SEPI

Jatuh cinta itu mengerikan. Bagaikan sudah divonis mati oleh pengadilan. Apalagi jika kamu berwajah pas – pasan, mempunyai harta yang minim dan kamu sulit memahami mahkluk ajaib yang disebut wanita. Bisa dipastikan kamu akan menderita seumur hidup. Aku tidak bicara omong kosong. Semua yang kukatakan itu benar adanya. Misalkan, pada suatu pagi yang indah. Kamu terbangun dan mendapatkan sepasang sayap yang sangat indah tumbuh di punggungmu. Kamu girang bukan main. Tanpa pikir panjang kamu berlari keluar lalu mencoba kedua sayapmu. Pada awalnya kamu melayang setinggi sepuluh meter. Karena terlalu senang kamu melayang semakin tinggi. Kemudian, pada saat ketinggian sepuluh ribu meter. Tiba-tiba saja sayap indahmu rontok. Akhirnya tubuhmu terjun bebas dan celakanya kamu terjatuh dengan kepala terlebih dahulu. Untungnya kamu tidak merasakan sakit sedikit pun. Karena,  kamu langsung hancur berkeping-keping saat itu juga dan mati tentunya. Begitulah saat kamu jatuh cinta. Mengerikan bukan?

Aku sudah berkali-kali jatuh cinta dan berkali-kali gagal. Para wanita itu berkata aku terlalu baik untuk mereka, mau fokus sekolah dulu, tidak boleh pacaran sama Mamah dan seribu satu alasan lainnya. Pada intinya mereka ingin menegaskan “kamu jelek dan kamu miskin. Jika kamu sudah kaya minimal punya rumah yang berlantai marmer silahkan datang kembali. Sebelum itu jangan berharap deh.” Itulah wanita. Mereka sangat pandai menyamarkan realitas menjadi kalimat manis dan mematikan. Mereka ahlinya, percayalah.

Selain mengerikan, jatuh cinta adalah penderitaan. Saat aku jatuh cinta aku harus bersiap menerima kenyataan pahit dan terkadang hal itu sangat sulit. Aku jelek dan aku hanya seorang kuli gudang. Apa yang bisa ‘kujual’ pada wanita? Ketulusan kah? Kesetiaan kah? Kenyamanan kah? Perhatian kah? Para wanita tidak butuh semua itu. Kebutuhan mereka sebenarnya sangat sederhana, yaitu uang. Uang yang sangat banyak.

Setelah berpikir secara jernih. Alasanku terus menerus jatuh cinta dan menderita cuma satu yaitu, aku kesepian. Hidup sendirian itu tidak enak. Aku mendambakan seseorang yang bisa mengerti aku, yang merindukan kehadiranku dan tertawa bersamaku. Tapi disisi lain aku harus realistis. Tidak ada yang bisa ‘kujual’ pada wanita. Dalam kamus hidupku, wanita yang tulus itu tidak ada dan tidak pernah ada.

Ada kalanya aku merasa jenuh dan sangat muak. Aku sudah bosan dengan jatuh cinta. Aku bosan harus menjalani proses yang menyakitkan itu lagi. Tapi aku tidak mau sendirian terus. Aku hanya ingin teman hidup, itu saja. Aku tahu pada akhirnya manusia akan berakhir sendirian. Ketika mereka kesusahan, ketika mereka sakit, ketika mereka tua dan ketika mereka mati. Manusia akan sendirian. Mereka akan dikubur di tempatnya masing-masing. Di tempat yang sunyi, gelap dan tentu saja sendirian.

Aku memang ditakdirkan untuk hidup sendiri karena Tuhan ‘lupa’ membuat pasangan untukku. Ya sudahlah. Toh, masalahku hanya kesepian. Aku sudah muak menjalani siklus yang kata orang menyenangkan tapi bagiku sangat mengerikan.

Apalah artinya diriku. Tidak ada gunanya aku berkeluh kesah. Jika diibaratkan aku ini hanya seekor tikus. Artinya aku tidak begitu penting. Siklus hidupku adalah mencari makan, memakan makananku, buang kotoran dan akhirnya mati.

 

 

 

 

 

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer vinegar
vinegar at SEPI (5 years 41 weeks ago)
50

Ini telling banget, seperti ngedongeng... :v :v

Writer dexter
dexter at SEPI (5 years 44 weeks ago)
100

bagus !!

Writer kartika demia
kartika demia at SEPI (5 years 46 weeks ago)
60

.
Saya ambil salah satu contoh paragraf yg tidak efektif:
.
Misalkan, pada suatu pagi yang indah. Kamu terbangun dan mendapatkan sepasang sayap yang sangat indah tumbuh di punggungmu. Kamu girang bukan main. Tanpa pikir panjang kamu berlari keluar lalu mencoba kedua sayapmu. Pada awalnya kamu melayang setinggi sepuluh meter. Karena terlalu senang kamu melayang semakin tinggi.
-->>
Misalkan, pada suatu pagi yang cerah, kamu terbangun dan mendapatkan sepasang sayap
yang sangat indah. Kamu girang bukan main dan tanpa pikir panjang berlari keluar lalu mencoba mengepakkan sayap. Terbang setinggi sepuluh meter membuatmu kepayang, lalu kamu melayang semakin tinggi.
(hindari menggunakan kata yang berulang-ulang, karena membuat pembaca bosan)
.
... Sebelum itu jangan berharap deh.” -->> sebelum 'deh' kasih koma.
.
Apa yang bisa ‘kujual’ pada
wanita? Ketulusan kah? Kesetiaan kah? Kenyamanan kah? Perhatian kah?
(penggunaan kata 'kah' terlihat terlalu berlebihan disini. Kesannya penulis terlalu menekankan pertanyaan itu. Padahal pemakaian tanda tanya itu saja sudah cukup.
.
disisi-->> di sisi
.
Lalu apa ini? Ini cerpen? Saya kayak baca curhatan sih.

Sekian.
Jika ada kata yang menggores luka, maafkan. :-D
Salam manis :v

Writer AV Hrisikesa
AV Hrisikesa at SEPI (5 years 46 weeks ago)
2550

Saya tidak tahu apa tujuan penulis menulis ini. Saya juga tidak tahu tulisan ini mau kategori apa tepatnya. Sebab semuanya serba nanggung dan gak jelas arahnya mau ke mana. Seperti orang yang ingin mencapai orgasme tapi gak bisa ereksi. Jadi bingung sendiri. Nah loh!

Writer A.Arifin
A.Arifin at SEPI (5 years 46 weeks ago)

ini cerita setengah jadi bang.. w mentok bang hahaha.. jadi w kirim aja kekom.. point pentingnya sebenarnya pengkarakterannya.. kira2 menurut abang pengkarakterannya gimana? kesampingkan dulu ceritanya hehe, fokus di pengkarakterannya bang.

Writer AV Hrisikesa
AV Hrisikesa at SEPI (5 years 46 weeks ago)

Masih nganar juga, Boi. Saya sering menulis dengan POV orang pertama, tapi saya juga gak melulu mengisahkan kalau saya ini bla bla bla. Setidaknya singgung juga perkara dari tokoh lain, jadi ketika kamu mengutarakan pendapatmu tentang tokoh atau perkara itu sedikit banyak orang akan bisa menilai karakter tokoh utama. Itu opsi kalau dalam cerita tersebut minim atau bahkan tidak ada dialog.

Writer A.Arifin
A.Arifin at SEPI (5 years 46 weeks ago)

Sip dah thanks sarannnya mas bro

Writer Thiya Rahmah
Thiya Rahmah at SEPI (5 years 46 weeks ago)
100

Di awal, saya mau protes karena di sini pengarang terlalu banyak berorasi dan lupa pada cerita dan tokoh yang mau ditulisnya #Plak
Tapi anehnya, buat saya ini asik sih. Meski sangat nanggung dan kerasa gak ada kesan apa-apa setelah membacanya. Padahal saya sudah berharap akan ada konflik antara tokoh aku dengan seorang wanita (siapa saja) yang bisa mengubah pola pikirnya (atau justru memperparahnya).
Selebihnya, ini nanggung banget, beneran.
.
Oh iya, penggunaan tanda hubungnya salah. Yang benar "pas-pasan", bukan "pas -- pasan" (iya, tanda hubung kamu lebih panjang daripada biasanya, Mak Kartika Demia lebih ahlinya eyd kalau menurut saya).
.
Yak, salam manis dari anak numpang lewat ini *salim yang punya rumah*

Writer A.Arifin
A.Arifin at SEPI (5 years 46 weeks ago)

Makasih Mbah wangsitnya *sambil sungkem* ntar ane potongin 2 ayam putih buat mbah.

Writer JP
JP at SEPI (5 years 47 weeks ago)
50

Ini memang seperti curhatan! Numpang Lewat ya!

Apalah artinya diriku. Tidak ada gunanya aku berkeluh kesah. Jika diibaratkan aku ini hanya seekor tikus. Artinya aku tidak begitu penting. Siklus hidupku adalah mencari makan, memakan makananku, buang kotoran dan akhirnya mati. (major depressive disorder)

Writer A.Arifin
A.Arifin at SEPI (5 years 46 weeks ago)

major depressive disorder apaan itu mas bro?

Writer hidden pen
hidden pen at SEPI (5 years 47 weeks ago)
90

Ini apa?
Sebuah kegagalan hubungan?
Bwahahaha uhk uhk #keselek

Apik bang, ehm ehm jangan nangis ya, sini kuhusapkan air matamu :v
Tak apa menjadi jones (jomblo ngenes) sesekali. Ntar juga ada yg dapat. :v

Hhmmm kalimmat berulang ulang itu, hhmm entahlah, aku nyaman nyaman aja #plaaakkk

Ok kkabbuurrr :v

Writer A.Arifin
A.Arifin at SEPI (5 years 47 weeks ago)

Baca di deskripsi bang ini fiksi. Aslinya w playboy wkwkwk... w cuma menyuarakan kaum jones yang tiap malam minggu selalu menderita hahaha

Writer hidden pen
hidden pen at SEPI (5 years 47 weeks ago)

Kalo beneran kan asyik bang :v

Bwahhkk aduh jangan siksa kaum. Jones dong :v

Uhk uhk uhk

Writer daniswanda
daniswanda at SEPI (5 years 47 weeks ago)
70

Pesimis sekali tulisan ini. Saran saya sih kalo mukanya emang gak mampu, ya standarnya agak diturunin aja, cewek yg jelek n miskin masih banyak kok di lautan lepas sana..haha
ok, skrg serius. Saya suka kalimat2 awal, tapi setelah dibaca dan di cari2 inti ceritanya kok nggak nemu yah..malah lebih ke arah curhat.
Dan penggunaan tanda ' dan cetak miringnya agak aneh deh menurut saya...tapi saya pun masih nubi jadi nggak tau jg kritik ini bener ato enggak. hehe. Salam kenal bro.

Writer A.Arifin
A.Arifin at SEPI (5 years 47 weeks ago)

Sebenarnya ini cerita baru setengah jadi.. berhubung w lagi mentok jadi w lempar aja ke kekom.. siapa tahu para dedemit yang begentayangan di kekom bisa memberi ilham.. hahaha

Writer hidden pen
hidden pen at SEPI (5 years 47 weeks ago)

Dedemitnya gambar kucing hitam yang kepalanya miring ke kiri :v

KkabbuurR :v