Nation Survivor - The Beginning - Chapter 1 part 1

Kuangkat perisai di tangan kiriku tepat ketika sebuah tangan berwarna hijau menjijikan berkuku tajam hendak mencabik-cabikku. Walaupun gerakan tanganya cukup lambat, tapi hasil impactnya cukup kuat. Hal ini membuatku berpikir bahwa ia adalah Class B. Aku langsung mengganti arah pedangku lalu mengayunkanya ke kiri. SKLANGG!!!!  Pedangku membentur sesuatu yang keras.

 

Aku memberanikan diri untuk melihat dari balik perisaiku. Sesuai dugaanku, ia merupakan Class B tipe Armored Zombie. Sayangnya, tentu saja, lehernya tetap terbuka untuk umum. Aku lalu segera menusuk lehernya. Zombi tersebut seolah-olah sedang menggeram.  Lalu ia mulai hancur menjadi tumpukan debu, daging busuk, tulang serta beberapa bagian armornya.

 

Inilah cara kematian para mahluk <Living Death>. Mereka akan berubah menjadi tumpukan debu serta beberapa barang aneh ataupun perlengkapanya akan tertinggal. Walaupun mereka cukup mudah untuk mati, mereka juga dapat mengubahmu menjadi <Living death> hanya dengan menginfeksimu. Itulah merupakan alasan mengapa Kami, Ras Manusia harus berperang melawan mereka.

 

Sejak munculnya wabah ini, Satu persatu kerajaan mulai ambruk. Orang-orang yang masih selamat menamakan dirinya <Nation Survivor>. Mereka yang awalnya berperang satu sama lain harus belajar untuk bekerja sama. Aku, Douglas, pada awalnya merupakan pasukan Ke-2 Longbowmen Inggris dan sekarang, aku bertempur bersama salah satu pasukan Elite Infanteri Perancis.

 

Sekarang ini, aku berada di utara kota Carthage, berusaha untuk mempertahankanya dari serbuan. Gelombang demi gelombang serangan pada akhirnya berhasil kami patahkan, beberapa jam kemudian, ketika matahari mulai terbit. Aku tahu bahwa aku sebaikmya istirahat. Tapi tidak disini. Diluar kota adalah tempat paling berbahaya sekarang, jadi kami buru-buru kembali masuk ke kota Carthage.

 

"Hey, cepat ambil barang-barangnya!" Seorang jenderal meneriaki beberapa penjaga. Mereka langsung berlari keluar, mengais-ngais apapun yang bisa digunakan lagi. Aku berjalan lunglai, kelelahan setelah pertempuran panjang. Tiba-tiba, aku mendengar suara yang familiar.

"Hei, Ambil ini!" Theodor memanggilku dari seberang jalan sambil melempar sebotol minuman kepadaku.

"Makasih, Theodor." Aku menangkap botol tersebut, membukanya lalu meminumnya. Aku tidak menyadari betapa hausnya diriku. Air didalam botol tersebut habis dalam sekejap. Dia melambaikan tanganya, memintaku untuk mengikutinya. Aku hanya tersenyum dan mengikutinya.

 

Kami lalu masuk ke Barrack dan masuk ke salah satu menara tertinggi di Barrack. Aku menemukan Theodor sedang duduk-duduk di balkon, melihat terbitnya matahari.

"Bagaimana pertempuranya tadi?" Theodor bertanya padaku seolah kami hanya bertegur sapa, bukan setelah bertempur.

"Lumayanlah." Aku menjawab nya sambil tersenyum.

"Hei, apakah kau menyadarinya, bahwa pasukan <Nation Survivor Army> mulai berkurang drastis?" Ia kembali bertanya padaku.

"Eh...." Aku kaget mendengar perkataanya.

 

Bersambung....

 

Tolong kasih Saran tentang tulisannya. Soalnya saya masih Newbie, hehe...

Read previous post:  
Read next post:  
50

saran : setting dunianya kalo bisa lebih diperjelas ceritanya bisa tambah ngena ;)
saran dari yang juga newbie nih haha

boleh minta saran juga ga di cerita saya? http://www.kemudian.com/node/278010

Oke, makasih atas saranya.

60

itu kenapa pake tanda <> waktu nyebutin nama zombie dan kerajaannya?
terus untuk pembukaan sebuah cerita, menurutku terlalu banyak informasi yang harus dicerna
mungkin seharusnya bisa fokus dulu sama yang si Douglas lakuin terus pelan2 kasih informasi tentang apa yang terjadi
kalau gini kan rasanya agak maksa, berantem sama zombie terus kamu jelasin gitu aja banyak hal
btw ini semacam zombie apocalypse versi kebarat-baratan ya?
coba aja bikin lanjutannya dulu :)

Hehehe, tanda <> bisa dibilang mungkin buat trademark aja yaah. Oh ya, makasih juga ya sama saranya THX...

30

bagusssss

70

Di tunggu kelanjutannya. Salam kenal, hehehe :) sama masih newbie :)

Udah keluar ya part 2 nya.