Suspect

Orang yang menghina dan orang yang membalas hinaan dengan hinaan sama-sama merasakan panas. Karena sama-sama menggunakan kepala panas menghadapi persoalan. Sebab sama-sama tak sadar diri bahwa setiap kata yang keluar dari mulut adalah pilihan. bila berpikir sebelum berkata-kata bisa dipastikan ia sadar untuk memilih kata-kata yang baik agar mendapat kebaikan dari Tuhan.

Setiap kejahiliahan (kebodohan sikap) akan berujung pada perbuatan buruk orang lain dan terhadap dirinya sendiri. Oleh sebab itu maka pengajaran adalah penting untuk memberikan kesadaran bahwa kata-kata yang diucapkan bukan takkan untuk tidak dipertanggung-jawabkan. Orang bodoh akan beralasan boleh menghina biar dia bisa merasakan bagaimana dihina. Dan ada yang lebih bodoh dari itu, dia membela temannya yang dihina dan menghina orang lain untuk membela temannya. Padahal belum tentu betul-betul menghina, mungkin saja hanya bentuk provokasi agar terkesan dihina oleh yang menghina padahal belum tentu betul-betul menghina. Bisa saja.

Setiap kata adalah pilihan dan orang yang baik pandai menjaga lisannya. Saya bukan orang yang pandai menjaga lisan. Dan orang yang membenci saya memanfaatkan itu untuk membuat kesan saya adalah orang yang selalu berkata-kata buruk. Bila Jannah adalah apa yang diinginkan dan bahagia adalah apa yang diharapkan maka hentikanlah, segeralah tinggalkan perbuatan saling menghina dan saling merendahkan, gantilah dengan perbuatan saling menasehati dan mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Saling asah-asih-asuh. Al-'ashr:3.

Siapakah si pendengki yang berusaha merusak saya?

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post