PEREMPUAN

Dan dia mengutuk kitab yang menempatkannya

sebagai tertuduh

terbuang ia, tak hanya dari taman penuh kelimpahan itu

juga dari lelaki yang menciptakannya

langit selamanya pekat

menguntit tiap mimpinya, penuh curiga

namun, ia tak boleh balik menuduh

 

Tak lagi ia punya air mata

sebab kemarin ranjangnya hampir saja tenggelam

sayangnya ia tidak mati meski tak ada keinginan lebih besar yang membenam

di hatinya, hanya ingin mati,

dan ia hanya bisa mengumpat hari-hari yang kian memanjang

juga angin yang berisik, sementara hatinya melompong

ia pun mencari kemarahan yang dirajutnya tiap malam sebelum tidur

digantungnya di pintu kamar lalu terpulas

dan bangun esok hari dengan senyum culas

 

ia serupa mayat hidup karena tak boleh menangis, kata dunia tergelak.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Aspal_panasku
Aspal_panasku at PEREMPUAN (1 year 40 weeks ago)

sangar

Writer izayoi
izayoi at PEREMPUAN (4 years 10 weeks ago)
80

diksi yg kelam

Writer arnotaikuda
arnotaikuda at PEREMPUAN (5 years 32 weeks ago)

bagus
-kau terbelenggu sejauh tempurung kepalamu-

Writer samalona
samalona at PEREMPUAN (5 years 32 weeks ago)
90

Awalnya saya menyangka ini merujuk kepada seorang perempuan secara spesifik, tetapi kemudian saya juga merasakan arah rujukan kepada perempuan secara universal. Itu bagus, menurut saya, karena saya meyakini salah satu aspek puisi adalah mengangkat sesuatu yang khusus tetapi mampu membuatnya relevan bagi banyak orang.
Baris penutup buat saya kurang kuat, malah melemahkan, karena mengandung pengulangan perihal mati-tak-mati yang sudah muncul di bait kedua. Kalau mau menutup dengan satu baris, menurut saya, kalau enjambemennya diubah sedikit dan baris terakhir dari bait 2 dipisahkan, mungkin akan lebih baik. Atau tidak usah diubah, hanya tanpa baris penutup itu. Atau baris penutup itu diolah lagi. Tentunya ini hanya pendapat berdasarkan selera saya.
Salam

Writer sophia
sophia at PEREMPUAN (5 years 32 weeks ago)

terima kasih sarannya, kak samalona. akan dipertimbangkan. Sebenarnya puisi ini tidak selesai, hanya sampai bait dua saja, tapi terasa sangat menggantung, karena belum tersampai apa yang mau disampaikan. tapi ga juga berhasil nemu penutup yang pas. aku memang selalu bermasalah menutup tulisan, banyak oret-oret tinggal oret-oret karena tidak tahu cara menutupnya. salam

Writer samalona
samalona at PEREMPUAN (5 years 32 weeks ago)

Terima kasih tanggapannya. Saya juga beberspa kali nyangkut di usaha merampungkan puisi. Kadang lama sekali baru menemukan yang pas, misalnya dua bulan, padahal sebagian besar puisinya sendiri sudah jadi dalam beberapa hari saja. Kemudian belakangan ini saya terpikirkan bahwa puisi yang terkesan menggantung, kalau dibuat dengan sengaja sedemikian rupa, bisa jadi bagus juga. Biar menghantui pembacanya :)
Mari belajar bersama, dan terus menulis.

Writer bintangnatnib
bintangnatnib at PEREMPUAN (5 years 35 weeks ago)
100

Gugatan puisi ini sungguh terasa, tapi tidak disampaikan secara vulgar. Diksinya sangat gelap dan berhasil membangun emosi dengan kokoh. Keren!

Writer bintangnatnib
bintangnatnib at PEREMPUAN (5 years 35 weeks ago)
100

Gugatan puisi ini sungguh terasa, tapi tidak disampaikan secara vulgar. Diksinya sangat gelap dan berhasil membangun emosi dengan kokoh. Keren!

Writer Wanderer
Wanderer at PEREMPUAN (5 years 36 weeks ago)
90

Jiwa puisi ini sangat kuat, bagiku. Suka kepaduannya. Kelam suram, namun tangguh kukuh. Terutama kalimat terakhirnya, tidak ada tempat bagi orang cengeng di dunia. Izin ngefans dong. Eh salam kenal dulu deng :p

Writer sophia
sophia at PEREMPUAN (5 years 36 weeks ago)

salam kenal *salaman*

Writer zera
zera at PEREMPUAN (5 years 36 weeks ago)

penggalan kata yang bagus, terus berkarya

Writer citapraaa
citapraaa at PEREMPUAN (5 years 37 weeks ago)
100

nice.:)

Writer azraelsalvatore
azraelsalvatore at PEREMPUAN (5 years 37 weeks ago)
90

Keren! feelnya dapet, permainan diksi yang indah namun kelam, love it

Writer mas_er
mas_er at PEREMPUAN (5 years 37 weeks ago)
90

Kuat!. Pilihan diksi, metafora dan analogi yang luar biasa. Salut.