Terangkat

Sebelumnya aku begitu rendah, suaramu mengantarku ke ketinggian

Akupun berkenalan dengan harapan

Akupun menyambut cinta

 

Kelak aku akan bertanya bagaimana dua bola matamu sanggup memangkas jarakku dengan langit,

Nanti setelah aku puas menikmati daya yang bertamu ini

 

Tapi apa sanggup aku lepas dari hanyut?

Lebih besar, lebih dalam, lebih kuat, semakin lama

Akulah kini, gasing yang berputar untuk lupa berhenti

Akulah kini, batuan yang terbelah jadi kepingan

Akulah kini, daratan yang takluk dengan rela

 

Ajarkan lagi aku membuka mata karena yang kubisa hanyalah memejam

Kesunyian seperti ini, kado terbaikku

 

Dan tatkala waktumu tiba untuk berlalu,

Aku yakin tak sampai hati kau tega melepasku tanpa memori

Maka bimbinglah aku mendarat

Dan jangan pergi sebelum mengecup

 

Kau memudar, tapi aku mampu mengingat ribuan kali di mana

Sebelumnya aku begitu rendah

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at Terangkat (2 years 16 weeks ago)
70

isinya menunjukan rasa syukur,
mungkin begitu...
ada yang saya suka dalam kalimat "ajarkan lagi aku membuka mata karena yang kubisa hanyalah memejam",
itu bermakna sekali.

Writer Nine
Nine at Terangkat (5 years 17 weeks ago)
100

Melankolis, tapi saya suka tiap baitnya. ^^

Writer Wanderer
Wanderer at Terangkat (5 years 24 weeks ago)
90

Memberi vibe terhadap suatu lagu yang tak bisa kuingat, terus kayak ada nuansa terjemahannya juga.
Mulanya datar dan biasa, tetapi terus naik sejak bait kedua sampai akhir. Kurasa baris terakhirnya, meski repetisi, memang cocok jadi pemungkas. Memberi kesan pembacaan yang kuat dan dalam. Sori komennya lebay tapi kusuka ini :3

Writer arki atsema
arki atsema at Terangkat (5 years 23 weeks ago)

Terima kasih Wanderer untuk komentarnya.
Apresiasimu sangat berharga