EL NINO

EL NINO

 

sinar mentari menjalar

pada panas lidah api nan nyalang

berkobar

membakar renta pepohonan

daun-daun terpelanting

dicampakkan ranting

tiada bersisa tetes air dari guci terakhir

:  “aku haus ….”

kutunggu suhu malam terdingin, namun

tetes embun bahkan enggan gugur

hanya gelisah angin terjungkir

mengingkari batas musim

penantian tetap tak berujung pada kisi

hati nan lelah                                  

 

--duhai langit, menangislah ….

 

 

 

Agats – Asmat, 16 Oktober 2015

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer pena_hitam
pena_hitam at EL NINO (7 years 9 weeks ago)
100

Ketika musim terkesan enggan berganti gililiran, kita adalan manusia yang hanya bisa memanjatkan doa, pada Tuhannya...
Makasih mba... (^_^)..

Writer leonard
leonard at EL NINO (7 years 15 weeks ago)
80

Emang gue fikirin kata Kepala Daerah mbak

Om Pino he he he

Writer Wanderer
Wanderer at EL NINO (7 years 15 weeks ago)
80

El Nino...
Kesengsaraan karena kemarau berkepanjangan. Keren puisinya, mbak.
*berharap hujan cepat turun untuk meredakan kabut asap*

Writer dewi linggasari
dewi linggasari at EL NINO (7 years 15 weeks ago)

Benar, sementara tunggu hujan turun resah sekali ....

Writer chia
chia at EL NINO (7 years 15 weeks ago)
90

:)

Writer hidden pen
hidden pen at EL NINO (7 years 15 weeks ago)
80

bagus. Aku suka lirikmu tentang daun terpelanting.

Writer dewi linggasari
dewi linggasari at EL NINO (7 years 15 weeks ago)

Hello, selamat sore. Terima kasih untuk suka ....

Writer Shinichi
Shinichi at EL NINO (7 years 15 weeks ago)
90

saya suka ini :)

Writer dewi linggasari
dewi linggasari at EL NINO (7 years 15 weeks ago)

Hai, apa kabar? Lama tak jumpa. Senang dirimu hadir ....