Jam Tangan

Kamu tidak tahu kenapa kamu memakai jam tangan ini.

Jam tangan ini terlalu besar untukmu. Talinya yang terbuat dari kulit juga membuat pergelangan tanganmu terasa gatal. Model jam tangannya juga bukan model yang biasa kamu pilih. Bahkan kamu tidak paham bagaimana cara mengganti tanggal di jam tersebut. Kamu membuat catatan mental untuk bertanya kepada tukang jam mengenai bagaimana cara mengganti tanggalnya.

Kamu seperti seorang anak kecil yang mengenakan jam tangan ayahnya supaya terlihat lebih dewasa. Atau memakai jam tangan dengan model yang sama seperti milik kakakmu karena kamu iri dengan kakakmu yang dibelikan jam tangan baru. Dan kamu hanya mau model yang sama persis, walaupun orang tuamu sudah mengatakan kalau model itu tidak cocok untukmu.

Sebetulnya kamu tahu kenapa kamu menggunakan jam tangan ini.

Ini adalah jam tangan milik dia.

Kekasihmu. Belahan jiwamu. Cinta Sejatimu. Orang yang memahami dan mau menerima dirimu apa adanya. Orang yang membantumu untuk tumbuh berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Ini adalah jam tangan keberuntungannya. Dia selalu memakai jam tangan ini.

Awalnya kamu tidak paham dengan dirinya. Sebab walaupun dia memakai jam tangan, dia tidak pernah tepat waktu. Dia tidak pernah sekalipun melirik jam tangannya. Bahkan saat ada teman yang menanyakan jam, dia hanya diam. Seolah-olah lupa kalau dia memakai jam.

Kemudian dia sering mengusap-usap jam tersebut. Kamu pikir dia hanya ingin memastikan kalau jamnya tidak apa-apa setelah terbentur. Tapi dia sering melakukannya, meski jamnya tidak terbentur apa-apa. Satu hal yang sama setiap kali dia melakukannya, dia sedang panik. Atau gelisah. Setelah kalian berpacaran cukup lama, kamu tahu kalau asumsimu itu ternyata benar. Dia memang sering mengusap-usap jam tangannya untuk menenangkan diri.

Meskipun dia sering lupa kalau dia memakai jam tangan, dia merawat jam tersebut dengan sangat baik. Ada satu hal yang unik, dia selalu mencatat tanggal kapan dia mengganti baterai jamnya dan menyimpan baterai yang lama. Biasanya dia akan mendapatkan tatapan aneh dari para tukang jam saat dia meminta kembali baterai yang lama, namun dfia tidak peduli. Ketika kamu menanyakan alasannya, dia mengatakan kalau dia sendiri tidak paham kenapa dia melakukannya. Dia hanya melihat ayahnya melakukan hal tersebut. Sehingga dia juga melakukannya.

Saat itulah kamu tahu yang sebenarnya.

Sesungguhnya jam tangan ini bukan miliknya. Ini adalah jam tangan ayahnya. Namun jam tangan itu pindah tangan setelah kematian ayahnya. Dia mengatakan kalau jam ini adalah satu-satunya yang tersisa dari ayahnya. Alasan kenapa dia sering mengusap-usap jam itu saat dia gelisah adalah karena ayahnya sering mengusap-usap rambutnya setiap kali dia ketakutan. Gelisah. Marah. Ayahnya selalu mengusap-usap rambutnya untuk menenangkannya waktu kecil dulu.

Sekarang kamu paham kenapa dia memakai jam tangan tersebut. Jam tangan tua yang tidak pernah pas di pergelangan tangannya. Kenapa dia selalu lupa kalau dia memakai jam tangan. Dia tidak suka memakai jam tangan, tapi dia memakainya untuk mengingat ayahnya. Juga sebagai jimat keberuntungan.

Kamu teringat hari dimana dia tidak memakai jam tangan tersebut. Malam sebelumnya kalian bertengkar. Kamu bahkan sudah tidak ingat lagi apa yang kalian ributkan. Yang kamu ingat hanyalah kasur yang hampa. Dapur yang sepi dan tidak penuh dengan aroma masakan. Tidak ada ciuman selamat pagi, tidak ada suara berita sebagai latar belakang kegiatan dipagi hari.

Jam tangannya saja masih berada di atas meja dapur. Dari semalam belum dia pindahkan. Seharusnya malam itu kalian menghabiskan waktu sambil makan bersama. Tapi yang ada kalian malah menghabiskannya dengan saling berteriak satu sama lain.

Ketika kamu mendapatkan telepon mengenai kecelakaan yang dia alami, kamu merasa duniamu berhenti beberapa saat.

Sama seperti jam tangan warisan ayahnya yang sudah kamu taruh di meja kerjanya.

Kamu sebetulnya tahu alasan kenapa kamu memakai jam tangan tersebut.

Hanya saja kamu pura-pura tidak tahu.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer dienar
dienar at Jam Tangan (2 years 32 weeks ago)

saya jadi emosional baca ini, semacam ada kerinduan buat ayah.

Writer budi11
budi11 at Jam Tangan (3 years 39 weeks ago)
50

Ceritanya langsung diambil dari tengah-tengah ya bro, jadi kurang pas aja

________________________________________________
Pusat jual beli patung manekin jakarta sekarang bisa dilihat langsung secara online

Writer nusantara
nusantara at Jam Tangan (4 years 4 days ago)
70

saya suka kalimat yang ini,
memakai jam tangan tapi tidak tepat waktu.
banyak yang bisa di eksplor.
wah mantap aja dah

Writer Ginekologi
Ginekologi at Jam Tangan (4 years 4 weeks ago)

Tulisannya ok2. Niat. Atau jangan2 sebagai penulis cerpen benaran si TS.

Writer puTrI_keg3lapaN
puTrI_keg3lapaN at Jam Tangan (4 years 1 week ago)

ummmm...saia emang suka nulis sih

Writer Rusty Wilson
Rusty Wilson at Jam Tangan (4 years 8 weeks ago)
80

Manis.
Udah ketebak dari awal pasti si dia-nya kenapa-kenapa, cuman ga papa. Kalau tebakan saya dari awal ternyata salah, saya malah kurang puas.
Hahahahaha....
.
Jadi pengen punya jam tangan... kalau aja saya ga punya alergi jam tangan. (curhat dikit)

sijojoz at Jam Tangan (4 years 8 weeks ago)
70

curhat bisa jadi fiksi ya *svngkem*

Writer puTrI_keg3lapaN
puTrI_keg3lapaN at Jam Tangan (4 years 8 weeks ago)

*Sungkem balik*