dreamgarden at Pensil Ajaib (6 years 22 weeks ago)
80

Penceritaannya lucu, seperti dibawakan anak kecil. Sangat menghibur

Writer A.Arifin
A.Arifin at Pensil Ajaib (6 years 22 weeks ago)

Masa..? padahal nggak niat bikin cerita komedi.. hihi, thanks ya udah mampir

Writer S_Desak
S_Desak at Pensil Ajaib (6 years 22 weeks ago)
80

akhir ceritanya ada lucunya

Writer A.Arifin
A.Arifin at Pensil Ajaib (6 years 22 weeks ago)

Thank ya.. udah mampir