Sayap yang Membawamu Ringan di Awan

Lihatlah batinku
Dengar hembusan detak jantung
Jangan kau berlalu
Jangan jua menista atau ragu

Ada hati di balik kacamata ini
Topeng hanya semu, nuranilah yang menderu
Seperti engkau membuka buku
Melihat warna, atau sinopsis dahulu?

Sayapku perih
Ingin merengkuhmu, tanpa dapatkan tatapan
Yang mau berusaha menembus ke dalam hati
Jadi malaikat itu sepi
Sendiri
Menggetarkan nuansa baik
Hingga orang berharap, dan yakin
Kau selalu mampu wujudkan mimpi

Tapi dalam resah
Suaramu lirih, mendesah pelan
Di balik sayap yang mendekapmu hangat
Ada rasa yang berdarah

Kata orang jadilah dirimu sendiri
Tapi aku, jati di dalam sini
Adalah kebahagiaan untuk yang lain
Maka sapa dan menepi
Mendekat dan berbaring

Apa yang kucari
Adalah senyummu yang merona tipis
Lalu mengajakku dari hati ke hati
Mau mengenal lebih

Supaya sayapku yang menahanmu agar tidak jatuh
Punya pembaringan di hari terakhir

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
80

Saya kemari karena ada kata "sayap", dan mengharapkan bertemu malaikat. Satu harapan saya tidak terkabul. Tidak ada malaikat. Namun, saya puas membacanya.