Rinduku Padamu

Padamu,

Inginku rengkuh bahumu

Mendekapmu hangat tanpa pernah ingin melepaskannya

Meski aku melejit ke antariksapun

Meski aku hanya jiwa yang berhamburan dalam pekatnya awan nantinya

Meski aku tak lagi berpijak di tanah merah ini

 

Dengan suara hangatmu

Inginku, kau iringi hari-hariku dengan cintamu

 

Ooooh,,,

Betapa tak dapat ku henyak dari sisimu

Selalulah berbagi sentuhan denganku

Berbagi hidup denganku

Karna tanpamu

Musnahlah hidup dan jiwaku

 

 

 

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Lelenska Lia
Lelenska Lia at Rinduku Padamu (6 years 41 weeks ago)
80

Memang puisi ini cenderung lugas, tapi ada sesuatu yang menarik perhatian saya dan saya suka. Ada penekanan pada unsur "sentuhan", yang disarankan oleh kata-kata 'rengkuh', 'mendekapmu hangat', 'berhamburan dalam pekatnya awan' (saya kira mungkin maksudnya 'berhamburan ke dalam pekatnya awan'. hanya kurang 'ke'), dan terutama saya suka baris ini: 'Selalulah berbagi sentuhan denganku'. Untuk kalimat yang satu ini, saya kira kelugasan itu bisa jadi punya kekuatan di sini.
Sedikit pendapat: baris terakhir bait pertama sepertinya kelebihan kata 'lagi'. Menurut saya 'lagi' yang pertama bisa dihilangkan.
Salam

Writer pratminiwidyana
pratminiwidyana at Rinduku Padamu (6 years 40 weeks ago)

Terimakasih Lelenska Lia. Terimaksih atas masukkannya.

Writer saradinanti
saradinanti at Rinduku Padamu (6 years 41 weeks ago)

keren

Writer pratminiwidyana
pratminiwidyana at Rinduku Padamu (6 years 42 weeks ago)

Makasih Man atek.....Terimaksih juga koreksinya Ariel hujan

Writer man Atek
man Atek at Rinduku Padamu (6 years 42 weeks ago)
100

mantaf!

Writer Ariel hujan
Ariel hujan at Rinduku Padamu (6 years 42 weeks ago)

Perhatikan lagi EYD nya ya