Kulacino

Kendala dalam menatapmu

ibarat menyapu debu di lapangan gersang

tak kan ada habisnya

 

Berhentilah begitu:

laba-laba yang memasang jaring

tak pernah acuh pada mangsa

ia menunggu, terjerat, lalu mengisapnya

 

Hanya sisa-sisa yang kau sisakan

lingkar-lingkar air di atas meja

bekas pestamu yang meriah

 

Aku ...

korban berikutnya

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer vanzoelska
vanzoelska at Kulacino (3 years 45 weeks ago)
80

cepat2 lari deh kalau gak mau jadi korban berikutnya :D :D

Writer arsenal mania
arsenal mania at Kulacino (3 years 46 weeks ago)

tempat ini sudah mulai ditinggalkan.
saia sedih

Writer vanzoelska
vanzoelska at Kulacino (3 years 38 weeks ago)

iya nih kak arsen, tapi masih tetap tempat yang baik untuk singgah ;)

Writer MAmphibian
MAmphibian at Kulacino (4 years 16 weeks ago)
90

Hahaha, pake susuk ni kayaknya, sekali tatap korban terjerat

Writer nusantara
nusantara at Kulacino (4 years 18 weeks ago)
70

Krg greget puisinya, beneran. Tp bgs.

Writer kukuhniam
kukuhniam at Kulacino (4 years 19 weeks ago)
2550

puisinya menarik sih bang,
Tapi kayak nggak berjiwa,
Itu lho bang, bait kedua dan ketiga, saya bingung mensingkronkannya. Jadi makna tersiratnya masih ngambang

Writer arel_bae
arel_bae at Kulacino (4 years 19 weeks ago)
70

good

Writer mas_er
mas_er at Kulacino (4 years 19 weeks ago)
60

Analoginya keren, tapi letupannya kurang.

Writer mr.R
mr.R at Kulacino (4 years 19 weeks ago)
80

bagus kena di hari