Pintu Langit

Satu. Pada akhirnya langit malam membuat kami saling berbisik. Sementara mata-mata kami masih saja tak saling memandang. Kami ingat betul, bagaimana kubah langit itu menyamarkan mantra-mantra yang biasa kami santap bersama sajak dan do’a-do’a.

Dua. Pada akhirnya langit senja membuat kami saling bicara. Sementara hati-hati kami sudah tak saling merasa. kami ingat betul, bagaimana warna lembayung itu menelanjangi puja-puja yang biasa kami sembunyikan bersama makna dari kata-kata.

Tiga. Pada akhirnya langit terang memaksa kami saling mengalah. Sementara jari-jari kami sudah tak bisa saling menggenggam. kami ingat betul, bagaimana hawa terik itu membakar janji-janji yang biasa kami pahatkan pada batu rupa-rupa.

Empat. Pada akhirnya langit pagi membuat kami saling mengenang. Sementara jiwa-jiwa kami sudah  lama tenggelam. Kami ingat betul, bagaimana embun dingin itu menyelimuti dada-dada kami yang penuh sesak dengan keangkuhan dan dosa-dosa.

di pintu langit yang memisahkan masa, sedepa demi sedepa kami beranjak pulang. 
di pintu langit itu pula, untukmu, kami gantungkan kata maaf yang tak pernah terucap.

Read previous post:  
117
points
(279 words) posted by dogol 13 years 34 weeks ago
83.5714
Tags: Cerita
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer dewi linggasari
dewi linggasari at Pintu Langit (3 years 46 weeks ago)
100

So nice, sepuluh bintang untukmu .....

Writer loluji
loluji at Pintu Langit (4 years 38 weeks ago)
90

:)

Writer arien arda
arien arda at Pintu Langit (4 years 39 weeks ago)
70

Semangat..

Writer timbuktu
timbuktu at Pintu Langit (4 years 51 weeks ago)
80

Lepaskan