REKLAMASI PUISI

Tatkala puisi kehilangan arti, Sajak pun merubah makna. Huruf huruf garis tak bisa dibaca, mulai berani mau memimpin aksara. Puisi diurug, huruf ditutup, Orang pelo membusung dada. Para bebek kehilangan gembala, Pesona, tak lagi perlu bendera.

Tatkala puisi direklamasi, bianglala sirna tertutup padat gerimis, Pelangi pun hanya seper empat lengkung. Menjurai jurai, menggapai yang tak sampai. Semakin jingga bukan karena kurang warna. Memang sudah waktunya. Bendera berkibar tanpa tiang : robohkan … robohkan!

Bergamit manja, seolah mampu memantik api di dalam badai. hm ....

---

Rumpin, 28 April 2016

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer leonard
leonard at REKLAMASI PUISI (5 years 36 weeks ago)
80

Wah canggih sekali pak. Saya sampai harus baca berulang ulang

Writer man Atek
man Atek at REKLAMASI PUISI (5 years 36 weeks ago)

Iyya ya, hm ...

Writer diane_yuyie
diane_yuyie at REKLAMASI PUISI (5 years 37 weeks ago)
70

Ayok ramaikan lagi kemudian.com

Writer man Atek
man Atek at REKLAMASI PUISI (5 years 36 weeks ago)

Ayyyouk ...!

Writer mas_er
mas_er at REKLAMASI PUISI (5 years 37 weeks ago)
80

Paman, lama tidak membaca puisi2mu. Kali ini saya surprise dengan diksi yang tidak menggunakan kata-kata berbau "teknologi".

Selamat berkarya, Paman.

Writer man Atek
man Atek at REKLAMASI PUISI (5 years 37 weeks ago)

Sipsip, masih ada aroma teknologinya, yaitu : memantik api di dalam badai. Ini adalah prinsip kerja Mesin Pesawat Scram-jet. Teknologinya lebih canggih dari Turbo-jet. hm ..