The next Part? Hmmmm...

"'Is det it?"

"Wat du yu min is det it? Yea, it's det it!"

"Seriously?"

"Seriusly."

"It's already been two weeks Jes. You shouldn't be this lazzy!"

"Actually, it's only one A HALF week, if I'm correct. It's not that long!"

"What about the part after the first one! Is this a joke?"

""The last part is the only joke that I made."

"READ IT AGAIN! You only repeating the descriptive sentence! OMG, I don't believe it."

"So, What's now?"

"What's now you said? Just do it again! Like the first part!"

"But it's pain in the ass"

"Pain in the ass my ass!! Just correct it you damn it!!"

"Ok... Ok... If that's what you want. I just continuing the first part again..."

"Good..."

* * * * * *

"TIDAK! PERGI!"

Perempuan itu berteriak. Keringatnya bercucuran. Ia bergerak menyamping dan setengah berguling.

Danil melihatnya setengah sakit. Ia memegang tangan perempuan itu dengan erat, berusaha untuk menyelamatkannya dari mimpi buruknya.

Beberapa saat nafas gadis itu mulai tenang. Dengkurannya kembali terdengar.

Ketukan pintu terdengar.

Daniel melepaskan tangannya dari pergelangan tangan wanita itu dan membuka pintu.

Perempuan setengah baya menyambutnya, dengan membawa keranjang yang berisi sekumpulan buah.

"Apakah dia tertidur?"

Danil mengangguk.

"Dapatkah aku masuk?"

""Tentu saja." Danil menyingkir dari depan pintu dan mempersilahkan wanita itu untuk lewat. Ia menatap gadis yang terbaring di atas ranjang itu dengan tatapan sedih.

"Aku tidak tahu sudah berapa kali..." Ucapnya dengan nada lemah. Beberapa saat kemudian ia melanjutkan kalimatnya.

"Mungkin saja suatu saat ia berhasil melakukannya..."

Danil diam mendengar kalimat itu, dan duduk di atas sofa kosong yang bersandar di seberang ranjang yang direbahi gadis itu.

"Jika dia mati, apa yang akan kau lakukan?" Tanyanya sambil mengalihkan pandangannya ke arah Danil.

Danil tidak menjawab. Ia mengalihkan pandangannya ke sudut lain.

"Apakah kau akan mengikuti jalannya?"

Pertanyaan itu menusuknya pedih. Ia menggeleng. "Aku tidak tahu," jawabnya.

"AKu tau kalau kamu menjawab demikian." Ia melihatnya sedih.

"Tapi kamu berbeda. Kamu masih memiliki masa depan. Dia..."

"Kau bilang dia tdak mempunyai masa depan?" Danil mulai berkata, membantah.

"Mungkin dia punya, tapi... Mungkin hal itu sangat susah buatnya."

"Kau tau apa yang membuatnya seperti ini kan?" Gerutu Danil. Ia menarik nafasnya dalam.

"Itu karena kalian! Kalian yang membuatnya seperti ini!" Ia menaikkan nadanya lebih tinggi tapi tidak menimbulkan suara teriakan yang mengganggu. Hanya di ruang itu.

Hening.

Satu detik. Dua detik. Empat detik. Delapan detik. Dua pangkat delapan detik.

Satu menit berikutnya mulut perempuan itu kembali membuka.

"Ya. Memang hal itu karena salah kami. Tapi bukankah sudah terlambat?" Katanya.

"Semuanya akan sependapat. Dia sudah tidak memiliki masa depan." lanjutnya.

"Bukankah kau juga setuju?"

Marah, Dendam, dan panas berkumpul di benak Danil. Tapi tetap dia tahan. Tidak ada gunanya aku keluarkan di sini, katanya.

"Jadi... Apa yang lebih baik terjadi?" Wanita itu berbalik dan memulai langkahnya. Ia mulai membuka pintu kamar itu.

"Apakah lebih baik kami yang lenyap, atau dia..."

Diam lagi. Lima detik.

"Atau..."

Terdengar bisikan. Suara itu tak terdengar oleh Danil. Dan kemudin deguman pelan pintu yang tertutup terdengar.

Hey, bagaimana dengan buah? Pikirnya.

* * * * *

Berikutnya seorang pria dan seorang wanita ditemukan berlumuran darah di dalam rumah sakit! Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa pembunuh sebenarnya? Nanti kita saksikan di episode berikutnya!!

* * * * *

"Heh!! Apa maksudnya? Kenapa ada ucapan narator di part terakhir? Emangnya ini drama misteri?!"

"Huh? Aku kira ini drama misteri."

"Are you Puding Kiddin Me! Stop with this kind of joke. Take this seriously!!"

"Apa? AKu sudah melakukannya secara serius!!"

"But it escalated too quickly!! Make a normal story, can you?!"

"Nah, dun wanna. Mainstream story is too boring and hard to keep up. This is good."

"Good my ass! Doing it again, AGAIIIIIIIN!!"

"OK. The killer actually an Alien that had been disguises as her aunty. And...!!"

"Hey don't give a spoiler you brat!"

"Actually her is his father."

"NOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!!"

The end.

Read previous post:  
6
points
(774 words) posted by mid.cool 6 years 5 weeks ago
30
Tags: Cerita | Cerita Pendek | cinta
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer atitha_suwito
atitha_suwito at The next Part? Hmmmm... (6 years 3 weeks ago)
60

Duh ini gimana ? Tolong saya nggak nyambung ... #mskgentong

Writer vanzoelska
vanzoelska at The next Part? Hmmmm... (6 years 3 weeks ago)
80

maksudnya gimana si?
alurnya tiba-tiba aneh gitu deh -_-
Lariiiii #Cling!