Patah pada Rindu Part 2

Pernah mencium amisnya kabut?

Dia ditemani tabuhan drum menggulung karang,

 

Kakinya entah menulis apa,

Percuma, dihapus seperti lukisan jadi kanvas,

Mau engkau sinari dengan jingga pula,

Cinta tercetak di pasir kan tersapu begitu saja,

 

Hanya, barang sesaat walau dalam relung,

Kau menampakkan kebodohannya, jangan,

Lelaki tak mengucap buruk separuh diri yang menjadikannya utuh,

Beralih dari satu titik dan jadikan bayangan lepas bersatu penuh,

 

Sembari merengkuh dingin,

Senja membeku dan mati,

Read previous post:  
19
points
(50 words) posted by MAmphibian 5 years 33 weeks ago
63.3333
Tags: Puisi | cinta | True story
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer arsenal mania
arsenal mania at Patah pada Rindu Part 2 (5 years 33 weeks ago)

saia gak ngerti om.
beneran blank gak ngerti.

Writer MAmphibian
MAmphibian at Patah pada Rindu Part 2 (5 years 32 weeks ago)

ga ngerti di bagian mananya om?

Writer dewi linggasari
dewi linggasari at Patah pada Rindu Part 2 (5 years 33 weeks ago)
90

Setelah senja membeku dan mati, esok fajar kan terbit kembali. Salam ....

Writer MAmphibian
MAmphibian at Patah pada Rindu Part 2 (5 years 32 weeks ago)

Salam juga mbak dewi :)
Makasi sudah mampirrr..

Writer Nine
Nine at Patah pada Rindu Part 2 (5 years 33 weeks ago)
100

"Cinta tercetak di pasir kan tersapu begitu saja" paling suka sama yg ini, bang.

Writer MAmphibian
MAmphibian at Patah pada Rindu Part 2 (5 years 33 weeks ago)

Makasi sudah mampir ke lapak saya :)
Salam kenal,