( , )BEAUTIFUL GIRL

1. SEKISAH MALAM (a night tale)

Seorang gadis kecil mengadukan temannya yang nakal saat mengganggunya di kolam ikan belakang sekolah tadi siang. Ibunya tersenyum-senyum saja mendengarkan sampai habis apa yang diceritakan oleh gadis kecilnya itu. "Jadi itu yang membuatmu tak bisa tidur, ya?" Kata ibunya.

"Ibu ceritakan dongeng sebelum tidur agar kau bisa tidur, kalau begitu."

Dan gadis kecilnya mengangguk. Mengiyakan.

"Pada zaman dahulu kala di bintang nun jauh disana, terdapat sebuah kerajaan yang sedang mengalami krisis. Disana sedang terjadi revolusi."

"Revolusi itu apa, ibu?" Tanya gadis kecilnya.

"Seorang rakyat biasa bukan dari keluarga kerajaan dan bangsawan yang hendak dijadikan raja. Dan revolusi terjadi."

*

"Sebut saja namanya Ursula."

"Ursula itu nama laki-laki atau perempuan, ibu?" Gadis kecilnya bertanya lagi.

"Jangan banyak bertanya. Dengarkan saja dulu."

*

"Ursula adalah rakyat jelata yang diangkat menjadi raja dan tidak disukai oleh anggota keluarga kerajaan. Hal itu seolah membuat mereka merasa terhina dan merencanakan pembunuhan. Ursula diangkat menjadi raja oleh penasehat negeri yang tak lain adalah seperti cenayang yang sering dianggap penyihir oleh musuh kerajaan."

"Ibu, memangnya di bintang nun jauh di langit itu ada kerajaan?" Gadis kecilnya bertanya lagi.

"Mau ibu ceritakan atau tidak dongengnya?"

*

"Pada suatu ketika penasehat raja menemui raja dan pangeran. Hanya satu pangeran calon raja dan pangeran yang lain tidak diikut-sertakan dalam pertemuan itu. Penasehat kerajaan meminta raja dan pangeran menjadikan raja dari kalangan rakyat jelata agar keluarga kerajaan aman dari serangan musuh yang akan menyerang. Ketika rajanya itu si Ursula maka Ursula yang akan dihabisi. Lagipula dia akan menjadi raja yang bodoh dan dia akan jadi boneka. Pemimpin boneka."

"Ibu, memangnya ada boneka bisa memimpin. Boneka itu bukan mahluk hidup, kan?" Bertanya lagi gadis kecilnya.

"Di negeri dongeng boneka itu bisa hidup, nak."

*

"Alkisah, Ursula menjadi raja. Singkat cerita ketika kerajaan mereka diserang oleh musuh Ursula berhasil menang. Ursula jadi raja yang disukai rakyat. Para bangsawan semena-mena dihukum. Keluarga kerajaan yang kebal hukum bisa dihukum saat mereka berbuat kejahatan. Lalu beberapa tahun kemudian raja Ursula dibunuh namun terlihat seperti kecelakaan. Dan pangeran dari raja terdahulu mengumumkan pengangkatan dirinya sebagai raja baru. Terjadilah pemberontakan. Negeri terbelah dua dan akhirnya kerajaan menjadi dua."

"Ibu, aku minta dongeng anak-anak saja. Dongeng yang aneh." Kata gadis kecilnya.

"Baiklah. Itik buruk rupa. Pada suatu ketika di zaman dahulu kala...."

"Tidak, ibu. Jangan yang itu. Aku sudah bosan dengar ceritanya." Kata gadis kecilnya.

Ibunya tertidur pulas. Sebetulnya pura-pura tidur dan gadis kecilnya ikut tertidur.

*

Malam berikutnya gadis kecilnya mengadukan hal yang sama.

*

"Ibu, kenapa kau selalu tersenyum dan tidak marah pada temanku yang suka menggangguku itu?" Tanya gadis kecilnya.

"Karena hanya itu yang bisa ibu ajarkan kepadamu. Hadapilah semuanya dengan senyuman."

"Kenapa ibu cantik dan aku tidak?" Tanya gadis kecilnya lagi. Ibunya tersenyum sembari menitikkan airmata dan tersenyum lagi.

"Temanku menjulukiku lady frankenstein, ibu. Seharusnya kau marah." Kata gadis kecilnya lagi.

"Ibu ingin mengajarkanmu untuk selalu tersenyum dengan hal-hal buruk apa kata orang."

"Ibu ingin mengajarkanku tentang apa?" Tanya gadis kecilnya lagi.

"Orang yang disayangi Tuhan adalah orang yang mampu mengendalikan amarahnya. Ibu ingin kau disayangi Tuhan, sayang." Jawab ibunya tersenyum.

"Semoga ibu di sayang Tuhan juga." Jawab gadis kecilnya tersenyum.

"SYURA:40; Dan balasan kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan (dan berbuat baik kepada yang berbuat jahat) maka ganjaran kebaikannya dari Allah. Sungguh Dia tidak menyukai orang-orang yang berbuat aniaya." Ibunya menegaskan.

*

Ia memeluk gadis kecilnya. Lalu menceritakan dongeng itik buruk rupa.

Setelahnya menidurkan gadis kecilnya dengan lelap ia merenungi kehidupannya sendiri. Di wajah gadis kecilnya ada luka bekas jahitan yang panjang dan itu akibat kecelakaan hebat beberapa tahun yang lalu. Suaminya, masih tak sadarkan diri. Koma.

Ia dan gadis kecilnya sering menjenguk dan sabar merawat suaminya itu.

"Sayang, gadis kecilmu sudah tumbuh besar dan ia terlihat sangat cantik. Bangunlah dan peluklah bidadari kecilmu, sayang."

*

Ketika sesuatu terjadi dan itu tanpa peringatan apapun maka hanya tinggal bersabar dan berpasrah diri terhadap yang Mahakuasa.

*

Suatu ketika ia bertemu dengan orang yang mengalami kecelakaan bersamanya. Tidak ada yang harus dipikir buruk karena itu sudah terjadi dan tak bisa diubah. Lelaki itu membiayai semua perawatan suaminya dan lain-lain kebutuhan keluarga sebagai wujud tanggung-jawabnya. Lelaki itu pun berubah drastis dari yang tadinya suka mabuk-mabukan dan suka menghamburkan uang menjadi orang yang lebih dewasa mamahami hidup. Lelaki itu mengendarai mobilnya saat ia terlalu banyak minum dan semenjak kecelakann itu ia berhenti dan menjadi orang yang lebih baik.

Ia dan lelaki itu ingin gadis kecilnya memiliki kelebihan yang banyak agar menjadi percaya diri.

Dan, memang benar. Gadis kecilnya itu pandai menyanyi, pandai menari, pandai memainkan alat musik, dan banyak hal lainnya lagi.

Mereka berdua berniat melakukan face off kelak saat gadis kecilnya itu dewasa.

Lelaki itu menikahinya dan akan bercerai bila suaminya terdahulu terbangun dari koma.

*

2. BINTANG SIANG HARI (not a night star)

Suatu sore, gadis kecilnya meminta ibunya melanjutkan cerita tentang Ursula. Ibunya senang gadis kecilnya tak memikirkan julukan lady frankenstein dari temannya yang suka mengganggunya. Nyatanya memang tak semua temannya mengganggunya dan selalu ada yang baik di antara yang kurang baik.

Maka ibunya malanjutkan ceritanya...

Setahun sepeninggalnya Ursula, kabar buruk sampai di telinga raja yang baru. Banyak laporan kasus kematian hewan tunggangan dan ternak yang setiap harinya terus meningkat sejak empat bulan yang lalu. Dari mulut ke mulut santer rakyat memperbincangkan semua itu dan menghubungkannya dengan kutukan Tuhan atas meninggalnya raja terdahulu. Ursula.

Sang raja baru itu memerintahkan penangkapan terhadap siapa-siapa saja yang berani menghinanya setelahnya mendapat laporan itu dan memberikan hukuman mati. Rakyat akhirnya takut untuk bicara. Ternyata raja tidak suka dianggap raja yang mendapat kutukan Tuhan. Kemudian raja menghadiahi pelapor dengan emas dan perak. Siapapun yang berani menghina akan dianggap memberontak kerajaan. Kebanyakan yang dihukum mati dari kalangan pendukung raja terdahulu. Ursula.

Sebenarnya tetap saja rakyat percaya bahwa raja terdahulu mati dibunuh dan raja baru adalah pelakunya dan ia mendapat kutukan. Bila bukan kutukan dari Tuhan maka itu kutukan dari raja Ursula.

 

 

 

Dua tahun sebelumnya, rakyat serta para prajurit menyaksikan keajaiban itu dengan mata kepala mereka sendiri; semua percaya Ursula benar-benar diberkahi atau diberkati dan sangat hebat luar biasa. Mereka mengira Ursula mendatangkan batu-batu api dari langit yang jatuh tepat menimpa kerumunan pasukan musuh yang jumlahnya puluhan ribu. Ketakutan rakyat dan para prajurit yang jumlahnya ribuan saja itu hilang setelahnya batu-batu api itu tak mengenai mereka. Semua bersorak-sorai. Bahagia dan gembira. Ursula setengah tak percaya. Ia segera mengucap syukur. Bila takabbur, namanya bukan Ursula.

Batu-batu api itu melesat turun dengan ekor yang panjang dan jatuh berdebum menyisakan tiga lubang kawah besar. Sisa pasukan musuh mundur seketika setelahnya. Raja dan rakyat serta prajurit ursula mengucap syukur kepada Tuhan terhindar dari petaka perang yang sanggup melumat habis sampai binasa tak tersisa. Hidup raja Ursula!

Enam bulan kemudian terlihat batu-batu api jatuh lagi menyisakan tiga lubang kawah kecil, dua lubang kawah sedang dan satu lubang kawah besar. Itu membakar separuh hutan lindung tempat berburu dan membunuh banyak hewan buruan. Untuk menenangkan rakyat disebarkanlah berita bahwa raja sedang latihan menurunkan batu-batu api dari langit agar tak ada yang berani menyerang kerajaan rakyat Ursula. Hidup raja Ursula!

Sebulan setelahnya muncul bintang siang hari.

Titik cahaya itu dianggap sebagai tanda dari Tuhan atas diberkahinya atau diberkatinya raja Ursula beserta seluruh penghuni kerajaannya. Tuhan merestui rakyat jelata menjadi raja. Hidup raja Ursula!

Hal yang demikian itu membuat iri keluarga kerajaan terdahulu. Seharusnya mereka yang dielu-elukan dan menjadi pahlawan kerajaan, pikir mereka. Lalu mereka merencanakan pembunuhan dan berhasil17 bulan kemudian setelahnya rencana jahat mereka itu bulatkan dan mereka kerjakan dengan sangat hati-hati agar rakyat tidak curiga. Beristirahatlah dengan tenang, hidup raja Ursula!

Bintang siang hari semakin terlihat lebih besar setahun setelahnya kematian Ursula disebarkan. Setahun kemudian muncul pemberontakan demi pemberontakan dan setahun setelahnya kerajaan pulau tersebut terbelah dua menjadi kerajaan Ur dan kerajaan Sula di pulau Ursula.

Setahun kemudian dua kerajaan baru itu tak lagi memikirkan kerajaannya dan siapa yang akan menjadi rajanya, kelak. Telah sampai terdengar samar-samar dari jauh tentang turunnya batu-batu api dari langit di negeri lain. Lebih banyak. Menimbulkan tsunami, membelah pulau besar, menenggelamkan pulau kecil, memotong puncak gunung-gunung tinggi. Tak hanya itu dan itu terjadi di banyak negeri. Mereka mengetahuinya dari delegasi-delegasi kapal dagang mereka yang lebih dari separuhnya tak kembali. Orang-orang yang kembali itu menceritakan ketakutan-ketakutan yang mencekam. Berita kematian yang bukan hanya hewan tunggangan dan ternak; mayat-mayat manusia bergelimpangan, jasad-jasad berjatuhan dan nyawa-nyawa banyak melayang tanpa berperang. Damai dan tenanglah raja Ursula. Hidup raja Ursula!

Dua kerajaan itu jumlah hewannya semakin berkurang terus menyusut seiring berjalannya waktu. Tetanaman mulai mengering hingga mereka kekurangan bahan pangan hingga menderita bencana kelaparan. Meski begitu, sebagiannya tetap menjualnya ke negeri-negeri lain dengan harga tinggi serta tega membiarkan yang tak berharta mati kelaparan di negerinya sendiri. Tahun demi tahun berjalan dan mereka masih belum sadar di dunia mereka itu sedang terjadi sesuatu sepeninggalnya raja Ursula.

Bintang siang hari semakin besar saja menjadi seperti ada dua matahari di siang hari sedang satunya terlihat tak begitu terang dan lebih kecil. Saat malam terlihat lebih terang dari bulan hingga malam tak seperti malam. Dua kerajaan itu tak ada aktifitas. Banyak rakyat mati kurang makan, sakit tidak jelas. Bangkai-bangkai hewan dan manusia bertumpuk-tumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap. Sangat menusuk hidung dan menyebar ke sepenjuru arah mata angin. Damai dan tenanglah raja Ursula. Hidup raja Ursula!

Sama pula pada keluarga bangsawan kaya dan keluarga kerajaan yang bagai menunggu mati tanpa bisa berbuat apa-apa, tanpa mengerti apa sebetulnya yang sedang terjadi. Hidup raja Ursula!

Beberapa diantara mereka ada yang masih bisa tegak berdiri menengadah ke langit melihat silau ledakan besar di langit kala itu. Kala itu bintang siang hari meledak. Terasa benar hempasan udara menghentak, menggetarkan tanah, menghancurkan bangunan, meruntuhkan menara-menara. Tentu saja melempar beberapa orang yang berdiri itu. Tentu saja mereka mati. Terkecuali yang dibawah tanah dan di gua-gua. Mereka berhasil selamat dan hidup terkepung kabut debu awan yang menutupi sepenjuru langit. Hidup tanpa cahaya dalam kegelapan. Sangat lama. Hidup raja Ursula!

Lama kemudian langit kembali cerah sesudah muramnya. Awan-awan kabut debu langit membuka warna. Bintang siang hari sudah hilang tak terlihat. Dan, cahaya matahari perlahan menembus celah-celah awan yang semakin menipis memperlihatkan alam bawah dunia yang begitu rusak. Tak terlihat ada kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan. Air ada. Dan air sudah berubah warna. Mungkin banyak ikan mati. Mungkin semuanya. Itu karena saking pekatnya langit oleh debu langit bercampur awan sisa bintang siang hari yang sudah meledak dan hilang. Bulan yang tadinya terlihat dua saat malam hari menjadi tinggal satu. Dan tak utuh. Bila purnama tampaklah menjadi tak sebulat purnama bulan sempurna. Tak utuh lagi. Dengan pinggiran yang melengkung sedikit tetapi banyak. Lama-lama menjadi bulat lagi dan ada tumbuhan-tumbuhan kecil tetapi bukan tumbuhan. Hidup raja Ursula!

Kemudian hujan turun untuk yang pertama kalinya setelah sangat lama tidak hujan di planet Brumi. Hujan menghidupkan Brumi yang mati. Setelahnya lama-lama ada tumbuhan, ada hewan pula, dan lama-lama ada mahluk seperti manusia dan bukan manusia. Manusia yang berbeda. Semuanya menjadi berbeda. Tumbuhan kecil berkembang lalu menjadi pohon kecil dan sedang lalu besar. Kokoh. Tak ada pohon yang dicipta langsung besar. Pun manusia sama begitu adanya. Hidup Ursula!

Dan entah kenapa bintang siang hari itu meledak di angkasa sebelum menghantam Brumi. Tak tahu jawabnya. Mungkin jawabannya karena penulisnya ingin menulisnya begitu. Sepertinya memang begitu. Itu saja. Dan ceritanya masih terus berlanjut.

***************

 

"Wah, cerita yang bagus. Siapa penulisnya, bu?" Tanya gadis kecilnya.

"Ayahmu." Jawab sang ibu.

"Ayah yang mana, yang di rumahsakit atau di rumah?" Bertanya lagi gadis kecilnya.

"Yang di rumahsakit. Ayahmu menulisnya sebelum kecelakaan. Empat tahun yang lalu." Jawab ibunya.

"Penabraknya jahat. Ayah menjadi hanya tidur saja di rumahsakit dan tidak bangun-bangun dan tidak bisa menyelesaikan ceritanya. Lalu selalu saja orang jahat itu ibu bilang orang baik. Ibu selalu merahasiakannya dariku. Orang itu juga yang membuat wajahku tidak cantik seperti ibu." Kata gadis kecilnya menangis sedikit tetapi banyak.

"Kau cantik, sayang. Sangat cantik." Kata sang ibu sembari memeluk gadis kecilnya.

Lalu,sang ayah yang sedari awal menguping pembicaraan mereka masuk ke kamar dan ikut memeluknya. Dengan sangat erat.

 

 

3. BEBEK 37 (37 ducks)

"Ibu, temanku mengganggu lagi dan lagi." Kata gadis kecil itu.

"Kau tersenyum menyikapi sikap buruknya?" Tanya ibunya.

"Tidak. Maksudku, iya. Aku tersenyum." Kata gadis kecilnya itu.

"Bayangkan kau seorang peternak bebek, kau membawa 37 ekor bebek potong dan disana dihitung 30 ekor. Saat kau tanyakan mereka menjawab salah komunikasi. Apa yang kau rasakan?" Kata ibunya.

"Marah." Kata gadis kecil itu.

"Apa yang ingin kau lakukan saat kau marah?" Tanya ibunya.

"Aku ingin memukulnya, bu." Jawabnya.

"Apa lagi?" Tanya ibunya lagi.

"Aku ingin mencelakainya, bu. Aku tidak suka dibodohi. Aku sangat marah, bu." Jawabnya lagi.

"Kalau kau sangat marah, apa lagi yang akan kau lakukan?" Tanya ibunya lagi.

"Aku ingin membuatnya pergi dari dunia ini!" Jawabnya.

"Benarkah?" Tanya ibunya lagi.

"Aku tidak suka penipu. Penipu adalah orang jahat. Sangat jahat." Kata gadis kecilnya.

"Ketika kau melakukan semua keburukan itu lantas kau tidak merasa menjadi sangat jahat?" Tanya ibunya lagi.

"Oh, jadi tidak boleh." Kata gadis kecilnya.

"Kau seharusnya memaafkan kesalahan mereka itu. Begitulah sepatutnya, kau maafkan saja teman yang suka mengganggumu itu." Kata ibunya menegaskan.

"Aku tidak bisa memaafkan penipu yang jahat, bu." Kata gadis kecilnya.

"Harus. Itu infaq yang banyak melebihi nominal uang. Sodaqoh terbaik. Kau biasanya berapa?" Tanya ibunya.

"Seribu, dua ribu, lima ribu." Jawabnya.

"Bayangkan kau mencelakai temanmu, temanmu masuk rumah sakit, lalu cacat dan menderita seumur hidup. Berapa biaya rumah sakit untuk mengobati temanmu?" Tanya ibunya lagi.

"Sejuta, mungkin sepuluh juta, mungkin semiliar." Jawabnya.

"Bila kau tak mencelakainya dan memaafkannya, berapa yang kau berikan?" Tanya ibunya.

"Buanyak buangeeeeeet." Katanya gembira dan ibunya ikut gembira.

"Infaqmu banyak sekali, bukan? Maka banyak-banyaklah memaafkan kesalahan orang, ya?" Tanya ibunya dan gadis kecilnya mengangguk.

"Ibu, kenapa yang tujuh ekor tidak dihitung oleh tukang bebek potong itu?" Tanya gadis kecilnya.

"Hanya tukang bebek potong itu yang tahu. Dan Allah SWT." Jawab ibunya.

 

Seorang ibu muda dan gadis kecilnya yang anggun kemudian berpelukan. Ibunya mengajak gadis kecilnya ke tempat rias lalu meriasnya dengan indah. Tentu saja jahitan panjang-pendek di beberapa bagian wajahnya masih tampak. Tapi gadis kecilnya tampak lebih anggun setelahnya. Ia kemudian mengajak gadis kecilnya ke tempat saudari kembarnya. Di pemakaman umum setempat yang agak jauh dari rumahnya. Saudari kembarnya meninggal saat kecelakaan terjadi.


4. RUANG HAMPA

Perempuan tua dan perempuan muda duduk berhadapan. Tak saling menatap. Si perempuan muda tak berani menatap wajah peerempuan tua di hadapannya itu. Sedikit menyeramkan bila tak ingin dibilang menakutkan. Perempuan itu memasang wajah murka.

Perempuan muda itu tetap menundukkan wajahnya saat ia bicara dengan terbata.

"Maaf, bukan maksudku membuatmu marah. Aku dan suamiku akan pergi ke luar kota. Besok aku tak bisa menemanimu di rumahsakit." Kata perempuan muda itu.

"Kalau aku bilang kau tak boleh pergi maka kau harus tidak pergi. Dan ikut bersamaku!" Kata perempuan itu.

"Tapi...."

"Tidak ada kata tapi!"

Perempuan tua itu berdiri dari duduknya dan semakin meninggi saja amarahnya.

"Aku sudah mengijinkanmu menikah dengannya! Padahal aku tidak suka! Aku sudah cukup baik padamu! Kau, mengiba. Kau bilang itu sementara saja. Kau menikah siri, itu sudah cukup. Cukup! Aku tidak suka kalau kau ternyata benar-benar ingin pergi dari kehidupan anakku untuk melanjutkan hidup bersama orang yang sudah membuat hidup anakku menderita! Anakku masih hidup! Dia koma! karena suamimu!" Kata perempuan tua itu sembari menunjuk-nunjuk ke arah muka perempuan muda itu.

"Hanya beberapa hari saja, ibu. Aku tidak berniat untuk pergi selamanya." Kata perempuan muda itu. Ia menangis tersedu.

"Aku bukan orang yang melahirkanmu!" Kata perempuan tua itu semakin tinggi lagi amarahnya.

"Maaf, ibu mertua." Kata perempuan muda itu sambil menangis tertunduk.

"Aku bukan ibu mertuamu!" Kata perempuan tua itu semakin tinggi lagi amarahnya dan melemparkan pot kecil hiasan bunga di meja ke arah perempuan muda itu.

"Aku datang kesini untuk minta izin bukan untuk dimarahi, nyonya." Kata perempuan muda itu. Airmatanya tak berhenti turun membasahi pipinya.

"Jangan panggil begitu! Aku ini sahabat ibumu! Almarhumah ibumu! Aku tidak mengizinkanmu pergi dengan lelaki yang sok baik itu!!! Mengerti!!!" Kata perempuan tua itu.

"Ya, baiklah. Aku tidak jadi pergi." Kata perempuan muda itu mengangguk perlahan.

"Bulan tinggalkan bersamaku! kau besok datang kesini dan minta izin suamimu!" Kata perempuan itu pada perempuan muda itu.

Perempuan muda itu berjalan pelan dengan lemah. Ia pergi ke luar rumah dan mengeluarkan Lady frankenstein dari mobilnya menyerahkannya pada nenek gadis kecilnya itu. Ia terus menangis sampai dirumahnya dan menyembunyikan apa yang terjadi di rumah neneknya lady frankesnstrein kepada suaminya. Ia tak tahu harus bilang apa untuk menolak ajakan suami sirinya pergi ke luar kota.

 

Istri sirinya Langit ingin Langit membatalkan perjalanannya ke luar kota dan Langit langsung marah dan bergegas pergi ke rumah neneknya Bulan.

Istri sirinya terlihat gusar tapi juga tak bisa melarangnya pergi.

 

5. FACE TO FACE

Kakeknya Bulan menyambut di ruang tamu dan suami siri ibunya Bulan tak melihat neneknya Bulan. Ia langsung duduk sebelum dipersilahkan duduk. Dan ia langsung bicara.

"Aku ingin menghentikan pembiayaan rumahsakit. Sudah empat tahun lebih. Aku bukan orang yang sangat kaya hingga bisa terus-terusan menyisihkan uangku untuk biaya perawatan putramu." Katanya tegas dan terarah ke poin pembicaraan.

"Kau itu siapa? Aku bisa membiayai perawatan putraku hingga lima tahun kedepan." Kata kakeknya Bulan.

"Baguslah kalau begitu." Jawabnya.

"Akan kukembalikan semua uangmu yang kau keluarkan selama empat tahun lebih itu." Kata kakeknya Bulan setengah marah.

"Tidak perlu. Aku ikhlas." Katanya tegas.

"Akan kukembalikan dan aku akan menuntutmu sebagai pembunuh cucuku. Aku bisa melakukan itu. Jika tidak berhasil di pengadilan, Aku punya pengadilan jalanan. Kau akan mati! Dasar pembunuh tidak tahu diri!" Kata kakeknya Bulan. Matanya melotot tajam seperti elang yang hendak memangsa buruannya.

"Tua gila! Kau benar-benar gila! Aku tidak takut! Aku tidak membunuh siapapun! Kau pikir aku tidak menderita?! Aku kehilangan istriku juga di kecelakaan itu! Kau mau bilang aku membunuh istriku juga, hah!!" Ia balas memarahi. Ia tahu itu tidak sopan tetapi ia terbawa emosi.

"Aku harus melanjutkan hidupku. Semua orang mengalami hal buruk dan kau adalah orang terburuk yang menyikapi persoalan begini dengan sangat buruk." Katanya lagi sembari menurunkan nada bicaranya.

"Owh, begitu. Kau ingin membunuh putraku dan mengambil istrinya?" Kata kakek Bulan sambil tertawa sinis menghinakan.

"Itu bukan salahku. Aku juga disini korban. Kau harus tahu aku tidak bersalah. Aku menghindari benda bulat telur biru sebesar rumah boneka yang tiba-tiba saja muncul di tengah jalan. Benda yang katanya orang tidak pernah  berpindah dari tempatnya di taman perumahan menantumu. Aku tahu apa yang kulihat. Aku heran orang-orang tidak percaya dan menuduhku mabuk berat. Kau pikir hanya kau saja yang memiliki kebohongan besar tentang Bintang. Semua orang tahu Bintang berasal dari benda bulat telur biru yang berada di taman perumahan itu. Semua orang menutupinya agar tidak terdengar sampai ke pemerintahan pusat bahwa kalian semua menyembunyikan alien dan membesarkan alien itu. Bintang bukan dari planet bumi, kan?!" Katanya panjang lebar.

"Kalau kau bukan putra dari orang nomer satu di negeri ini, kau sudah mati dari dulu!" Katanya kakek Bulan.

"Dan kau!!!Kau tidak merasa berdosa membunuh seseorang yang juga adalah putra dari ibunya, adik dari kakaknya, saudara dari saudaranya?! Berapa banyak orang yang sudah kau bunuh, gangster tua!!" Katanya suami siri ibunya Bulan.

"Aku membunuh orang-orang yang harus dibunuh. Penjahat yang benar-benar penjahat. Kau pikir kau tahu segalanya, anak muda?!" Kata kakeknya Bulan.

"Bintang akan menjadi istriku yang sah secara hukum. Aku akan pastikan itu. Rahasiamu dan rahasia kita semua aman. Ayahku dan pemerintah tidak akan tahu menahu. Pastikan pemilihan periode mendatang ayahklu yang menang. Atau, rahasia kita tinggal rahasia." Katanya mengancam sedikit.

"Bintang itu seorang remaja 12 tahun. Sampai kapanpun ia 12 tahun meskipun terus bertambah usia. Jiwanya itu remaja usia 12 tahun. Kau harus pandai menjaganya." Kata kakeknya Bulan.

"Aku ingin membawa Bulan pulang." Kata suami siri Bintang.

"Besok, biarkan dia bersama neneknya saat ini." Kata kakeknya Bulan.

"Oke." Kata ayah sambungnya Bulan.

Kakek Bulan mengantar ayah sambung Bulan dan sebelum memasuki mobilnya kakeknya Bulan meminta satu hal.

"Boleh aku meludahimu?" Kata kakeknya Bulan.

Ayah sambung Bulan mengangguk dan memejamkan mata.

Kakek bulan memukul wajahnya dengan keras. Sangat keras.

"Kau pikir aku orang rendahan yang suka meludahi orang, hah!" Kata kakeknya Bulan lalu pergi masuk ke rumah. Lalu keluar lagi membawa senapan laras panjang dan menembakkan ke arah kaca mobil hingga pecah berantakan.

"Pergilah dan berhati-hatilah." Katanya kakek Bulan dan ayah sambung Bulan pergi dengan hidung berdarah tetapi tanpa rasa takut. Setelahnya di luar rumah ia menghentikan mobil tak jauh dari pintu gerbang. Ia mengeluarkan sesuatu dari bagasi dan mengarahkanya ke pintu gerbang. RPG.

DHUARR DHUENG DHEUMMM!!

Pintu gerbang hancur dan ayah sambung Bulan menancap gas menjauhi rumah kakeknya Bulan.

Sementara itu di dalam kamar Bulan, Bulan bertanya kepada neneknya perihal suara ledakan itu.

"Suara apa itu, nenek?"

Neneknya menjawab sambil tersenyum: "Kakekmu seperti anak-anak, kakekmu sedang main petasan jumbo."

*

6. GOLDEN EGG

Langit menancap gas. Ia tahu ia tidak akan diikuti. Ia sampai di rumah dan Bintang menyambutnya dengan penuh kebingungan. Langit menghubungi kakaknya, Bumi, ia meminta maaf pada kakaknya tentang pembatalan acara pertemuannya dengan kakaknya itu. Ia bermaksud mengajak Bintang dan Bulan ke luar kota untuk mengenalkannya pada Kakaknya. Tetapi semua rencananya batal dan menjadi bermain adu petasan bersama kakeknya Bulan.

 

Tiga hari sebelumnya...

 

Bulan mengajak ibunya ke taman perumahan dimana di situ terdapat benda bulat telur berwarna biru sebesar rumah boneka yang terbang melayang mengambang di udara. Benda itu seperti dari besi tetapi bukan besi.

"Ibu, aku sering bertanya-tanya kenapa benda itu ada di sini. Dan aku baru sekarang berani bertanya tentang itu pada ibu. Guruku saja di sekolah tidak tahu." Kata Bulan.

"Tidak ada yang tahu sama sekali. Semua orang bingung. Benda itu semenjak datangnya sampai kini tak pernah berpindah tempat. Tak pernah bergerak. Dulu, disini bukan taman. Dulu disini ladang jagung almarhumah nenek. Banyak yang datang untuk meneliti tetapi tidak ada yang tahu. Tidak ada yang keluar-masuk ke benda itu. Ada dari pihak militer juga. Mereka membom, menembaki namun tetap tak bergeming. Tidak lecet. Ada juga anak nakal yang mencorat-coret tetapi tidak menempel, melempari telur juga tidak berbekas noda. Tetap saja kinclong seperti ini. Makanya, semua yakin UFO itu tidak berbahaya. Banyak orang berdatangan dan tempat ini jadi tempat wisata. Tapi hanya sebentar saja. Orang bosan sebab benda ini tidak bergerak dan diam saja mengambang melayang di udara. Lalu dibangun perumahan disini oleh pengembang dan tentu saja nenekmu jadi banyak uang dan hidup berkecukupan." Kata Bintang.

"Aku ingin tahu lebih, suatu saat nanti aku kalau sudah besar akan menguak misteri benda ini. Aku akan masuk kedalam dan mengetahui apa yang ada di dalamnya, ibu." Kata Bulan tersenyum lebar dan Bintang tersenyum lebar juga.

"Makanya, pandai-pandailah jadi murid yang sangat pandai. Rajin belajar dan kalahkan semua ilmuwan yang tidak tahu itu apa, sayang." Kata Bintang tertawa.

"Ibu, kenapa ada tulisan gold egg dibawahnya. Bukankah warnanya biru. Biru langit?!" Tanya Bulan.

"Dulu ditulis begitu dan itu sampai sekarang begitu. Maksudnya golden egg seperti dongeng telur emas angsa dan raksasa di negeri awan." Kata Bintang.

"Aku ingin ibu menceritakannya nanti malam. Ya, bu?" Kata Bulan.

"Iya." Jawabnya dengan senyum terkembang.

 

 

24 tahun yang lalu....

 

Seorang perempuan dan suaminya menghampiri sesuatu di ladang jagungnya. Ada benda bulat telur berwarna biru sebesar rumah boneka melayang mengambang di udara dan banyak sisa-sisa api membakar sekelilingnya. Suara dentuman terdengar tidak terlalu kencang. Hanya suara peperti petasan besar yang membuat pekak telinga.

Tak jauh dari benda itu ada keranjang bayi berisi bayi perempuan yang kemudian mereka sembunyikan dari publik. Rahasia itu mereka bagi bersama sahabatnya. Sebelumnya mereka mengira itu bagai kejadian di film Superman. Ternyata tidak. Jauh dari bayangan yang ada di pikiran. Bintang tak bisa terbang, tidak kuat dan anti peluru. Tidak mempunyai kekuatan super apapun. Manusia biasa.

Begitulah misteri. Misteri adalah misteri yang sangat sulit diungkap sebab misteri adalah misteri yang tak tahu jawabnya.

Setidaknya untuk sementara.

 

7. MIMPI LANGIT

Setibanya di rumah, Bintang tak banyak mempertanyakan apa yang sudah terjadi di rumah kakeknya Bulan. Langit juga tak mengatakan apapun mengenai hidungnya yang berdarah dan kaca mobilnya yang pecah. Langit meminta Bintang masuk ke kamar dan istirahat. Langit tidur di sofa di belakang rumah dekat kebun sambil menatap langit malam yang bertabur bintang.

Tak terasa lelap pula ia dalam tidur dan bermimpi. Dalam mimpinya ia seperti terbang ke tempat-tempat aneh sekejap berpindah bagai dalam lorong waktu. Lalu, ia mendapati suatu yang aneh di pinggiran tempat sampah di suatu gang sempit. Ada orang lalu-lalang dan melihat ke arah pinggiran tempat sampah kotor bau itu. Ada sebuah keranjang bayi. Dan orang-orang hanya memperhatikan saja sambil lalu. Mungkin menunggu bagian dinas sosial datang atau dari kepolisian. Sudah menjadi hal lumrah seorang bayi tak dikenal berada di pojok-pojok tempat yang bukan tempat seharusnya, sepertinya.

Langit seperti terbang melayang lalu ia mendengar omongan orang sayup-sayup samar menggema tak jelas. Suara orang membicarakan bayi itu. Bayi hasil hubungan gelap pejabat, mungkin. Bayi dari bintang porno, mungkin. Bayi dari remaja nakal yang melakukan seks bebas, mungkin. Dan lain-lain.

Langit lalu seperti melihat sesuatu samar-samar seperti bulat telur sebesar rumah boneka mendekati keranjang bayi itu saat gelap, kala malam, dimana tiada satupun orang yang mau mengambil bayi kecil malang yang cantik itu. Kiranya sudah tak menangis lagi ia dan kulit wajahnya agak membiru dan ada beberapa semut yang menggerumutinya. Dan, benda bulat telur itu mendekati keranjang semakin dekat perlahan-lahan mendekati bayi itu. Dan, seperti mengeluarkan cahaya hingga semut-semut itu lama-lama menghilang dan keranjang bayi itu pun menghilang bersama hilangnya bulat telur itu.

Langit kemudian terbangun dari tidurnya tanpa mengerti apa maksud dari mimpinya itu.

Saat memandangi langit malam yang bertabur bintang tiba-tiba Langit dikejutkan suara dering ponselnya. Bumi, kakaknya mengabarkan berita yang cukup mengagetkan. Wajah Langit seketika berubah. Ia kemudian berlari ke dalam dan menyalakan televisi. Berita kecelakaan pesawat di bandara sedang berlangsung dan itu adalah pesawat yang tadinya hendak ditumpangi mereka. Ia segera memanggil Bntang dengan berteriak. Bintang terbangun lalu keluar dari kamarnya dan duduk berdua menonton berita.

Tidak ada televisi di kamar.

Tak berapa lama, ponsel Bintang berdering dan ia menerima telepon neneknya Bulan. Cukup lama bercakap lalu ia memberikan ponselnya ke Langit.

"Kau, berhutang nyawa padaku! Hampir-hampir saja kau merenggut nyawa cucuku dan ibunya!"

 

8. SI MERAH YANG MARAH

Beberapa waktu sebelum kecelakaan kala pesawat itu masih mengudara. Tampak di dalam pesawat ada tiga bangku kosong kursi penumpang. Semua penumpang terlihat biasa-biasa saja hingga ada sesuatu yang tak biasa mereka lihat berada di samping kiri sayap pesawat. Ada UFO telur merah. Tadinya mereka berpikir itu adalah si UFO telur biru langit yang berada di taman perumahan ibunya Bulan. UFO yang sudah lama menjadi ikon kota mereka. Ternyata lain UFO. Mereka tampak senang dan mengira itu teman UFO biru langit. Sejenak saja kegaduhan itu dan membuat pilot menghubungi pihak terkait melalui radio komunikasi.

Pesan diterima dan jawaban dari pesan adalah dengan dikirimkannya dua pesawat militer untuk pengawalan guna mencegah hal-hal yang tak diharapkan. Semua terkendali. Kondisi aman-aman saja. Ufo telur merah bergerak mendekati kaca jendela penumpang dan perlahan bergerak menuju samping kanan sayap pesawat. Pesawat militer cukup gesit mengikutinya.

 Lampu penerang bandara tampak dari kejauhan semakin dekat dan semakin dekat. Tampak dibawah ada kerumunan orang dari media lokal dan asing yang berbeda-beda menanti dengan tegang. Ada juga sekelompok polisi berjaga. Ada pula dari militer lengkap dengan kendaraan militernya. Maklum saja, sebab UFO telur merah ini tak seperti UFO telur biru langit yang hanya diam saja tak pernah bergerak kemana-mana. Tak pernah diketahui ada yang masuk-keluar darinya.

Ban roda pesawat sedikit-sedikit keluar dari tempat diamnya diikuti ban roda pesawat bagian belakang. Pesawat siap-siap melakukan pendaratan.

Tiba-tiba UFO telur merah bergerak menjauh dari pesawat dan diikuti dengan sigap dua pesawat militer yang mengawal. Lalu , melesat bergerak menukik sembari memutar bak gasing dengan sangat cepat dan menabrak pesawat berisi penumpang itu hingga meledak saat hendak melakukan pendaratan. Lalu terbang ke arah dua pesawat militer menabraknya hingga meledak hancur di udara dan jatuh berkeping-keping. Tak luput kendaraan militer di darat di aspal bandara ikut dihancurkan. Serentetan tembakan tak berarti tak bisa menghentikan UFO telur merah itu dan semua pesawat di bandara aknhirnya hancur total. Tak ada yang tahu pasti penyebab UFO telur merah itu marah.

Orang-orang berteriak panik ketakutan. Semua militer diarahkan ke bandara.

UFO telur merah kemudian diam dua meter di atas tanah dan berhenti berputar. Tembakan demi tembakan rudal mengenainya dan UFO telur merah itu tetap diam utuh tak lecet sedikitpun. Ia akhirnya bersikap sama seperti UFO telur biru langit yang diam. Hanya diam. Tembakan demi tembakan terus berlangsung.

 

9. BULAN TAK BICARA

"Kau, berhutang nyawa padaku! Hampir-hampir saja kau merenggut nyawa cucuku dan ibunya!" Kata neneknya Bulan dan langsung mematikan ponselnya untuk fokus pada berita di televisi.

Tiba-tiba ia mendengar suara jeritan dari kamar Bulan. Sangat kencang dan membuat kakek-neneknya ketakutan dan bergegas berlari ke kamar Bulan. Kakeknya mengetuk pintu dan membuka pintu kemudian. Tidak dikunci sebetulnya tetapi karena panik jadi kakeknya mengetuk pintu kamar dahulu.

Bulan memperlihatkan wajah pucat seperti seseorang yang habis bermimpi buruk yang sangat menakutkan. Neneknya membopongnya keluar kamar dan kakenya mengambilkan air minum. Bulan masih tampak pucat. Ditanya apapun tak menjawab. Kakek-neneknya kebingungan dan mematikan televisi. Anak kecil tak baik melihat berita yang bukan urusan anak kecil. Neneknya menghubungi kembali Bintang, ibunya Bulan, mengabarkan keadaan cucunya yang pucat dengan tatapan kosong dan enggan bicara.

Bintang memberitahu bahwa keadaan di perumahannya sedang kacau. Banyak orang melampiaskan amarahnya di taman perumahan dan banyak berdatangan polisi dan tentara. Semua orang dihalau menjauhi UFO telur biru langit yang berpuluh tahun diam di tempatnya. Bintang dan Langit tak dapat keluar rumah saat itu juga.

Langit dihubungi ayahnya untuk kembali ke ibu kota sedang Bumi, kakaknya, sudah sedang dalam perjalanan. Ayahnya Langit yang tak lain adalah seorang presiden mengirimkan helikopter penjemput. Langit menolak. Ia cukup aman dan baik-baik saja. Sebenarnya ia setengah memaksa dan meyakinkan benar-benar bahwa ia tidak perlu helikopter. Sebetulnya ia ingin menemani Bintang ke rumah neneknya Bulan saat situasi kembali kondusif.

Warga perumahan yang marah yang beberapa diantaranya ada dari pihak keluarga penumpang pesawat yang hancur meledak merusak papan tulisan berlampu "Gold Egg" dan menggantinya dengan tulisan "Blood Egg" menggunakan cat semprot pilok. Ada juga yang menuliskan "Bleeding Egg" di tembok-tembok taman. Ada juga yang menuliskan "Bloody Egg". Hingga datangnya polisi dan tentara yang semakin banyak pun tetap tak meredakan amarah warga keluarga korban yang melempari UFO telur biru langit yang tetap diam dan hanya diam.

Langit dan Bintang akhirnya bisa pergi ke rumah kakek-neneknya Bulan. Kondisi Bulan masih saja dengan tatapan kosong dan wajah pucat seperti mayat dan tidak mau makan maupun minum. Tak bicara. Itu cukup membingungkan dan membuat seisi rumah setiap hari menangis selama tujuh hari. Untungnya dua hari kebelakang Bulan sudah mau makan dan minum. Bulan sakit dan sangat lemah namun ia semakin hari semakin membaik dan sehat kembali meskipun tetap tak bicara sepatah kata pun.


10. MIMPI BURUK ITU...

Langit melihat ayahnya di televisi sedang membicarakan kejadian di Bandara. Bekas bandara.

Bandara sudah hancur. Sangat rusak. Dan UFO telur merah tetap di tempatnya di tengah-tengah bekas senjata apapun dan kendaraan militer apapun yang sudah dihancurkannya. Seperti berada di tengah sisa-sisa medan pertempuran sebetulnya. UFO telur merah tak membalas dan diam saja sehingga situasi dianggap aman. Sementara atau selamanya tentu saja tidak diketahui.

"Ayahmu sibuk, ya?" Kata Bintang bertanya pada Langit.

Kakek-nenek Bulan sedang ke rumahsakit menjenguk ayah Bulan yang koma. Langit mematikan televisi.

"Pak Handoko. Orang nomer satu di negeri ini. Ditertawakan dunia. Terlihat seperti orang bodoh yang tidak tahu harus berbuat apa!" Kata Langit marah-marah.

Tiba-tiba terdengar suara Bulan memanggil ibunya sambil menangis. Itu kata pertama setelah beberapa hari lamanya Bulan tak bicara setelahnya terbangun dari mimpi buruknya.

Bintang berlari bergegas menghampiri Bulan dan memeluknya.

Dua jam kemudian tanpa ada Langit, Bulan membicarakan sesuatu dengan ibunya. Bintang meminta Langit keluar dari kamar dan Bulan kemudian mulai menceritakan mimpinya sambil menangis.

Bulan bercerita saat itu ia bermimpi terbang ke langit dan mengejar pesawat yang akan ke luar kota. Bulan kemudian duduk di sayap kiri pesawat dengan senang dan bahagia. Lalu tiba-tiba ada dua pesawat tempur datang dan itu membuat takut dirinya hingga ia berpindah ke sayap kanan pesawat. Tetapi diikuti juga. Bulan semakin takut dan terbang menjauhi pesawat dan di kejar juga. Lalu Bulan berteriak ke bawah sambil memejamkan mata dan terdengar suara roda ban pesawat patah dan suara pesawat tergelincir dan menabrak sesuatu dan ada suara ledakan hingga kemudian Bulan membuka mata dan Bulan melihat peluru-peluru dua pesawat tempur menembakinya terus dan Bulan semakin takut dan tak terkendali.

Semua penjuru yang dia lihat hanya lesatan peluru dan rudal yang mengarah ke arahnya tetapi ia tidak bisa menghindar dan memilih diam sambil menangis dan tembakan demi tembakan tiada henti bertubi-tubi menembakinya hingga ia terbangun dari mimpi sambil berteriak menjerit dengan sangat keras. Sangat keras karena ketakutan yang mencekam.

 

11. REMAH-REMAH ROTI

Bapak Handoko selaku pemimpin tertinggi negeri mengundurkan diri dari kepemimpinannya. Karena tak sampai habis masa kepemimpinannya, Langit menjadi semakin bingung menghadapi segala persoalan hidupnya. Ia tak mungkin memberi tahu siapapun apa yang ia pernah dengar di balik pintu kamar Bulan saat Bulan menceritakan mimpi buruknya itu pada Bintang, ibunya. Pada waktu itu Langit menguping cerita mimpinya Bulan dan menjadi semakin sedih saja tak keruan. Bercampur-aduk perasaan yang tak jelas itu.

Sangat mensuk-nusuk hati apa-apa yang dialami dari semenjak kecelakaan terjadi beberapa tahun lalu yang menyebabkan ayahnya Bulan koma, saudari kembarnya Bulan meninggal, Bulan yang wajahnya tampak penuh jahitan, Bintang yang menjadi seperti remaja usia 12 tahun semenjak kecelakaan. Belum lagi kakek-neneknya Bulan yang sanagat tak menyukainya. Langit tak tahu apa yang akan dilakukannya di esok hari, lusa sampai seterusnya. Dan ia tak mungkin pergi begitu saja.

Bersambung...

Pemimpin baru dipiih. Orang nomer satu menjadi eks nomer satu dan yang tadinya bukan nomer satu menjadi nomer satu. Seorang politikus yang tidak terlalu dikenal dan berpengaruh menggantikan ayahnya Langit. Orang itu tak lebih terkenal dari anaknya yang sang juara tinju dunia. Rama.

Ya, Rama. Sang juara tinju dunia yang menjalin hubungan serius dengan putri dari pelatihnya, Sinta.

Pengunduran diri itu sebenarnya terkait penolakan presiden untuk menggunakan hulu ledak nuklir dalam penghancuran dua UFO bentuk telur sebesar rumah boneka di dua kota dimana UFO-UFO itu berada. Semua penduduk di dua kota menolak juga namun kota-kota yang lain menginginkan penggunaan bom nuklir.

Rumor lain berkembang juga tentang adanya ketidak-sukaan orang-orang tertentu terhadap diaspora Indonesia yang menjadi presiden di Amerika Serikat. Tetapi rumor itu dapat ditepis sebab penggantinya juga diaspora Indonesia. Namun berbeda suku, Bapak Handoko dari suku Jawa sedang penggantinya dari suku Sunda, bapak Sutarna.

Presiden baru akhirnya menyetujui penggunaan bom nuklir di dua kota dimana UFO-UFO bentuk telur itu berada. Dua kota dikosongkan bertahap tanpa kepanikan berlebihan. Langit dan keluarga Bintang ikut pergi bersama penduduk kota lainnya dengan perasaan sedih tak terkira.

Dua kota yang dikosongkan itu kemudian menjadi sepi bak kota hantu. Lalu bom nuklir dijatuhkan disaksikan semua orang. Disiarkan oleh seluruh televisi dunia. Dua bom jatuh perlahan tepat mengenai sasaran dan cahaya menyilaukan itu mengingatkan banyak orang pada saat-saat lampau dikala dua kota di Jepang menjadi silau oleh cahaya yang sama pun dengan suara menggelegar yang sama pula.

Ternyata dua UFO itu masih berada di tempatnya di tengah-tengah kehancuran kota yang ditinggalkan. Semua kebingungan.

Akhirnya waktu berlalu dan karena dua UFO itu diam saja tak bergerak. Semua melanjutkan hidup seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

Apa yang terjadi pada Bintang dan Bulan pada saat bom dijatuhkan. Mereka berdua hanya pingsan saja. Dan tak banyak yang tahu.

 

12. FUSI

Duo UFO mengagetkan publik saat mereka tiba-tiba bergerak bersamaan dan mengarah ke patung Liberty. Patung Liberty hancur dan di puing-puing patung Liberty itu UFO telur biru langit dan merah menjadi satu UFO merah biru langit. Tidak ada yang tahu pasti kenapa. Tetapi hal itu membuat semua kebingungan dan militer terus berjaga-jaga. Anehnya lagi benda UFO itu tak terdeteksi radar. Benda itu diam di bekas patung Liberty. Dan patung dibuat di sebelahnya tak jauh dari tempatnya semula. Karena benda UFO telur merah biru langit itu terlihat sewarna pada tokoh komik Superman maka patung Liberty baru berwarna merah dan biru langit. Tetapi diprotes. Akhirnya di cat warna putih lagi. Lambang kesucian.

Orang-orang seperti tahu bahwa UFO itu hanya bergerak sesukanya saja dan terserah dia saja. Dibom juga percuma. Akhirnya, tahu orang-orang itu bahwa lebih baik mengalah dan berpikir positif. Pembangunan patung Liberty sebentar dan seminggu langsung jadi dan benda UFO itu tetap diam di tempat bekas patung Liberty terdahulu.

 

13. DRAMA TIGA BABAK

Seisi gedung riuh rendah oleh tepukan tangan yang semakin membahana. Semua penonton berdiri melakukan standing applaus. Berdiri sambil tepuk tangan. Semuanya menangis, tertawa, merasakan amarah, menahan amarah, merasa gundah, tertawa lagi dan menitikkan airmata bahagia. Dan merasa sedih lagi sampai menangis tersedu pula. Dan tertawa lagi. Tepuk tangan terus menggema seisi ruang.

Para pemain drama panggung musikal "Beautiful Girl" satu per satu keluar dari belakang tirai panggung dengan pencahayaan yang menakjubkan. Kemudian lampu gelap sebentar diikuti lampu sorot mengarah pada sang sutradara panggung. Tampak jelas seorang perempuan anggun nan rupawan berdiri melambai ke arah para penonton yang terus bertepuk tangan dan tak berhenti mengutarakan kekaguman mereka. Lalu lampu sorot berganti memperlihatkan semua pemain yang melambai-lambaikan tangan dan melemparkan kiss kepada penonton.

Drama panggung musikal yang mengagumkan. Masih ada dua babak lagi.

Sutradara itu perempuan anggun yang cantik nan rupawan yang wajah terdahulunya memiliki banyak bekas luka jahitan akibat kecelakaan fatal. Bedaknya sangat tebal menutupi bekas luka jadi tampak cantik. Sebenarnya ia menunjukan kecantikan sejati dari hati tanpa harus operasi. Beautiful girl. Sang angsa itu bernama Bulan.


********

Penjelasan:

Ini belajar menulis yang baik. Temanya banyak. Jangan fokus ke tokoh Bintang saja. Ada tokoh yang koma dan jadi ga ada cerita tentang tokoh koma itu. Kalau di adegan film berarti tidur doang tapi sangat penting buat keseluruhan cerita sebab si tokoh yang koma itu menulis cerita yang belum terselesaikan yaitu cerita URSULA.

Tokoh Bulan tidak jadi operasi plastik dan sebagainya agar rupa wajahnya menjadi elok. Intinya itu cantik dari hati gitu. Yang baca yang ngamerain saya yang senewen jadi asal baca. Dan kedengeran bergunjing menghina perempuan, menghina Bintang, menghina Chelsea Islan, dan lain-lain, ngaco banget bacanya.

Itik buruk rupa itu berhubungan sama karakter Bulan yang rupa wajahnya jelek gegara kecelakaan. Ada hubungannya sama bebek yang dipelihara di rumah??? Ga ada. Malah dulu ada yang bergunjing, ngaku-ngaku telur super, telur bebeknya kecil-kecil, dan lain sebagainya. Ngaco bacanya itu yang ngamerain sembunyi-sembunyi nyadap-nyadap dan selalu mendiskreditkan.

Dulu sempat juga ada kedengeran yang bergunjing saya mau menyebar corona di kota tempat patung liberty, parah yang bacanya, agak bodo gitu kayaknya, ya gitu ngaco.

Ini cerita ada macam simbol-simbolan gitu, ada patung liberty yang mana pemberian dari Prancis ke New York. Baca sejarah sambil bercerita jadi pembaca oknum bodoh ahli fitnah kapok asal baca cerpen saya. PRANCIS dan NEW YORK kan ada nyambung-nyambung bacaan, lalu ada baca tentang sejarah revolusi Prancis. Kan macam cerita URSULA gitu. Nah, jadi cerpen ini bagus banget tapi yang baca harus berwawasan sejarah dan jangan disamain juga kayak-kayak cerita ini nyata kayak ada beneran. Fiksi lah. Cerpen fiksi.

Ada cerita virus pembunuh emang di cerita URSULA itu tapi jangan dihubungin ke virus corona yang lagi ada di dunia sekarang ini yang lagi merebak.

Membaca revolusi Prancis dan revulusi Amerika maka ketemu nanti tentang sistem pajak amburadul yang merusak rakyat, ada tuan tanah, dan sebagainya. Kayaknya di kampung saya ini digosipin menyindir orang yang punya tanah banyak dan suka digosipin yang tidak-tidak. Feodalisme dan kapitalisme dan imperialisme asia dan afrika itu. Kayaknya dihubungin sama naturalisme dan idealisme Eropa gitu bawa-bawa pengajian gitu atau semacamnya lah atau menghina agama orang Eropa atau kristen dan sebagainya. Ngaco amat yang baca. Siapa ya? Apa kaki Kirsan? Wah ntar disangka mitnah kaki Kirsan. Masih sodara juga itu. Ga mau mitnah saya ini. ya menulis saja saya ini tapi difitnah ini karya jin atau karya siluman juga kali. Mereka bergunjing saya suka kerasukan padahal bohong.

Ini menulis dari kejadian yang dialami terus menginspirasi untuk menulis. Misalnya 37 DUCKS, itu beneran saya jual bebek ke Imam pagak tukang potong bebek di desa Pagak, kurang tujuh ga diitung atau ga keitung sama pegawenya, trus menginspirasi cerita, lalu ada beberapa oknum pengamera sembunyi-sembunyi dan penguntit itu ga tahu siapa yang menyebar gosip saya itu seperti tokoh Bulan, saya itu kerasukan tokoh Bulan, mungkin dari orang kejawen kali, mana saya tahu orangnya siapa aja. Saya juga ga ngejelekin Imam pagak tukang potong bebek. Dari kejadian sehari-hari menginspirasi menulis.

Terus SI MERAH YANG MARAH, itu waktu menulis saya kehabisan pulpen lalu pinjem pulpen ke wa Sariyem, adanya pulpen merah, ya menulisnya pake tinta merah, terus dapet inspirasi menulis the angry red itu.

Oknum polisi ada apa nggak ya? Apa oknum wartawan? Saya dikamera lama banget itu sembunyi-sembunyi.

Makanya juga di cerita ini ada cerita kamera yang ngamera UFO telur biru langit, terus si pengamera bergosip, ngaku-ngaku Alien lah atau ngaku-ngaku langit, aduh kayaknya orang kejawen tapi saya ga mau mitnah. Ga mitnah aja difitnah apalagi kalo mitnah.

Ada cerita Ursula itu dari cerita buatan saya sendiri, WAR IN HEAVEN, plesetan dari judul lagu WE"RE IN HEAVEN. Terus ada yang gosip bergunjing masa ada perang di surga, ngaku-ngaku tahu surga, dan sebagainya. Ceritanya negeri Ursula itu kayak surga gitu, paradise, paradiso, suwargo, kayak gitu. Terus saya mix jadi satu cerita di BEAUTIFUL GIRL.

Ada oknum ustadnya yang kehasut-hasut kayaknya ustad Darto, pak Darto mungkin, saya ga mau mitnah. Saya kelamaan dikamera sembunyi-sembunyi terus digosipin ngerasa diri tokoh Langit, ngerasa diri tokoh yang koma, ngaku-ngaku suka koma, ngaku-ngaku nulis URSULA. Eh, bisa jadi ngaku-ngaku Ursula. Atau biar disangka Ursula.

Ada juga yang bergosip saya seperti tokoh Bintang yang jadi kayak umur 12 tahun, wah padahal saya laki-laki dewasa tapi digosipin kesadaran balita itu, lebih parah itu mah. Orang saya yang nulis. Ya wajar kalau ceritanya jadi begini brdasarkan pengalaman lalu terinspirasi menulis jadi cerpen.

Indra Setiawan itu temen saya bisa sesat juga pikirannya dihasut orang yang benci saya.

Waktu nulis juga ada yang ngatain saya suaranya kayak Daroni anak pak Sawon, terus ada cerita rumor jadi gosip kalo itu menghina PDI dan Jokowi, karena ada kata boneka di ceritanya ini.

Ada juga yang bergunjing saya menyindir Amerika karena ada cerita patung Liberty di cat warna biru dan merah warna SUPERMAN. Lalu dicat putih lagi. Padahal ini cerita ga ada maksud menghina Amerika. Amerika itu negara super power kayak macam Superman, jadi polisi dunia, penegak hukum dunia, makanya ada yang bergunjing saya menghina Amerika dan pro Rusia, kalau udah begitu pasti ngomong komunis atau komunal kayak-kayak pengamera saya itu orang paling pinter sealam dunia gitu. Ini cerita renyah jadi berat gara-gara bawa politik ga abis-abis. Memang negara Amerika banyak dari keturunan Inggris yang notabene bukan dari keluarga kerajaan Inggris dan ga bikin negara kerajaan kayak Inggris. Tapi kelewatan kalau saya dikata punya niatan politis waktu mau nulis cerita ini. Apalagi dihubungin ke kasus lurah terpilih yang masuk penjara gegara korupsi sama Kahudi. Pak Yusim lurah terpilih yang dipenjara yang ngusung itu mbah Darjo sama mbah Darmo, Bu Sri yang calon lurah kalah itu yang ngusung kaki Kirsan. Saya ga ikut campur urusan politik kampung di dusun saya. Apalagi politik dunia??!!!

Ini soal cerita dimana presiden Amerika keturunan Asia ini di cerita digosipkan sama kejadian anti Asia di Amerika di dunia nyata saat ini, orang Amerika yang dominan kulit putih kurang seneng sama orang Asia yang jadi presiden??? Ini kan cerita biasa. Kalo nyatanya nanti ada diaspora Indonesia jadi presiden AS ya gapapa. Demokrasi itu. Kalo presiden AS keturunan Cina bisa jadi ya keturunan Indonesia juga bisa asal warga Amerika. Di Indonesia juga sama isu politiknya kok. Kapan orang Sunda jadi presiden? Orang batak? Orang Papua? Isu begitu wajar tapi jangan dibawa ke isu cerpen saya ini. Nanti saya dikira punya motif politik dalam penulisannya.

Sebetulnya merah itu dipilih dalam cerita ini buat simbol kemarahan. Red sama dengan Anger. Lalu biru itu dipilih dalam cerita buat simbol kesedihan. Blue sama dengan sad, Jadi si Bulan itu tokoh yang dominan marah karena wajahnya, ayahnya, ibunya, ayah sambungnya, saudari tirinya yang meninggal, akhirnya sebenernya ayahnya yang koma itu meninggal juga. Tapi orang di kampung kebanyakan bergosip ngaco kayak-kayak ada otaknya atau dalangnya yang bikin opini cerita jelek. Semisal sok kebarat-baratan kayak dongeng lokal ga menarik dan sebagainya. Padahal saya bikin karena bapak saya punya bebek piaraan dan bebek sama telurnya digosip-gosipin ke ceroen ini.

Ada cucunya mbah Darmo namanya Firman, saya ga mau mitnah, saya sendirian jadi hanya mencurigai saja dan saya tetap baik. Saya berprilaku baik. Ga mukul-mukul orang saya ini. Haduh menulis cerpen saja sampai begini repotnya hidup.

Saya butuh ketenangan. Saya pengen ga dikamera dan hidup normal punya istri dan anak. Ini malah saya dengar ada gosip saya perusak Al-Quran gara-gara definisi iman itu pandangan dan sikap hidup. Lalu difitnah menghina pemahaman ulama.

Masa iya pak Darto yang mitnah saya?

Ini disini diceritain ad ngutip satu ayat. Terus ada gosip bikin cerpen bawa-bawa ayat. Padahal maksudnya satu ayat dibaca lebih baik daripada tidak. Di kampung saya paling yang bergosip yang kejawen yang ga pernah baca quran. Mana saya tahu. Takut mitnah saya ini.

Kan ada di quran Al-Baqarah:39 "Adapun orang-orang yang kafir (negatif terhadap ajaran Allah) yakni yang mendustakan ayat-ayat Kami. Mereka itu penghuni kehidupan Nar (neraka). Mereka kekal didalamnya."

Jadi kalo ga baca berarti ga belajar ga dikaji. Berarti ga punya pandangan dan penilaian dan berarti ga akan punya sikap. Bagaimana mau memilih sikap yang baik kalau tidak belajar? Bagaimana mau menyikapi persoalan dengan baik kalau ga belajar?

Orang semua punya masalah dan ada yang menyikapi persoalan dengan hawa nafsunya dan menjadi mementingkan egonya sendiri dan merugikan orang lain. Ini saya nulis begini juga bukan sedang ngaku-ngaku berpandangan dengan Al-Quran bukan ngaku-ngaku bersikap hidup dengan Al-Quran. Bukan gitu.

Percuma saja kalu percaya Allah, Malaikat, tapi mendustakan ayat-ayat Allah, ngintip ngamera sembunyi-sembunyi memata-matai, menghasut, memitnah, mengadu-domba. Berusaha sesuai harapan saja menjadi orang yang berusaha menjadi lebih baik dari hari kemarin. Kalau saya dikamerain malah saya tambah rusak, berarti tujuan pengameranya memang merusak. Mau merusak saya???

Ayat-ayat itu harus dibaca karena perintah IQRA!!! Di wahyu pertama Al-'Alaq:1-5.

Kalau dihubungkan ke Al-Baqarah:165 berarti ASYADDU HUBBAN LILLAH.

Lu cinta Allah lu kudu cinta Quran. Lu iman ada Allah ya kudu baca Quran, Walaupun seayat. Percaya doang ngapain, ga iman lu!! Lu kudu baca biar lu punya pandangan dan penilaian lalu memilih sikap. Contoh ayat KHAMR di Al-Maidah, lu baca lu punya pandangan dan penilaian kalau ciu itu haram, mabok haram, narkoba haram, lu dagang narkoba ya haram, lu pake narkoba ya haram, lu baca ayat tentang khamr lu punya pandangan dan penilaian dan lu milih sikap berhenti mabok-mabokan.

Saya sama yang ngamera sering diledek kalau lagi baca Quran. "Bakating kuhayang disebut ASYADDU HUBBAN", katanya gitu. Makanya saya curiga ada oknum orang sunda memengaruhi warga kalau saya orang ga bener. Padahal orang mau bener saya ini.

Cerpen saya jadi rusak dibaca orang ga bener. Tapi gapapa. Yang baca bener juga banyak.

Ini gara-gara orang di kampung saya ada yang senewen kayaknya dihasut si dalang dari pemitnahan ke saya dan saya ga tahu siapa orangnya, saya bukan ustad lalu mau dilarang membaca Quran gitu, dilarang menerjemahkan, dilarang menafsirkan, dilarang belajar gitu??? Apa ada oknum kejawen kelewatan gitu ke keluarga saya atau ke saya doang.

Ini derita eh cerita Beautiful Girl ini banyak humornya padahal. Memang orangnya senewen dan marah melulu kali itu oknum pengamera yang suka saya sebut setan sunda keledai cabul. Iya, saya merasa heran malah digosipin menghina orang sunda.

TERJEMAH SAMA TAFSIR ITU BEDA. GAMBARAN PERBEDAANNYA ITU DILUSTRASIKAN DALAM CERITA SEMISAL BEGINI: Ada orang tunawicara datang ke dokter. Dokter bingung karena keluhan disampaikan dalam bahasa isyarat. Dokter butuh penerjemah bahasa isyarat dan dapat penerjemah lalu diterjemahkanlah keluhan si tunawicara itu kepada dokter.

"Oh, begitu." Kata dokter lalu dokter menafsirkan kondisi yang tidak menyenangkan itu yang dialami oleh si tunawicara itu adalah sakit diare komplikasi ginjal dan usus buntu. Setelah tahu terjemahnya tahu tafsirnya dan menafsirkan kondisi pasien. Ngasih obat bener deh dan sembuh.

 

*******

Lah, sama juga kondisi mental atau psikis, harus bener tafsirnya biar ga salah diagnosa. Ini misalnya ada orang disebut kafir lalu dibunuh orangnya, padahal yang harus dibunuh itu kekufurannya biar dia ga kafir dan mau beriman dan mau bertambah takwa. Gitu.

Nah, Quran bahasa asing, harus tahu terjemahnya dan tahu tafsirnya. Orang di Quran itu banyak istilah yang ga dimengerti jadi harus dipelajari. Misalnya istilah MUSYRIK, suku Quraisy aja ga ngarti istilah itu waktu pertama kali denger. Apaan tuh musyrik?? Gitu, padahal orang Arab. Suku Quraisy orang Arab tapi ga ngarti istilah musyrik. Dijelasin marah-marah bilang Nabi Muhammad kurang ajar. Lalu lama-lama ngarti juga dan tersebar luas itu Dinul-Islam. Berarti bahasa Quran itu bahasa wahyu, yang serumpun dengan bahasa Arab. Macam rumpun bambu gitu. Banyak tagam itu bambu tapi serumpun

Wey, ulama ini setop dong pemitnah saya ini. Harusnya saya dapat ganti rugi ini. Jodoh saya jadi jauh gara-gara kamera sembunyi-sembunyi. Saya ga ngerasa pinter apalagi ngerasa guru besar melebihi profesor. Orang bodo. Pengen STOP kamera aja susah karena saya orang bodo.

Bedain sama karya eka kurniawan yang cantik itu luka.Pasti ulama tau isu agama ga bisa dibawa sambil baca karya tulis fiksi model gini.Cantik itu luka dapat penghargaan karena penulisnya kuliahan. Ugm.Saya ini bukan penulis pro. Sekolah ga tinggi. Namanya belajar nulis. Bandingin aja karya saya sama penulis pro eka kurniawan.

Baca eteuh. Panon dipake noongan wae tah ku si jurig tah. Setan teu cageur. Kameraan tah eka kurniawan. Puguh vulgarisme saeutik. Saya nulis bagus dihina meluuluuu sama setan sunda keledai cabul yang sembunyi di rumah warga ga tahu dimana. Bulam puasa kehed. Alrsan wae dijieun. Dukun siahh!
Hehehe. Ek naon propam?? Aya kitu ti polisi nu ngamera?
Hehehe.
Eka bacain nih beautiful girl ke pengamera sembunyi2.

Seno Gumira Ajidarma ada itu judulnya matinya penari telanjang tapi ga digosipin parah kayak saya. Itu ada kata telanjang. Ulama dihasut sama pengamera sakit jiwa saya. Propam gila kali! Iya. Menghasut ke ortu saya jugs. Bukan ke warga saja. Nyadap hape. Lalu mengartikan menghina. Pake isu agama katanya saya penghina ulama dan lain2. Suka menghina saya kejang kalau mau tidur. Cacing kepanasan, kata si setan sunda idiot pengamera sembunyi2 saya. Hasut warga bayar warga. Rw nya kali dihasut.

Saya udah ngomong mau lihat saya tidur ya tongkrongin aja saya di kamar duduk dan ga tidur. Lihat saya kejang tiap malem selama lebih dari 3 tahun dan malah bikin gosip saya hamba setan dan sudah menyatu dengan jin. Pengamera goblog. Saya dzikir merem dan mungkin indang dari pawang indang ebeg yang jahilin saya masuk keluar tiap hari. Isu exorcist dipake jatuhin saya. Bego. Saya udah sering bilang ini permainan orang kejawen yg kongkalikong sama orang sunda oknum hobi fitnah.

The exorcist of me dan jadu the exercist of me. Latihan gak kerasukan. Hehehehe. Ke kamar aja tongkrongin saya tiap mau tidur dan lihat langsung kejangnya. Malah ngamerain sembunyi2 sambil mitnah ga berhenti. Goblog.

Dongeng itik buruk rupa itu buat gambarin keadaan tokoh Bulan yang buruk rupa karena kecelakaan. Juga buat tokoh Bintang, ibunya Bulan. Asalnya tidak diketahui dan tidak diinginkan. Bisa jadi mati dibiarin dipinggir jalan macam bangkai tikus atau kucing. Ga ada yang ngambil di pinggir tong sampah. Udah biru2. Mau meninggal. Diambil sama UFO telur. Dibawa ke wilayah desa gitu yang kali aja ada yg mau ngurus. Terus dibikin kayak di film Superman dengan ladang jagung yg terbakar. UFO telur menaruh bayi itu di bawahnya sedang UFO itu melayang di udara. Disangka macam Superman gitu. Bayi Superman. Eh ternyata diselidik ternyata cewe. Disangka Supergirl. Ternyata sampai balita selesai ga ada kekuatan apapun yg ditunjukan. Sampai remaja pun biasa saja. Bukan bayi Supergirl. Itu dinamai Bintang sama ortu angkatnya karena mengira dari bintang luar angkasa. Diinginkan dan dicintai dan sangat disayangi sampai ia besar dan menikah. Padahal asalnya sudah mau meninggal di pinggir tong sampah. Dan si Bintang itu asalnya aslinya memang dari bumi bukan dari langit luar angkasa. Bayi dibuang beneran. Lalu ada Alien lewat dan kasian lalu dibawa ke desa dan dengan cara membakar jalur ladang jagung dan menaruh bayi itu di bawahnya UFO telur. Nah, ibunya Bintang yg menemukan mengira dapat bayi Alien super ternyata nggak ternyata bukan dan tetap disayang tapi dan tetap dianggap dari bintang luar angkasa. Itu makanya pake dongeng itik buruk rupa.

Angsa juga ya buat Tokoh Bintang dan Bulan itu yg menelurkan telur emas. Maksudnya anak yg brilian, smart dan sebagainya. Dst.

Jijik banget ke pengamera sembunyi2 dan penyadap idiot yang bikin opini sendiri menghasut warga. Saya ga ditanya. Berani ngintip berani mitnah tapi ga berani nanya. Bawa isu Daroni anak pak Sawon. Saya pengen bantai itu orang goblog eh pake k goblok.

Masa bikin opini sendiri. Punye pengetahuan sastre juge kage. Malah kedengeran bergunjing. Saya Salman Martono adalah penulis gila yang terobsesi Chelsea islan. Belym lagi bergunjing saya penulis yang menantang sastrawan Eka kurniawan. Aduh, bego banget yg gunjing saya. Masa dia baca penjelasan saya lalu menghina lagi sambil ngamera ke beberapa warga menghasut kalau saya menghina cewe jelek. Cantik itu luka. Bandingin sama Beautiful girl. Eh, si kejawen oknum goblog itu sama si setan sunda keledai cabul menghasut warga. Karya cabul, kata mereka bergunjing. Akhirnya menyimpulkan Fusi di Beautiful Girl itu melakukan seks. Saking jeleknya si Bulan ga ada yg mau lalu dinikahin bapa sambung. Parah banget. Bergunjing. Ngaco. Idiot. Salman Martono yg nulis bukan Daroni. Tanya ke saya. Dasar pengamera goblok. Berani ngintip ga berani nanya. Malah mitnah saya copas. Internetan aja ini pake hape baru sekarang pinjem hape ibu saya. Tolol itu pembaca pengintip pake kamera sembunyi2. Hidden camera dipake ngintip kamar dan kamar mandi. Jadi orang idiot dong ente2 pade. Aku wong jowo ora vulgaro. Fusi itu bukan hubungan badan Langit sama Bulan. Ide dan gagasan berfusi. Atom2 pemikiran bersatu menyatu membentuk dan menemukan pengetahuan yg baru. Bulan itu ga ada yg mau karena wajahnya mengerikan. Tapi akhornya ada yg mau. Karena cinta bukan karena rupa.

Buat yg demen chelsea islan bolehlah bayangin csntiknya Bintang kayak gitu secantik Chelsea islan. Jeleknya Bulan kayak boneka Chuky. Buat ngebayangin ajaa. Tp ga seburuk itu.

BEAUTIFUL WORDS: KARENA CINTA BUKAN KARENA RUPA.

Si iblis kejawen dan setan sunda bergunjing:

"Ade ora peduli, pak. Arep disebut setan, kafir, cabul, Ade aweh pelajaran maring wong kayak Salman. Tio be ora seneng maring Salman. Salman ngenyek banget maring tanggane."

"Haryani goblog banget arep bela Salman."

"Salman wong bajang, turu tok, badog tok, keminter."

"Firman, pak. Ngenyek banget maring Salman."

" Wong nang umahe Sawon goblog. Polisine anu dibayar. Roni dibayar, pak."

"Salman melas, pak. Dikamera wong sunda psikopat sing nyebut keluarga anti kristus anti ulama. Asli sakit jiwa. Ora waras sunda anjing kuwe sing ngamera Salman."

"Roni ora ngameta, pak. Udu Roni sing ngamera."

"Salman menghina terus, pak. Pake hape ibunya. Kemudian jadi rusak, pak."

"Si Ade teu cageur."

"Podaran anjing nu ngamerana."

" Tio ngomong Salman ra duwe attitude, pak."

" Ngamera awan bengi gawe isu dajjal. Sawangan dadi terkenal tapi terkenale kayak kiye. Ora patut."

" polisine goblog."

"Tentara katolik sing ngamera kie."

" Pengajiane Salman musuh Vatikan."

"Podaran anjing nu ngamerana."
##

INI CERITA DIBIKIN KOMEDI BIAR GA SEDIH BANGET. ASLINYA CERITA SEDIH. INI CERITA PREQUEL DARI CERITA TRILOGI KALA TEARS YG DIBIKIN SEPTEMBER 2018 LALU.
BACA YG BENER PENGAMERA! KEBANYAKAN NGINTIP JADI BODONG BODO DAN DONGO. ITU BAHASA KASAR. TERPAKSA KASAR.
##

Dari dulu pengamera itu sakit jiwa. Ngamerain mulu. Saya tiap nonton film di fitnah. Nonton dvd d kamar film HEAVEN FOR REAL terus digosipin sampe sekarang kalo saya kristen pemahamannya karena nonton film kristen.

Ga percaya surga itu tempat. Berati ga percaya aherat, kata si bodong. Setan sunda keledai cabul yg bodong itu.

Surga itu tempat bukan keadaan. Surga adalah keadaan itu pemahaman kristen, kata si bodong itu. Setan tukang ngadu domba.

Jannah itu diartikan surga. Baiti jannati rumahku surgaku. Home sweet home. Home sweat home. You build a home not a house.

Jannah itu fidunya hasanah wa fil ahirati hasanah. Surga itu bahagia di dunia dan bahagia di ahirat. Heaven for real itu islam kalau sutradara filmnya islam.

Polisi tau ada istilah CIPTA KONDISI, menciptakan kondisi. Dari yg tidak aman jadi aman. Dari yg tidak bahagia jadi bahagia. Dari yg tadinya sakit menjadi sehat. Al-'aqlussalimi fil-jismissalimi. Akal yg sehat berawal dari badan (fisik) yg sehat. Lu kan bukan down syndrom kok bisa ga mikir bener kayak ini kata susah dicerna aja.

Di surga itu diyakini ga ada orang jahat. Ga ada yg sakit. Nah, hasanah di dunia itu dicipta biar macam di jannah ahirat. Cipta kondisi di daerah masing-masing. Goblok lu. Lu kate kagak pake usaha. Rabana atina fidunya hasanah wafilahirati hasanah waqina adzabanar. Doa di bibir doang saban hari mitnah orang, apa dapet itu hasanah, dapet itu jannah??
KAGAK DAPET LAH BEGO. Apalagi plus ngintip ngamerain orang memata-matai. Tolol.

##

Si setan sunda keledai cabul bergunjing lagi lalu ada pengamera lain bergunjing:
"Anjing, gayana jiga psikolog. You build a home not a house. Eta psikolog nu di metro tv acara kick andy bareto."

"Ade ora seneng pak karo wong sing pengen dianggap wong pinter. Ngaku- ngaku psikolog. Ben disangka psikolog."

"Pak Suhar ditipu nang Ade pak!"

" Wong nang umahe Darno kuwi asli psikopat. Ngerasa lewih pinter kang Salman. Parah. Ditantang nang Salman be ora wani tapi wani mitnah."

"Si Ade goblog anjing tah maniak dihasut ku si muji."

" Maryam tahu Salman pak. Maryam temennya di YASYFIY sama ICENG tahu Salman orang baik."

"Ka si Ade ngahina pisan."

" Si otak babi make isu agama. Keluarga pak Ujang menghasut warganya."

" Si Ade ngarasa leuwih pinter."

"Aing urang sunda. Teu hayang jiga si anjing tukang noong ngameraan imah batur. Rada gelo anjing AURI."

"Otak tai. Unggal poe mitnah bari noong. Puasa kitu?? Goblog. Musuh islam nu ngameraanna. Agama cabul oge lain. Dititah ku Allah noongan batur. Peuncit weh anjing tah si goblog Ade!"

##

Saya searching google, KORUPSI PLANA, keluarlah artikel berita pak Yusin dan pak Kahudi korup 400 juta. Ada wartawan dong. Nah, itu yg anehnya adalah kenapa saya dibawa-bawa jadi ikut digosipin.
Kemaren ada pak Kahudi, bawa motor trus brenti dpn rumah, saya lg bikin batako d rumah. Nanya sbntar lalu ada lik Boge Warsono. Lalu pergi ke arah kulon. SAYA YAKIN ADA YG BOONGIN WARTAWAN. MASA IYA WARTAWAN GA TAHU YG NGAMERAIN SAYA??,,,
##
Yg ngamera saya bergunjing kasi pak SIGIT PRABAWA NUGRAHA, setelah saya google-an searching pake hape ibu saya. Bergunjing lagi.

"Pak SIGIT ora bisa nuntut salman penghina orang sunda. Penghina apapun dan diapapun. Malah pak SIGIT takut."

"Pak SIGIT ngenyek banget maring bapane Salman."
##

Ada yg berhunjing lagi:
Saya terjemahin k bhs indonesia
"Masih mulia Turip sama Yusin. Turip ngasih rejeki ke Tarmin yg buta. Pdhl Turip orang miskin."
"Yusin calon penghuni neraka."
" Yusin dan Kahudi itu orang kaya tapi korupsi. Kurang duit apa kurang iman."
" Orang sawangan pada melarat tapi ga korupsi."
" Ya iya. Orang ga ada yg jd pejabat. Kalo jadi pejabat bakal korupsi lbh banyak."
"Masih mulia Turip."
" Mulia apaan. Eksploitasi Tarmin. Kalo ga bawa orang buta ga dpt duit."
" Orang buta ngemis sendirian bakal nyasar ga pulang lagi."
" Yusin dan Kahudi harusnya ngemis aja ya."
##
DISINI OTAKNYA PADA MISTIS TERUS KEBANYAKAN MAKSIAT NGINTIP SAYA NGAMERA, MISALNYA SAYA NULIS MIMPI SAYA DI KAMAR LALU DUSEBARKAN OLEH SI PENGAMERA YG BEKERJASAMA DENGAN WARGA. MUNGKIN DARONI.
KALAU BOLEH DIKATA MEREKA MELAKUKAN PENCEMARAN NAMA BAIK. ADA FUTNAH MENYEBAR BANYAK SALAH SATU DIANTARANYA SAYA PUNYA ILMU MERAGA SUKMA DAN MEMPERKOSA SUKMA SEMUA CEWE DI KAMPUNG SAYA DARI REMAJA SAMPE JANDA.
GOBLOGNYA MANUSIA SAWANGANSIS ATAU GELARAN PHITECANTROPUS EREKSITUS.
#
GUA TAHU INI KASAR BANGET.
#
Aduh kayak orang gaul aja gua elu. Saya orang susah tolong jangan dibikin susah. Kalau saya mimpi dewasa sama cewe terus dibilang mimpi itu sukma saya merkosa ya bawa dukun kejawennya ke rumah sakit jiwa.
#
Makanya saya curiga ini ada permainan orang kaya di gelaran dan bantardau serta jurang mangu yg kongkalikong sama oknum. Pak polisi Meirza bisa jd dikadalin jg. Saya dijahat-jahatkan jg percuma, dimaniakan dicabulkan jg percuma. Yg gitu yg ngameranya. Dukun bau tokai lu. Tai itu tokai dan tokai itu tinja. Kawasaki tinja eh ninja ga bikin mulia kalo yg punya bisanya cuma menghina motor karisma bodol saya. Hahaha.
#
Responnya provokator kayak manusia purba:
"Ari pengen mateni wong sing ngenyeki motor ninja. Ari karo daroni pengen jotosi Salman."
"Rusak bae kandange, portas bebeke, colongi ndoge."
"Roni arep kerjasama karo pak Sigit ngentongna pengajiane Salman. Pengzjian Yahudi."
"Orang yg ngamera Salman akan dpt penghargaan."
"Salman ngenyeki tempene ponakane Kahudi tempebacin."
"Rusak batakone."
"Meirza arep nuntut Salman."
#
Buruan kasih penghargaan biar stop kamera. Aduh pengen penghargaan sampe ngintip kamar dn kmr mandi 11 tahun. Ntartinggal potong pajak ala quis d tv.
#
"Anggit ora seneng, pak bapane digawe guyonan pak. Anggit ngerti pak bapane buta tukang njaluk. Anggit be isin pak."
"Daroni teyenge apa. Ana apane Salman? Ora nana papane. Wong biasa digawe lara nang pemuda. Hasutane Daroni bahaya. Salman wis dewasa. Kacau pemuda sawangan ki."
"Nisa di nyek Salman tempe bacin, pak. Pelecehan. Salman wong ora normal."
#
Banyak banget fitnahnya.
Saya ga hina motor ninja. Bahaya itu provokator. Manusia purba emang. Saya dikatain manusia purba gapapa. Mereka kayak mau matiin saya. Haha. Dintip kamera sama saya jg ngga. Mereka ngamerain saya. Saya katain doang dan ga saya apa2in.
Daroni jg dihasut. Saya pokoknya hrs jd musuh bersama. Itu rencana mereka.
#
Pengamera stres. Nonton Naruto. Iya. Parah itu. Saya tahu. Sasuke. Menciptakan musuh bersama agar warga desa bersatu. Tai itu pengamera sunda cabul sok pinter.
Ini warga jd dua kubu. Kubu Yusin dn kubu Sri. Kubu mbah Darjo dan kubu Kaki Kirsan. Iya. Mbah darjo aja ngomong mau mateni Broto. Menantunya bu Sri. Ngomong d rmh saya dulu wktu main k rmh.
Pak Broto sama Kirsan.
Udah menang pilihan eh masuk kandanf. Terbukti korupsi. Mau ada kerusuhan tp ada polisi menjaga. Namanya cipta kondisi. Menciptakan kondisi tenang.
Eh si goblog malah saya mau dijadiin musuh bersama biar wRga desa bersatu.
#
" Salman aja kon hspean pak lah. Ngomong meng Sadim mbok ngenyeki. Ko digawa Meirza. Urusan kantor polisi."
"Pitet kamerane yaaaa"
"Bukane isin pemuda goblog."
Dan banyak lg gunjingan di sekitar kampung. Ada lg...
"Udu Salman pak sing ngenyeki Nisa tempebacin."

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer bayonet
bayonet at ( , )BEAUTIFUL GIRL (1 year 16 weeks ago)

waw panjang bener

Writer nusantara
nusantara at ( , )BEAUTIFUL GIRL (1 year 16 weeks ago)

ini bikinnya dalam gangguan banyak orang yaitu pengamera sembunyi-sembunyi...
sambil dikata-katain sama mereka waktu saya bikin dan waktu saya selesai posting di warnet ndeso...
mereka bergosip soal wabah covid 19 menggunakan cerita negeri Ursula...
mereka bergosip soal telur sebesar rumah boneka itu dihubungkan dengan rumah-rumahan buat kuburan di panembahan, kan di kampung saya ada kuburan tertentu yang dibikin rumah kecil di kuburan itu, trus suka dikasih bakaran itu tuh... yang disebut itu tuh yang kalo dinakar itu timbul bau menyengat... menyan.

mereka juga bergosip soal bandara yang paling kena dampak covid 19 lewat bagian cerita telur ufo merah itu menghancurkan bandara, dimana sebetulnya telur ufo merah itu ada sukmanya si Bulan gitu...

Menulis dibawah tekanan...
entah orang dimana mereka itu??? ga tahu sembunyi dimana???

Mereka juga menghubungkan banyak hal..
ke film kala punya joko anwar,
ke film jeritan malam...
dll...
sebenarnya ada juga yang menghubungkannya ke Amerika, soal lockdown kota newyork dan gak jadi lockdown, kedengeran suara-suara orang memperbincangkan ini cerita dengan covid 19...

pusing saya nulis juga...
padahal masih ada lanjutannya tapi nanti saja...