-

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer seutories
seutories at - (5 years 47 weeks ago)
90

Halo nyamuk, saya member baru, dan menemukan cerita Anda yang sepertinya menarik.
-
Kesan pertama saya ketika membaca ini adalah, wah cerita ini sesuai ekspetasi saya. Dan, yah. Itu memang benar, cuman ada beberapa hal yang sedikit mengganjal seperti,
ketika sang bapak bertemu dengan lelaki berjenggot perak. Kata-kata sang lelaki berjenggot seakan menyiratkan jika ia memakan manusia-manusia yang sudah mati. Lalu sang bapak menjadi sahabat karibnya, berkelana kemana-mana.
Jika sang pria berjenggot terbiasa memakan manusia yang sudah mati, maka apakah ketika sang bapak dan pria berjenggot berkelana mereka makan makanan normal? dan satu hal lagi, apakah sang bapak tidak menyadari hal itu?
-
Secara garis besar saya menikmati cerita ini, dengan alur yang pas. Satu hal yang disayangkan yah, endingnya. Endingnya menggantung T.T
-
Sekian, semoga berkenan.
Salam, seutories

Writer zoelkondoi
zoelkondoi at - (5 years 28 weeks ago)

mantap khayalannya

Writer etikawdywt
etikawdywt at - (5 years 49 weeks ago)
90

reflek saya bilang, "yah abis," waktu baca paragraf terakhir. entah ini perasaan saya aja atau gimana, endingnya agak digantung, pengennya lanjut baca terus dan ga mau abis haha.
emosinya dapet banget, bener-bener terasa putus asanya si bapak.
Nice, nyamuk ;)

Writer The Smoker
The Smoker at - (5 years 49 weeks ago)
80

yoi, endingnya. jadi ironis tentang tak ada harapan itu sendiri. mbulet lah buka tutupnya.
narasi oke, kelamnya nyampe.
sip, itu saja.
salam

Writer DarknessIndeed
DarknessIndeed at - (5 years 50 weeks ago)
80

outstanding! emosi saya keluar ketika baca ini!

Writer citapraaa
citapraaa at - (5 years 50 weeks ago)
70

suka akhirnya!
ttg kalimat yg pendek2.. ke saya malah jadi terasa datar..
keepwriting

Writer mahar_fans
mahar_fans at - (5 years 50 weeks ago)
90

Waktu saya tidak menjadi sia-sia ketika saya membaca kisah ini sampai habis :)
Ini gayamu? Jadi penasaran cerpen selanjutnya seperti apa.

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at - (5 years 50 weeks ago)
100

Sedikit agak risih dengan bahasanya yang puitis. Tapi keren XD jadi pas bacanya gak terburu-buru. Dihayati adegan per adegan.
.
Saya masih tidak yakin dengan endingnya. Apakah untuk pergi ke kota Orang-orang Mati itu harus menggunakan kereta? Bunuh diri? Engg... mohon kejelasannya =_=a
.
Tingkah depresif si Bapak juga kerasa. Dia nampak sangat putus asa, dan itu wajar mengingat hidupnya yang penuh dengan kehilangan.
.
Mau cuap-cuap lebih banyak juga, udah keduluan member lain. Cukup sekianlah ya XD
Terus semangat menulis :3

Writer kolmehon
kolmehon at - (5 years 50 weeks ago)
80

Aiih, bangsat!

Aku kepancing baca selepas baca komen Kak Vinegar--walau tadinya tak kira doi cumak lebai.
Aku samaan kek Kak Vinegar ah, walau aku ra pernah baca sastra Rusia. Kelamnya asoiyk. Jadi keinget kalok Bukowski pernah ngoceh gini:
"I sit here, drunk now. I am a series of small victories and large defeats."

Writer vinegar
vinegar at - (5 years 50 weeks ago)
90

Gak tahu kenapa pas saya baca ini rasanya emosional gitu, gaya penceritaanmu mungkin penyebabnya. Seolah lagi bercerita ke sahabat. Ngingetin saya ke gaya2 tulis di sastra rusia yang khas banget. Nihilis dan kelam-kelam gimana gitu. Keep writing :)

Writer Zarra14
Zarra14 at - (5 years 50 weeks ago)
100

Halo, salam kenal~
Tertarik oleh karakter si Bapak; setidaknya melalui penceritaanmu ini, saya mendapat kesan bahwa di balik pemikiran depresif si Bapak dan keputus asaannya terhadap hidup, dia masih menyimpan harapan. Contohnya sewaktu sebelum dia dihajar preman-preman dan saat dia menaiki kereta ke kota orang-orang mati.
Agak terasa aneh ketika si Bapak ketemu laki-laki berjenggot putih. Dibilang mau dijadikan sup tapi tau-tau selanjutnya mereka jadi sahabat karib.
Tapi secara keseluruhan, saya cukup menikmati cerita renungan ini.
Semoga berkenan :D

Writer latophia
latophia at - (5 years 50 weeks ago)
100

Bahasa yang formal dan puitis memaksa saya scanning aja di beberapa paragraf... bukan protes sama penulisnya sih, saya aja yang kurang sabar baca bahasa puitis :3
Tapi pas sampai ending tyt kereeen... jadi ngulang lagi deh baca dari atas dengan sabar^^
Suka suka... terutama endingnya... heart warming bgt... bikin pengen meluk sambil puk2 pundak bapaknya^^

Writer Ao-Chan
Ao-Chan at - (5 years 50 weeks ago)
100

Crita yang sang at menarik.
Adalah lanjutannya??

Writer amarsofyan
amarsofyan at - (5 years 50 weeks ago)

mantap. gaya bahasanya keren. ada gak tipe2 tulisan?

Writer duvernoy
duvernoy at - (5 years 50 weeks ago)
70

Waww kalimatnya puitis sekali XD
Idenya menarik juga, btw kereta jam 2 pagi itu kereta yg biasa kunaiki dr Solo ke Malang? Itukah keretanya? Wkwkwk *joke :3

Writer nyamuk
nyamuk at - (5 years 49 weeks ago)

nggak tau, duvernoy, iya kali

makasih

Writer addvaticon1212
addvaticon1212 at - (5 years 50 weeks ago)
60

Terus menulis ya..., gw juga junio d,sini...,
Gak papa d,tingktin lagi gih.., bagus banget cerita yang lu buat..,
Hehe..

Writer nyamuk
nyamuk at - (5 years 49 weeks ago)

Makasih addvaticon

Writer ilham damanik
ilham damanik at - (5 years 50 weeks ago)
100

Iya nih, ceritanya bikin otak berfikir. Gak bisa langsung di seduh :D
Tapi aku suka kok ceritanya

Writer nyamuk
nyamuk at - (5 years 49 weeks ago)

maaf nggak bisa langsung diseduh:(

makasih

red_rackham at - (5 years 50 weeks ago)
80

Gaya kalimatnya yang pendek2 membuat alur cerita ini kerasa terputus-putus. Tapi aneh, itu malah yang membuat cerita ini terasa unik. Gaya penceritaannya bagus, dan secara pribadi, saia suka tipe cerita yang seperti ini.
.
Good job and keep on writing (O__<)b

Writer nyamuk
nyamuk at - (5 years 49 weeks ago)

makasih, red rackham