Peran terindah

Tak perlu bukti
Untuk darah di dalam nadi
Tak perlu janji
Untuk kasih tiada henti

Satu peran
Sedang berjalan
Tanpa tangan
atau genggaman

Maaf
Untuk kata yang tak kumengerti
Karena ego merajai
Atau logika yang kuhargai

Tak pernah terbersit keluh kesah
Karena perananmu begitu megah
Menganggapku layaknya anugrah

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer mas_er
mas_er at Peran terindah (5 years 35 weeks ago)
70

Keep witing

Writer vaniwilly
vaniwilly at Peran terindah (6 years 2 weeks ago)
60

Nice. Komen saya mirip dengan Brynhildr. Terasa pendek2 di kata, tapi ada kesan di akhir. Keep writing!

Writer Brynhildr
Brynhildr at Peran terindah (6 years 4 weeks ago)
100

Di awal-awal puisi ini terkesan angkuh. Mungkin karena hemat kata, dan penggunaan kalimat negatif "Tak perlu". Semakin ke bawah ternyata benar ada "ego". Tetapi, dua bait terakhir berhasil menyeimbangkan sekaligus membalikkan kesan pertama itu.
Saya tidak mau membahas tentang apakah ini pengalaman pribadi atau bukan atau hasil inspirasi atau apapun itu. Saya cuma mau bilang, aku-lirik yang mengakui egonya dan meminta maaf itu, saya salut. Karakternya kuat. Membekas.

Writer man Atek
man Atek at Peran terindah (6 years 5 weeks ago)
100

logika yang kuhargai
mantaf!

Writer Rochmatul_Islamiyah
Rochmatul_Islamiyah at Peran terindah (6 years 5 weeks ago)
60

Sipp.. The best (y)

Writer ditira
ditira at Peran terindah (5 years 47 weeks ago)

Makasih
Salam kenal

Writer vanzoelska
vanzoelska at Peran terindah (6 years 5 weeks ago)
90

hmmm lekat banget yaa ahaha
nice kak. hehe #Cling ;)

Writer ditira
ditira at Peran terindah (5 years 47 weeks ago)

Hahaha
Makasih udah mampir
Salam kenal