Selamat Datang Di Negeri Antah Berantah

Selamat datang di Negeri Antah berantah. Hujan baru saja redah dan pohon-pohon masih basah seperti celana dalamku saat ini.

"Hei, Lihatlah!"

"Disana! Orang itu adalah pahlawan bangsa"

"Hanya ada gedung yang porak-poranda" kata si dudung bingung.

"Dia disana." Ucapku sambil menunjuk ke arah monas.

"Dimana? aku tak melihatnya."

"Tetapi kau mengenalnya."

"Bukankah pahlawan di kenal karena jasanya?" sambungku.

Aku duduk di atas genteng rumah sambil bercerita panjang dengan si dudung. Orang-orang hanyut dan mengambang seperti sampah. Mereka berteriak "Tolong! Tolong!" tetapi tidak ada yang peduli. Sejam kemudian mereka berteriak lagi "Lontong! Lontong!" ternyata mereka mulai lapar.

Ini hal yang biasa terjadi di Negeriku. Apalagi di musim hujan seperti sekarang ini negeriku setiap hari di landa banjir. Padahal pemerintah telah memberi solusi dengan cara Irigasi, penghijauan, penghitaman, membuang sampah pada tempatnya, membuang tempat pada sampahnya serta menambah kedalaman parit di pinggir jalan. Tetapi tetap saja banjir tak terhindari. Aku curiga ini bukan karena paritnya kurang dalam tetapi orang-orangnya terlalu dangkal sehingga akal mereka hanyut terbawa banjir lalu di makan ikan. iiiiii kan serius amat sih bacanya

 

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
80

Ceritanya harus dibaca berulang kali baru bisa memahami isinya hahaha

_________________________________________
manekin kedokteran - mikroskop laboratorium binokuler

70

wah, menarik sekali kritik sosial yang mau disampaikan, hehehe. tapi saya masih belum bisa nangkap siapa yang sedang dikritik. masyarakatnya atau pemerintah?

70

negeri mana itu, bang?

NegeriAntahBerantah Liat aja di peta pasti gak ada

80

hadeuh, negeri antah berantah ya. Dirimu mengingatkanku akan cerbung thread nyampah yg belum kelar :v woi woi kapan kita lanjut nyampahnya? Hilang mulu nih :/

Haha ini cuma cerita sampah, asal di tulis aja. Oke bang nantilah kita lanjut thread nyampahnya #cring!!
menghilang

100

Ah tanpa diberi syaratpun aku pasti mampir kemari kak hahahak :D
Ketawa geli menyeruak di bibirku kala menyimak bagian celana dalam basah dan lontong hoho.
Kayaknya kak Ilham nulisnya kurang serius ya, soalnya ada beberapa bagian yang sedikit begimanaa gitu, seperti di bagian nama dudung yang ndak di kapitalisasikan, terus kata redah yang setelah aku kroscek di artikatadotkom ternyata artinya tebas, beda dengan reda yang artinya surut. Sekian komentar saya hehehek :D

Menurut aku komentar kamu bagus, feelnya dapet. Tapi tahun ini kyknya belum bisa deh, kamu latihan lagi ya dan coba lagi tahun depan.
Syarat yg ketiga datang aja kerumah bawa ayam hitam

Widih keburu jadi buyut aku kang tahun depan hahahak. Waduh nanti jangan2 aku reinkarnasi jadi ayam, Kang? hoho
Adanya ayam albino nih kang :P