KENANG

Senja merah Pante Cemare

Sampan menepi

Geleparan ikan di lantainya

Kutangkap tawamu yang lepas

Dan menyimpannya hingga detik ini

 

:senja tak pernah alpa mengantarkan ingatan meski hati kian berjelaga

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Neni_NM
Neni_NM at KENANG (5 years 23 weeks ago)

senja tak pernah alpa megantra rasa untuk terusik lagi meski sekali

Writer man Atek
man Atek at KENANG (5 years 49 weeks ago)
100

Bener bener berjelaga di antara jingga. hm ...

Writer nazokagi
nazokagi at KENANG (5 years 51 weeks ago)
70

kalimat terakhirnya "berasa" gitu yak.
kuat jadinya ini sajak
salam :D

Writer Dini
Dini at KENANG (5 years 51 weeks ago)
70

suka kalimat terakhirnya :D

Writer Rf. Yanuar
Rf. Yanuar at KENANG (5 years 51 weeks ago)
100

Saya lalai dengan bait terakhirnya, baru 'terlihat' saat saya membacanya dua kali (^____^)a. Dan sekarang saya bingung mau komentar apa. Tapi 'Pantai Cemare' membuat puisi ini hangat dan imajinya tersampaikan.