( , )BEAUTIFUL GIRL

1. SEKISAH MALAM (a night tale)

Seorang gadis kecil mengadukan temannya yang nakal saat mengganggunya di kolam ikan belakang sekolah tadi siang. Ibunya tersenyum-senyum saja mendengarkan sampai habis apa yang diceritakan oleh gadis kecilnya itu. "Jadi itu yang membuatmu tak bisa tidur, ya?" Kata ibunya.

"Ibu ceritakan dongeng sebelum tidur agar kau bisa tidur, kalau begitu."

Dan gadis kecilnya mengangguk. Mengiyakan.

"Pada zaman dahulu kala di bintang nun jauh disana, terdapat sebuah kerajaan yang sedang mengalami krisis. Disana sedang terjadi revolusi."

"Revolusi itu apa, ibu?" Tanya gadis kecilnya.

"Seorang rakyat biasa bukan dari keluarga kerajaan dan bangsawan yang hendak dijadikan raja. Dan revolusi terjadi."

*

"Sebut saja namanya Ursula."

"Ursula itu nama laki-laki atau perempuan, ibu?" Gadis kecilnya bertanya lagi.

"Jangan banyak bertanya. Dengarkan saja dulu."

*

"Ursula adalah rakyat jelata yang diangkat menjadi raja dan tidak disukai oleh anggota keluarga kerajaan. Hal itu seolah membuat mereka merasa terhina dan merencanakan pembunuhan. Ursula diangkat menjadi raja oleh penasehat negeri yang tak lain adalah seperti cenayang yang sering dianggap penyihir oleh musuh kerajaan."

"Ibu, memangnya di bintang nun jauh di langit itu ada kerajaan?" Gadis kecilnya bertanya lagi.

"Mau ibu ceritakan atau tidak dongengnya?"

*

"Pada suatu ketika penasehat raja menemui raja dan pangeran. Hanya satu pangeran calon raja dan pangeran yang lain tidak diikut-sertakan dalam pertemuan itu. Penasehat kerajaan meminta raja dan pangeran menjadikan raja dari kalangan rakyat jelata agar keluarga kerajaan aman dari serangan musuh yang akan menyerang. Ketika rajanya itu si Ursula maka Ursula yang akan dihabisi. Lagipula dia akan menjadi raja yang bodoh dan dia akan jadi boneka. Pemimpin boneka."

"Ibu, memangnya ada boneka bisa memimpin. Boneka itu bukan mahluk hidup, kan?" Bertanya lagi gadis kecilnya.

"Di negeri dongeng boneka itu bisa hidup, nak."

*

"Alkisah, Ursula menjadi raja. Singkat cerita ketika kerajaan mereka diserang oleh musuh Ursula berhasil menang. Ursula jadi raja yang disukai rakyat. Para bangsawan semena-mena dihukum. Keluarga kerajaan yang kebal hukum bisa dihukum saat mereka berbuat kejahatan. Lalu beberapa tahun kemudian raja Ursula dibunuh namun terlihat seperti kecelakaan. Dan pangeran dari raja terdahulu mengumumkan pengangkatan dirinya sebagai raja baru. Terjadilah pemberontakan. Negeri terbelah dua dan akhirnya kerajaan menjadi dua."

"Ibu, aku minta dongeng anak-anak saja. Dongeng yang aneh." Kata gadis kecilnya.

"Baiklah. Itik buruk rupa. Pada suatu ketika di zaman dahulu kala...."

"Tidak, ibu. Jangan yang itu. Aku sudah bosan dengar ceritanya." Kata gadis kecilnya.

Ibunya tertidur pulas. Sebetulnya pura-pura tidur dan gadis kecilnya ikut tertidur.

*

Malam berikutnya gadis kecilnya mengadukan hal yang sama.

*

"Ibu, kenapa kau selalu tersenyum dan tidak marah pada temanku yang suka menggangguku itu?" Tanya gadis kecilnya.

"Karena hanya itu yang bisa ibu ajarkan kepadamu. Hadapilah semuanya dengan senyuman."

"Kenapa ibu cantik dan aku tidak?" Tanya gadis kecilnya lagi. Ibunya tersenyum sembari menitikkan airmata dan tersenyum lagi.

"Temanku menjulukiku lady frankenstein, ibu. Seharusnya kau marah." Kata gadis kecilnya lagi.

"Ibu ingin mengajarkanmu untuk selalu tersenyum dengan hal-hal buruk apa kata orang."

"Ibu ingin mengajarkanku tentang apa?" Tanya gadis kecilnya lagi.

"Orang yang disayangi Tuhan adalah orang yang mampu mengendalikan amarahnya. Ibu ingin kau disayangi Tuhan, sayang." Jawab ibunya tersenyum.

"Semoga ibu di sayang Tuhan juga." Jawab gadis kecilnya tersenyum.

"SYURA:40; Dan balasan kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan (dan berbuat baik kepada yang berbuat jahat) maka ganjaran kebaikannya dari Allah. Sungguh Dia tidak menyukai orang-orang yang berbuat aniaya." Ibunya menegaskan.

*

Ia memeluk gadis kecilnya. Lalu menceritakan dongeng itik buruk rupa.

Setelahnya menidurkan gadis kecilnya dengan lelap ia merenungi kehidupannya sendiri. Di wajah gadis kecilnya ada luka bekas jahitan yang panjang dan itu akibat kecelakaan hebat beberapa tahun yang lalu. Suaminya, masih tak sadarkan diri. Koma.

Ia dan gadis kecilnya sering menjenguk dan sabar merawat suaminya itu.

"Sayang, gadis kecilmu sudah tumbuh besar dan ia terlihat sangat cantik. Bangunlah dan peluklah bidadari kecilmu, sayang."

*

Ketika sesuatu terjadi dan itu tanpa peringatan apapun maka hanya tinggal bersabar dan berpasrah diri terhadap yang Mahakuasa.

*

Suatu ketika ia bertemu dengan orang yang mengalami kecelakaan bersamanya. Tidak ada yang harus dipikir buruk karena itu sudah terjadi dan tak bisa diubah. Lelaki itu membiayai semua perawatan suaminya dan lain-lain kebutuhan keluarga sebagai wujud tanggung-jawabnya. Lelaki itu pun berubah drastis dari yang tadinya suka mabuk-mabukan dan suka menghamburkan uang menjadi orang yang lebih dewasa mamahami hidup. Lelaki itu mengendarai mobilnya saat ia terlalu banyak minum dan semenjak kecelakann itu ia berhenti dan menjadi orang yang lebih baik.

Ia dan lelaki itu ingin gadis kecilnya memiliki kelebihan yang banyak agar menjadi percaya diri.

Dan, memang benar. Gadis kecilnya itu pandai menyanyi, pandai menari, pandai memainkan alat musik, dan banyak hal lainnya lagi.

Mereka berdua berniat melakukan face off kelak saat gadis kecilnya itu dewasa.

Lelaki itu menikahinya dan akan bercerai bila suaminya terdahulu terbangun dari koma.

*

2. BINTANG SIANG HARI (not a night star)

Suatu sore, gadis kecilnya meminta ibunya melanjutkan cerita tentang Ursula. Ibunya senang gadis kecilnya tak memikirkan julukan lady frankenstein dari temannya yang suka mengganggunya. Nyatanya memang tak semua temannya mengganggunya dan selalu ada yang baik di antara yang kurang baik. Maka ibunya malanjutkan ceritanya.

Bersambung....

PARIWARA SEBENTAR SAJA

(musik)

Saya pakai pasta gigi pepsodent, pakai sikat gigi ciptadent, kadang-kadang pakai pasta gigi close-up.

Saya pakai apa saja.

Saya pakai sampo lifebuoy, cuma gope.

Kadang-kadang pakai clear.

(musik)

Iklan berikutnya.

Pakai apa saja. Sesuai keuangan anda!

Terima kasih!

(musik)

CERITA LANJUT KEMBALI

 

Setahun sepeninggalnya Ursula, kabar buruk sampai di telinga raja yang baru. Banyak laporan kasus kematian hewan tunggangan dan ternak yang setiap harinya terus meningkat sejak empat bulan yang lalu. Dari mulut ke mulut santer rakyat memperbincangkan semua itu dan menghubungkannya dengan kutukan Tuhan atas meninggalnya raja terdahulu. Ursula.

Sang raja baru itu memerintahkan penangkapan terhadap siapa-siapa saja yang berani menghinanya setelahnya mendapat laporan itu dan memberikan hukuman mati. Rakyat akhirnya takut untuk bicara. Ternyata raja tidak suka dianggap raja yang mendapat kutukan Tuhan. Kemudian raja menghadiahi pelapor dengan emas dan perak. Siapapun yang berani menghina akan dianggap memberontak kerajaan. Kebanyakan yang dihukum mati dari kalangan pendukung raja terdahulu. Ursula.

Sebenarnya tetap saja rakyat percaya bahwa raja terdahulu mati dibunuh dan raja baru adalah pelakunya dan ia mendapat kutukan. Bila bukan kutukan dari Tuhan maka itu kutukan dari raja Ursula.

 

 

 

Dua tahun sebelumnya, rakyat serta para prajurit menyaksikan keajaiban itu dengan mata kepala mereka sendiri; semua percaya Ursula benar-benar diberkahi atau diberkati dan sangat hebat luar biasa. Mereka mengira Ursula mendatangkan batu-batu api dari langit yang jatuh tepat menimpa kerumunan pasukan musuh yang jumlahnya puluhan ribu. Ketakutan rakyat dan para prajurit yang jumlahnya ribuan saja itu hilang setelahnya batu-batu api itu tak mengenai mereka. Semua bersorak-sorai. Bahagia dan gembira. Ursula setengah tak percaya. Ia segera mengucap syukur. Bila takabbur, namanya bukan Ursula.

Batu-batu api itu melesat turun dengan ekor yang panjang dan jatuh berdebum menyisakan tiga lubang kawah besar. Sisa pasukan musuh mundur seketika setelahnya. Raja dan rakyat serta prajurit ursula mengucap syukur kepada Tuhan terhindar dari petaka perang yang sanggup melumat habis sampai binasa tak tersisa. Hidup raja Ursula!

Enam bulan kemudian terlihat batu-batu api jatuh lagi menyisakan tiga lubang kawah kecil, dua lubang kawah sedang dan satu lubang kawah besar. Itu membakar separuh hutan lindung tempat berburu dan membunuh banyak hewan buruan. Untuk menenangkan rakyat disebarkanlah berita bahwa raja sedang latihan menurunkan batu-batu api dari langit agar tak ada yang berani menyerang kerajaan rakyat Ursula. Hidup raja Ursula!

Sebulan setelahnya muncul bintang siang hari.

Titik cahaya itu dianggap sebagai tanda dari Tuhan atas diberkahinya atau diberkatinya raja Ursula beserta seluruh penghuni kerajaannya. Tuhan merestui rakyat jelata menjadi raja. Hidup raja Ursula!

Hal yang demikian itu membuat iri keluarga kerajaan terdahulu. Seharusnya mereka yang dielu-elukan dan menjadi pahlawan kerajaan, pikir mereka. Lalu mereka merencanakan pembunuhan dan berhasil17 bulan kemudian setelahnya rencana jahat mereka itu bulatkan dan mereka kerjakan dengan sangat hati-hati agar rakyat tidak curiga. Beristirahatlah dengan tenang, hidup raja Ursula!

Bintang siang hari semakin terlihat lebih besar setahun setelahnya kematian Ursula disebarkan. Setahun kemudian muncul pemberontakan demi pemberontakan dan setahun setelahnya kerajaan pulau tersebut terbelah dua menjadi kerajaan Ur dan kerajaan Sula di pulau Ursula.

Setahun kemudian dua kerajaan baru itu tak lagi memikirkan kerajaannya dan siapa yang akan menjadi rajanya, kelak. Telah sampai terdengar samar-samar dari jauh tentang turunnya batu-batu api dari langit di negeri lain. Lebih banyak. Menimbulkan tsunami, membelah pulau besar, menenggelamkan pulau kecil, memotong puncak gunung-gunung tinggi. Tak hanya itu dan itu terjadi di banyak negeri. Mereka mengetahuinya dari delegasi-delegasi kapal dagang mereka yang lebih dari separuhnya tak kembali. Orang-orang yang kembali itu menceritakan ketakutan-ketakutan yang mencekam. Berita kematian yang bukan hanya hewan tunggangan dan ternak; mayat-mayat manusia bergelimpangan, jasad-jasad berjatuhan dan nyawa-nyawa banyak melayang tanpa berperang. Damai dan tenanglah raja Ursula. Hidup raja Ursula!

Dua kerajaan itu jumlah hewannya semakin berkurang terus menyusut seiring berjalannya waktu. Tetanaman mulai mengering hingga mereka kekurangan bahan pangan hingga menderita bencana kelaparan. Meski begitu, sebagiannya tetap menjualnya ke negeri-negeri lain dengan harga tinggi serta tega membiarkan yang tak berharta mati kelaparan di negerinya sendiri. Tahun demi tahun berjalan dan mereka masih belum sadar di dunia mereka itu sedang terjadi sesuatu sepeninggalnya raja Ursula.

Bintang siang hari semakin besar saja menjadi seperti ada dua matahari di siang hari sedang satunya terlihat tak begitu terang dan lebih kecil. Saat malam terlihat lebih terang dari bulan hingga malam tak seperti malam. Dua kerajaan itu tak ada aktifitas. Banyak rakyat mati kurang makan, sakit tidak jelas. Bangkai-bangkai hewan dan manusia bertumpuk-tumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap. Sangat menusuk hidung dan menyebar ke sepenjuru arah mata angin. Damai dan tenanglah raja Ursula. Hidup raja Ursula!

Sama pula pada keluarga bangsawan kaya dan keluarga kerajaan yang bagai menunggu mati tanpa bisa berbuat apa-apa, tanpa mengerti apa sebetulnya yang sedang terjadi. Hidup raja Ursula!

Beberapa diantara mereka ada yang masih bisa tegak berdiri menengadah ke langit melihat silau ledakan besar di langit kala itu. Kala itu bintang siang hari meledak. Terasa benar hempasan udara menghentak, menggetarkan tanah, menghancurkan bangunan, meruntuhkan menara-menara. Tentu saja melempar beberapa orang yang berdiri itu. Tentu saja mereka mati. Terkecuali yang dibawah tanah dan di gua-gua. Mereka berhasil selamat dan hidup terkepung kabut debu awan yang menutupi sepenjuru langit. Hidup tanpa cahaya dalam kegelapan. Sangat lama. Hidup raja Ursula!

Lama kemudian langit kembali cerah sesudah muramnya. Awan-awan kabut debu langit membuka warna. Bintang siang hari sudah hilang tak terlihat. Dan, cahaya matahari perlahan menembus celah-celah awan yang semakin menipis memperlihatkan alam bawah dunia yang begitu rusak. Tak terlihat ada kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan. Air ada. Dan air sudah berubah warna. Mungkin banyak ikan mati. Mungkin semuanya. Itu karena saking pekatnya langit oleh debu langit bercampur awan sisa bintang siang hari yang sudah meledak dan hilang. Bulan yang tadinya terlihat dua saat malam hari menjadi tinggal satu. Dan tak utuh. Bila purnama tampaklah menjadi tak sebulat purnama bulan sempurna. Tak utuh lagi. Dengan pinggiran yang melengkung sedikit tetapi banyak. Lama-lama menjadi bulat lagi dan ada tumbuhan-tumbuhan kecil tetapi bukan tumbuhan. Hidup raja Ursula!

Kemudian hujan turun untuk yang pertama kalinya setelah sangat lama tidak hujan di planet Brumi. Hujan menghidupkan Brumi yang mati. Setelahnya lama-lama ada tumbuhan, ada hewan pula, dan lama-lama ada mahluk seperti manusia dan bukan manusia. Manusia yang berbeda. Semuanya menjadi berbeda. Tumbuhan kecil berkembang lalu menjadi pohon kecil dan sedang lalu besar. Kokoh. Tak ada pohon yang dicipta langsung besar. Pun manusia sama begitu adanya. Hidup Ursula!

Dan entah kenapa bintang siang hari itu meledak di angkasa sebelum menghantam Brumi. Tak tahu jawabnya. Mungkin jawabannya karena penulisnya ingin menulisnya begitu. Sepertinya memang begitu. Itu saja. Dan ceritanya masih terus berlanjut.

 

 

"Wah, cerita yang bagus. Siapa penulisnya, bu?" Tanya gadis kecilnya.

"Ayahmu." Jawab sang ibu.

"Ayah yang mana, yang di rumahsakit atau di rumah?" Bertanya lagi gadis kecilnya.

"Yang di rumahsakit. Ayahmu menulisnya sebelum kecelakaan. Empat tahun yang lalu." Jawab ibunya.

"Penabraknya jahat. Ayah menjadi hanya tidur saja di rumahsakit dan tidak bangun-bangun dan tidak bisa menyelesaikan ceritanya. Lalu selalu saja orang jahat itu ibu bilang orang baik. Ibu selalu merahasiakannya dariku. Orang itu juga yang membuat wajahku tidak cantik seperti ibu." Kata gadis kecilnya menangis sedikit tetapi banyak.

"Kau cantik, sayang. Sangat cantik." Kata sang ibu sembari memeluk gadis kecilnya.

Lalu,sang ayah yang sedari awal menguping pembicaraan mereka masuk ke kamar dan ikut memeluknya. Dengan sangat erat.

 

 

3. BEBEK 37 (37 ducks)

"Ibu, temanku mengganggu lagi dan lagi." Kata gadis kecil itu.

"Kau tersenyum menyikapi sikap buruknya?" Tanya ibunya.

"Tidak. Maksudku, iya. Aku tersenyum." Kata gadis kecilnya itu.

"Bayangkan kau seorang peternak bebek, kau membawa 37 ekor bebek potong dan disana dihitung 30 ekor. Saat kau tanyakan mereka menjawab salah komunikasi. Apa yang kau rasakan?" Kata ibunya.

"Marah." Kata gadis kecil itu.

"Apa yang ingin kau lakukan saat kau marah?" Tanya ibunya.

"Aku ingin memukulnya, bu." Jawabnya.

"Apa lagi?" Tanya ibunya lagi.

"Aku ingin mencelakainya, bu. Aku tidak suka dibodohi. Aku sangat marah, bu." Jawabnya lagi.

"Kalau kau sangat marah, apa lagi yang akan kau lakukan?" Tanya ibunya lagi.

"Aku ingin membuatnya pergi dari dunia ini!" Jawabnya.

"Benarkah?" Tanya ibunya lagi.

"Aku tidak suka penipu. Penipu adalah orang jahat. Sangat jahat." Kata gadis kecilnya.

"Ketika kau melakukan semua keburukan itu lantas kau tidak merasa menjadi sangat jahat?" Tanya ibunya lagi.

"Oh, jadi tidak boleh." Kata gadis kecilnya.

"Kau seharusnya memaafkan kesalahan mereka itu. Begitulah sepatutnya, kau maafkan saja teman yang suka mengganggumu itu." Kata ibunya menegaskan.

"Aku tidak bisa memaafkan penipu yang jahat, bu." Kata gadis kecilnya.

"Harus. Itu infaq yang banyak melebihi nominal uang. Sodaqoh terbaik. Kau biasanya berapa?" Tanya ibunya.

"Seribu, dua ribu, lima ribu." Jawabnya.

"Bayangkan kau mencelakai temanmu, temanmu masuk rumah sakit, lalu cacat dan menderita seumur hidup. Berapa biaya rumah sakit untuk mengobati temanmu?" Tanya ibunya lagi.

"Sejuta, mungkin sepuluh juta, mungkin semiliar." Jawabnya.

"Bila kau tak mencelakainya dan memaafkannya, berapa yang kau berikan?" Tanya ibunya.

"Buanyak buangeeeeeet." Katanya gembira dan ibunya ikut gembira.

"Infaqmu banyak sekali, bukan? Maka banyak-banyaklah memaafkan kesalahan orang, ya?" Tanya ibunya dan gadis kecilnya mengangguk.

"Ibu, kenapa yang tujuh ekor tidak dihitung oleh tukang bebek potong itu?" Tanya gadis kecilnya.

"Hanya tukang bebek potong itu yang tahu. Dan Allah SWT." Jawab ibunya.

Bersambung.....

PARIWARA SEBENTAR SAJA

(musik)

Saya minum kopi kapal api. Saya minum kopi abc juga. Saya minum kopi goodday juga.

Kadang-kadang minum kopi abc plus, cuma gope.

(musik)

Iklan berikutnya

(musik)

Minum kopi apa saja. Saya begitu! Kalian, terserah kalian sesuai keuangan kalian semua.

(musik)

Kadang-kadang saya ngutang. Kalian jangan!

Terima kasih!!!

CERITA LANJUT KEMBALI

 

Seorang ibu muda dan gadis kecilnya yang anggun kemudian berpelukan. Ibunya mengajak gadis kecilnya ke tempat rias lalu meriasnya dengan indah. Tentu saja jahitan panjang-pendek di beberapa bagian wajahnya masih tampak. Tapi gadis kecilnya tampak lebih anggun setelahnya. Ia kemudian mengajak gadis kecilnya ke tempat saudari kembarnya. Di pemakaman umum setempat yang agak jauh dari rumahnya. Saudari kembarnya meninggal saat kecelakaan terjadi.


4. RUANG HAMPA

Perempuan tua dan perempuan muda duduk berhadapan. Tak saling menatap. Si perempuan muda tak berani menatap wajah peerempuan tua di hadapannya itu. Sedikit menyeramkan bila tak ingin dibilang menakutkan. Perempuan itu memasang wajah murka.

Perempuan muda itu tetap menundukkan wajahnya saat ia bicara dengan terbata.

"Maaf, bukan maksudku membuatmu marah. Aku dan suamiku akan pergi ke luar kota. Besok aku tak bisa menemanimu di rumahsakit." Kata perempuan muda itu.

"Kalau aku bilang kau tak boleh pergi maka kau harus tidak pergi. Dan ikut bersamaku!" Kata perempuan itu.

"Tapi...."

"Tidak ada kata tapi!"

Perempuan tua itu berdiri dari duduknya dan semakin meninggi saja amarahnya.

"Aku sudah mengijinkanmu menikah dengannya! Padahal aku tidak suka! Aku sudah cukup baik padamu! Kau, mengiba. Kau bilang itu sementara saja. Kau menikah siri, itu sudah cukup. Cukup! Aku tidak suka kalau kau ternyata benar-benar ingin pergi dari kehidupan anakku untuk melanjutkan hidup bersama orang yang sudah membuat hidup anakku menderita! Anakku masih hidup! Dia koma! karena suamimu!" Kata perempuan tua itu sembari menunjuk-nunjuk ke arah muka perempuan muda itu.

"Hanya beberapa hari saja, ibu. Aku tidak berniat untuk pergi selamanya." Kata perempuan muda itu. Ia menangis tersedu.

"Aku bukan orang yang melahirkanmu!" Kata perempuan tua itu semakin tinggi lagi amarahnya.

"Maaf, ibu mertua." Kata perempuan muda itu sambil menangis tertunduk.

"Aku bukan ibu mertuamu!" Kata perempuan tua itu semakin tinggi lagi amarahnya dan melemparkan pot kecil hiasan bunga di meja ke arah perempuan muda itu.

"Aku datang kesini untuk minta izin bukan untuk dimarahi, nyonya." Kata perempuan muda itu. Airmatanya tak berhenti turun membasahi pipinya.

"Jangan panggil begitu! Aku ini sahabat ibumu! Almarhumah ibumu! Aku tidak mengizinkanmu pergi dengan lelaki yang sok baik itu!!! Mengerti!!!" Kata perempuan tua itu.

"Ya, baiklah. Aku tidak jadi pergi." Kata perempuan muda itu mengangguk perlahan.

"Bulan tinggalkan bersamaku! kau besok datang kesini dan minta izin suamimu!" Kata perempuan itu pada perempuan muda itu.

Perempuan muda itu berjalan pelan dengan lemah. Ia pergi ke luar rumah dan mengeluarkan Lady frankenstein dari mobilnya menyerahkannya pada nenek gadis kecilnya itu. Ia terus menangis sampai dirumahnya dan menyembunyikan apa yang terjadi di rumah neneknya lady frankesnstrein kepada suaminya. Ia tak tahu harus bilang apa untuk menolak ajakan suaminya pergi ke luar kota.

Bersambung....

PARIWARA SEBENTAR SAJA

Jual telur bebek..

jual ayam jasper....

jual pisang... kalau lagi ada yang mateng...

jual apa aja yang kira-kira sudah mateng... eh... salah.... sudah cukup tua... seperti singkong....

jual telur bebek...

jual telur bebek.... jual telur bebek....

bapak saya punya bebek petelur sedikit ada 150 mungkin atau kurang dari itu...

jual telur bebek....

tebak sendiri sehari punya telur bebek berapa????

kira-kira itu bebek bertelur berapa???

CERITA LANJUT KEMBALI

Suami sirinya Langit ingin Langit membatalkan perjalanannya ke luar kota dan Langit langsung marah dan bergegas pergi ke rumah neneknya Bulan.

Istri sirinya terlihat gusar tapi juga tak bisa melarangnya pergi.

5. FACE TO FACE

Kakeknya Bulan menyambut di ruang tamu dan suami siri ibunya Bulan tak melihat neneknya Bulan. Ia langsung duduk sebelum dipersilahkan duduk. Dan ia langsung bicara.

"Aku ingin menghentikan pembiayaan rumahsakit. Sudah empat tahun lebih. Aku bukan orang yang sangat kaya hingga bisa terus-terusan menyisihkan uangku untuk biaya perawatan putramu." Katanya tegas dan terarah ke poin pembicaraan.

"Kau itu siapa? Aku bisa membiayai perawatan putraku hingga lima tahun kedepan." Kata kakeknya Bulan.

"Baguslah kalau begitu." Jawabnya.

"Akan kukembalikan semua uangmu yang kau keluarkan selama empat tahun lebih itu." Kata kakeknya Bulan setengah marah.

"Tidak perlu. Aku ikhlas." Katanya tegas.

"Akan kukembalikan dan aku akan menuntutmu sebagai pembunuh cucuku. Aku bisa melakukan itu. Jika tidak berhasil di pengadilan, Aku punya pengadilan jalanan. Kau akan mati! Dasar pembunuh tidak tahu diri!" Kata kakeknya Bulan. Matanya melotot tajam seperti elang yang hendak memangsa buruannya.

"Tua gila! Kau benar-benar gila! Aku tidak takut! Aku tidak membunuh siapapun! Kau pikir aku tidak menderita?! Aku kehilangan istriku juga di kecelakaan itu! Kau mau bilang aku membunuh istriku juga, hah!!" Ia balas memarahi. Ia tahu itu tidak sopan tetapi ia terbawa emosi.

"Aku harus melanjutkan hidupku. Semua orang mengalami hal buruk dan kau adalah orang terburuk yang menyikapi persoalan begini dengan sangat buruk." Katanya lagi sembari menurunkan nada bicaranya.

"Owh, begitu. Kau ingin membunuh putraku dan mengambil istrinya?" Kata kakek Bulan sambil tertawa sinis menghinakan.

"Itu bukan salahku. Aku juga disini korban. Kau harus tahu aku tidak bersalah. Aku menghindari benda bulat telur biru sebesar rumah boneka yang tiba-tiba saja muncul di tengah jalan. Benda yang katanya orang tidak pernah  berpindah dari tempatnya di taman perumahan menantumu. Aku tahu apa yang kulihat. Aku heran orang-orang tidak percaya dan menuduhku mabuk berat. Kau pikir hanya kau saja yang memiliki kebohongan besar tentang Bintang. Semua orang tahu Bintang berasal dari benda bulat telur biru yang berada di taman perumahan itu. Semua orang menutupinya agar tidak terdengar sampai ke pemerintahan pusat bahwa kalian semua menyembunyikan alien dan membesarkan alien itu. Bintang bukan dari planet bumi, kan?!" Katanya panjang lebar.

"Kalau kau bukan putra dari orang nomer satu di negeri ini, kau sudah mati dari dulu!" Katanya kakek Bulan.

"Dan kau tidak merasa berdosa membunuh seseorang yang juga adalah putra dari ibunya, adik dari kakaknya, saudara dari saudaranya?! Berapa banyak orang yang sudah kau bunuh, gangster tua!!" Katanya suami siri ibunya Bulan.

"Aku membunuh orang-orang yang harus dibunuh. Penjahat yang benar-benar penjahat. Kau pikir kau tahu segalanya, anak muda?!" Kata kakeknya Bulan.

"Bintang akan menjadi istriku yang sah secara hukum. Aku akan pastikan itu. Rahasiamu dan rahasia kita semua aman. Ayahku dan pemerintah tidak akan tahu menahu. Pastikan pemilihan periode mendatang ayahklu yang menang. Atau, rahasia kita tinggal rahasia." Katanya mengancam sedikit.

"Bintang itu seorang remaja 12 tahun. Sampai kapanpun ia 12 tahun meskipun terus bertambah usia. Jiwanya itu remaja usia 12 tahun. Kau harus pandai menjaganya." Kata kakeknya Bulan.

"Aku ingin membawa Bulan pulang." Kata suami siri Bintang.

"Besok, biarkan dia bersama neneknya saat ini." Kata kakeknya Bulan.

"Oke." Kata ayah sambungnya Bulan.

Kakek Bulan mengantar ayah sambung Bulan dan sebelum memasuki mobilnya kakeknya Bulan meminta satu hal.

"Boleh aku meludahimu?" Kata kakeknya Bulan.

Ayah sambung Bulan mengangguk dan memejamkan mata.

Kakek bulan memukul wajahnya dengan keras. Sangat keras.

"Kau pikir aku orang rendahan yang suka meludahi orang, hah!" Kata kakeknya Bulan lalu pergi masuk ke rumah. Lalu keluar lagi membawa senapan laras panjang dan menembakkan ke arah kaca mobil hingga pecah berantakan.

"Pergilah dan berhati-hatilah." Katanya kakek Bulan dan ayah sambung Bulan pergi dengan hidung berdarah tetapi tanpa rasa takut. Setelahnya di luar rumah ia menghentikan mobil tak jauh dari pintu gerbang. Ia mengeluarkan sesuatu dari bagasi dan mengarahkanya ke pintu gerbang. RPG.

DHUARR DHUENG DHEUMMM!!

Pintu gerbang hancur dan ayah sambung Bulan menancap gas menjauhi rumah kakeknya Bulan.

Sementara itu di dalam kamar Bulan, Bulan bertanya kepada neneknya perihal suara ledakan itu.

"Suara apa itu, nenek?"

Neneknya menjawab sambil tersenyum: "Kakekmu seperti anak-anak, kakekmu sedang main petasan jumbo."

*

6. GOLDEN EGG

Langit menancap gas. Ia tahu ia tidak akan diikuti. Ia sampai di rumah dan Bintang menyambutnya dengan penuh kebingungan. Langit menghubungi kakaknya, Bumi, ia meminta maaf pada kakaknya tentang pembatalan acara pertemuannya dengan kakaknya itu. Ia bermaksud mengajak Bintang dan Bulan ke luar kota untuk mengenalkannya pada Kakaknya. Tetapi semua rencananya batal dan menjadi bermain adu petasan bersama kakeknya Bulan.

Bersambung.....

 

 

Tiga hari sebelumnya.

Bulan mengajak ibunya ke taman perumahan dimana di situ terdapat benda bulat telur berwarna biru sebesar rumah boneka yang terbang melayang mengambang di udara. Benda itu seperti dari besi tetapi bukan besi.

"Ibu, aku sering bertanya-tanya kenapa benda itu ada di sini. Dan aku baru sekarang berani bertanya tentang itu pada ibu. Guruku saja di sekolah tidak tahu." Kata Bulan.

"Tidak ada yang tahu sama sekali. Semua orang bingung. Benda itu semenjak datangnya sampai kini tak pernah berpindah tempat. Tak pernah bergerak. Dulu, disini bukan taman. Dulu disini ladang jagung almarhumah nenek. Banyak yang datang untuk meneliti tetapi tidak ada yang tahu. Tidak ada yang keluar-masuk ke benda itu. Ada dari pihak militer juga. Mereka membom, menembaki namun tetap tak bergeming. Tidak lecet. Ada juga anak nakal yang mencorat-coret tetapi tidak menempel, melempari telur juga tidak berbekas noda. Tetap saja kinclong seperti ini. Makanya, semua yakin UFO itu tidak berbahaya. Banyak orang berdatangan dan tempat ini jadi tempat wisata. Tapi hanya sebentar saja. Orang bosan sebab benda ini tidak bergerak dan diam saja mengambang melayang di udara. Lalu dibangun perumahan disini oleh pengembang dan tentu saja nenekmu jadi banyak uang dan hidup berkecukupan." Kata Bintang.

"Aku ingin tahu lebih, suatu saat nanti aku kalau sudah besar akan menguak misteri benda ini. Aku akan masuk kedalam dan mengetahui apa yang ada di dalamnya, ibu." Kata Bulan tersenyum lebar dan Bintang tersenyum lebar juga.

"Makanya, pandai-pandailah jadi murid yang sangat pandai. Rajin belajar dan kalahkan semua ilmuwan yang tidak tahu itu apa, sayang." Kata Bintang tertawa.

"Ibu, kenapa ada tulisan gold egg dibawahnya. Bukankah warnanya biru. Biru langit?!" Tanya Bulan.

"Dulu ditulis begitu dan itu sampai sekarang begitu. Maksudnya golden egg seperti dongeng telur emas angsa dan raksasa di negeri awan." Kata Bintang.

"Aku ingin ibu menceritakannya nanti malam. Ya, bu?" Kata Bulan.

"Iya." Jawabnya dengan senyum terkembang.

 

 

24 tahun yang lalu....

Seorang perempuan dan suaminya menghampiri sesuatu di ladang jagungnya. Ada benda bulat telur berwarna biru sebesar rumah boneka melayang mengambang di udara dan banyak sisa-sisa api membakar sekelilingnya. Suara dentuman terdengar tidak terlalu kencang. Hanya suara peperti petasan besar yang membuat pekak telinga.

Tak jauh dari benda itu ada keranjang bayi berisi bayi perempuan yang kemudian mereka sembunyikan dari publik. Rahasia itu mereka bagi bersama sahabatnya. Sebelumnya mereka mengira itu bagai kejadian di film Superman. Ternyata tidak. Jauh dari bayangan yang ada di pikiran. Bintang tak bisa terbang, tidak kuat dan anti peluru. Tidak mempunyai kekuatan super apapun. Manusia biasa.

Begitulah misteri. Misteri adalah misteri yang sangat sulit diungkap sebab misteri adalah misteri yang tak tahu jawabnya.

Setidaknya untuk sementara.

Bersambung....

7. MIMPI LANGIT

Setibanya di rumah, Bintang tak banyak mempertanyakan apa yang sudah terjadi di rumah kakeknya Bulan. Langit juga tak mengatakan apapun mengenai hidungnya yang berdarah dan kaca mobilnya yang pecah. Langit meminta Bintang masuk ke kamar dan istirahat. Langit tidur di sofa di belakang rumah dekat kebun sambil menatap langit malam yang bertabur bintang.

Tak terasa lelap pula ia dalam tidur dan bermimpi. Dalam mimpinya ia seperti terbang ke tempat-tempat aneh sekejap berpindah bagai dalam lorong waktu. Lalu, ia mendapati suatu yang aneh di pinggiran tempat sampah di suatu gang sempit. Ada orang lalu-lalang dan melihat ke arah pinggiran tempat sampah kotor bau itu. Ada sebuah keranjang bayi. Dan orang-orang hanya memperhatikan saja sambil lalu. Mungkin menunggu bagian dinas sosial datang atau dari kepolisian. Sudah menjadi hal lumrah seorang bayi tak dikenal berada di pojok-pojok tempat yang bukan tempat seharusnya, sepertinya.

Langit seperti terbang melayang lalu ia mendengar omongan orang sayup-sayup samar menggema tak jelas. Suara orang membicarakan bayi itu. Bayi hasil hubungan gelap pejabat, mungkin. Bayi dari bintang porno, mungkin. Bayi dari remaja nakal yang melakukan seks bebas, mungkin. Dan lain-lain.

Langit lalu seperti melihat sesuatu samar-samar seperti bulat telur sebesar rumah boneka mendekati keranjang bayi itu saat gelap, kala malam, dimana tiada satupun orang yang mau mengambil bayi kecil malang yang cantik itu. Kiranya sudah tak menangis lagi ia dan kulit wajahnya agak membiru dan ada beberapa semut yang menggerumutinya. Dan, benda bulat telur itu mendekati keranjang semakin dekat perlahan-lahan mendekati bayi itu. Dan, seperti mengeluarkan cahaya hingga semut-semut itu lama-lama menghilang dan keranjang bayi itu pun menghilang bersama hilangnya bulat telur itu.

Langit kemudian terbangun dari tidurnya tanpa mengerti apa maksud dari mimpinya itu.

Bersambung...

Saat memandangi langit malam yang bertabur bintang tiba-tiba Langit dikejutkan suara dering ponselnya. Bumi, kakaknya mengabarkan berita yang cukup mengagetkan. Wajah Langit seketika berubah. Ia kemudian berlari ke dalam dan menyalakan televisi. Berita kecelakaan pesawat di bandara sedang berlangsung dan itu adalah pesawat yang tadinya hendak ditumpangi mereka. Ia segera memanggil Bntang dengan berteriak. Bintang terbangun lalu keluar dari kamarnya dan duduk berdua menonton berita.

Tidak ada televisi di kamar.

Tak berapa lama, ponsel Bintang berdering dan ia menerima telepon neneknya Bulan. Cukup lama bercakap lalu ia memberikan ponselnya ke Langit.

"Kau, berhutang nyawa padaku! Hampir-hampir saja kau merenggut nyawa cucuku dan ibunya!"

 

8. SI MERAH YANG MARAH

Beberapa waktu sebelum kecelakaan kala pesawat itu masih mengudara. Tampak di dalam pesawat ada tiga bangku kosong kursi penumpang. Semua penumpang terlihat biasa-biasa saja hingga ada sesuatu yang tak biasa mereka lihat berada di samping kiri sayap pesawat. Ada UFO telur merah. Tadinya mereka berpikir itu adalah si UFO telur biru langit yang berada di taman perumahan ibunya Bulan. UFO yang sudah lama menjadi ikon kota mereka. Ternyata lain UFO. Mereka tampak senang dan mengira itu teman UFO biru langit. Sejenak saja kegaduhan itu dan membuat pilot menghubungi pihak terkait melalui radio komunikasi.

Pesan diterima dan jawaban dari pesan adalah dengan dikirimkannya dua pesawat militer untuk pengawalan guna mencegah hal-hal yang tak diharapkan. Semua terkendali. Kondisi aman-aman saja. Ufo telur merah bergerak mendekati kaca jendela penumpang dan perlahan bergerak menuju samping kanan sayap pesawat. Pesawat militer cukup gesit mengikutinya.

 Lampu penerang bandara tampak dari kejauhan semakin dekat dan semakin dekat. Tampak dibawah ada kerumunan orang dari media lokal dan asing yang berbeda-beda menanti dengan tegang. Ada juga sekelompok polisi berjaga. Ada pula dari militer lengkap dengan kendaraan militernya. Maklum saja, sebab UFO telur merah ini tak seperti UFO telur biru langit yang hanya diam saja tak pernah bergerak kemana-mana. Tak pernah diketahui ada yang masuk-keluar darinya.

Ban roda pesawat sedikit-sedikit keluar dari tempat diamnya diikuti ban roda pesawat bagian belakang. Pesawat siap-siap melakukan pendaratan.

Tiba-tiba UFO telur merah bergerak menjauh dari pesawat dan diikuti dengan sigap dua pesawat militer yang mengawal. Lalu , melesat bergerak menukik sembari memutar bak gasing dengan sangat cepat dan menabrak pesawat berisi penumpang itu hingga meledak saat hendak melakukan pendaratan. Lalu terbang ke arah dua pesawat militer menabraknya hingga meledak hancur di udara dan jatuh berkeping-keping. Tak luput kendaraan militer di darat di aspal bandara ikut dihancurkan. Serentetan tembakan tak berarti tak bisa menghentikan UFO telur merah itu dan semua pesawat di bandara aknhirnya hancur total. Tak ada yang tahu pasti penyebab UFO telur merah itu marah.

Orang-orang berteriak panik ketakutan. Semua militer diarahkan ke bandara.

UFO telur merah kemudian diam dua meter di atas tanah dan berhenti berputar. Tembakan demi tembakan rudal mengenainya dan UFO telur merah itu tetap diam utuh tak lecet sedikitpun. Ia akhirnya bersikap sama seperti UFO telur biru langit yang diam. Hanya diam. Tembakan demi tembakan terus berlangsung.

Bersambung...

 

9. BULAN TAK BICARA

"Kau, berhutang nyawa padaku! Hampir-hampir saja kau merenggut nyawa cucuku dan ibunya!" Kata neneknya Bulan dan langsung mematikan ponselnya untuk fokus pada berita di televisi.

Tiba-tiba ia mendengar suara jeritan dari kamar Bulan. Sangat kencang dan membuat kakek-neneknya ketakutan dan bergegas berlari ke kamar Bulan. Kakeknya mengetuk pintu dan membuka pintu kemudian. Tidak dikunci sebetulnya tetapi karena panik jadi kakeknya mengetuk pintu kamar dahulu.

Bulan memperlihatkan wajah pucat seperti seseorang yang habis bermimpi buruk yang sangat menakutkan. Neneknya membopongnya keluar kamar dan kakenya mengambilkan air minum. Bulan masih tampak pucat. Ditanya apapun tak menjawab. Kakek-neneknya kebingungan dan mematikan televisi. Anak kecil tak baik melihat berita yang bukan urusan anak kecil. Neneknya menghubungi kembali Bintang, ibunya Bulan, mengabarkan keadaan cucunya yang pucat dengan tatapan kosong dan enggan bicara.

Bintang memberitahu bahwa keadaan di perumahannya sedang kacau. Banyak orang melampiaskan amarahnya di taman perumahan dan banyak berdatangan polisi dan tentara. Semua orang dihalau menjauhi UFO telur biru langit yang berpuluh tahun diam di tempatnya. Bintang dan Langit tak dapat keluar rumah saat itu juga.

Langit dihubungi ayahnya untuk kembali ke ibu kota sedang Bumi, kakaknya, sudah sedang dalam perjalanan. Ayahnya Langit yang tak lain adalah seorang presiden mengirimkan helikopter penjemput. Langit menolak. Ia cukup aman dan baik-baik saja. Sebenarnya ia setengah memaksa dan meyakinkan benar-benar bahwa ia tidak perlu helikopter. Sebetulnya ia ingin menemani Bintang ke rumah neneknya Bulan saat situasi kembali kondusif.

Warga perumahan yang marah yang beberapa diantaranya ada dari pihak keluarga penumpang pesawat yang hancur meledak merusak papan tulisan berlampu "Gold Egg" dan menggantinya dengan tulisan "Blood Egg" menggunakan cat semprot pilok. Ada juga yang menuliskan "Bleeding Egg" di tembok-tembok taman. Ada juga yang menuliskan "Bloody Egg". Hingga datangnya polisi dan tentara yang semakin banyak pun tetap tak meredakan amarah warga keluarga korban yang melempari UFO telur biru langit yang tetap diam dan hanya diam.

Langit dan Bintang akhirnya bisa pergi ke rumah kakek-neneknya Bulan. Kondisi Bulan masih saja dengan tatapan kosong dan wajah pucat seperti mayat dan tidak mau makan maupun minum. Tak bicara. Itu cukup membingungkan dan membuat seisi rumah setiap hari menangis selama tujuh hari. Untungnya dua hari kebelakang Bulan sudah mau makan dan minum. Bulan sakit dan sangat lemah namun ia semakin hari semakin membaik dan sehat kembali meskipun tetap tak bicara sepatah kata pun.


10. MIMPI BURUK ITU...

Langit melihat ayahnya di televisi sedang membicarakan kejadian di Bandara. Bekas bandara.

Bandara sudah hancur. Sangat rusak. Dan UFO telur merah tetap di tempatnya di tengah-tengah bekas senjata apapun dan kendaraan militer apapun yang sudah dihancurkannya. Seperti berada di tengah sisa-sisa medan pertempuran sebetulnya. UFO telur merah tak membalas dan diam saja sehingga situasi dianggap aman. Sementara atau selamanya tentu saja tidak diketahui.

"Ayahmu sibuk, ya?" Kata Bintang bertanya pada Langit.

Kakek-nenek Bulan sedang ke rumahsakit menjenguk ayah Bulan yang koma. Langit mematikan televisi.

"Pak Handoko. Orang nomer satu di negeri ini. Ditertawakan dunia. Terlihat seperti orang bodoh yang tidak tahu harus berbuat apa!" Kata Langit marah-marah.

Tiba-tiba terdengar suara Bulan memanggil ibunya sambil menangis. Itu kata pertama setelah beberapa hari lamanya Bulan tak bicara setelahnya terbangun dari mimpi buruknya.

Bintang berlari bergegas menghampiri Bulan dan memeluknya.

Dua jam kemudian tanpa ada Langit, Bulan membicarakan sesuatu dengan ibunya. Bintang meminta Langit keluar dari kamar dan Bulan kemudian mulai menceritakan mimpinya sambil menangis.

Bulan bercerita saat itu ia bermimpi terbang ke langit dan mengejar pesawat yang akan ke luar kota. Bulan kemudian duduk di sayap kiri pesawat dengan senang dan bahagia. Lalu tiba-tiba ada dua pesawat tempur datang dan itu membuat takut dirinya hingga ia berpindah ke sayap kanan pesawat. Tetapi diikuti juga. Bulan semakin takut dan terbang menjauhi pesawat dan di kejar juga. Lalu Bulan berteriak ke bawah sambil memejamkan mata dan terdengar suara roda ban pesawat patah dan suara pesawat tergelincir dan menabrak sesuatu dan ada suara ledakan hingga kemudian Bulan membuka mata dan Bulan melihat peluru-peluru dua pesawat tempur menembakinya terus dan Bulan semakin takut dan tak terkendali.

Semua penjuru yang dia lihat hanya lesatan peluru dan rudal yang mengarah ke arahnya tetapi ia tidak bisa menghindar dan memilih diam sambil menangis dan tembakan demi tembakan tiada henti bertubi-tubi menembakinya hingga ia terbangun dari mimpi sambil berteriak menjerit dengan sangat keras. Sangat keras karena ketakutan yang mencekam.

Bersambung...

11. REMAH-REMAH ROTI

Bapak Handoko selaku pemimpin tertinggi negeri mengundurkan diri dari kepemimpinannya. Karena tak sampai habis masa kepemimpinannya, Langit menjadi semakin bingung menghadapi segala persoalan hidupnya. Ia tak mungkin memberi tahu siapapun apa yang ia pernah dengar di balik pintu kamar Bulan saat Bulan menceritakan mimpi buruknya itu pada Bintang, ibunya. Pada waktu itu Langit menguping cerita mimpinya Bulan dan menjadi semakin sedih saja tak keruan. Bercampur-aduk perasaan yang tak jelas itu.

Sangat mensuk-nusuk hati apa-apa yang dialami dari semenjak kecelakaan terjadi beberapa tahun lalu yang menyebabkan ayahnya Bulan koma, saudari kembarnya Bulan meninggal, Bulan yang wajahnya tampak penuh jahitan, Bintang yang menjadi seperti remaja usia 12 tahun semenjak kecelakaan. Belum lagi kakek-neneknya Bulan yang sanagat tak menyukainya. Langit tak tahu apa yang akan dilakukannya di esok hari, lusa sampai seterusnya. Dan ia tak mungkin pergi begitu saja.

Bersambung...

Pemimpin baru dipiih. Orang nomer satu menjadi eks nomer satu dan yang tadinya bukan nomer satu menjadi nomer satu. Seorang politikus yang tidak terlalu dikenal dan berpengaruh menggantikan ayahnya Langit. Orang itu tak lebih terkenal dari anaknya yang sang juara tinju dunia. Rama.

Ya, Rama. Sang juara tinju dunia yang menjalin hubungan serius dengan putri dari pelatihnya, Sinta.

Bersambung...

Pengunduran diri itu sebenarnya terkait penolakan presiden untuk menggunakan hulu ledak nuklir dalam penghancuran dua UFO bentuk telur sebesar rumah boneka di dua kota dimana UFO-UFO itu berada. Semua penduduk di dua kota menolak juga namun kota-kota yang lain menginginkan penggunaan bom nuklir.

Rumor lain berkembang juga tentang adanya ketidak-sukaan orang-orang tertentu terhadap diaspora Indonesia yang menjadi presiden di Amerika Serikat. Tetapi rumor itu dapat ditepis sebab penggantinya juga diaspora Indonesia. Namun berbeda suku, Bapak Handoko dari suku Jawa sedang penggantinya dari suku Sunda, bapak Sutarna.

Presiden baru akhirnya menyetujui penggunaan bom nuklir di dua kota dimana UFO-UFO bentuk telur itu berada. Dua kota dikosongkan bertahap tanpa kepanikan berlebihan. Langit dan keluarga Bintang ikut pergi bersama penduduk kota lainnya dengan perasaan sedih tak terkira.

Bersambung...

Dua kota yang dikosongkan itu kemudian menjadi sepi bak kota hantu. Lalu bom nuklir dijatuhkan disaksikan semua orang. Disiarkan oleh seluruh televisi dunia. Dua bom jatuh perlahan tepat mengenai sasaran dan cahaya menyilaukan itu mengingatkan banyak orang pada saat-saat lampau dikala dua kota di Jepang menjadi silau oleh cahaya yang sama pun dengan suara menggelegar yang sama pula.

Ternyata dua UFO itu masih berada di tempatnya di tengah-tengah kehancuran kota yang ditinggalkan. Semua kebingungan.

Akhirnya waktu berlalu dan karena dua UFO itu diam saja tak bergerak. Semua melanjutkan hidup seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

Apa yang terjadi pada Bintang dan Bulan pada saat bom dijatuhkan. Mereka berdua hanya pingsan saja. Dan tak banyak yang tahu.

12. FUSI

Duo UFO mengagetkan publik saat mereka tiba-tiba bergerak bersamaan dan mengarah ke patung Liberty. Patung Liberty hancur dan di puing-puing patung Liberty itu UFO telur biru langit dan merah menjadi satu UFO merah biru langit. Tidak ada yang tahu pasti kenapa. Tetapi hal itu membuat semua kebingungan dan militer terus berjaga-jaga. Anehnya lagi benda UFO itu tak terdeteksi radar. Benda itu diam di bekas patung Liberty. Dan patung dibuat di sebelahnya tak jauh dari tempatnya semula. Karena benda UFO telur merah biru langit itu terlihat sewarna pada tokoh komik Superman maka patung Liberty baru berwarna merah dan biru langit. Tetapi diprotes. Akhirnya di cat warna putih lagi. Lambang kesucian.

Orang-orang seperti tahu bahwa UFO itu hanya bergerak sesukanya saja dan terserah dia saja. Dibom juga percuma. Akhirnya, tahu orang-orang itu bahwa lebih baik mengalah dan berpikir positif. Pembangunan patung Liberty sebentar dan seminggu langsung jadi dan benda UFO itu tetap diam di tempat bekas patung Liberty terdahulu.

Bersambung...

13. DRAMA TIGA BABAK

Seisi gedung riuh rendah oleh tepukan tangan yang semakin membahana. Semua penonton berdiri melakukan standing applaus. Berdiri sambil tepuk tangan. Semuanya menangis, tertawa, merasakan amarah, menahan amarah, merasa gundah, tertawa lagi dan menitikkan airmata bahagia. Dan merasa sedih lagi sampai menangis tersedu pula. Dan tertawa lagi. Tepuk tangan terus menggema seisi ruang.

Para pemain drama panggung musikal "Beautiful Girl" satu per satu keluar dari belakang tirai panggung dengan pencahayaan yang menakjubkan. Kemudian lampu gelap sebentar diikuti lampu sorot mengarah pada sang sutradara panggung. Tampak jelas seorang perempuan anggun nan rupawan berdiri melambai ke arah para penonton yang terus bertepuk tangan dan tak berhenti mengutarakan kekaguman mereka. Lalu lampu sorot berganti memperlihatkan semua pemain yang melambai-lambaikan tangan dan melemparkan kiss kepada penonton.

Drama panggung musikal yang mengagumkan. Masih ada dua babak lagi.

Sutradara itu perempuan anggun yang cantik nan rupawan yang wajah terdahulunya memiliki banyak bekas luka jahitan akibat kecelakaan fatal. Sang angsa itu bernama Bulan.

Bersambung...

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer bayonet
bayonet at ( , )BEAUTIFUL GIRL (14 weeks 1 day ago)

waw panjang bener

Writer nusantara
nusantara at ( , )BEAUTIFUL GIRL (13 weeks 5 days ago)

ini bikinnya dalam gangguan banyak orang yaitu pengamera sembunyi-sembunyi...
sambil dikata-katain sama mereka waktu saya bikin dan waktu saya selesai posting di warnet ndeso...
mereka bergosip soal wabah covid 19 menggunakan cerita negeri Ursula...
mereka bergosip soal telur sebesar rumah boneka itu dihubungkan dengan rumah-rumahan buat kuburan di panembahan, kan di kampung saya ada kuburan tertentu yang dibikin rumah kecil di kuburan itu, trus suka dikasih bakaran itu tuh... yang disebut itu tuh yang kalo dinakar itu timbul bau menyengat... menyan.

mereka juga bergosip soal bandara yang paling kena dampak covid 19 lewat bagian cerita telur ufo merah itu menghancurkan bandara, dimana sebetulnya telur ufo merah itu ada sukmanya si Bulan gitu...

Menulis dibawah tekanan...
entah orang dimana mereka itu??? ga tahu sembunyi dimana???

Mereka juga menghubungkan banyak hal..
ke film kala punya joko anwar,
ke film jeritan malam...
dll...
sebenarnya ada juga yang menghubungkannya ke Amerika, soal lockdown kota newyork dan gak jadi lockdown, kedengeran suara-suara orang memperbincangkan ini cerita dengan covid 19...

pusing saya nulis juga...
padahal masih ada lanjutannya tapi nanti saja...