Monolog ruang sempit

Kita telah melewati puluhan hari tanpa ucapan selamat pagi.
Lalu tiap kali senja hampir sempurna biru tua, aku akan terpaku di samping jendela.
Barangkali rindumu akan datang bertamu, pikirku.
Seperti biasa, siluet dedaunan di tepi jalan mencemoohku

betapa absurd!


Aku baik-baik saja, teriakku
Tunggu sampai rasaku luruh dihembus waktu.
Aku selalu mendesahkan namamu, tapi abaikan saja.
Toh kelak keagunganmu akan ringkih bagiku.
Dan kau tak lagi punya arti.


Kapan?


Lihat saja nanti.
Kenalkan, aku adalah bagian kecil yang membungkus kenangan.
Yang mungkin akan kau seduh dan reguk pelan saat bercengkerama dengan sepi

 

Suatu kali nanti.

Read previous post:  
57
points
(116 words) posted by beztton 8 years 23 weeks ago
63.3333
Tags: Puisi | kehidupan
Read next post:  
Writer nusantara
nusantara at Monolog ruang sempit (38 weeks 4 days ago)

bagus

Writer mawarhijati
mawarhijati at Monolog ruang sempit (5 years 23 weeks ago)
70

"Kenalkan, aku adalah bagian kecil yang membungkus kenangan."

Duh, kenangan. :))

Writer chia
chia at Monolog ruang sempit (5 years 24 weeks ago)
80

Hihi. :D

Writer kolmehon
kolmehon at Monolog ruang sempit (5 years 25 weeks ago)
60

Aku ga ngerti, "biru tua" pada "senja hampir sempurnya biru tua" itu mau nunjukin apa, halnya aku bingung gmn bisa ngelihat siluet dari jendela di senja yg hampir sempurnya.
Kehilanganmu nyampe sih, btw.

Writer beztton
beztton at Monolog ruang sempit (5 years 24 weeks ago)

Biru tua pada senja nunjukin kalo setiap senja akan datang kesunyian...
Kalo tntang siluet itu bkn pas senja tp diliat dr jendela waktunya pagi hari...
Kira2 gitu lah gan :v

Writer kolmehon
kolmehon at Monolog ruang sempit (5 years 24 weeks ago)

Waduh, kamu pake "biru tua" utk kesunyian. Okelah, keknya aku kurang baca.
Lalu soal siluet itu, menurutku keterangan wktnya terikat sama dua kalimat sebelumnya. Tauk deh, mungkin aku aja keliru bacanya.

Writer monicapangkey
monicapangkey at Monolog ruang sempit (5 years 26 weeks ago)

"Barangkali rindumu akan bertamu..", seperti harapan yang muncul secara alami bagi kita, para manusia. :-)

Writer Salaampratama
Salaampratama at Monolog ruang sempit (5 years 26 weeks ago)
70

Apik

Writer iprif
iprif at Monolog ruang sempit (5 years 28 weeks ago)
60

 

Writer Kusanagi
Kusanagi at Monolog ruang sempit (5 years 28 weeks ago)
80

Kalimat terakhir aku suka!

Writer Bintang1902
Bintang1902 at Monolog ruang sempit (5 years 29 weeks ago)
70

Kerja bagus,,,

Writer JP Pawa
JP Pawa at Monolog ruang sempit (5 years 29 weeks ago)
70

seduh kenangan dengan air panas... biarkan aromanya lepas... hirup nikmatnya peristiwa.. karena kita masih bernyawa...
asik gan... :)