Aku, Kamu dan Hujan

Dari ruang kelas kulihat hujan mengucur seperti darah pejuang.
Suaranya menyayat bersaing dengan suara bising anak-anak yang terlambat datang.
Pakiannya basah, payungnya basah, tasnya juga basah.
Serupa hati kita yang selalu basah oleh kenangan.
Hari ini belajar tatanama senyawa.
Mengingatknq padamu yang tak pernah mengenalku.
Dalam riak hujan, dalam derai angin yang menari.
Mari kita mengenal kembali.
Jangan hanya mengenal sampai bilangan deka.
Aku ingin bersamamu seperti untaian hujan pagi.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Rochmatul_Islamiyah
Rochmatul_Islamiyah at Aku, Kamu dan Hujan (4 years 35 weeks ago)
100

Woww amazing !!! Keep writing

Writer nobita
nobita at Aku, Kamu dan Hujan (4 years 36 weeks ago)

aku setuja dengan penilaiannya si rirant

__________________________
Kamera National Geographic |Rumah Di Bintaro Jaya

Writer climacus
climacus at Aku, Kamu dan Hujan (4 years 37 weeks ago)

Hehe...makasih.boleh...boleh

Writer rirant
rirant at Aku, Kamu dan Hujan (4 years 37 weeks ago)
80

Wah, puisi yang indah. Namun sayangnya ada dua typo, dan kayaknya keterkaitan antar bait kurang sesuai, juga endingnya kurang klimaks. Kalau ditambah kalimat pemungkas di akhir bait mungkin akan terasa lebih indah, aku coba nulis ending yang mungkin bisa melengkapi puisi di atas yak hehehek:
Seperti sepasang merpati yang terbang beriringan,
menyambut embun kala hujan mereda.