Menjadi Manusia

  1. Cinta..

Aku tidak percaya, kalau dia sudah mati. Padahal kemarin  sore aku masih sempat smsan dengannya. Cara matinya pun tidak keren, andai saja dia  bilang kepadaku sebelumnya. Aku pasti bantu memikirkan kematian yang lebih wah dan spektakuler.

Aku tahu persis tujuan kematiannya. Kamu ingin kekasihmu yang anak camat itu peduli. Iya kan? Tapi sayangnya kamu bego hahaha. Tidak akan ada yang perduli dengan wanita kerempeng yang mati gantung diri di pohon mangga. Wartawan kacangan pun tidak akan sudi meliput kematianmu. Kamu sudah salah langkah wahai belahan jiwaku.

Andai saja kamu cerita kepadaku, akan kucarikan kematian yang setidaknya akan menjadi trending topic di media sosial. Mati dengan cara gantung diri itu sudah biasa dan membosankan. Seharusnya kamu bisa lebih kreatif lagi sayangku. Contohnya : mula-mula kamu memakai gaun berwarna merah yang menutupi seluruh kulit putihmu. Kemudian, kamu naik ke puncak tower BTS. Kamu perhatikan di bawahmu, jika ada mobil truck yang lewat. Segeralah jatuhkan diri.

 Kematianmu pasti spektakuler. Ketika organ-organmu berserakan dan darahmu yang memenuhi jalanan akan serasi dengan warna gaunmu. Kematianmu akan menjadi lukisan yang sangat sangat indah. Aku yakin akan banyak media yang meliput dan kamu pun akan dipedulikan. Namun sayangnya kamu tidak bisa mati untuk yang kedua kalinya muahaha.  

Bicara soal cinta, aku tidak tahu persis bentuk cinta yang ada di otakmu. Apakah bentuknya sama dengan punyaku ataukah berbeda? Kamu sungguh cinta anak pak camat itu. Sampai-sampai kamu rela menukarnya dengan nyawamu. Aku pun sama, sangat cinta kepadamu. Tapi hanya sebatas ingin melihatmu  telanjang,  kemudian menikmatinya. Aku tidak sudi menukarnya dengan nyawaku. Karena hanya dengan uang sekitar 2 jutaan, aku bisa mendapatkan tubuh yang jauh lebih bagus daripada punyamu.

Entahlah, aku tidak tahu alasanmu yang sebenarnya. Aku pun tidak begitu perduli. Sampai jumpa lagi di neraka, sayangku.

 

  1. Iri..

Kata Ayahku, di kehidupan yang lampau. Aku adalah seekor kuda nil, sedangkan Kakak perempuanku dulunya adalah lumba-lumba merah jambu. Aku sangat bangga dengan diriku di masa lalu. Ibuku pernah berkata walaupun terlihat pemalas dan lamban. Kuda nill adalah hewan yang sangat-sangat kuat. Bahkan bisa mengalahkan singa dengan satu kali hentakan.

Tetap saja, menurutku  lumba-lumba masih jauh lebih keren daripada kuda nil.

Dari balik jendela, aku bisa mendengar tawa riang kakakku.  Disaat itu, aku ingin sekali beranjak dari tempat tidurku dan menyusulnya.  Namun sekuat apapun aku berusaha, kakiku tidak bisa bergerak dan tanganku masih saja kaku. Hanya kepalaku yang bisa bergerak dengan leluasa. Entah kenapa hatiku serasa sangat perih dan tanpa kusadari pipiku sudah basah dengan air mata. Aku tidak boleh menangis, aku adalah kuda nil yang sangat kuat. Aku bisa mengalahkan gajah, aku bisa mengalahkan singa, aku bisa mengalahkan buaya. Aku adalah yang terkuat.  

Praktis, aku hanya bisa mendengar celoteh Kakakku saja. Kadang aku ikut tertawa dengan tingkahnya. Walaupun, aku tidak tahu persis yang dilakukannya di luar sana.  Andai saja di masa lampau aku adalah lumba-lumba seperti Kakakku. Sekarang aku pasti seriang dirinya.  

Loh kok, pipiku basah lagi. Padahal aku kan kuda nil yang sangat kuat. Maaf Ayah, maaf Ibu. Aku tidak sekuat diriku di masa lalu. Aku iri dengan Kakak. Aku juga ingin menjadi lumba-lumba yang bisa berenang bebas.  Tidak mengapa jika siripku cuma sebelah. Aku juga tidak keberatan menjadi lumba-lumba yang cebol. Yang penting aku bisa berenang seperti kakak.

 Ayah, Ibu bolehkah aku iri dengan Kakak?

 

  1. Bahagia..

Pada suatu ketika ada seorang cewek yang nanya kepadaku. “Sebenarnya apa isi otakmu?” tadinya mau aku jawab begini “otak besar, otak kecil dan system limbic” namun terpaksa kuurungkan. Karena aku tahu arah pembicaraannya kemana.

Cewek itu heran dengan sikapku yang biasa saja walaupun sudah ditolak cintanya mentah-mentah olehnya. Dia berpikir aku sok kuat. Padahal tidak, dia juga bilang cowok sebelum aku sikapnya tidak begini. Bahkan ada yang sampai menangis.

Kujawab saja “aku jarang pakai perasaan, lebih seringnya pakai otak. Aku tidak suka dengan yang rumit-rumit jika ingin bahagia aku tinggal nyuruh otak saya untuk bahagia. Sesederhana itu”.

Mendengar jawabanku, dia terdiam sejenak dan berkata “kamu jangan bohong, kamu pasti sedih kan?”.

“Gini yah” kataku “sebelum kamu, aku sudah sering ditolak. Kamu mau percaya atau tidak itu

urusan kamu. Pokoknya aku biasa saja”.

Setelah itu, dia malah marah-marah. Sambil mengataiku tidak peka, tidak punya perasaan dan bla bla bla…

Berbulan-bulan kemudian, cewek itu menelponku. Dari nada bicaranya aku tahu ada yang tidak beres.

Dia menjelaskan panjang lebar tentang hidupnya, yang sekarang sudah menjadi istri orang dan sedang hamil lima bulan.

Kemudian, tiba-tiba saja tangisnya pecah.  Sambil terus menangis dia bilang “apakah aku tidak boleh bahagia?”.

“Yang larang kamu siapa?” jawabku.

Eh, nangisnya malah tambah kencang.

Ternyata dia mempunyai masalah rumah tangga yang cukup rumit. Berkali-kali dia bilang ingin hidup bahagia. Ingin sekedar merasakan manisnya bahagia.

Ketika kutanya bahagia itu apa? Dia hanya terdiam tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Manusia itu kadang-kadang aneh suka meribetkan hidupnya sendiri. Padahal kalau dipikir secara logika hidup itu sangat sederhana.

Contohnya saja segala sumber emosi dan perasaan adalah otak dan hati. Tapi tetap yang mengatur semuanya adalah otak.

Bahagia adalah salah satu bentuk dari perasaan yang diatur oleh otak. Jadi Kalau ingin hidup bahagia, tinggal suruh saja otak untuk berpikir bahagia. Kan simple...

 

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer citapraaa
citapraaa at Menjadi Manusia (5 years 44 weeks ago)
100

bagus, tapi kurang suka akhirnya. seperti ceritanya hilang begitu saja.
trus kata-kata "hahaha" dan "muahaha" entah kenapa bikin ketawa juga :")

Writer Ichsan.Leonhart
Ichsan.Leonhart at Menjadi Manusia (6 years 5 weeks ago)
80

Baca bagian ke dua saya kurang bisa menangkap gambar keseluruhannya~
.
Tapi menurut saya, suasana gelap yang disampaikan di cerita pertama itu benar kena apa adanya. Penuturan si MC begitu sadis, dingin, tapi ucapannya memang masuk di logika.
.
Lalu di bagian yang terakhir, awwww~
Filosofi-nya dalam sekali. memang benar ya, bahagia itu apa? yang menghambat seseorang jadi bahagia itu apa? lantas kenapa juga seseorang tidak bisa menjadi bahagia?
Ini dalam sekali~

Writer AninditaAyu
AninditaAyu at Menjadi Manusia (6 years 6 weeks ago)
80

Suka dengan ketiga ceritanya kak. Tapi yang paling aku suka, si cerita pertama. Ga tau kenapa akhir-akhir ini emang lagi sukanya sama yang agak-agak dark.

Btw, salam kenal ya kak. Masih pemula banget ini kak.. :D

Writer Wanderer
Wanderer at Menjadi Manusia (6 years 6 weeks ago)
70

Gabungan fiksi mini mengenai emosi, ditinjau dari berbagai sudut pandang berbeda. Menarik. Sebenarnya tidak ingin membandingkan, setiap bagian punya ketertarikan tersendiri, namun yang menarik bagi saya justru cerita ketiga. Benar sekali, kalau mikirnya bisa logis, yang mengatur bahagia atau tidaknya seseorang adalah otak. Baper itu hanya efek samping dari kurangnya berpikir logis, atau kekurangan dopamine :p
Menurut saya ini bakal lebih seru kalau dihubungkan secara ilmiah, jelasin sistem syaraf, stimulus, hormon, dan seterusnya, yang menghubungan emosi dengan fungsi otak.
Cerita kedua juga cukup menarik bagi saya. Di sana kamu lebih berfokus pada pendalaman emosinya.
Cerita pertama tidak terlalu mengena. Barangkali karena sudah banyak cerita yang sejenis.
Btw, blog-nya belum bisa diakses?
Semoga berkenan.
Salam kenal.

Writer A.Arifin
A.Arifin at Menjadi Manusia (6 years 6 weeks ago)

Salam kenal juga.. di saya blognya bisa diakses kok?

Writer Wanderer
Wanderer at Menjadi Manusia (6 years 6 weeks ago)

Di saya malah simbol-simbol gitu yang bermunculan. Hehe.

Writer hidden pen
hidden pen at Menjadi Manusia (6 years 6 weeks ago)
70

ehm ehm apaan yach ? jadi manusia ? Ane kira kayak makhluk aneh jadi manusia gitu. Uhk uhk nyalahin alur pertama yg membuat ane sakit perut, lalu pergantian topik ke dua membuat ane heran2, macak ada masa lalu kayaq gitu. Ane pengen jadi burung aje dech, ane kan sering mengelana uhk apa hubungannya yach. Naahh apa ya ? Ane yg terakhir koq swedih bang. Loh mana keceriaan ntu #plaaakk. Cerita ini ada keterkaitan tentang laki2 yg mengandalkan ego dan wanita pake perasaan yaa. Umm oke bang . Guudd guudd. Ehh abang punya blog ya ? Kirain gak punya. Kyaaa ampyuunn ane cuma bcanda :D Aahh tanda baca ane serahkan ke komentator laen. Ehm ehm

Writer A.Arifin
A.Arifin at Menjadi Manusia (6 years 6 weeks ago)

Sakit perut kenapa bang hidden? hehe.. yoi bang ane punya blog sekarang barusan jadi kemaren hahaha... mampir yah, nyumbang tulisan juga gapapa.. piss

Writer hidden pen
hidden pen at Menjadi Manusia (6 years 6 weeks ago)

ane mau komen tpi koq gagal tyuz bang , mungkin masalah koneksi ya uhk uhk. Umm ane nyumbang doa dech moga banyak yg berkunjung. Ehm ehm bang arifin gak gabung di grup line ?

Writer A.Arifin
A.Arifin at Menjadi Manusia (6 years 6 weeks ago)

Kagak punya id line bang... satu-satunya akun media sosial yang aktif cuma facebook doank hahaha..

Writer Leo_dominica
Leo_dominica at Menjadi Manusia (6 years 6 weeks ago)
60

Wah saya paling suka cerita pertama. Feelnya kerasa banget. Kagum pas bacanya. Pas cerita kedua, saya mulai agak gagal paham sama maksud tersirat dari ceritanya. Cerita ketiga, saya mau mengomentari tanda baca dalam dialog dan dialog tag. Di situ saya melihat diahir dialog tidak ada tanda bacanya, juga dialog tag banyak yang salah, Terima kasih :)

Writer A.Arifin
A.Arifin at Menjadi Manusia (6 years 6 weeks ago)

Cerpen yang terakhir belum sempet saya edit hehehe..

Writer fiura_
fiura_ at Menjadi Manusia (6 years 6 weeks ago)
80

Btw ini kumpulan cerpen gitu ya? Dan ke tiganya nggak saling terkait kan? Kalau iya aku suka cerita pertama. Dari segi cerita yang pertama memiliki karakter cerita yang unik dan cukup cerdas menurutku, mungkin juga aku cukup suka dengan genre ini. Bagus. Oh ya salam kenal.

Writer A.Arifin
A.Arifin at Menjadi Manusia (6 years 6 weeks ago)

begitulah... hehe, salam kenal juga.