3rd Spiral: Beyond The Coffee Taste

Aneh tapi nyata.

Jalanan yang kulalui waktu itu benar-benar mudah. Aku hanya perlu mengikuti jalanan berkelok-kelok yang dibatasi dinding batako, hingga akhirnya aku tahu-tahu keluar ke arah jalan raya di sekitar daerah Babelan, Bekasi. Meskipun ternyata aku nyasar kelewat jauh dari arah rumahku, setidaknya aku sudah berada di daerah yang kukenal baik.

Yah. Walaupun pada akhirnya aku tetap pulang terlalu malam dan besoknya nyaris terlambat masuk kerja karena ketiduran. Untung saja aku punya Koffie Koning yang kudapatkan dari kedai Koffie Zonder Grenzen.

Di luar dugaan, rasa kopi yang dihasilkan dari biji kopi yang kudapatkan waktu itu sungguh tiada tara! Ini pertama kalinya aku merasakan rasa kopi yang begitu nikmat, agak sedikit asam sih, tapi ada campuran rasa cokelat dan rempah-rempah yang anehnya membuatku jadi merasa bersemangat. Rasanya tubuhku jadi segar, pikiranku jernih, dan perasaanku pun jadi tenang.

Pokoknya luar biasa!

Bicara soal kedai aneh itu, belakangan aku mencoba untuk menyusuri jalan tempatku tersesat waktu itu dan sungguh mengherankan karena aku tidak bisa menemukan kedai itu di mana pun. Daerah tempatku tersesat waktu itu memang kawasan yang baru dibuka untuk dikembangkan jadi ‘kota modern’, tapi sama sekali tidak terlihat ada kedai bergaya Eropa kuno di sana. Aku sudah mencoba bertanya pada orang-orang yang kutemui di sekitar sana, tapi tidak seorang pun yang mengetahui kalau ada kedai kopi bernama Koffie Zonder Grenzen di sana.

 Mau tahu hal yang lebih aneh lagi?

Sejak motorku katanya ‘diperbaiki sedikit’ oleh pelayan di kedai kopi aneh waktu itu, partner tua ku itu berubah jadi luar biasa ... hemat bensin hingga batas tidak masuk akal! Pokoknya kemampuannya menghemat bahan bakar aku jamin bisa membuat produsen motor lain gigit jempol kaki karena iri.

Entah apa yang sudah dilakukan si pelayan, yang jelas aku benar-benar berterima kasih padanya. Dan tentu saja aku juga berterima kasih pada Glibert atas kopi ‘kelas dewa’ yang telah diberikannya padaku. Entah kapan lagi aku bisa bertemu dengan mereka dan membalas jasa mereka padaku. Walaupun rasanya agak tidak mungkin, mudah-mudahan saja kartu nama yang kuberikan waktu itu bisa menjadi penghubung bagi kami. Mudah-mudahan saja suatu saat nanti dia benar-benar akan menghubungiku untuk membantunya. Dan kalau saat itu tiba, aku pasti akan sebisa mungkin membalas bantuannya di malam itu.

Tapi yang jelas, ini hari libur, dan ritual pertamaku di pagi hari adalah menyeduh segelas kopi hangat.

Tentu saja aku akan menikmati kopi nikmat yang kudapat dari Glibert di Koffie Zonder Grenzen waktu itu. Tidak ada yang lebih nikmat selain bersantai di hari Minggu pagi sambil menyeruput kopi lezat, dan mungkin setelah itu aku akan mencoba mencari lokasi kedai kopi aneh itu lagi. Entah ketemu atau tidak, pokoknya yang penting aku sudah mencoba mencarinya.

Tapi sekarang ... waktunya minum kopi!

Sambil mengangkat secangkir Koffie Koning, aku menatap lurus ke arah ikan peliharaanku, yang kini balas menatapku dengan tatapan cerdasnya.

“Hidup Koffie Koning!”

Dan aku pun mengabaikan tatapan heran dari ikan hitam yang berenang di akuariumku itu.

 

****

 

End of 3rd Spiral

 

Move on to the next story

Read previous post:  
21
points
(2215 words) posted by red_rackham 6 years 27 weeks ago
52.5
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | fantasi | Keseharian | slice-of-life | supernatural
Read next post:  
Writer black1ce
black1ce at 3rd Spiral: Beyond The Coffee Taste (6 years 24 weeks ago)
80

hemh, aku juga tidak tau dimana kalimang karena blm pernah ke jakarta. dan ikan hitam, hemh apa ikannya bersirip jingga?

Writer nara tan
nara tan at 3rd Spiral: Beyond The Coffee Taste (6 years 24 weeks ago)
30

bingung sedikit

Bingung banyak pun boleh kok :D

Writer baba22
baba22 at 3rd Spiral: Beyond The Coffee Taste (6 years 25 weeks ago)

jangan-jangan di kalimalang ada alien yang tinggal disana kali ya

Alat Pijat | Jual Timbangan Badan Digital

Mungkin saja :3
Kamu hanya perlu jeli menemukan di mana mereka tinggal :D