Sexy?

Saya melihat youtube tentang seksi. Saya lihat suku pedalaman yang tanpa busana juga ada ternyata. Lalu kenapa respon otak berbeda kala melihat yang bukan suku pedalaman. Misalnya gadis berbikini di youtube. Kenapa melihat suku pedalaman kok tidak seksi, ya?

Apakah pose yang membedakan hasrat syahwat? Atau kain pakaian? Atau ketelanjangan? Ataukah wangi bebauan parfum? Apakah warna lipstik?

Hey, kenapa melihat suku pedalaman tanpa pakaian terlihat tidak seksi?

Apakah binaragawati terlihat seksi dengan otot-otot besarnya? Bagiku malah lucu bukan seksi.

Ternyata perempuan dengan penutup badan semua pun bisa terlihat seksi bila berpose seksi.

4 September 2021. Saya membaca ulang ini cerita. Wah, sudah lama juga. Ternyata ada yang membacanya banyak sekali. Walaupun bisa jadi tidak banyak. Ini cerita juga lho. Cerpen.

Saya bercerita dengan menulis. Jelek tidak mengapa. Daripada menonton televisi. Lebih baik menulis.

Saya akan menulis dengan versi yang lain. Agar pembaca di kampung saya tahu apa itu kegiatan menulis.

SEKSI?

Aku berpedoman pada tujuan belajar sehingga segala sesuatu yang tampak di sekotak layar bagiku hanyalah sebuah data. Data tentang seksi. Aku melihat di youtube tentang suku pedalaman, TEARS OF THE AMAZON, dan respon berbeda kurasa. Maksudku, tentang ketelanjangan. Ya, orang banyak berpikir ketelanjangan itu porno. Tapi suku pedalaman tidak porno. Walaupun tampak benar ketelanjangan itu.

Apa jadinya kemudian keseksian itu berubah makna seolah tak sama dengan ketelanjangan. Ini menjadi persoalan bagi sebagian orang tetapi tentu saja cara berpikir orang itu yang menentukan siapa dirinya. Misalnya saja ada orang kota yang pandai dan berbudaya serta berperadaban menanggalkan pakaiannya dan hidup di hutan bersama suku pedalaman. Apakah orang itu menjadi suku pedalaman?

Tentu semua paham bahwa ilmu yang membedakannya. Ternyata begitu.

Maka sebaliknya, dikala ada orang kota berpakaian modern namun ketamakan melekat di hatinya tetap saja tak ubahnya binatang dan lebih buruk dari suku pedalaman. Itu di film Tarzan penggambarannya jelas. Baik film Tarzan yang kartun atau yang bukan. Ya, begitulah. Lho, kok jadi ke film Tarzan. Iya, tidak apa-apa. Tapi, bukan ke Tarzan di cerita Suparman yang ditulis di cerita Orang Hilang.

Jadi, itu yang dikatakan data. Apa yang dilihat, didengar, jadi data. Ada perempuan berotot, binaragawati, itu data. Oh, ternyata tidak tampak seksi. Kenapa?

Karena itu menunjukan keseksian yang dikatakan bukan. Waduh, kalimatnya begitu. Tidak enak dibaca dan susah dipahami.

Bila seseorang menganggap seksi itu adalah bahenol maka yang tidak bahenol akan dianggap tidak seksi. Oleh otaknya. Tetapi kezekzian itu mindset-nya diubah maka akan berubah. Dan berubah. Misalnya, disayang benar sama perempuan berotot. Pasti akan menganggap seksi.

Tetapi, ternyata eh ternyata, seksi itu bisa karena suara. Mendengar suaranya seksi begitu lantas merindu.

Tetapi, ternyata eh ternyata, seksi itu bisa karena lipstik. Dan, bisa karena mata. Bisa juga karena hidung. Bisa juga karena kebaikan yang seksi. Karena kebaikan seksi yang dilakukan maka menjadi seksi. Apaan tuh?

Seksi kebersihan. Whuahaha... haha.. gkgkgk...

Lantas, bila ada pose tak senonoh di majalah dewasa itu namanya apa?

Porno. Itu porno bukan seksi.

Perilaku tidak seksi apa?

Mengintip kamar orang lain dengan kamera sembunyi-sembunyi. Apalagi kamar mandi. Sangat tidak seksi. Perilaku yang sangat tidak seksi.

HOW SEXY ARE YOU??!

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Aspal_panasku
Aspal_panasku at Sexy? (1 year 34 weeks ago)

entah