Apakah Cukup?

“Oh, anaknya si...”

“Oh, kamu kakaknya...”

“Ini toh adiknya si...”

“Oalah, ini keponakannya...”

“Hei, kamu sepupunya si...”

“Hei, temannya...”

“Oh, jadi ini yang kemarin cari masalah sama si...”

“Eh, kamu juga kuliah di...”

“Wah, aku juga kerja di...”

Terkadang (setiap saat. Otakmu mengkoreksi ucapan hatimu yang kecil dan lemah dan tidak pernah mau keluar dari dunia buatannya sendiri yang penuh dengan imajinasi dan jauh dari tanggung jawab) kamu berpikir apakah ada orang diluar sana yang mengingat dirimu karena, yah, dirimu. Apakah ada orang yang mengenalmu karena dirimu. Bukan karena kamu anak seseorang, bukan karena siapa saudara kandungmu, atau siapa om dan tantemu. Siapa teman masa kecilmu.

Terkadang kamu berpikir apakah ada orang yang mengenalmu karena sifatmu. Karena hobimu. Karena kehadiranmu waktu sekolah dulu, waktu kuliah dulu, saat kerja sekarang.

Terkadang kamu bertanya apakah kamu cukup? Tanpa embel-embel statusmu. Tanpa keluargamu. Tanpa sahabat-sahabatmu. Apakah akan ada orang yang mau mengenalmu, memang karena mereka ingin mengenalmu?

Kamu menghela napas sekali lagi. Tidak tahu dengan jawaban atas pertanyaan tersebut. Dan kamu takut untuk mengetahuinya.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nusantara
nusantara at Apakah Cukup? (1 year 11 weeks ago)
70

bagus,
aku ingin orang ada yang mau mengenalku karena aku memang pantas untuk dia kenal..
apakah ada?
entahlah...

Writer Naomi Amaris
Naomi Amaris at Apakah Cukup? (4 years 3 days ago)
80

Bikin mikir ceritanya. Kalimat-kalimatnya juga unik. Walau iya sih, kayaknya kurang panjang. Tapi bagus konfliknya (Y), Keep nulis kak! Semangaat :)

Writer nusantara
nusantara at Apakah Cukup? (4 years 5 days ago)
70

waduh ini jadi sesuatu yang keren pastinya.

Writer daniswanda
daniswanda at Apakah Cukup? (4 years 7 weeks ago)
80

Asik ini temanya, konflik yang diangkat cukup menggelitik. Sayang kurang panjang.

Writer Nine
Nine at Apakah Cukup? (4 years 8 weeks ago)
100

Ceritanya bisa membuat saya jadi ikutan mikir jugak, ^^

Tapi berkenaan sama yang komen di bawah (Arsenal) saya malah tambah mikir XD

Idenya unik--atau lebih tepatnya pertanyaan-pertanyaan yang ada di cerita ini.

Writer arsenal mania
arsenal mania at Apakah Cukup? (4 years 8 weeks ago)

Kommen gw keren nih. Aseeek, pasti keren. Gini2..., "apakah kamu sudah mengenal dirimu sendiri? Segala bagus dan busuknya? Kalau sudah, apakah kamu cukup berani untuk mengenalkan kedua sisi itu pada orang lain? Kalau sudah, bagaimana bila orang lain mengenalkan sisi baik dan busuknya padamu? Apa kamu akan menerimanya? Kalau sudah mengenal diri sendiri pasti bisa jawab. Soalnya gw cuma muter2in pertanyaan doang.

(Ngomong apaan sih lu nal? Ahahaha efek tanggal tua :p)

Writer FaraniD
FaraniD at Apakah Cukup? (4 years 8 weeks ago)
50

Kece kece. Tapi seperti yang dikatakan kak Cita, rasanya ini seperti draft cerita, bukan cerita itu sendiri.
.
Penggunaan kata depan masih perlu diperbaiki ya.
.
Mohon maaf jika tidak berkenan.
.
Tetap semangat, salam menulis!

Writer puTrI_keg3lapaN
puTrI_keg3lapaN at Apakah Cukup? (4 years 7 weeks ago)

Ups, nyaris kelewat. Makasih untuk koreksiny

Writer poetry
poetry at Apakah Cukup? (4 years 8 weeks ago)

Terlalu pendek..penokohan belum nampak
Tpi suka idenya

Writer citapraaa
citapraaa at Apakah Cukup? (4 years 8 weeks ago)
40

suka idenya. tapi kurang ceritanya (alur, tokoh, dkk.) kalo buat saya sih -konvensional- rasanya ini baru sekedar ide cerita aja. seenggaknya melegakan :D
sekalian mau promosi kutipan: "aku takut menggambarkan diriku ke atas kertas. aku takut kalau aku akan mengetahui kalau aku ini adalah manusia yang kosong
dan
manusia yang membosankan" - boku dake ga inai machi chapter 1

Writer puTrI_keg3lapaN
puTrI_keg3lapaN at Apakah Cukup? (4 years 7 weeks ago)

Tadiny sih memang untuk pembukaan cerita yang lebih panjang, tapi mood menulis hilang #alibi