WATER (TIRTA)

Alkisah, dua anak sekolah dasar sedang belajar membaca. Seorang bernama Water dan seorang lagi bernama Tirta.

Water mmbaca terlebih dahulu:

"Air adalah amanah yang harus dipikul oleh manusia untuk melakukan penjagaan dan perawatan terhadap planet tempat tinggalnya. Air menumbuhkan aneka kehidupan hayati mulai dari pepohonan sampai lain-lain."

Tirta membaca berikutnya:

"Manusia melakukan pemerataan suplai air dari tempat yang teraliri air ke tempat yang tak teraliri air untuk menumbuhkan pepohonan agar menghasilkan oksigen. Dan planet Bumi tetap hijau jadinya. Dan manusia tetap menguasai sejarah dengan ketahanan pangan yang melimpah walaupun populasinya semakin meningkat dari abad ke abad. Ketika populasi meningkat maka lahan untuk pangan sebagian beralih fungsi menjadi lahan hunian manusia dan tempat tinggal hewan berkurang dan tempat tetanaman dan pepohonan hidup berkurang juga. Dan, manusia menggunakan manajemen air yang baik dan benar untuk menyiasati kondisi tersebut. Bila tahu ilmunya."

Water: "Awan berada di lapisan langit tertentu dan bergerak beredar sesuai tiupan angin menjatuhkan air hujan ke Bumi. Bumi menumbuhkan aneka pepohonan yang menghasilkan buah dan sayuran. Ada daerah kering yang tak tersentuh hujan dan kurang air maka manusia mengalirkan air ke daerah itu agar cukup air untuk menumbuhkan dan melestarikan. Hewan sebagiannya menikmati buah dan sayuran dan sebagiannya manusia menikmatinya. Itu bila manusia paham bagaimana memperlakukan alam."

Tirta: "Gunung mengeluarkan mata air jernih pegunungan mengalir kemudian melalui sungai-sungai menuju samudra. Bukankah hanya daerah sekitar sungai saja yang mendapat kelimpahan air itu, maka manusia melakukan pemerataan air untuk menyuplai air ke daerah yang kurang air yang jauh dari bibir sungai. Begitulah manusia memikul amanah itu. AIR."

Water: "Planet Bumi disebut planet air. Air itu mengajarkan banyak hal. Penopang kehidupan. Di planet lain ada? Ada atau tidak? Di planet lain di tata surya kita ini ada atau tidak?"

Tirta: "Air di Bumi tak ke luar angkasa. Samudera yang luas menguap oleh panas matahari dan uap air ditangkap awan di langit itu di lapisan tertentu itu. Lalu menurunkannya lagi ke Bumi dan kembali ke samudera. Allah membuat sistematis tersebut untuk membuat manusia paham bahwa karunia Allah kepada manusia tak bisa dihitung. Tak terhitung. Tak ternilai."

Water: "Lapisan langit Bumi membentuk lapisan ozon yang menyaring panas ke Bumi dan akhirnya cahaya hangatnya bersinergi dengan air menumbuh-kembangkan yang dibawahnya dari benih menjadi bertunas dan menjadi tinggi besar dan kokoh. Sebagiannya berbuah."

Tirta: "Apakah volume air di Bumi itu bisa berkurang dan bertambah?"

Water: "Berkurang mungkin bisa dan menjadi planet kering. Bila air tak dijaga. Bila pohon habis. Hey, ternyata air dan oksigen berhubungan. Bertambah bisa atau tidak? Lalu, apakah di Mars ada air?"

Tirta: "Ternyata manusia mengemban tugas pemerataan air untuk ketahanan pangan agar tak terjadi bencana kelaparan di muka Bumi. Bumi itu planet yang kaya air dan akan memalukan bila ada manusia yang kurang pangan terkena bencana kelaparan."

Keduanya lalu bermain setelah belajar membaca. Bermain air di luar rumah sebab hari sedang hujan. Mereka tidak tahu bahwa kedua orang tua mereka memasang kamera sembunyi-sembunyi di ruang membaca mereka.

Ayah dan ibu mereka tak pernah ada di rumah. Hanya seminggu sekali mereka pulang lalu pergi lagi ke luar negeri. Ya, saking sibuknya.

Water dan Tirta adalah anak kembar yang senang membaca karena dibiasakan sejak lama. Saat orang tuanya tak di rumah pun mereka tetap membaca. Walaupun beberapa paragraf saja.

Mereka bercita-cita menjadi ilmuwan yang bisa menghijaukan kembali lahan kritis bekas pertambangan.

20 tahun kemudian.

Water menjadi pengusaha tambang dan pertambangannya menyisakan lahan kritis untuk masa depan. Dan, Tirta menjadi ilmuwan yang menghijaukan kembali lahan-lahan kritis bekas pertambangan.

Alangkah lucunya negeri ini bila tak demikian.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post