Ronde Akhir

Aku tahu kalau pemuda kurus bertubuh kecil sepertiku mungkin bukan tandingan Vincent yang memiliki tubuh lebih berisi. Tapi ah, siang ini aku membuktikan kalau pendapat mereka salah.

 

“Monyeeeeeeeeeeet!”

Itu kata pertama yang keluar dari mulut Vincent ketika sebuah pukulan telak mendarat di wajahnya. Pukulan penghabisan yang aku tahu akan mengakhiri perlawanannya siang ini.

 

“Anj...anjing, gimana ca...ranya lu bisa-”

 

“Gue gak tau, keluar gitu aja.” Bisikku.

 

Vincent memukul tanah ketika kepalanya pelan-pelan tunduk. Aku mengamati ekspresi sesal dalam wajahnya. Waktu seperti sedang dihitung mundur dalam gerakan lambat yang dramatis; sepuluh..., sembilan, delapan, tujuh,....

Dan tubuhnya masih diam. Dari sudut matanya aku dapat melihat keinginan untuk bangkit. Tapi bahkan jarinya tak sanggup bergerak.

 

Enam, lima, empat,...

Kemudian diiringi kesadaran akan kekalahannya,  kepalanya tertunduk lesu.

 

Tiga, dua, satu.

Vincent tahu apa yang mesti ia lakukan. Ia menyerahkan hadiah yang dijanjikan. Aku mengambilnya dengan gerakan lambat, memberi penghormatan yang pantas atas perjuangannya.

 

“Nyet, jangan disia-siain pengorbanan gue.”

 

Aku mengangguk. Ada jeda yang luar biasa dramatis dalam proses tersebut.

 

“Itu uang jajan gue seminggu ini.”

 

“Minggu depan mungkin lu lebih beruntung.”

 

“Minggu depan jangan maen game berantem deh. Maen game bola aja.”

 

Tidak ada yang perlu memberitahunya kalau Tuhan tengah mengukir senyum di  wajahku.

Alhamdullilah...

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Nine
Nine at Ronde Akhir (7 years 5 weeks ago)
100

Jadi ceritanya mereka taruhan berkelahi, yang menang dapat uang? Wah, asyik tuh. :)
.
Ngak tahu mau komentar apa ini, bung. Bingung ane. Kalau dilihat dari alurnya, sepertinya ini straight forward menceritakan kejadian dua orang yang berkelahi. Latar kejadian, siapa-siapa saja yang terlibat, saya ngak tahu. Mungkin karena ini flash fiction makanya tidak terlalu mendetail pada bagian itu.
.
Karena ini tidak terlalu panjang, saya membacanya nyosor saja dari awal sampe akhir. Pas baca, saya jadi ingat masa-masa SMP waktu temen-temen suka pada berkelahi supaya tau mana yang paling jago :)
.
Sekian, bang. Itu saja kayaknya. Mohon maaf kalau ada kata yang kurang berkenan.
.
Salam Olahraga

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at Ronde Akhir (7 years 5 weeks ago)
100

Masih Bang. Kebiasaan ente berpuisi berpengaruh pada beberapa kalimat yang kesannya terlalu tertutup untuk adegan yang seharusnya frontal dan to the point langsung.
.
Penggunaan tag dialog/penggiring dialog masih salah. Cek lagi.
.
Penggunaan timer, atau hitungan mundur seperti itu pernah saya baca di suatu blog dapat menekankan kesan tegang/thriller terhadap pembaca. Namun, dalam flashfiction ini rasanya penggunaannya masih belumlah maksimal. Kurang banyak 'taruhan' yang seharusnya, membuat pembaca tegang dan terjadilah suspense /makin ngawur/
.
Intinya. Ini kurang Bang. Iseng-isengnya masih belum kena XD

Writer arsenal mania
arsenal mania at Ronde Akhir (7 years 5 weeks ago)

Adegan frontal/to the point?
He?? Yang mana?
Tag dialog? Yang mana?
Ah, kebiasaan nulis puisi nggak banyak berpengaruh buruk kok. Saia malah ngerasa itu ngebantu banget dalam banyak kasus (gatau sih kalo buat yg lain)
-
Setuju, kamu ngawur xp
Ahak ahak
-
Woles..., ntar tulis yg lebih niat
Ahahaha

Writer wmhadjri1991
wmhadjri1991 at Ronde Akhir (7 years 6 weeks ago)
80

Twistnya biasa aja sih, emang mungkin bukan itu yg ditonjolin? Tapi efek dramatisnya dapet banget, kerasa banget. Good job bung!

Writer arsenal mania
arsenal mania at Ronde Akhir (7 years 5 weeks ago)

Bukan ke situ juga sih bang sebenernya. Ini cuma tulisan iseng. Ngetes. Jadi belum berani bilang saia nonjolin apa2. Tapi kalau pembaca nangkep sesuatu, berarti mereka lebih keren daripada saia :D

Writer wmhadjri1991
wmhadjri1991 at Ronde Akhir (7 years 5 weeks ago)

Maap ya bang kalo kesannya sotoy:)

Writer arsenal mania
arsenal mania at Ronde Akhir (7 years 5 weeks ago)

Lah kok?
Woles bang, kan beda individu beda pandangan. Beda cara interpretasinya.
:D

Writer duniamimpigie
duniamimpigie at Ronde Akhir (7 years 6 weeks ago)
60

Aaah... ketebak hehe

Writer niNEFOur
niNEFOur at Ronde Akhir (7 years 6 weeks ago)
90

Anj...anjing
idenya cuman kalah main game dengan taruhan uang jajan seminggu, tapi dramatisisasinya dapat banget.. :D

Writer sasa123
sasa123 at Ronde Akhir (7 years 6 weeks ago)
80

"Monyeeeeeet!" umpat saya dalam hati ketika sampai pada bagian paling akhir cerita ini. "Monyet! Ternyata taruhan game!" begitu lanjutannya. Hehe hehe. Intinya, saya suka idenya. Padahal ceritanya memakan waktu yang bisa dikatakan sebentar ya, tapi bisa detail gitu, jadiii... topmarkotop sipmarkosip.

Writer etikawdywt
etikawdywt at Ronde Akhir (7 years 6 weeks ago)
80

Muka saya pas baca twistnya >> -_____-"
Ini udah kesekian kalinya ketipu sama cerita di kekom
Baguuus, suka suka
Ini komputer saya yang error atau paragrafnya yang emang renggang-renggang ya?! Agak ganggu disitu, jadi ga rapi keliatannya, tapi itu doang sih. Salam, arsenal mania :)