F

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at F (3 years 12 weeks ago)
90

dihapus?
why
who
when
with
hehehehe

Writer Rusty Wilson
Rusty Wilson at F (5 years 19 weeks ago)
100

Enak banget baca cerita ini, meski berkali-kali harus buka KBBI karena ga tahu arti beberapa kata. Hahahaha... xD

Writer The Smoker
The Smoker at F (5 years 19 weeks ago)

Untung yg berkali-Kali dibukanya KBBI, bukan roknya ibu RT yak.
Makasih, bro wilson. Jadi inget Gordon Wilson.

Writer daniswanda
daniswanda at F (5 years 20 weeks ago)
90

Latar sama karakter2nya bikin gue inget Halimunda, banyak manusia keparatnya. Trus si Sumanta itu ngingetin gue sama Anwar Sadat, gara2 "itunya."
.
Narasinya, seperti biasa, udah enak sih. Banyak pengandaian yang sedep dan bikin nyengir. Tapi gue berasa lu agak maksain di beberapa kalimat. Maksudnya bbrp kalimat bisa ditulis lbh sederhana dan nggak perlu dikasih gimmick berlebihan biar ga terasa terlalu maksain.

Itu aja Broh

Writer The Smoker
The Smoker at F (5 years 19 weeks ago)

Gw nggak ngeuh kang Eka bikin anunya Anwar Sadat gede. Emang iyak? Mhaha.
Iyah, biasa, brodan, gw masih suka khilap. Kadang pas, kadang lolos. Thx, Vroh.

Writer daniswanda
daniswanda at F (5 years 19 weeks ago)

Eh, nggak gede yak? Lupa gue. Pengen nyambung-nyambungin kesono aja nyahahah.

Writer Nine
Nine at F (5 years 20 weeks ago)
100

Ahahahahha, dildo portabel dah jadinya barang si Sumanta. Hadewww, suka sama karakterisasi di sini, kemunculan2 karakter juga yg gak sekedar nongol, tapi emang ambil peran penting dalam ceritanya. Cuma yg agak mengganggu, biasa itu dialog karakter seperti ngikut sama cara bicara si narator. Jadi kayak kurang gimana gitu ke saya, Bang. Selebihnya ini seru diikuti.
.
Alur saya suka juga, nggak linier, jadi ngiket saya nggak lari ke mana-mana. Kyaknya itu aja, Bang. Terus menderu ^^

Writer The Smoker
The Smoker at F (5 years 19 weeks ago)

Iyah, tinggal pake batre, Nine, ntar dia bisa muter. Pasang deh di kue ulang tahun.
Dialognya yak, Oh, I see. Mudah2an nanti2 saya bikin puas kamu lahir batin yak.
Makasih, ganteng
*sunjauh*

Writer kartika demia
kartika demia at F (5 years 20 weeks ago)
90

Astaghfirullah.. endingnya. -_-
Spechless, bingung mau komen apa. Hm.. emang ada ya, sekampung yang isinya bangsat semua, baik laki dan perempuan gak ada yang baik. Desa apa ini?
Kalau untuk karakternya, rasanya semua tarafnya sama, bukan orang baik-baik. Jadi kayak kurang berwarna aja Semok. Pas ada pak RT datang itu aku kira dia bijak, alim, dan ternyata sama saja yang ada di kepalanya. Jika saja ada tokoh alim disini, misalnya ustad atau pak haji gitu, biar nggak kelam-kelam banget latarnya.
.
Ada satu miss logic (walau gak miss banget sih)
.
Bisa dimaklumi jika wanita sedang marah, kesetanan, walau baru sejam habis nglahirin, kuat aja dia jalan keliling 13 rumah dan kandang kambing. Nyatanya setelah melahirkan itu mau jalan aja susah, selangkangan sakit. Tapi yah, karena 'the power of kesetanan' jadi bisa masuk scene tersebut. Tapi pas narasi ini:
Sari beringsut lagi, lalu dengan kakinya ia membangunkan Marni yang terbujur di lantai. --> aku kira si Sari tidak kesetanan lagi, selesai pula penjagalannya, udah tenang. Jadi adegan ini kayak miss logic aja sih. Kesakitan dari setelah melahirkan itu pasti sudah nyata terasa. Jadi kalau membangunkan dengan kakinya itu kurang logic.
.
Tunarupa itu maksutnya buruk rupa kah?
.
Potongan-potongan alurnya rapi. Oiya, sekalian tanya. Gaya penulisan/penceritaan yang seperti ini yang menggabungkan dari kata baku dan tak baku itu boleh ya? Apa itu termasuk style?
Sekian. Terima kasih.

Writer The Smoker
The Smoker at F (5 years 20 weeks ago)

Tergantung mandang yg baik itu gimana sii ya. Tapi mungkin karena dari gw nya juga nggak yg nggak ngasih ruang ke 2 hal itu, jadi tergantung yg liatnya(baca). Lihat alasan Sari mapras nyawa suaminya. Bukankah itu kebaikan? Bagi bayinya, setidaknya. Hihi. Tapi iya gw ngerti maksudnya.
.
Untuk yg misslogic itu, iya itu sedikit ngeraguin gw. Pas bikin gw ngebayangin yg suka buang anak itu, misal di wc umum. Atau tempat2 yg sepi. Kok kuat ya mereka?
.
Haha, jangan tanya gw yg masih suka seenaknya bikin cerita, Kart. Untuk Style sendiri, pas bikin ini nggak terlalu dipikirin. Gw ngejar kesan sama nuansa.
Makasih yak :)

Writer kartika demia
kartika demia at F (5 years 20 weeks ago)

Lah, mereka (yang buang bayi dsb) itu kuat karena 'the power of kepepet'. Wkwk. Iyaa, maksutku pas Sari udah duduk tenang itu, waktu ngebangunin adeknya pake kaki. Apa gak pegel itu kaki n selangkangannya, hehe.
Oiya, mau tanya lagi, soal korban penjagalan itu, apakah pemaprasan seperti itu bisa bikin orang mati? Soalnya pernah denger ada juga sih yang gak mati

Writer The Smoker
The Smoker at F (5 years 20 weeks ago)

Nggak kebayang kalo Sari harus nunduk atau jongkok trus bangunin pake tangan.(buat goyang2in badannya doang) . Jadi bangunin pake kaki mungkin sekedar nendangin pelan2 badannya atau kepalanya :v . lebih buat nunjukin sikap / karakter juga.
.
Gatau dah, kalo sekedar dipapras itunya doang, kalo disini pertamanya kan dicacah/ ditusuk2i pake gunting bagian belakang kepalanya dulu.