Menjelang UAS

Kawanku, hujan saja turun menitik
Angin meniupkan detik pada setiap rintik yang turun,
Mendung menghibur langit dengan kilat dan guntur,
Cuma kau yang tidur bermenit-menit di bawah sarung

Hakikatnya waktu itu selalu menetes,
Menetes, berjatuhan, tak kembali,
Menetes, berjatuhan, biar kalendermu berganti
Menetes, berjatuhan, lalu hilang diserap buku yang tak tuntas kau cicipi

Hakikat tugas itu agar kau penuhi,
Maka celaka jika kau tumpuk-tumpuk sembarangan,
Maka celaka jika kau tumpuk-tumpuk sampai tenggat bertumbangan,
Maka celaka jika kau tumpuk-tumpuk, sampai UAS dikumandangkan

Kawanku, ingatlah kalau detik tak cuma berisik
Ia juga menetes, meruncing, membisiki soal akhir
Ingatlah kalau detik akan kau rindui saat ia kering,
Atau saat tanganmu basah memegang kertas ujian

Kawanku, mungkin benar kata Sapardi,
Yang fana adalah waktu,
Menunda adalah ujian yang abadi

(Yogyakarta, 2 Desember 2016)

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Flykzor
Flykzor at Menjelang UAS (5 years 4 weeks ago)
80

mantab tapi menurutku terlalu banyak repetisi di bait dua dan tiga jadi kesannya sedikit bertele tele (feelnya sedikit kurang menonjok gitu). Menurutku lebih baik kalau mau ada pengulangan jangan di dua bait berturut-turut

Writer loluji
loluji at Menjelang UAS (4 years 49 weeks ago)

Wah, terima kasih banyak atas sarannya. Sudah saya catat. Ehehe. :D

Writer Wawan Cahya
Wawan Cahya at Menjelang UAS (5 years 6 weeks ago)
70

Lanjut

Writer loluji
loluji at Menjelang UAS (4 years 49 weeks ago)

Makasih sudah mampir, Mas. Ehehe. ^^