Hujan

hujan membatu terendap dalam kalbu
saat celah celah pilu menatap sendu
keluhmu setinggi semak perdu

hujan mengendap dalam pengap
seperti ingin mendekap
sampai terlelap

hujan terus saja
turun sekenanya
angkuh, ia menyapa
hati yang gulana

dan hujan tak kunjung reda

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Aspal_panasku
Aspal_panasku at Hujan (2 years 17 weeks ago)

Hujan Patah hati

Writer samalona
samalona at Hujan (2 years 19 weeks ago)

Suka dengan persajakan kata kedua dan terakhir di dua bait pertama, juga persajakan akhir semua bait.
Tentang maknanya, saya masih meresapi dulu.
Maaf baru komen hampir setahun kemudian.
Salam, nazokagi.

Writer pratminiwidyana
pratminiwidyana at Hujan (2 years 20 weeks ago)

Bagus...suka...

Writer Aspal_panasku
Aspal_panasku at Hujan (2 years 21 weeks ago)

Hujan mengingat kenanganya
mungkin dendam atau apa

banyak sungai banjir
pohon-pohon tumbang disambar petir

Writer byoungcarerock
byoungcarerock at Hujan (2 years 41 weeks ago)

emejing sekali galaunya.

lama ta' jumpa, sekali baca puisi buatanmu yg galau hhiiihi

jangan biarkan hujan membatu dalam kalbu, apalagi smpai angkuh menyapa hati yg gulana. biarkan hujan itu menderas dalam kalbu..spy menjernihkan.

Writer nazokagi
nazokagi at Hujan (2 years 24 weeks ago)

terimakasih.
jernih sudah ini kepala.
lama g nulis emang :D

Writer AL_paper
AL_paper at Hujan (3 years 8 weeks ago)
100

Sederhana tapi dalam maknanya...

Writer nazokagi
nazokagi at Hujan (2 years 24 weeks ago)

terimakasih.
jangan sampai tenggelam ya

Writer nusantara
nusantara at Hujan (3 years 10 weeks ago)
70

wih, ini bagus.

Writer nazokagi
nazokagi at Hujan (2 years 24 weeks ago)

terimakasih