Akhir; Lelah Sudah

meski letih mendera bagai hadirnya mentari, tidak mengapa
masih ada kelembutan nan mencairkan heningnya sunyi
ini bukan kutukan, juga bukan buaian
sedikit pun jengah belum beranjak, luka dan lara masih bersama.
 
jika haru dan nestapa adalah puncak pelangi
salju khatulistiwa masih ada untuk membekukan semua pedih dan perih disini
biar saja, ini aku dan sejuta semua tentang kita.
 
tidak peduli itu langit selatan, atau pantai utara
masih tetap berpayung gemintang bima sakti
setidaknya bukan bernaung pada gemintang langit barat.
 
akan datang waktu, saat kita harus memilih kemana melangkah
ketika hari itu ada bersama, tak usah risau tentangku.
toh semua ini adalah inginmu, aku tak pernah dapat meraba hatimu
jemariku telah enggan sekedar menoleh, ini sudah terlalu
sudah sakit rasanya.
 
bila kau mengerti maka itu anugerah terindah, namun rasa percayaku tidak lagi bersamaku
semua serpihan telah beranjak bersama sepoi pagi, menjelajah indahnya keheningan bersama para embun.
 
cukup, sampai disini aku berkata.
damailah bersama hati, niscaya segala resah dan gelisahmu sirna dalam keheningan pagi.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer alinaza
alinaza at Akhir; Lelah Sudah (5 years 12 weeks ago)
80

sampai sekarang aku masih blm bisa bikin kata-kata begini, jadi menurutku ini puisinya bagussss

Writer ruben66
ruben66 at Akhir; Lelah Sudah (5 years 12 weeks ago)

sepertinya endingnya harus diperbaiki lagi, karena aku tidak menangkap pesar moral dari puisi ini

____________________________
Khasiat Tongkat Madura | Tongkat Madura

Writer cilang
cilang at Akhir; Lelah Sudah (5 years 12 weeks ago)

ehm.... endingnya? tidak ada pesan moral dalam puisi... hanya celoteh belaka... terlebih, asumsiku semua sudah aku tulis dengan sederhana... heheheheheh....