Lift

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer vinegar
vinegar at Lift (4 years 27 weeks ago)
80

Wkwkwk.. saya tadi salah komen di cerita satunya soal thriller. Ingatannya nyampur aja gitu :3.
Ehm, sumpah saya baru tahu anjing bisa bercinta dengan gaya terlentang :v :v :v #lupakan

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Lift (4 years 26 weeks ago)

akhirnya ada yang memikirkan hal yang sama dengan saya.... (apa coba?)

Writer kartika demia
kartika demia at Lift (4 years 27 weeks ago)

karena udah dilatih :v

Writer The Smoker
The Smoker at Lift (4 years 27 weeks ago)
70

Naratornya yah.. Belum tau maunya apa. Haha...
Lagi nyari gaya lagi kayaknya, nih...
.
Menyoal cerita, nggak komentar deh.

Writer kartika demia
kartika demia at Lift (4 years 27 weeks ago)

kemarin kupu-kupu, sekarang gaya bebas, XD

komentar juga ceritanya woy!!!

Writer The Smoker
The Smoker at Lift (4 years 27 weeks ago)

Okey
Dari kemaren2 diksi bangsat ya, tapi yg ini lebih2 bikin sakit mata aja(mungkin karena penyebutan jalang binal si pelacur, jalang binal si pelacur berlebih porsinya) . Dialog kerasa kaku, nggak lepas contohnya pas nanya kenapa bisa tau kamar si hostes itu... Adegan pas polisi datang kerasa klise masa langsung balik aja. Lebih baik nggak dihadirin sekalian.
Bagus sii idenya, keren malah-- yg endingnya doang sii, cuman nggak luwes dibawainnya, Kart...
*remesgorden*

Writer kartika demia
kartika demia at Lift (4 years 27 weeks ago)

mungkin efek dari suka pusing yang bikin ngumpat2 pas nulis. XD
iya, aku rasa juga berlebihan sih dengan sebutan jalang dsb, mencoba menghindari penyebutan Puspa yang diulang2.
dialog, ya? okey.. suka kaku di sana saya.
polisi dicut? dikantongi deh,
*remes mie kremes*

Writer daniswanda
daniswanda at Lift (4 years 27 weeks ago)
80

Lagi-lagi twist di ending yg nggak keduga. Paragraf penutupnya oke punya nih, kayak ditutup dengan kesimpulan. Tapi setuju sama si El, ada kesan penulis nggak suka sama karakter utamanya. Mungkin karena pemakaian kata-kata "pelacur" dan "sundal" yg terlalu sering.

Writer kartika demia
kartika demia at Lift (4 years 27 weeks ago)

pemakaian kata sundal dan pelacur menunjukkan nggak suka ya? tapi itu kenyataannya.. hiks

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Lift (4 years 27 weeks ago)
50

Hm... bagian 18+-nya yang mana, ya?
.
Hm... ada istilah hostes di sini, dipakai Puspa sebagai pekerjaannya, tapi tidak ada kesan bahwa ia bekerja dalam bidang tersebut, malah kesan bekerja sebagai pelacur yang sangat ditonjolkan.
.
Kemudian gaya bercinta Puspa dengan si Anjing. Hal itu membuatku bertanya-tanya, dari mana istilah Doggystyle itu didapan? (ini hanya pendapat iseng).
.
Selebihnya, si narator tampak benci pada tokoh yang ia ceritakan. Hal itu tidak membuat tokoh tampil dengan baik, malah rasanya kebencian si narator yang mendominasi hampir keseluruan cerita.
.
Saya rasa cukup sekian, maaf dan salam.

Writer kartika demia
kartika demia at Lift (4 years 27 weeks ago)

hostes bukannya pramuria ya di kbbi?
menyoal tentang naratornya, masa terkesan benci sih? cuma nonjolin sifat si jalang itu sendiri sih. gagl, deh. T.T
tag 18+ cuman di ending, kurang ya? lainkali deh.. hihi

Writer Shin Elqi
Shin Elqi at Lift (4 years 27 weeks ago)

jangan terlalu mengandalkan KBBI, bukan berarti tidak baik, tapi kalau terus-terusan "lurus" kan nggak asyik, sekali-kali belok kanan atau kiri (apa ini?).
.
Iya, pramuria, tapi kesan perkerjaan itu tidak ada sama sekali di sini. Mungkin karena istilah atau keadaan tokohnya, atau mungkin ada faktor lain kenapa bisa demikian.
.
Kesan pertama yang menjadi perhatianku adalah "menyewa hostes" di mana kalimat itu di tempatkan pada keadaan dan kondisi demikian (tokoh baru saja melayani hubungan badan, dan ia membayangkan teman-temannya sedang disewa). Padahal "menyewa hostes" tidak sama dengan "menyewa perempuan untuk ditiduri" (ini cuma masalah istilah saja, atau aku saja yang sok tahu).
.
Maksudnya, hostes itu memang bisa disewa untuk melayani si penyewa, tapi hanya untuk menemani dan melayani saat minum, dan memang pekerjaannya demikian. Kalau untuk urusan ranjang, itu lain hal (kayanya aku pengalaman banget, ya? #sial).
.
Intinya sih, dua pekerjaan tersebut "hostes" dan "pelacur" sering menggunakan istilah "disewa", tapi cerita di sini membuat seakan-akan "hostes" itu kesannya sama dengan "pelacur". Lebih lanjut, tidak ada faktor lain yang mendukung tokoh utama bekerja sebagai "hostes" malah sebagai "pelacur" yang banyak.
.
Mungkin untuk masalah "menonjolkan sifat" gunakanlah cara pandang (baik tingkah laku dan omongan) tokoh, atau dari sudut pandang tokoh lain, dan narator jangan sampai ikut terbawa. Bersikaplah netral, senetral netron...bah, hahaha.
.
Itu bukan 18+, cuma adegan sekilas yang berusaha 18+. Dan sepertinya teman kita (kau tahu siapa) sepertinya sangat ingin membaca 18+.

Writer kartika demia
kartika demia at Lift (4 years 27 weeks ago)

sial, kau pengalaman banget ya soal hostes ini. Daku saja gak tau. Okelah, dikantongi infonya pak ^^
penonjolan sifat pun, tampaknya aku terpengaruh diksi bangsatnya si(kau tau siapa) itu, tapi gagal. wkwkw
tampaknya taraf 18+ kita berbeda shin :,)

Writer daniswanda
daniswanda at Lift (4 years 27 weeks ago)

Setuju! Mana 18+ nya???