BTS bkn ttg snjt

Sepenggal kisah perang salib dalam sebuah pertunjukan teater anak di sebuah sekolah...

Diceritakan...

Ada beberapa kelompok prajurit muslim dalam jumlah kecil memasuki sebuah gereja. Di dalamnya ada beberapa perempuan, anak-anak dan orang tua renta yang tampak ketakutan. Ada pula beberapa pemuka agama duduk berlutut berdoa di hadapan kayu salib, patung isa dan bunda Maria.

Salah satu dari prajurit itu menurunkan kayu salib, membuang patung Isa dan bunda Maria. Seorang pemuka agama bangkit berdiri seraya berkata: "Itu penghinaan!" Dan prajurit menjawab: "Itu hanya kayu dan patung."

Lalu prajurit itu mengambil injil dan membuangnya. Ia berkata: "Jika buku itu tidak ada apakah Tuhan juga tidak ada?"

Ia berkata lagi: "Jika buku itu hilang apakah kata-kata Tuhan juga hilang?"

Ia berkata lagi: "Apakah kau menghafalnya, atau tidak?! Sehingga kau mengira Tuhan ada di tanganmu bukan di hatimu! Tuhan yang mana?!"

Pemuka agama itu duduk berlutut kembali sambil terus berdoa bersama lainnya.

Kemudian prajurit-prajurit itu pergi dan meminta agar mereka yang berada di gereja bersiap-siap meninggalkan kota.

Sedikit cerita itu menjadikan beberapa orang menyadari kekeliruannya terhadap bentuk pengabdian kepada Allah Tuhan yang menciptakannya. Lalu ada yang menambahkan versi lain dari cerita itu sebab tidak semuanya sama dalam menyampaikan satu kejadian.

Diceritakan...

Sesaat sebelum prajurit-prajurit itu pergi tiba-tiba seorang anak kecil lepas dari pelukan ibunya berlari ke arah salah satu parajurit lalu memukulnya sambil menendang-nendang pula. Parajurit itu menenangkannya. Sambil mengusap airmatanya ia berkata: "Muhammad mencintai Isa dan aku mencintai Muhammad karenanya; meskipun aku tak mengetahui rupa wajahnya."

Diceritakan...

Sebagiannya ada yang tinggal, termasuk anak itu dan ibunya.

Pada suatu hari anak itu dikisahkan tentang suatu perjalanan prajurit itu melintasi samudera. Prajurit itu menceritakan bahwa bintang malam tak hanya menjadi hiasan penghias langit yang Allah ciptakan, tetapi juga sebagai pemberi petunjuk arah. Maka apalah artinya patung buatan manusia. Seandainya seseorang atau sekelompok manusia berlayar membawa salib dan patung-patung tentu hal itu takkan mampu menyelamtkannya dari dahsyatnya badai dan ikut tenggelam bersama seisi kapal. Pun, patung-patung itu tak dapat dimintai keterangan ke arah mana kapal harus berlayar saat tersesat selepas badai menerjang.

Lalu prajurit itu membacakan ayat surat An-Naml sambil menitikkan air mata.

Dan cerita selesai.

Sementara itu di tempat lain...

Seorang anak kecil di perempatan, menepi, mencari tempat tuk berteduh. Hujan rintik-rintik perlahan turun membasahi bumi yang kering dan pengap oleh asap kendaraan berkejaran dengan derap langkah kaki kecilnya yang berlari semakin cepat dan ia terjatuh. Ia pun ingin mengangis menahan sakitnya luka sedikit yang membuatnya mengaduh.

Akhirnya ia berjalan perlahan di bawah hujan yang terus menderas sedang gitar kecilnya yang patah ia tinggalkan dengan langkah tak terarah. Sepertinya, ia tak menyadari, ia tak mengetahui ada yang mengikutinya dari belakang sampai ia berjalan lelah dan duduk dalam basah.

Seseorang itu menarik tangannya ke pinggiran toko yang teduh yang sudah tutup sebab sudah semakin petang. Anak kecil itu kaget dan baru tahu kalau kakaknya mengikutinya. Kakaknya itu berseragam loreng dan tampak galak menatapnya jengah.

"Tiga minggu kamu tidak pulang. Itu tidak keren. Masih kecil susah diatur!" Kata kakaknya anak kecil itu yang ternyata kakak angkat yang mengajaknya berhenti hidup di jalanan.

"Keren itu bukan untuk orang kaya. Bukan unutuk orang pintar. Tidak hanya untuk anak tampan. Kamu itu jangan senang tidak keren. Kamu bisa keren karena nurut. Nurut sama kakak kamu bisa keren!" Kata seseorang itu.

"Otong gak mau jadi tentara. Gak enak jadi aparat. Enak jadi rakyat. Rakyat itu keren. Aparat tidak keren." Jawab anak itu.

"Kamu tidak pakai otak dengan benar. Kamu nanti saya sekolahkan dan nanti besar terserah mau jadi apa sesukanya kamu!" Kata seseorang itu.

"Saya tidak punya orang tua. Tapi saya punya teman banyak di jalanan. Enak di jalanan gak banyak aturan. Kakak ini tentara aneh. Banyak anak lain, cari saja anak lain yang mau ikut kakak tentara. Kakak pasti ada tuuan jahat. Ingin dilihat atasan sebagai orang mulia, ya!!!" Anak itu marah dan mau lari tetapi di pegang dengan kuat dan dipeluk.

"Mendiang ayah kamu adalah teman baiK kakak perempuan kakak, Otong. Kakak perempuan kakak itu pernah dekat dan sangat dekat dengan mendiang ayahmu itu. Tolong mengerti soal ini, Otong. Kakak sayang sama kamu sama sayangnya dengan kakak perempuan kakak. Ayo kita pulang. Disini tidak ada masa depan." Anak itu dipaksa ikut.

"Jangan panggil kakak tentara lagi. Kak Badrul saja." Kata seseorang itu yang berbaju loreng.

Setahun kemudian.......

Otong kabur lagi tanpa diketahui sebabnya. Ceritanya biar kayak komedi thriller. Entah apa yang ada di pikiran Otong. Kak Badrul, yang ternyata bukan tentara, yang hanya suka berpakaian kaus loreng saja, ia susah mencari Otong. Kak Badrul takut Otong salah sangka dan berpikir yang tidak-tidak. Kak Badrul gagal jadi tentara sebab ukuran tinggi badan dan ia tidak lulus. Ia menginginkan Otong jadi orang berguna. Bisa jadi Otong salah paham atau ada yang memengaruhinya agar Otong membenci kak Badrul.

60 tahun kemudian....

Seorang tentara baru lulus berpelukan dengan bapaknya, ternyata bapaknya bernama pak Otong. Pak Otong yang ternyata dulunya tidak mau jadi tentara tetapi anaknya jadi tentara. Wah, bagaimana dengan kak Badrul? Ceritanya bagaimana?

Sehari kemudian....

Kak Badrul diketahui sudah meninggal dan ia meninggal sebagai seorang pahlawan yang tidak dmakamkan di taman makam pahlawan, sebab ia adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Ia menjadi seorang guru ternyata. Anak kak Badrul kenal dengan anak pak Otong ternyata dan akhirnya mereka tahu masa lalu orangtua mereka.

Cerita selesai.

Sementara itu di tempat lain...

Seorang tukang kebun baru bekerja di rumah tuannya. Anak tuannya sangat galak. Hari pertama ia sudah dimarahi habis-habisan. Bukan karena kerjanya yang buruk. Ternyata karena ia dianggap tidak sopan saat makan siang duduk di depan anak tuannya yang sedang makan dan ia ikut makan semeja dengan anak tuannya.

"Dasar, tukang kebun tidak sopan. Mejamu di belakang. Makanlah disana. Kau memakan apa yang kumakan. Masakan kita sama. Mejamu disana!" Kata anak tuannya itu.

"Cantik, tapi bawel. Situ makan di meja belakang. Semua penghuni rumah ini tahu situ anak majikan walaupun makan di meja belakang. Cantik, bodo!" Kata tukang kebun.

"Hari ini tanpa gaji. Aku bilang ke papa kamu tidak sopan!" Kata anak tuannya itu.

"Iya, gapapa. Ga masalah." Kata tukang kebun sambil terus makan dan si anak tuannya pindah ke meja belakang. Maksudnya ke meja di dekat dapur di belakang rumah.

Ternyata, tukang kebun itu mantan si anak tuannya waktu di SMA. Mereka itu sering beradu mulut. Dan, tukang kebun hanya bekerja selama tiga hari saja. Ia lalu bekerja menjadi supir tuannya mengantar tuannya pergi ke tempat tuannya bekerja.

TAMAT

#KEMARIN KAU ADALAH SEORANG ANAK

#SEKARANG KAU ADALAH SEORANG PEMUDA

#ESOK ANAKMU AKAN MEMANGGILMU BAPAK

#SO, BE KIND, BE HONEST, BE HONOUR.

SEMENTARA ITU DI TEMPAT LAIN...

Seseorang duduk di sebuah kursi memikirkan cerita baru yang hendak ditulisnya. Ia takut menulis tapi ingin menulis. Ketakutannya wajar dirasa olehnya sebab beragam fitnah menghantuinya sejak awal mula ia belajar menulis. Orang lain yang membencinya tak mengharapkan kebaikan apa saja menghampirinya. Seolah hampir setiap kata yang ditulis menjadi olokan dan hinaan orang yg tak menyukainya. Pembaca yang bengis.

Ia hendak menulis tapi takut menulis. Dan ia tetap menulis. Ia memberanikan diri menulis dan tak punya rasa takut akan cibiran dan hinaan dari orang yang membencinya, yang tak menyukainya. Si pembaca bengis yang ingin membuatnya menangis.

"Aku lelaki dan aku tak perlu menangis menghadapi pembaca bengis." kata si penulis itu yang tak lain adalah saya. Ya saya. Anda tahu saya dan kamu tahu aku, bulan. Eh, salah. Bukan. Salah ketik.

"Anda tahu saya dan kamu tahu aku, bukan?!"

ANGIN SENJA

Seperti bukan manusia saja, peperangan seolah menjadi bumbu kehidupan yang membuat hidup menjadi serasa nikmat. Dalam peperangan itu setiap manusia melegalkan pembunuhan dan melukai sesama. Ya, sesama manusia walau bukan teman sebangsa.

Setiap prajurit yang bertempur menikmati pertempurannya hingga ajal tiba baginya yang menjadi korban pertempuran. Setiap prajurit yang terluka pun menikmati setiap luka di raganya tanpa perlu bertanya-tanya Tuhan ada dimana atau memihak siapa.

Kesampingkan nurani, begitu pikir mereka. Ya, untuk sementara. Seolah takdir mereka berada di ujung lidah politikus penguasa. Mau bilang apa? Mengutuki Tuhan pun tak ada guna. Dalam doa mereka pasti berharap angin senja segera berganti angin malam dan dalam dingin menanti cahaya pagi kembali. Itu pun bila ajal tak tiba.

Jangan kira malam sehangat di rumah, di kamar, tanpa cemas. Sebab peperangan tak bernuansa hangat penuh pelukan dan senda gurau keluarga. Tak ada yang tahu, apakah ajal tak tiba atau tiba sebelum pagi memberikan kehangatannya. Kita tunggu saja.

BRUKK!

Dari kejauhan terdengar suara tubuh terjatuh.

Seorang prajurit tersungkur dengan luka di kepala. Ajalnya tiba. Tiba sebelum pagi menjemput cahaya. Seorang temannya membalas dengan beberapa rentetan peluru. Lalu dikuti yang lainnya. Mereka kemudian bersembunyi sebisa mungkin sembari saling berteriak satu sama lain tentang sniper.

Aku tetap menulis. Aku tetap menulis di bawah tanah. Aku berlindung di bawah tanah dan terus menulis. Aku harus menulis karena itu tugasku. Aku menuliskan ceritanya, aku mengabarkan beritanya, akan kukirim ke keluargaku, ke teman sebangsaku. Dan akan dibaca oleh manusia lain yang tak sebangsa denganku yang menjadi musuhku kini. Semoga esok lusa tak lagi ada kata musuh di benak kita dan perang segera usai tanpa perlu menambah luka-luka yang menyisakan dendam membara.

BRUKK!

BRUKK!

BRUKK!

Raga-raga yang ambruk. Satu per satu ambruk. Aku melihat mereka mati dijemput ajal yang tiba melalui peluru demi peluru tajam penembak jarak jauh. Aku siapa? Hanya menulis saja tak ikut mengokang senjata. Ya, ini senjata. Kata-kata adalah senjata untuk membawa damai dan membuat senyum berwibawa mengemuka.

Bagaimana ini, ya?!!

"Topan, bangsat!! Ambil senjatamu dan buang ponselmu!! Kita tersudut!!" Kata seorang prajurit kepada temannya.

Namanya Topan. Dia seorang penulis yang ikut wajib militer. Negaranya sedang berperang dengan negara tetangganya yang dulunya saudara. Topan lee nama lengkapnya, keturunan Indonesia yang menjadi warga negara Korea Selatan sebab ibunya orang Korea selatan. Ayahnya berasal dari Jakarta; Indonesia.

"Kopral Park tewas!" Seru dari kejauhan mengabarkan pemimpin pasukan mati. Telah tiada maksudnya.

Kapten Park telah mendahului kemarin. Dua orang yang bernama Park tetapi beda jabatan. Siapa pun dalam saat-saat seperti ini boleh jadi pemimpin. Naik jabatan langsung tanpa upacara kehormatan. Maka dicarilah prajurit yang bernama Park. Dan ia jadi memimpin pasukan. Pasukan ini tentunya. Sukurlah aku bukan Park. Untung saja. Siapa berani bilang apalah arti sebuah nama.

Kim turun ke bawah tanah menemuiku setelah lelah mengataiku bangsat. Bunker berlantai dua. Satu penembak di atas. Satu di bawah menulis. Hanya aku saja yang menulis. Seharusnya aku ikut sibuk tapi tidak perlu bagiku. Pembaca gila dan pengintai gila akan merusak cerpenku jadi aku terus menulis menjelaskan cerpen dengan cerpen. Menjelaskan cerpen dengan cerpen. Begitu saja.

"Ceritanya sudah jadi apa belum?! Pegang senjata sekarang. Kita bergantian!" Kata Kim.

"Memang kau bisa menulis?" Tanya Topan.

"Tidak." Jawab Kim.

"Aku sudah selesai menulis. Aku menulis kita berbicara panjang lebar. Ceritanya kau ingin ke atas lagi dan berpamitan padaku seolah kau tidak akan selamat dan aku dibawa mereka. Lalu paragrafnya hilang. Aku tidak sempat menyimpannya. Mungkin dia dan mereka tidak suka ceritaku soal kematianmu. Jadi aku menulis ulang. Kau pasti lupa pembicaraan kita yang kutulis tadi dimana kalimat-kalimatnya hilang sudah sebelum aku menyimpannya. Tentang penyadap pikiran yang menyadap segala-gala. Mungkin mengembangkan teknologi komunikasi Stephen Hawking yang membaca kata dalam benak, menerjemahkan gelombang elektik otak menjadi kata-kata dalam monitor. Atau lebih canggih lagi bahwa dia dan mereka bisa melihat citra pikiran dalam bentuk gambar visual dari apa pun yang kita pikirkan, bayangkan, juga kita mimpikan. Mereka bisa melihat isi kepala kita. Tapi belum tentu bisa membacanya. Melihat dan membaca adalah dua hal." Kata Topan panjang lebar.

"Kau kira aku sudah turun menemuimu dan kau menulis semuanya dan aku tewas. Gugur maksudku. Dan tiba-tiba apa yg kau tulis hilang sebelum kau menyimpannya. Lalu kejadian berulang?!" Tanya Kim.

"Ya. Aku berbicara tentang penyadap pikiran gila yang lebih gila dari Hitler. Dia mungkin merasa jadi Tuhan. Dia bisa saja menyadap setiap kata sandi dalam pertempuran darat, laut, udara dan memenangkan pertempuran sebelum pertempuran itu terjadi. Dia bisa melihat posisi pasukan dan senjata-senjata tersembunyi. Dia dan mereka itu bisa menyadap tempat bom-bom nuklir, kata sandi bom nuklir, data-data keuangan negara, dan sebagainya. Kita bisa membayangkan tempat lain mengucapkan atau menyimpan kata lain dalam benak hati dan menipu mereka sehingga mereka akan membom tempat-tempat yang salah. Lalu kau bilang bahwa pikiran itu tak hanya berisi kata dan gambar. Maka pikirkan selain kedua hal tersebut agar mereka tak bisa membacanya." Kata Topan.

"Apa kau gila?! Makan kokain heroin sebelum punya luka!" Tanya Kim.

"Kau bilang bahwa pikiran itu tak hanya berisi kata dan gambar visual. Pikirkan selain keduanya!!! Beri tahu aku!!" Teriak Topan.

"Kau menulis apa?! Cerpen?! Sudah selesai?! Tulis kopral Park sudah gugur. Tulis ceritanya. Aku akan kembali ke atas. Kau ikut tidak?!" Tanya Kim.

"Kau tidak ingat saat kita berbincang tentang film Band Of Brothers dan Saving Private Ryan. Kau tidak percaya tadi waktu terulang sebentar saja. Dan kau tidak paham kata-kataku!" Kata Topan.

"Aku tidak peduli kata-katamu itu, bangsat! Tapi aku cerdas! Kau membicarakan soal cenayang mind reader atau semacamnya dan mereka di pihak musuh! Mereka penyadap pikiran bukan pembaca pikiran! Kalaupun pembaca pikiran, mereka hanya membaca sirkuit limtasan dalam sistem. Mereka bukan code breaker!!! Bangsat!!! Ayo ikuti aku ke atas, kawanku yang hebat!!! Kita menulis bersama!!! Bangsat!!!" Kata Kim.

"Kukira kau sudah lelah mengataiku bangsat. Ternyata belum. Sudah sini turun sebentar. Percayalah padaku bahwa mereka kehabisan peluru. Dan kita selamat sebab pasukan bantuan akan segera tiba. Ayo turun lagi. Sini menulis sebentar dan jelaskan istilah code breaker itu." Kata Topan.

"Kau benar. Aku lelah mengataimu bangsat. Kau boleh mengataiku bangsat juga." Kata Kim.

"Code breaker dan mind reader. System reader dan hacker. Itu menarik." Kata Topan.

"Kau makan heroin atau kokain?!" Tanya Kim.

"Morphin." Jawab Topan.

"Mighty Morphin Power Rangers?!" Tanya Kim. Tertawa tak berhenti. Cukup lama.

Keduanya tertawa cukup lama. Desingan peluru di udara melesat membentur yang disasarnya berdentang-denting seumpama lantunan musik piano yang tuts-tutsnya dimainkan pemusik handal. Eh, pianis handal maksudnya.

Mereka lanjut berbincang santai serasa di rumah yang penuh kehangatan tanpa rasa takut serta tanpa rasa cemas melanda raga menyelimuti jiwa. Oh, entah apa itu jiwa. Apakah sama dengan nyawa atau hati dalam makna rasa.

"Unbelieveble." Kata Kim.

"Untrusted." Kata Topan.

"Trust me." Kata Kim.

"Believe me." Kata Topan.

"Underwear." Kata Kim.

"Upwear." Kata Topan.

"Cloude." Kata Kim.

"Sky." Kata Topan.

"Kita sudah tinggi. High." Kata Kim.

"Fly. Terbang." Kata Topan.

"Kita pura-pura high. Kita pura-pura Fly." Kata Kim.

"Ya. Code breaker itu hacker." Kata Topan.

"Kau cepat paham. Kau lebih cerdas dariku." Kata Kim.

Mereka tertawa bersama dan desingan peluru sudah berhenti. Cukup lama. Seperti di rumah saja rasanya.

"Semuanya tentang bentuk ruang lingkaran, segi tiga, kotak, satu lagi apa ya?" Tanya Topan.

"Setik Play Station. Kabel dan nirkabel. Sistem sensor. Membaca gerak dengan perangkat software. Mesin seolah berpikir padahal yang berpikir adalah si pembuat mesin atau pengontrol mesin. Semuanya begitu." Jawab Kim.

"Ya, baju itu ada lingkarannya untuk leher dan tangan dan badan. Pun celana. Segi tiga untuk celana dalam. Ya, jadi begitulah sistem dalam kotak kubus bersegi tiga dalam lingkaran. Kenapa tidak pakai ruang bangun kerucut?" Tanya lagi Topan.

"Sensor itu kerucut. Ya terserah pikir sendiri saja. Layang-layang atau ketupat bagaimana?" Tanya Kim setelah menjawab.

"Titik sensor itu titik kamera. Titik vision. Ya, ada batas ruang tak tersentuh. Ya, paham. Sepertinya aku paham." Jawab Topan.

"The Eye." Kata Kim.

"Nama tokoh dalam film-film." Jawab Topan.

"Super komputer di masa depan bisa jadi musuh kemanusiaan tapi bisa juga jadi penyelamat kemanusiaan." Jawab Kim.

"Ya. Ya. Aku paham. Celana dalam itu kode segi tiga. Dalam ruang waktu yang berbeda menjelaskan kenapa lingkaran itu membentuk garis pembatas pagar keliling. Hacker tahu garis sejajar lurus berbelok dari pagar lingkaran menyusuri garis kotak kubus menemukan garis segi tiga berujung titik garis tengah lingkaran. Dan mereka dapat passwordnya. Oh, begitu?!" Kata Topan.

"Semua teknologi itu mesin. Peluru itu untuk di dalam planet. Di luar angkasa menggunakan laser cahaya. Cahaya bergerak lurus di ruang hampa udara. Mesin itu seperti kalkulator yang mampu menghitung lebih cepat dari manusia. Mesin itu seperti alat berat raksasa yang memiliki tenaga super yang mampu mengangkat beban berton-ton beratnya. Mesin itu seperti lebih dari pembuatnya yaitu si manusia padahal manusia yang membuat mesin itu. Ketika kecerdasan buatan terus berkembang dan digabungkan dengan mesin perang tentu prajurit berbadan besi yang berada di medan tempur. Siapa yang lebih cerdas, manusia atau mesin?" Tanya Kim.

"Satu manusia pintar membuat mesin seolah berpikir dan mampu mengalahkan sejuta manusia bodoh. Itu jawabanku." Jawab Topan.

"Suka main catur, ya? Sampai level berapa? Komputer lebih cerdas darimu, ya?" Tanya Kim.

"Komputer tidak berpikir saat aku memainkan game catur melawan komputer. Itu diprogram seolah komputernya berpikir dan mengalahkanku. Aku tidak lebih bodoh dari komputer tapi lebih bodoh dari programer caturnya." Jawab Topan.

"Dia dan mereka itu siapa?! Manusia atau mesin atau manusia setengah mesin?!" Tanya Kim.

"Aku bukan pendengar kata hati. Aku bukan penyadap pikiran. Aku bukan penyadap mimpi. Aku tak bisa telepati. Aku tak bisa melihat orang di dalam ruangan tertutup. Tapi orang-orang pintar mampu membuat alatnya untuk kepentingan mereka. Mikroskop membuat manusia melihat dunia mikro. Teleskop mampu membuat manusia melihat dunia makro. Nanti jaman serba nano. Apa jadinya mesin di masa depan tetaplah sama dalam prinsip jurus seribu bayangan. Artinya satu orang pintar membuat program permainan catur yang bisa mengalahkan sejuta orang bodoh tentang catur. Ia memperbanyak diri dengan mengkopi program pada mesin yang lain sehingga satu berbanding sejuta. Dan tentu programernya yang menjadi ruh permainan catur dalam komputer di mesin itu. Apakah kita menghadapi musuh seperti itu? Permainan catur itu programnya sederhana bagi programernya tapi sulit bagi lawan mainnya sepertiku dan lainnya. Bayangkan jika program itu program perang di medan tempur ala no mercy and all must die?!" Jawab Topan.

"Programer game catur seperti master catur saja padahal bukan. Tapi dia tahu jalan atau langkah para master dan memprogram berdasar langkah para master catur." Kata Kim.

"Itulah ruh mesin. Ruh para robot. Lawan kita itu robot. Mesin penyadap yang kita sebut saja brain hacker. Aku suka itu. Brain hacker." Kata Topan.

"Oh, seperti di film Starship Troopers. Edge of tomorrow. Kita di sini sebut saja Park Troopers. Kita punya 100 prajurit bernama Park yang berada di garis terdepan papan catur." Kata Kim.

"Membaca benak pikir itu memang ilmiah. Cenayang pun ilmiah. Mengulang waktu tentu tidak ilmiah. Untuk sekarang. Ya, di masa depan entah bisa atau tidak bukan kita yang tahu. Omega itu di film Edge Of Tomorrow memang menjelaskan cara kerja otak yang satu dan otak yang lain. Manusia dengan manusia lainnya sudah terbukti bisa melihat isi kepala lainnya. Melihat kata dan gambar. Melihat citra visual apa yang dipikirkan dan dibayangkan dan dimimpikan. Mendengar kata hati bukan membaca isi hati. Mereka tidak bisa membaca perasaan yang dibaca. Sakit hati dan sedih serta kecewa atau bahagia tak bisa dibaca sebab itu dirasa bukan dibaca." Kata Topan.

"Mengulang waktu itu semenit saja manusia tidak akan bisa. Kecuali lain dimensi. Dan orang yang berada di wilayah cakupan tersebut tak merasakan. Dan itu berarti menyoal persepsi rotasi planet yang melambat atau semakin cepat dan melambat lagi. Kalau planet ini melambat jam tidak akan melambat sebab mesin jam berada pada jam. Waktu bukan jam. Kalau jam itu ada baterai jam dan energi pendukung lainnya maka jam itu tetap bergerak saja tak melambat dan tak semakin cepat dengan sendirinya." Kata Kim.

"Kita bisa membuat salah satu dari mereka menjadi pemberontak dan memberontak terhadap program. Kita membajak satu mesin dan membuatnya melawan teman mesinnya. Teman mesinnya tidak diprogram untuk menghabisi sesama mesinnya. Kita ciptakan musuh dalam selimut. Mesin itu benda mati. Ruhnya program. Program itu yang menggerakan dia. Kita masukkan ruh baru berupa program baru. Mesin itu akan seperti orang kerasukan yang bergerak tanpa kesadarannya." Kata Topan.

"Ghost machine!!" Kata Kim.

"Waduh, film apa lagi itu?!" Kata Topan.

"Itu virus komputer kita. Kita namai Ghost Machine." Kata Kim.

"Aku berhasil membajak salah satunya dari mereka. Dia avatarku sekatang dan aku akan main game perang dengan ponselku." Kata Topan.

"Wah, cepat sekali. Kau hebat. Tapi main game-nya nanti saja. Kemenangan sudah di tangan." Kata Kim.

"Sekarang saja yang katanya teknologi primitif sudah ada mesin perang robot prajurit sniper dengan jarak pandang sepertiga teleskop dan mereka entah dimana." Kata Topan.

"Oh, jadi kau tahu sniper itu robot. Jaraknya jauh sekali. Kenapa baru bilang. Kita buang-buang peluru." Kata Kim.

"Itu trik mereka untuk mengelabui kita yang sedang jadi lawan mereka. Mereka menipu kita seolah sniper itu jaraknya 100-200 meter. Dan kita buang-buang peluru." Kata Topan.

"Beri aku morphin sedikit lagi. Aku ingin tertawa lebih lepas." Kata Kim.

Mereka berdua tertawa sebentar. Lalu tertawa lagi cukup lama.

"Masa depan menakutkan sekali. Teknologi militer dibuat plus teknologi smart computer. Seharusnya jangan bikin robot terlalu canggih dan terlalu pintar. Dasar, ilmuwan. Manusia luar biasa. Terlalu istimewa. Spesial sekali." Kata Topan.

"Idiot maksudnya?!" Tanya Kim.

"Robot dengan kecerdasan tinggi dibuat untuk eksplorasi luar angkasa dan eksplorasi planet di tata surya kita maupun bintang lain. Robot tidak perlu oksigen. Tergores tidak berdarah dan tak butuh plester penutup luka. Apalagi transfusi darah. Robot hanya butuh daya atau energi saja. Bila kecerdasan buatan setingkat manusia berpikir bisa dibuat maka jadilah Terminator yang bekerja sebagai astronot dan reporter berita planet lain. Mereka dikirim ke planet lain dan melapirkan apa yang mereka lihat. Bila belum sanggup dengan satelit angkasa tentu robot hanya merekam sebanyak mungkin data. Lalu mengirimnya kembali bersama si robot itu." Kata Topan.

"Penjelajahan luar angkasa menciptakan robot canggih dan diaplikasikan ke militer menjadi terminator di film Terminator." Kata Kim.

"Alien akan melakukan hal yang sama dalam penjelajahannya. Mereka akan mengirim robot. Mesin yang akan mereka kirim. UFO tak berawak. Robot perekam data visual pun audio. Bayangkan mereka sama penasarannya dengan kita dalam eksplorasi luar angkasa dan mendahului kita. UFO mereka tiba di planet kita terlebih dahulu. Memotret kita. Merekam video. Merekam suara. Dan mereka melaporkan bahwa alien penghuni planet baru sedang berperang. Kita menjadi alien bagi mereka." Kata Topan.

"Aku ingin tertawa. Kau itu seperti pintarnya sutradara membohongi penonton bioskop. Tapi kau memang pintar. Itu lucu. Sutradara film pun sepertinya berlogika dalam imajinasi mereka. Hahaha." Kata Kim

"Aku membayangkan Cinta Laura Kiehl. Dan mereka yang menyadap pikiranku akan melihat citra gambar yang aku bayangkan. Mereka itulah brain hacker!" Kata Topan.

"Kau mengalihkan pembicaraan. Memangnya siapa itu Cinta Laura?" Kata Kim bertanya.

"Sukurlah, kau bukan brain hacker. Itu foto gambar di internet. Wajahnya itu bisa dikenali brain hacker. Mereka melihat fotonya di otakku dan mereka mencocokkan data mencari tahu itu foto siapa." Kata Topan menjawab.

"Mereka itu mesin cenayang tak beretika. Tidur pun mimpimu ingin dilihat oleh mereka." Kata Kim.

"Mereka bisa lihat mimpi semua orang. Seperti penonton televisi dan bahkan bioskop." Kata Topan.

"Benar-benar tak beretika. Kepalamu jadi bioskop dan mimpimu adalah film tontonan gratis mereka. Kau seharusnya jualan pop corn. Sediakan tiket menonton untuk mereka. Hehehe." Kata Kim.

"Itu tidak lucu. Mereka tak beretika karena mereka mesin. Tak punya rasa. Seperti zombi mentalis pesulap tebak kata dan benda serta gambar." Kata Topan.

"Kau bayangkan saja Cinta itu berbikini. Mereka akan tidak fokus. Maksudku pengontrol mereka. Mereka itu mesin yang dikontrol manusia, kan?" Kata Kim.

"Kau beretika, Kim. Kau tidak menyuruhku membayangkan yang lebih dari itu. Tapi aku tidak mau. Pikirkan cara lain saja. Apa yang harus aku lakukan, ya. Mereka melihat apa yang aku lihat dan mendengar apa yang aku dengar. Dalam keadaan sadar atau lelap dalam mimpi pun sama begitu. Mereka melihat apa yang aku lihat dan mendengar apa yang aku dengar." Kata Topan.

"Potong saja kepalamu, Top. Hehehe." Kata Kim.

"Itu tidak lucu. Potong saja kepala mereka. Hehehe." Kata Topan.

"Isi pikiran kita kata dan gambar. Kau jangan bicara dengan lisan dan hati. Jangan bergumam di hati. Kau jangan membayangkan apa pun. Kau jangan melihat apapun dan menyimpan kenangan apa pun." Kata Kim.

"Oh, melepas otakku seperti memory card?! Hahaha." Kata Topan.

"Kau isi dengan garis-garis saja pikiranmu itu. Atau semut televisi buram hitam putih saat tak ada siaran. Hehehe." Kata Kim.

"Aku pernah melakukannya. Menembus memory internal mesin robot versi lain. Aku melihat apa yang mesin itu lihat. Aku mendengar apa yang mesin itu lihat. Tapi mesin itu tidak bermimpi. Jadi aku tidak tahu cara melihat mimpi mesin." Kata Topan.

"Kau jadi bisa saja mesin. Ruhmu adalah program. Dan kecerdasanmu menyerupai daya pikir manusia. Dan kau adalah mesin yang bermimpi." Kata Kim.

"Hahaha. Itu Sony. Film I Robot. Will Smith." Kata Topan tertawa.

"Hahaha. Lucu." Kata Kim.

Keduanya sedang menghisap ganja. Mereka tertawa.

"Mesin penyadap tak beretika. Dasar benda mati. Manusia setan cenayang itu seperti mesin yang hanya menerima perintah sesuai programnya. Tak beretika." Kata Kim.

"Eksploitasi tujuan mereka. Bukan eksplorasi. Menaklukan tujuan mereka. Bukan mencari saudara dan mengajarkan kemanusiaan. Mereka mesin cenayang penjajah. Sangat payah." Kata Topan.

"Mereka tidak mengerti apa yang kita bicarakan. Kau melihat monitor, tanganmu mengetik, pikiranmu membayangkan Cinta Laura berbikini. Mereka akan kebingungan membajak pikiranmu. Maksudku membajak otakmu. Mesin cenayang penjajah yang payah." Kata Kim.

"Mereka juga bisa merasuki otakmu dan melihat apa yang kau lihat dan apa yang kau dengar. Dan mereka pun bingung sebab tatapanmu kosong dan pikiranmu membayangkan video-video lucu. Mereka itu orang berotak mesin tanpa hati. Cyborg di film Cyborg dan terminator di film Terminator." Kata Topan.

"Ya, dan kau Kyle Rise. Hahaha." Kata Kim.

"Kyle Rise?!" Tanya Topan.

"Aku bercanda. Bisa kau jelaskan bagaimana mereka tetap bisa menembak dengan tepat dari jarak jauh padahal banyak asap. Kita melemparkan granat asap begitu banyak. Mereka masih bisa melihat sasaran." Kata Kim.

"Mereka mengirim pasukan darat. Menembaki kita. Kita balas menembak. Robot sniper mengunci asal muasal tembakan dari arah berlawanan. Dan smart bullet mereka lesakkan dari jarak jauh. Big smart bullet. Mereka itu membuat robot sniper agar tidak mudah rusak. Kalau bikin robot serdadu tentu mudah rusak sebab dalam jangkauan peluru lawan." Kata Topan.

"Kau sudah dapat satu. Mulailah bermain game." Kata Kim.

"Sudah. Aku menembaki robot sniper yang lain saat kita berbincang. Ghost machine merasuki satu sniper dan menembaki sniper yang lain. Robot itu jaraknya lima km di bukit-bukit dan gunung-gunung. Aku menembak ke udara dan smart bullet mencari sasarannya sendiri. Sniper itu fungsinya sama seperti pasukan pemanah di jaman kuno, Kim." Kata Topan.

"Kita bisa beristirahat sejenak kalau begitu." Kata Kim.

"The controler belum kita hadapi. Pertempuran ini masih panjang." Kata Topan.

"Mereka itu robot sniper yang bergerak sendiri tapi kau bilang ada controler. Mesin seperti apa itu?" Tanya Kim.

"Seperti pengaman listrik paralel saat terjadi kebakaran sirkuit. Controler akan memutus lajur paralel." Jawab Topan.

"Kenapa mereka tidak membuat robot meriam?" Tanya Kim.

"Mereka tidak bisa. Itu merugikan bila rusak. Robot sniper rusak tentu tidak merugikan mereka." Kata Topan.

"Otakmu dikira otak mereka. Mesin cenayang setan itu tak beretika. Cenayang itu mendengar obrolan kita dan menertawai kita. Aku mendengar mereka tetap menyadap kita. Apakah aku mulai sama denganmu?" Kata Kim bertanya.

"Ya. Biarkan saja. Kau pun akan melihat apa yang mereka lihat dan mendengar apa yang mereka katakan kepada kita." Jawab Topan.

"Oh, seperti film Edge Of Tomorrow. Mereka itu tokoh alien Omega dalam wujud manusia atau mesin cenayang yang terhubung dengan manusia cenayang." Kata Kim.

"Mereka itu seperti tokoh-tokoh penyihir dalam kisah peperangan di negeri dongeng tak ubahnya tokoh-tokoh penyihir baik dan jahat dalam film Lord Of The Ring." Jawab Topan.

"Terserah kau mau bilang apa. Ngomong-ngomong soal 5 km itu bagaimana mungkin bisa dan smart bullet itu apa?" Tanya Kim.

"Mereka mendengar obrolan ini dan aku mendengar obrolan mereka. Mereka berbicara dan aku mendengar. Aku berbicara dan mereka mendengar. Aku melihat apa yang mereka lihat dan mereka melihat apa yang aku lihat. Aku asal bicara saja." Jawab Topan.

"Kirim robot ke permukaan untuk mengambil smart bullet yang mengenai setiap pemimpin pasukan kita. Atau kita pancing dengan pemimpin lain. Ya, kita minta prajurit Park menjadi umpan di atas kita. Mudah untuk mengambil sempel smart bullet itu untuk kita pelajari." Kata Kim.

"Itu ide buruk. Bila kita mengirim manusia atau mesin berkomputer tentu mereka akan tahu posisi kita karena itulah kita di sini, di lantai satu yang adalah lantai bawah tanah. Under ground. Jaraknya ke permukaan ke tempat dimana kau berada itu seperti 5 lantai gedung. Kau mabuk jadi lupa. Seperti dekat saja." Jawab Topan.

"Aku melihatnya. Tapi tidak tahu cara kerjanya. Aneh sekali, mau-maunya ilmuwan idiot membuat peluru cerdas. Apa ada roket peluncurnya?" Tanya Kim.

"Aku melihatnya. Mesin itu tingginya dua kali tinggi manusia. Kita seperti para hobbit bagi mereka." Kata Topan.

"Pindahkan apa yang kau lihat dalam pikiranmu ke komputer dan sebarkan ke yang lain agar mereka yang menjadi sekutu kita mengetahui cara kerjanya. Kau malah diam. Seratus Park kita bisa habis. Dasar tolol." Kata Kim.

"Oh, iya. Aku lupa. Kita ini sedang perang global melawan sekutu alien. Kita bersekutu dengan anti alien penjajah bumi. Mereka bersekutu dengan alien yang mengira akan membebaskan mereka dari kesulitan hidup padahal hanya memanfaatkan saja." Kata Topan.

"Kau lupa. Kau mabuk. Bagi mereka itu kau juga adalah the controler yang sedang mereka incar." Kata Kim.

"Ghost machine kita bekerja baik dan benar. Kita apakan ini satu sisa robot snipernya?" Tanya Topan.

"Suruh pulang saja. Kau akan tahu tempat si pengontrol mesin itu berada." Kata Kim.

"Oh, iya. Aku lupa. Tapi mereka akan tahu sebab pasti curiga yang pulang cuma satu." Kata Topan.

"Kenapa kau tembak yang lainnya. Kalau daya sudah mati dan memori sudah mati ya sudah. Kenapa di tembaki?" Tanya Kim.

"Aku bilang dapat satu. Yang lainnya masih menembaki kita dan kutembak dengan robot sniper yang sudah kudapat." Kata Topan.

"Oh, ya sudah kalau begitu. Sisa satu suruh untuk menembak dirinya sendiri." Kata Kim.

"Tidak bisa. Snipernya panjang dan didesain maju melesat ke depan dan tak bisa berbalik arah 180 derajat." Kata Topan.

"Jika ini ditulis oleh penulis action pasti seru dan tidak konyol seperti ini. Kau tulis semua yang terjadi dengan konyol jadi tidak menegangkan. Ini peperangan. Dan kita pelawak yang melawak di tengah-tengah pertempuran. Aku tidak ingin tertawa." Kata Kim.

"Aku mengirim gambar visual dari sniper yang tersisa. Sekutu kita dari Malaysia dan Amerika akan berangkat dari Jepang menuju lokasi robot sniper secepatnya untuk mngambilnya agar dipelajari." Kata Topan.

"Bagaimana Indonesia?!" Tanya Kim.

"Mereka mengudara bersama Singapura mengamankan satelit komunikasi. Dan, menyerang satelit lawan." Jawab Topan.

"Kita harus menyadarkan Korea Utara seperti Rusia yang berhasil kita sadarkan bahwa semua umat manusia harus bersatu melawan alien penjajah. Mau-maunya mereka gotong royong melakukan romusha membantu alien." Kata Kim.

"Hey, jangan ngomong soal gotong royong romusha. Nanti Jepang tersindir pernah jadi penjajah." Kata Topan.

"Di film itu, Edge Of Tomorrow, alien Omega dan kawan-kawannya binatang alien. Ternyata alien yang menyerang kita manusia raksasa dengan pasukan besi. Robot-robot militer aneh. Otak mereka dua kali lebih besar dari kita. Mereka raksasa dan kita hobbit." Kata Kim.

"Untung kita bukan liliput bagi mereka. Jadi mereka bukan raksasa." Kata Topan.

"Ini gegara penjelajahan antariksa sepuluh tahun yang lalu, dimana kita pernah menjadi UFO dan alien di planet liliput. Mereka menganggap kita alien raksasa. Kita pun berperang dengan mereka. Tapi kita berhasil meyakinkan mereka bahwa kita mencari saudara dan mengajarkan kemanusiaan. Peradaban mereka setara manusia purba. Manusia purba liliput. Ada dinosaurus sebesar gajah kita di sana. Kita memutuskan pergi dari sana. Dan tidak akan kembali. Ternyata, ada alien penjajah yang datang ke kita dan mereka tidak mau pergi." Kata Kim.

"Itu rahasia. Bagaimana kau bisa tahu?!" Tanya Topan.

"Aku melihatnya di kepalaku ini. Belum lama langsung kukatakan padamu." Jawab Kim.

"Oh, itu berarti kau melihat kepala orang-orang di dinas rahasia astronomi kita dengan tanpa sengaja." Kata Topan.

"Aku sedang asal bicara. Aku tidak lihat apa-apa. Aku membohongi mereka. Mereka brain hacker yang menyadap pikiran kita." Kata Kim.

"Tampilkan di monitor citra visualnya. Kemari dan gambarlah." Kata Topan.

"Begini. Begini. Begini. Tidak mirip. Aku tidak bisa gambar." Kata Kim.

"Biar komputer yang menggambar dan membuat videonya. Gambar bergerak adalah video. Seperti film kartun jaman dulu dibuat. Lalu beri warna. Beri sentuhan dimensi. Berapa piksel nanti jelasnya bisa diatur. Kita punya komputer gambar pembuat video. Dan akan tampak video di monitor." Kata Topan.

"Itu butuh waktu tiga tahun. Menggambar per gambar san membuat gambar gerak seperti film kartun jaman dulu. Lalu diubah versi tiga dimensi. Lima dimensi bisa?!" Tanya Kim.

"Ini super komputer. Tiga menit selesai." Kata Topan.

"Oh, lihat itu di monitor. Kita sebesar robot transformer. Kita sebesar Optimus Prime dan alien liliput sebesar manusia liliput bagi kita." Kata Topan.

"Planet kecil baru berisi alien liliput era manusia purba." Itu sejelas apa yang kulihat di kepalaku." Kata Kim.

"Andai saja Bulan masih ada." Kata Topan.

"Bulan masih ada." Kata Kim.

"Bulan nama orang, maksudku." Kata Topan.

"Oh, Beautiful Girl. Super Egg mati suri setelahnya Bulan tiada. Benar-benar tak berkutik. Diam saja mengambang di udara. Bulan dibawah tanah dan mereka mengetahuinya dan meledakkan tempat rahasia itu dengan bom." Kata Kim.

"Beritanya sampai di mars. Robot-robot merekam visual di mars. Dan Itu X tahun yang lalu. Kejadian di bumi diberitakan di mars. Bagaimana mars sekarang?" Kata Topan bertanya tanpa meminta jawaban.

"Disana cenayang mesin berada." Kata Kim.

"Di mars?!" Tanya Topan.

"Di tempat tersembunyi. Mars itu robot semua isinya." Kata Kim.

"X=?" Kata Topan.

"Eks sama dengan tanda tanya." Kata Kim.

"Kau ingin melihat kenanganmu, tidak?" Tanya Topan.

"Memang bisa?" Jawab Kim bertanya.

"Ini super komputer yang sama dengan apa yang mereka punya. Tidak lebih canggih dari punya mereka tapi sama cara kerjanya." Jawab Topan.

"Oh, ini mesin cenayang mini. Bisa melihat kenangan di kepalaku. Boleh aku coba kalau begitu." Kata Kim.

"Wow. Itu kenangan video porno. Di kepalamu ada file video porno." Kata Topan.

"Hahaha. Bukan. Itu kenangan mimpi dewasa. Aku mimpi dewasa. Lihat perjelas wajahnya itu wajahku. Aku bukan bintang porno. Aku belum pernah menikah. Aku tidak suka seks pra nikah. Itu kenangan mimpi dewasa." Kata Kim.

"Siapa perempuan itu?" Tanya Topan.

"Tidak tahu. Mimpi itu Tuhan yang bikin, aku tak bisa bikin mimpi sendiri. Mimpi bukan imajinasi. Imajinasi seksual itu baru si manusia yang bikin. Manusia membayangkan atau menghayalkan. Itu imajinasi. Mimpi bukan imajinasi. Kau harus bedakan itu." Kata Kim.

"Jangan bayangkan seseorang tanpa busana, Kim. Itu akan tampak di layar monitor. Kau orang beretika, Kim." Kata Topan.

"Aku sedang memberitahumu apa bedanya kenangan mimpi dan imajinasi. Mimpi dan hayalan itu beda tapi sama tampak di layar monitor." Kata Kim.

"Tidak ada privasi dan tidak ada rahasia tentu menjadi mimpi buruk bagi umat manusia." Kata Topan.

"Mereka memang tak beretika." Kata Kim.

"Setan tak beretika. Malaikat beretika. Kita ikuti Malaikat dan jangan mau seperti setan." Kata Topan.

"Apakah di kepalamu ada file mimpi dewasa? Kau tampak seperti bocah cilik usia balita yang tak mengerti orang dewasa?" Kata Kim bertanya.

"Hey, lihat ulahmu. Monitor memperlihatkan seorang perempuan tanpa beha. Berimajinasi seperti itu tidak baik. Pakai bikini lebih baik." Kata Topan.

"Itu bukan imajinasi. Itu kenangan file foto gadis suku pedalaman. Suka tidak suka, yang namanya gadis suku pedalaman tentu tanpa beha. Itu bukan gambar porno, Topan. Top, kau masih kalah jauh sama mesin cenayang mereka. Sepertinya mereka sudah bisa membedakan mana mimpi dan mana imajinasi. Mana yang porno dan mana yang bukan porno." Kata Kim.

"All You Need Is Kill." Kata Topan.

"Itu imajinasi. Dari kepala berpindah ke monitor komputer. Komik memang di atas kertas yang berisi garis-garis yang membentuk gambar komik dan diadaptasi menjadi video film. Video adalah gambar bergerak." Kata Kim.

"Edge Of Tomorrow." Kata Topan.

"Itu imajinasi. Dari kepala berpindah ke monitor. Video film adalah gambar bergerak. Dan itu melalui proses sensor dan edit sedemikian rupa." Kata Kim.

"Imajinasi adalah bentuk rupa atau gambar. Melihat isi kepala orang lain berarti melihat bayangan visual dan memindahkannya ke penglihatan di kepala kita dan memindahkannya ke monitor." Kata Topan.

"Mesin cenayang itu bukan imajinasi. Namanya evil machine atau demon machine?!" Kata Kim bertanya.

"Angels and Demons." Kata Topan.

"Apa itu film baru?!" Tanya Kim.

"Bisa jadi. Bisa tidak." Kata Topan.

"Lihat!! Ada visual dari robot sniper yang sudah kau rasuki virus komputer ghost machine. Dia aktif menembaki pesawat-pesawat sekutu kita!" Kata Kim.

"Wow! Mereka mesin cenayang kurang ajar! Berhasil mengambil kendali. Akan kukirim lagi ghost machine untuk membuat mesin sniper itu kerasukan. Dan aku yang mengendalikan!" Kata Topan.

"Apakah berhasil?!" Tanya Kim.

"Tunggu sebentar!!" Jawab Topan.

"Owh, pesawat kita berjatuhan." Kata Kim.

"Berhasil!!" Kata Topan.

"Ya. Dan tidak ada pesawat tersisa!" Kata Kim.

"Kita terlalu banyak bincang-bincang. Padahal bukan sedang dalam acara talk show. Aku bersedih." Kata Topan.

"Aku juga. Tapi ini pertempuran di medan tempur bukan video game. Aku tidak jadi sedih." Kata Kim.

"Ya, aku juga." Kata Topan.

"Ada pesan di monitor sebelah situ. Orang kantoran marah-marah kepada kita." Kata Kim.

"Orang kantoran berseragam militer memang begitu." Kata Topan.

"Kirim pesan bahwa ada kesalahan teknis dan sudah diatasi. Tak akan terulang kedua kali. Kim, pastikan mereka percaya dan mau mengirim pesawat lagi untuk mengambil robot sniper itu. Aku mau makan dulu." Kata Topan.

"Baiklah. Masih banyak kelinci di blok ternak. Masih banyak bumbu dapur dan sayuran di blok tani." Kata Kim.

"Aku akan memasak masakan terenak untukmu." Kata Topan.

Lima langkah kemudian...

"Top!! Saluran kita dibajak alien!!!" Teriak Kim.

"Muncul di layar monitor wajah Boy dan Girl dan Sang Bijaksana." Kata Topan tenang.

"Oh, bukan alien. Ini rahasiamu yang tidak pernah kau ceritakan." Kata Kim.

"Kau terlalu sibuk menembak. Buang-buang peluru." Kata Topan.

"Sudah hilang. Mereka terburu-buru." Kata Kim.

"Pesannya nanti bisa dilihat." Kata Topan.

"Sudah kulihat. Kala, Tears. Kala, tears 2." Kata Kim.

"All you need is love. Itu pesannya." Kata Topan.

"Komik baru sekuel komik All You Need Is Kill?" Tanya Kim.

"Tidak. Bukan! Bintang dan Langit. Rama dan Sinta. Dan Aya bulan yang koma. Tentu Bulan tak ketinggalan." Jawab Topan.

"Seperti film hantu yang penuh misteri." Kata Kim.

"Gate. Tricks. Gatrix." Kata Topan.

"Oh, Neo Santara." Kata Kim.

"Itu film Upin-Ipin, Kim. Jangan salah paham." Kata Topan.

"Beautiful Girl." Kata Kim.

"Kau membayangkan nude girl?!" Tanya Topan.

"Bukan. Ini soal UFO telur yang membawa bayi Bintang. Mungkin alien raksasa mesin cenayang itu marah dan muak dengan kemunafikan manusia." Kata Kim.

"Oh, ibunya Bulan. Kupikir tidak begitu. Tapi mungkin ada hubungannya dengan kemunafikan manusia." Kata Topan.

"Diaspora Indonesia membawa kebiasaan buang bayi di Amerika. Di berita Indonesia sering terjadi hal itu dan diberitakan." Kata Kim.

"Tak ada yang mau ambil untuk dirawat dan diberi kasih sayang. Llu UFO telur membuat skenario seolah bayi dari langit ala Superman. Dan ada manusia yang mau ambil dan memberinya kasih sayang." Kata Topan.

"Ya. Dari keluarga diaspora Indonesia di kota husus imigran Indonesia. Indonesia town. Seperti china town." Kata Kim.

"Tidak semua perempuan Indonesia buang bayi, Kim." Kata Topan.

"Tapi itu membuat alien raksasa marah dan ingin menghabisi kita semua!" Kata Kim.

"Tidak begitu! Mereka menginginkan sesuatu yang berhubungan dengan super egg. Super egg bisa mengalahkan mesin robot sniper dan robot lainnya tanpa senjata. Dia menabrakan diri. Tak terdeteksi radar. Tak bisa dikunci oleh peluru maupun bom dengan peluncur roket!" Kata Topan.

"Gate. Tricks. Gatrix. Neo Santara. Boy and Girl. Sang Bijaksana. Mereka membutuhkan trik-trik darimu untuk masuk ke super egg. Mungkin di dalamnya masih ada Bulan?!" Kata Kim.

"Wow. Brilian sekali. Tapi aku mau makan dulu. Ketahuilah aku sudah terus mencoba dan gagal. Kita tunggu nanti." Kata Topan.

"Aku suka film Edge Of Tomorrow. Tapi itu terlalu berhayal soal mengulang waktu. Tapi soal melihat isi kepala orang lain itu bukan hayalan. Kita menghadapi mesin cenayang sakit jiwa yang mencuri data-data di pikiran. Mereka merekam pembicaraan kita juga. Manusia alien setinggi lima meter itu menakutkan. Kita jadi hobbit bagi mereka." Kata Kim.

"Pemuka agama sakit jiwa lebih menakutkan dari mereka. Mereka asal membaca cerpenku dan menganggapku ingin mengilmiahkan Tuhan. Merusak arti Malaikat dan Setan. Merusak arti Iblis." Kata Topan.

"Pemuka agama tak tahu cenayang pelihat isi otak dan cenayang itu suka mencuri data. Bertingkah seperti program permainan komputer dengan level hard bahkan very hard. Menyebalkan." Kata Kim.

"Cerpen-cerpen itu ditulis tak ubahnya berita dengan drama lebih, dengan lelucon lebih, dengan lebih yang lain." Kata Topan.

"Ini dunia penuh cerita. Orang tak perlu bertanya kenapa manusia suka bercerita dan cerita itu bisa terinspirasi dari kisah nyata atau bahkan kisah nyata itu sendiri. Penulis cerita Upin-Ipin juga berhayal menulis cerita. Ada Ultraman. Ada Neo Santara. Judul saja menunjukan alur cerita. Orang tak perlu susah mencerna isi cerita. Menikmati saja. Tapi bila menulis cerita misteri tentu lain soal. Butuh teka-teki. Butuh berpikir bolak-balik juga. Mesin cenayang itu membuatmu menulis cerita tentang kesombongannya bisa melihat isi kepalamu. Dan mereka mamusia-manusia mesin cenayang yang tak ingin kepala mereka dilihat olehmu. Cerita hebat. Menulislah dan beritakanlah perang ini dengan tawa." Kata Kim.

"Katakan tidak pada aborsi dan buang bayi. Atau nanti alien akan menghabisimu. Itu baru cerita bagus!" Kata Topan.

"Katakan tidak pada narkoba juga. Kecuali tentara depresi menunggu mati di medan tempur dengan super komputer mini." Kata Kim.

"Kau cerdas, bung." Kata Topan.

"Manusia itu keburukan dan kejahatannya sangat terkenal. Seolah tidak ada lagi sisi baiknya. Itu ulah mesin cenayang yang hanya mengoleksi sisi buruk manusia saja. Aborsi. Buang bayi. Pemerkosaan. Pembunuhan. Perampokan. Pelecehan. Penipuan. Mencurangi teman dan tetangga. Mempermainkan perasaan. Semua diambil dan disebar ke teman mereka seolah kita bukan manusia. Lalu, mereka menyerang kita karena mereka berpikir kita jahat." Kata Topan.

"Betul sekali. Padahal mereka itu mimpi buruk bagi semesta yang merenggut privasi dan tidak lagi ada rahasia." Kata Kim.

"Mereka senang melihat kamar mandi dan kamar. Seolah itu bukan kejahatan. Bayagkan mereka melihat seluruh manusia. Dengan kamera sembunyi-sembunyi dan mereka melihat kamar dan kamar mandi sebagai milik mereka. Tak ada privasi dan tak ada rahasia." Kata Topan.

"Mesin cenayang memang menjijikan. Manipulator. Provokator. Pencuri ide dan gagasan. Mereka bertingkah seperti oknum polisi bagian narkoba yang gila jabatan. Yang mengintai kamar dan kamar mandi yang bukan tersangka. Lalu dijebak seolah tersangka." Kata Kim.

"Aku bisa membuat perbedaan dan kau juga. Kamar dan kamar mandi tak perlu jadi tontonan pengintai. Mesin cenayang bejat. Bahkan arsitek pun mereka anggap hama. Arsitek membuat denah-denah dengan tujuan privasi dan rahasia. Alien mesin cenayang merusak semua permukaan bumi dan menginginkan manusia seperti hidup di jaman gua yang tanpa sekat. Tanpa denah. Tidak ada ruang anak dan orangtua. Mereka sakit jiwa. Mereka seperti ingin merusak rumah tempat tinggal kita untuk mereka tinggali. Mereka dengan arsitek mereka membuat bangunan baru untuk mereka tinggali." Kata Topan.

"Mereka itu bisa jadi akan membuat rumah mereka tanpa denah. Kamar mandi tidak diberi dinding. Kamar tidak diberi dinding." Kata Kim.

"Rumah akuarium. Semua dinding dari kaca. Mereka tidak melakukan hubungan intim. Mereka mengambil sel dan mempertemukannya di lab. Bayi lab. Mereka terlalu transparan. Semua bangunan tembus pandang." Kata Topan.

"Ya. Ya. Ya. Aku percaya. Sudah sana masak. Jangan berdiri saja. Di sini tidak ada perempuan. Jadi kau kerjakan pekerjaan perempuan. Aku mengerjakan pekerjaan laki-laki. Atau mau bertukar? Kau yang kembali ke atas dan aku di bawah sini?" Kata Kim.

"Sudah. Jangan terlalu membingungkan penyadap. Mesin cenayang itu bisa gila sebab tak mengerti obrolan kita kode semua. Mereka bisa gila dan menyerang membabi buta." Kata Topan.

Terasa ada getaran. Seperti ada sesuatu yang besar jatuh. Lantai dua tempat menembak tampak rusak. Monitor komputer melihat tak ada yang aneh. Penglihatan kabur. Sulit untuk melihat. Dan takut untuk naik memastikan keadaan.

Topan dan Kim tak jadi masak. Separuh daya mati. Super komputer mini tak bekerja maksimal dan mati sementara lalu menyala kembali.

"Apakah ada Ultraman?" Tanya Kim.

"Tidak. Mungkin Optimus Prime." Jawab Topan.

"Itu kode apa? Optimus Prime artinya apa?" Tanya Kim.

"Kau sendiri? Ultraman maksudnya apa?!" Balas bertanya Topan.

"Bagus. Mereka tidak mengerti. Karena kita pun tidak mengerti." Kata Kim.

"Kau cerdas, bung!" Kata Topan.

"Lihat itu di monitor si orang kantoran berseragam militer ternyata marah-marah lagi." Kata Kim.

"Oh, sukurlah bukan Ultraman yang mendarat di atas kita." Kata Topan.

"Sukur?! Harusnya kau sedih. Mereka kawan kita." Kata Kim.

"Pesawat demi pesawat yang hendak mengambil robot sniper berjatuhan. Salah satunya menimpa di atas kita. Robot sniper itu mempermainkan kita. Pelurunya kok tidak habis-habis?!" Kata Topan.

"Robot penyuplai peluru dari semua robot sniper bergabung mendekati robot sniper. Itu sepuluh kontainer berisi peluru ditambah sepuluh lagi. Robot penyuplai peluru bisa terbang." Kata Kim.

"Komputer mini yang super. Kita bisa melihatnya. Oh, ternyata begitu. Dua puluh robot penyuplai peluru. Dahulu sniper kita menggunakan drone penyuplai peluru. Drone terbang itu canggih, apalagi membawa ratusan peluru sniper. Kontainer terbang itu aneh tapi lebih canggih." Kata Topan.

"Seberapa penting kita harus mengambil robot sniper itu?!" Kata Kim bertanya.

"Kita membongkarnya. Kita mempelajarinya. Kita membuat duplikasinya. Benar-benar serupa nantinya. Bukankah itu yang kita lakukan selama ini. Mencari cara mencuri senjata mereka untuk kita duplikasi. Ya, tentu tak sebaik mereka. Tapi lumayan." Jawab Topan.

Tiba-tiba seperti ada setan merasuki komputer mini dan komputer mini bergerak sendiri menampilkan trailer Battle Of Leningrad. Topan dan Kim merasa dibajak. Mereka tidak bisa mengendalikan komputer mini yang super itu. Lalu komputer memutar lagu sedih. Lagu Putri Dalam Cermin yang dinyanyikan oleh Sherina. Sepertinya ada hantu anak-anak di dalam bunker bawah tanah itu. Topan dan Kim mengira itu hantunya saudarinya Bulan yang kembar itu diceritakan. Tapi kan meninggalnya masih bisa disebut bayi. Anak- anak balita? Bayi? Topan dan Kim kebingungan lagu itu tak mau berhenti.

Lagu itu berhenti. Lalu, komputer memutar lagu Break My Soul yang dinyanyikan Beyonce. Lalu, lagu Putri dalam cermin diputar kembali.

Suasana mencekam seperti film Pengabdi Setan sangat terasa.

Gelap-gelap suram begitu. Komputer memainkan sound effect film horror dan tawa hantu anak-anak di film-film horor.

Sangat menakutkan.

"There is no action story in the real war. Just sad story. Jutaan ibu kehilangan anak-anaknya yang direkrut menjadi prajurit. Jutaan pemuda tak kembali ke pelukan ibunya." Kata suara di komputer dengan huruf demi huruf yang terketik.

"There is no comedy story too." Kim membalas.

"Gengster pun ikut menjadi prajurit. Para perampok dan pemerkosa pun jadi prajurit. Semua tahanan di penjara-penjara keamanan tingkat tinggi jadi prajurit. Bahkan orang gila pun jadi prajurit." Kata suara di komputer.

"Merekalah pengintai bejat di kamar dan kamar mandi. Penjahat-penjahat berseragam militer yang disangka prajurit militer oleh alien penjajah. Wajar mereka mengira kita semua binatang dan akan dimusnahkan." Kata Topan.

"Who are you!!" Kata Kim.

"I am the ghost." Kata komputer.

"Bocah cilik perempuan yang aneh. Hantu tidak merasuki komputer. Dia bukan hacker musuh!!" Kata Topan.

"Tak perlu berteriak, Top!" Kata Kim berteriak.

"Tapi kau juga berteriak! Aku ketakutan setengah mati!" Kata Topan.

"Fucking little girl!" Kata Kim.

"Fuck you!" Kata Topan.

"Son of a bitch!" Kata Kim.

"God damn it! I am an asshole!" Kata Topan.

Lampu menyala kembali menerangi ruangan setelah Topan memaki diri sendiri. Dan super komputer mini kembali normal. Kim dan Topan langsung memeriksa data. Dan benar saja. Hacker bocil mengkopi semua data saat mereka berdua ketakutan. Mereka berdua duduk menjauh dari super komputer mini dan menyesali diri takut hantu. Semua data berhasil dikopi hacker bocil.

"Aku takut dia mengubah jalan ceritaku dan menulis cerpen berdasarkan ide-ideku. Atau dia membuat novelnya. Novel demi novel. Berdasarkan ide-ideku." Kata Topan.

"Jadi dia salah satu dari mereka. Pembaca yang menghina tulisanmu dan mencuri tulisanmu. Kau memikirkan tulisanmu. Padahal data-data peperangan dan Gatrix lebih penting kau pikirkan!" Kata Kim.

"Boy dan Girl dan Sang Bijaksana tak bisa dikopi. Mereka hantu komputer yang sebenarnya. Gatrix itu dunia hantu komputer. Gate itu pintu gerbang. Tricks itu trik-trik. Alu belum dapat trik untuk mengantar mereka bertiga ke pintu gerbang dunia super egg." Kata Topan.

Tiba-tiba lampu mati kembali. Dan super komputer mini lagi-lagi seperti di-hack. Bergerak memutar lagu sendiri. Memutar cuplikan-cuplikan film hantu. Memutar trailer Battle Of Leningrad juga. Topan dan Kim diam saja.

"Penonton tidak akan kuat menonton video korban perang dengan adegan kepala pecah, otak berceceran. Bola mata yang terlempar. Jeroan yang keluar dari perut robek. Dan selainnya. Itu tidak diperlihatkan dalam film-film perang agar penonton menonton film sampai selesai." Kata hacker super komputer mini yang merasuki komputer.

"Ya. Kami tahu." Jawab Kim.

"Kalian tontonlah ini. Dan kalian pasti akan mual dan muntah." Kata komputer. Kata demi kata terketik di monitor diikuti suara bocil. Suara bocah cilik editan si hacker. Ingin mempertontonkan pemandangan di atas permukaan tanah yang tak diketahui mereka berdua di bawah tanah.

Topan dan Kim menonton prajurit sekutu mereka ternyata saling membunuh. Mesin cenayang membajak salah satu tentara lalu mengendalikannya untuk membunuhi temannya sendiri. Lalu tentara yang kerasukan itu di tembak mati. Lalu berpindah ke tentara yang ain. Kerasukan lagi. Membantai teman-temannya lagi. Ditembak mati lagi. Berpindah lagi ke tentara lain untuk dirasuki.

Topan dan Kim muntah segera.

"Anjing!! Mesin cenayang mengikuti caramu!! Ini semua ulahmu, Top!" Teriak Kim kemudian.

"Aku melakukan tugasku. Membuat mesin robot sniper dibawah kendaliku. Aku membuat mesin seolah kerasukan. Aku membajaknya mengganti programnya dibawah kendaliku. Itu tugasku. Dan aku tak mengajari apa pun ke mesin cenayang setan itu." Kata Topan sambil menangis.

"Mereka membajak manusia?! Brain hacker?!" Tanya Kim kaget. Ia juga menangisi tentara-tentara yang dirasuki dan korban-korban tentara kerasukan.

Tampak kekacauan luar biasa ditengah-tengah pasukan ditayangkan di komputer.

Lampu menyala kembali. Super komputer mini tak menunjukan aktifitas aneh lagi.

"Dia mengirim file trailer Battle Of Leningrad dan lainnya. Lagu sedih Putri Dalam Cermin. Lagu Break My Soul." Kata Topan.

"Aku punya ide. Kita sebaiknya Tidur. Istirahat. Nanti kita lanjutkan. Aku mual. Aku muntah. Sekarang aku ingin tidur." Kata Kim.

"Kim, lihat! Jutaan orang mendownload lagu Putri Dalam Cermin! Ratusan juta! Lagu Break My Soul juga. Trailer film Battle Of Leningrad juga!" Kata Topan.

"Everybody said: I want to hear that song. I want to hear that song. I want to see that trailer movie. Kau mempromosikannya. Tapi kau tidak tahu." Kata Kim.

Kim memutuskan untuk tidur. Topan berjaga. Mereka selalu bergantian tidur. Namun tak seperti biasanya. Pada saat itu mesin cenayang super komputer mini menunjukan aktifitas lain. Topan tak sengaja melihat mimpi Kim di monitor super komputer mini. Ia baru menyadari bahwa super komputer mini sama seperti mesin cenayang.

Singkat cerita Kim terbangun. Topan menceritakan apa yang dilihatnya. Topan memutuskan untuk tidur dan Kim berjaga sambil melihat mimpi Topan.

Keduanya kemudian saling bercerita. Mereka menyimpan mimpi mereka dan begitu seterusnya untuk beberapa hari. Mereka membedakan mimpi bunga tidur, mimpi mengandung pesan masa depan, mimpi hiburan, mimpi buruk akan hantu, mimpi buruk dikejar hewan buas, mimpi lucu, juga mimpi dewasa.

Pada suatu ketika, entah hari apa tanggal berapa, Kim teringat trailer film Battle Of Leningrad. Ia mengajak Topan melihat lagi trailer itu. Siapa tahu ada pesan dari hantu atau dari hacker. Topan setuju. Mereka berdua memutar trailer berulang-ulang sampai seharian.

"Prajurit-prajurit yang dirasuki berlatar belakang kriminal dan pengidap sosiopat, Kim." Kata Topan.

"Ide buruk merekrut mereka dalam perang seperti ini." Kata Kim.

"You are a soldier, now! Make me proud!" Kata Topan.

"Itu yang mereka katakan dengan penuh semangat. Lihat saja. Sosiopat-sosiopat itu para kriminal berseragam, sekarang. Hamba-hamba setan yang dirasuki mesin setan." Kata Kim.

"Pengabdi setan 2." Kata Topan.

"Pengabdi setan-setan, maksudmu?" Kata Kim.

"Penjahat tetap penjahat bila mereka belum tobat. Hati mereka harus dibersihkan dahulu seharusnya." Kata Topan.

"Intel polisi narkoba pengintai kamar dan kamar mandi tidak akan pernah bertaubat. Dan mereka tidak tercatat sebagai penjahat kriminal. Apakah para oknum polisi bejat yang ikut wajib militer jadi tentara-tentara tak dirasuki brain hacker?!" Tanya Kim.

"Dirasuki juga. Pasti!" Kata Topan.

"Lihat trailer film Battle Of Leningrad. Hantu hacker pasti ingin menyampaikan sesuatu. Bukan keburukan kita melihatnya lagi. Tak ada yang sia-sia apa pun usaha kita." Kata Kim.

"Ya itu lebih baik ketimbang melihat film porno dan memikirkan bintang porno seperti yang ada di kepalamu." Kata Topan.

"Industri film dewasa bukan penentu kiamat, Top." Kata Kim.

"Film dewasa atau film porno?" Tanya Topan.

"Film mimpi dewasa, maksudku." Kata Kim.

"Sekarang hari apa?" Tanya Topan.

"Tidak tahu. Aku tidak menghitung hari. Komputer canggih tak bertanggal, berhari, bertahun?" Kim balas bertanya.

"Kacau. Kemarin tahun menunjukan tahun 2413, sekarang 3333. Minggu lalu 1942. Besok mungkin 2500. Lusa mungkin 1250. Komputernya rusak sedikit mungkin." Kata Topan.

"Kau bertanya hari apa padaku dan kau tidak menyebut hari yang tersimpan di data mesin komputer itu?!" Tanya Kim.

"Bila tahunnya berubah kau juga tahu harinya berubah, kan?!" Jawab Topan.

"Siksa saja orang kejawen yang membaca cerpenmu dan melakukan penghinaan terhadapmu." Kata Kim.

"Mereka orang kriminal yang tak tercatat sebagai kriminal. Sosiopat cabul pengintai kamar dan kamar mandi. Orang-orang desa tidak terdidik. Lagaknya ingin jadi pahlawan. Di masa apa pun mereka hanya setan-setan yang berkamuflase menjadi manusia. Mungkin bila mereka jadi astronot mereka akan jadi pengeksploitasi bukan pengeksplorasi. Mereka ingin menunjukan kejawen domination." Kata Topan.

"Orang kejawen yang jahat tak sama dengan yang baik. Seribu tahun lagi mungkin akan tetap ada kejawen. Bila semua yang dirasuki mesin cenayang ada yang sembuh dari kerasukan. Ya, terutama dari kriminal-kriminal kejawen. Bayangkan ketika brain hacker menggerakan salah satu prajurit yang dirasuki. Dan itu dari prajurit kejawen yang menjahatimu. Dia menembaki teman-temannya sendiri sebelum menembak dirinya sendiri. Sepasukan mati semua. Mereka bersekutu dengan kita. Mereka pasukan gabungan dari Indonesia. Dan, kau akan senang atau sedih?!" Tanya Kim.

"Wajib militer dimana-mana. Bukan hanya dukun yang wajib militer. Para pesulap juga wajib militer. Mentalis wajib militer. Penjual organ tubuh pun wajib militer. Siapa yang tahu. Tentu yang penting usia 15 tahun ke atas." Kata Topan.

"Kau sedih atau senang?!" Tanya lagi Kim.

Topan enggan menjawab. Ia membuat Kim fokus pada hal lain.

"Pasukan Indonesia yang asli tentara sudah tidak jelas dimana dan siapa saja. Boy dan Girl dan Sang Bijaksana memberi pesan dalam cerita Kala Tears 1 dan 2, lalu cerita Beautiful Girl." Kata Kim.

"All you need is LOVE. Itu pesannya." Kata Topan.

"LOVE each other or kill each other." Kata Kim.

"Kita pasti di-hack oleh hacker dari Indonesia. Itu lagu Putri Dalam Cermin, lagu lawas. Pengabdi Setan 1 dan 2 juga film lawas. Semua lawas. Itu tahun 2000-2020 kira-kira. Sekarang tahun 2222, Kim." Kata Topan.

"Sekarang tahun 2250, Top." Kata Kim.

"Mungkin. Kurasa 2750. Tapi bisa juga 2310." Kata Topan.

"Itu masih sekutu kita. Hacker dari Indonesia. Tapi ingin cari muka dan tampil sebagai pahlawan." Kata Topan lagi.

"Ya, semua tahu persaingan suku-suku di Indonesia dan soal keturunan Cina atau Tiongkok dan keturunan Korea. Juga keturunan Eropa yang sering disebut anak indo." Kata Kim.

"Bule depok. Itu sebutannya." Kata Topan.

"Siapa peduli soal gen. Raut wajah dan warna kulit tak mengubah warna darah dan daging maupun tulang belulang. Coklat, kuning, putih, hitam, dan selainnya semua Indonesia." Kata Kim.

"Dulu semua orang mengira planet ini akan dipenuhi penduduk bermata sipit semua dan berkulit kuning semua sebab di semua belahan planet dimana manusia bisa hidup di situ ada keturunan tionghoa." Kata Topan.

"Mereka menikah dengan sesamanya biar sama-sama kuning?!" Kata Kim bertanya.

"Bukan begitu! Ternyata alien penjajah yang akan memenuhi seisi planet dengan menghabisi kita semua!" Kata Topan.

"Kudengar di Indonesia, ratusan tahun yang lalu tidak ada etnis tionghoa yang jadi tentara?! Betulkah itu?!" Tanya Kim.

"Tidak perlu membicarakan hal itu saat ini. Ayo ikuti aku. Kita berkemas. Super komputer mini akan kita bawa pindah ke pos lain. Tempat ini akan dihancurkan. Pesawat pembom sudah dikirim." Kata Topan.

Singkat cerita Kim mengikuti Topan berkemas. Mereka menuju lift rahasia. Turun lagi ke kedalaman satu km. Ada lorong jalur kereta entah apa, keduanya berpindah. Ke tempat rahasia lain tentunya. Bunker bawah tanah yang lain. Robot sniper terpaksa dihancurkan dan tak jadi diambil untuk dipelajari teknologinya. Mungkin nanti di tempat lain ada lagi yang seperti itu.

Pasukan Indonesia yang melegenda, batalion Badrul, tak diketahui oleh Topan dan Kim saat itu. Tapi mereka akan mengetahuinya. Entah tahun berapa itu sebenarnya. Tak perlu berpikir keras. Ini hanya cerita komedi teka-teki yang menyedihkan.

Dalam perjalanan di kereta entah apa, Topan mendapat penglihatan, vision bahasa Inggrisnya, ia dapat vision beberapa peristiwa tentara di medan tempur menembaki temannya sendiri akibat kerasukan brain hacker. Kasusnya adalah latar belakang individu prajurit. Tahanan narkoba, anggota kartel narkoba, dan gengster-gengster membentuk pasukan sendiri. Mereka punya benci dan dendam kepada polisi yang dulu menangkapi mereka.

Mereka membunuhi prajurit-prajurit yang direkrut dari kepolisian unit narkoba.

Ada juga hal lain, seorang prajurit menyumpal mulut temannya dengan granat sebab ia dendam prajurit itu tahanan kasus pembunuhan yang membunuh saudaranya. Tiba-tiba bertemu dalam satu pasukan gabungan. Ya, jadinya tentara membunuh tentara teman sendiri.

Topan pun paham bahwa orang yang dirasuki mesin cenayang yang disebut brain hacker adalah orang yang dihatinya ada dengki dan dendam.

Sementara itu di tempat lain di dunia entah apa, Boy dan Girl kembali kebingungan sebab Sang Bijaksana tidak tahu pergi kemana. Boy dan Girl bertarung dengan agen cumid beserta yang lain rekrutan Sang Bijaksana saat melintasi dimensi waktu. Sepertinya dari berbagai zaman mulai dari jaman kuda. Tentu karena pakaiannya baju besi jaman kuda. Mereka itu melawan agen cumid yang hendak merasuki prajurit-prajurit rekrutan wajib militer di berbagai belahan Bumi. Ya, tentu saja agen cumid itu dari mesin cenayang brain hacker.

Langsung saja disuruh ganti baju perang modern itu yang dari jaman kuda. Biar seragam. Dan dunia gatrix bising oleh adu pukul dan peluru seperti film The Matrix. Wah, Boy jadi seperti Neo. Neo Santara.

Tapi cerita ini hanya untuk menghibur hati penulis biar tidak lonely. Kesepian maksudnya.

Boy meninju 'cumid suwon' hingga pecah kaca mata hitamnya. 'Cumid suwon' pikiran cenderung seks, bila merasuki para pendengki Topan dan Kim maka apa saja yang ditulis oleh Topan akan diartikan simbol seks. Tentu setiap yang kata seperti 'underwear' dan 'segi tiga$. Dan itu membahayakan Topan dan Kim. Serangan hacker ke super komputer mini bisa semakin gencar tanpa diketahui dari pihak mana.

Girl meremukan rahang 'cumid vascue' dengan terjangan kakinya. 'Cumid fitnah' itu istilah lainnya. Pikiran yang dirasuki cenderung memitnah. Bila merasuki haters Topan dan Kim maka apa saja yang ditulis oleh Topan akan langsung jadi bahan fitnahan. Fitnah keji yang membahayakan Topan dan Kim. Seperti 'penulis porno' dan 'pengguna narkoba'. Dan itu jelas membahayakan Topan dan Kim. Serangan hacker ke super komputer mini akan semakin gencar tanpa diketahui dari pihak mana saja.

Ada yang dari jaman kuda dari Eropa dan Arab. Ada juga pendekar kungfu dan pendekar silat kolosal. Ada samurai. Ada ninja. Ya, mereka mencoba menahan serbuan agen-agen cumid berisi pengaruh jahat terhadap pikiran manusia.

Namanya juga cerita komedi yang menghibur hati yang sepi. Biar tidak sepi.

Sang Bijaksana berteriak tiba-tiba. Semua siaga. Neo Santara melompat terbang melihat 'cumid albe', langsung bertarung habis-habisan dan terpelanting jauh. Lalu pendekar silat yang disebut Si Rawing ganti menyerang. Terpelanting juga.

'Cumid albe' bila merasuki pikiran maka akan membunuh orang yang dibenci oleh orang yang kerasukan. 'Cumid albe' mengincar Kim ingin merasuki Kim yang mantan pembunuh berantai. Ia kesal dengan sikap Topan yang ia anggap selalu lebih pintar dan suka membohongi dia.

Sang Bijaksana dihajar 'cumid albe'. Kim pun kerasukan agen cumid dan ingin membunuh Topan.

Topan dan Kim masih dalam kereta. Guncangan akibat bom yang dijatuhkan di bunker rahasia tempat semula mereka berada mengguncangkan kereta dan hampir terlempar ke luar jalur kereta. Untung masih terus mampu jalan dengan sedikit lebih lamban. Disitulah terjadi perkelahian sengit mirip The Raid Iko Uwais dalam kereta entah apa.

Sampai di bunker rahasia bawah tanah baru, Topan keluar kereta tergopoh, berjalan sempoyongan. Darah masih menetes di dahi, mengalir perlahan dari luka robek sana-sini dengan nafas tersengal dan wjah penuh amuk amarah terhadap mesin cenayang yang membuat Kim kerasukan dan ingin membunuhnya di kereta.

Beberapa orang penunggu pos bunker rahasia bawah tanah baru itu mengira Topan adalah prajurit kerasukan yang membunuh temannya sendiri. Topan tak bisa menjelaskan apa-apa. Ia diikat disiksa dan hendak dimutilasi. Mulutnya disumpal granat yang masih dengan pengaman. Kepalanya hendak diledakan. Tapi mereka para penunggu pos bunker rahasia baru itu keburu sadar sebab super komputer mini yang masih di dalam kereta mengeluarkan kemampuan ajaibnya dengan membuat keanehan seperti ada sound effect film horor dan lampu nyala padam dengan suara tawa hantu anak-anak.

Eh, ternyata Neo santara alias Boy dan lainnya membuat sinyal. Keluarlah suara seperti hantu menggema seisi ruangan itu.

"SAVE HIM! DIA TIDAK KERASUKAN!"

prajurit-prajurit penunggu pos bunker bawah tanah baru itu lalu berjalan santai. Rupanya memang sudah dilatih begitu. Super komputer mini diprogram untuk memberi tahu penggunanya itu tidak kerasukan. Dan sudah begitu sejak tiga kejadian sebelumnya. Mereka tidak takut hantu sebab tahu super komputer mini yang lain pun begitu. Yang pertama itu yang keluar dari kereta yang kerasukan ahirnya kepalanya meledak. Granat di mulut yang kerasukan meledak tentu kepalanya meledak juga. Prajurit cenayaang kedua, tidak kerasukan. Super komputer mini bertingkah ala suara hantu mengingatkan 'save him dia tidak kerasukan' tapi granatnya terlanjur pengamannya dibuka jadi meledak ahirnya.

Prajurit cenayang yang ketiga sebagai pengganti pemegang super komputer mini sebelumnya selamat karena tidak disumpal granat jadi bisa bicara menjelaskan bahwa dia tidak kerasukan.

Topan ini yang paling berdarah-darah, jadi disangka kerasukan. Hampir saja meledak kepalanya.

Di bunker rahasia bawah tanah baru itu nanti setelah sembuh dirawat akan gabung dengan prajurit cenayang yang duluan datang itu. Jadi dua mesin komputer mini dan dua cenayang. Dan sepuluh prajurit pengaman. Tidak satu seperti Kim. Kim yang malang.

Itu jelas tidak merusak penikmat cerpen Angin Senja dengan tokoh utama Topan. Kasihan kalau harus meninggal dengan kepala yang meledak karena granat sebab disangka prajurit kerasukan. Tamat cerita tak enak dibaca jadinya.

Suara pembaca cerpen di dunia realita dusun Sawangan di desa Plana bagai suara setan-setan agen cumid yang mengumpat dan menghina serta menghasut bahwa nusantara kemudian.com alias Salman Martono di kulon musola Al-Ikhlas adalah orang yang tidak bisa menulis dan suka menyada pikiran orang lain dan mencuri karya orang lain dan bisa melihat isi kepala orang seperti cenayang mesin dan difitnah titisan Iblis atau pengabdi setan.

Padahal bukan.

Kemudian terdengar suara-suara dari jauh bagai agen-agen cumid yang menyebar fakta palsu menyoal isu mentalis gila yang berbahaya menggunakan nama nusantara kemudian.com alias Salman Martono.

Padahal bohong. Ya, bohong. Ya, bohong.

Bacalah dengan logat Marsha dari film kartun Marsha And The Bear, agar kalian tidak terlalu takut. Cinta, kamu takut?!

Cinta itu bisa nama orang. Cinta itu bisa sebentuk perasaan. Cinta itu, tergantung persepsi pembaca. Anda membacanya dengan logat tokoh drama radio Nini Raga runting juga boleh. Anda di pihak pengamera hacker brain?!

Tertawalah! Atau takut tertawa?!

Membaca bisa dengan logat siapa saja dan akan terdengar oleh mentalis cenayang seperti suara tokoh tertentu dengan logat khas menurut masing-masing karakter.

Ilmu komunikasi utama untuk selamanya. Jangan hancurkan diri menggeluti telepati palsu semu pantulan hayal logat atau aksen tokoh-tokoh karakter tertentu yang dibayangkan oleh saya yangtidak mau dan tidak sudi dibajak atau disadap pikiran oleh pelaku penipuan di desa ini yang memaanfaatkan keawaman penduduk desa soal imajinasi penulis yang sebetulnya tak bisa disadap dan dilihat paksa apa yang sedang diimajinasikan olehnya.

Ini cerpen terinspirasi dari kisah nyata dan bisa jadi kisah nyata itu sendiri.

Apa, coba?!

Oknum kejawen mengerti?! Tidak?!

Apa kisah nyata itu? Bahwa saya Neo? Ngaku-ngaku Neo?

Tentu bukan begitu. Oknum kejawen sengaja merusak. Membaca untuk merusak setiap kata dan kalimat. Lalu, oknum polisi? Jadi penulis asli yang menyebar fitnah bahwa ide cerpen dari kepalanya? Jalan cerita cerpen dari kepalanya juga?

Wah, pembaca yang kurang sadar diri. Itulah diri anda.

Bacalah seperti logat tokoh Marsha di film Marsha And The Bear. Itu mudah dengan membacanya dalam hati. Tak perlu berisik, bukan?!

*

Beberapa waktu yang lalu di saat perkelahian sengit Topan dan Kim di dalam kereta belum terjadi...

"Saving Private Topan!" Kata Kim.

"Saving Private Ryan!" Kata Topan.

"Saving Leningrad!" Kata Kim.

"Battle Of Leningrad!" Kata Topan.

"All You Need Is Kill!" Kata Kim.

"ALL you need is LOVE!" Kata Topan.

Mereka saling pukul saling tendang sambil berteriak. Ya, seperti The Raid Iko Uwais. Sebetulnya The Raid Garret, tapi Iko Uwais yang dan lainnya jadi dikenal dan terkenal. Susah membuat cerita adegan berkelahi jadi diarahkan untuk membayangkan perkelahian di adegan film tertentu. Jadi pembaca jangan bawel dan rewel menyangka mau menulis sinopsis The Raid dan mengulas filmnya serta para bintang dan sutradaranya.

Janganlah jadi pembaca yang payah. Membenci dan ingin menghina dan mencari kejelekan untuk menjatuhkan. Kau juri cerpen memangnya!

Jadi, terserah penulis ceritanya mau bagaimana. Penulis ingin Topan yang survive dan keluar dari kereta.

Jika kau suka beberapa ide dari plot jangan ambil begitu saja dan membuat cerpenmu sendiri atau mengubahnya menjadi ide cerita beberapa scene untuk satu atau dua pengambilan shoot adegan. Atau, suka dengan karakter penjahat dan mengambilnya sebagai karakter tokoh dalam ceritamu.

Bicara itu lebih baik dan tidak akan disebut pencuri. Buat apa jadi pembaca sambil menguntit? Memata-matai? Mengintai? Merampok? Memerkosa? Mengambil hak privasi dan hal rahasia?

Kau ingin membeli cerpen atau membeli ide cerpen? Tertarik dengan konflik di plot cerita Beautiful Girl?

Ingin memberikan citra visual pada cerita itu?

Bacalah dengan logat Marsha di film Marsha And Bear. Tentu bacalah dalam hati dan itu caranya mudah. Bayangkan kau Marsha dengan gaya bicaranya dan membacalah dalam hati. Pantulan logat itu akan didengar brain hacker seperti Marsha yang sedang membaca padahal itu adalah kamu.

Begitulah caranya mengakali brain hacker yang tidak bisa membedakan suara asli atau suara palsu alias pantulan logat suara. Heart voice itu didengar brain hacker.

Tuhan tentu lebih MAHA MENDENGAR daripada brain hacker. Apakah brain hacker itu Iblis? Atau manusia berhati iblis? Atau pengacara berhati iblis yang membela penjahat cabul pengintip kamar dan kamar mandi?

Jangan lupa bacanya pakai logat Marsha And The Bear.

LAYAR MONITOR SUPER KOMPUTER MINI TERUS MENGETIK SETIAP KALIMAT YANG DITULIS OLEH PENULIS YANG TAK LAIN ADALAH TOPAN ITU SENDIRI YANG BERHAYAL SEANDAINYA KIM BENAR-BENAR KERASUKAN 'CUMID ALBE'. IA HANYA BERHAYAL SAJA.

Masih di dalam kereta. Melaju dengan tenang kereta bawah tanah rahasia berisi dua tentara yang ketakutan tapi tampak tetap tenang. Mereka brbincang-bincang mengusir cemas mereka.

Kim: "Apakah pengacara yang jadi tentara karena wajib militer bisa dirasuki mesin cenayang, Top?"

Topan: "Ya. Tentu bisa. Apalagi jika dia selalu berkata begini... JADI ITU SKENARIO LU. KENAPA LU GA BAYAR ORANG AJA BUAT TEMBAK SI NUSANTARA DI JALAN."

Kim: "Owh. Owh. Owh. Seperti Tuhan saja bila banyak uang. Bisa rekrut pembunuh bayaran untuk dijadikan Malaikat maut dan mencabut nyawa orang lain."

Topan: "Pembunuh bayaran yang ikut wajib militer jadi tentara juga bisa kerasukan mesin cenayang.

Kim: "Kau? Dulu, sebelum wajib militer, kau bekerja dimana?"

Topan: "Aku pencuci piring di restoran kecil."

Kim: "Oh. Dari pencuci piring jadi hacker cenayang?!"

Topan: "Aku kerja paruh waktu mencuci piring. Kau bagaimana?"

Kim: "Aku tukang kebun."

Topan: "Aku takut kau kerasukan. Dan ingin membunuhku. Sebab kau dulunya seorang pembunuh berantai. Itu hayalanku dalam cengkraman kalutku dalam situasi seperti ini."

Kim: "Aku juga memikirkan hal yang sama. Aku takut kau mantan pencuri residivis. Atau, perampok bank. Pembunuh?! Hehe."

Topan tersenyum sebentar.

DAN...

SELANG BEBERAPA MENIT KEMUDIAN...

KIM KERASUKAN DAN MEREKA BERKELAHI SANGAT SENGIT SATU JAM SETENGAH. SEPERTI DI FILM LAGA SAJA. FILM LAGA YANG DIBINTANGI IKO UWAIS.

MENGERIKAN.

WAJAH MEREKA PENUH LEBAM. KIM BIBIR ATASNYA BENGKAK. TOPAN BENJOL DI KEPALA. KIM RONTOK GIGI DEPAN TANGGAL TIGA. MATA SEBELAH TOPAN TAK LAGI SAMA SEPERTI SEMULA. JENDOL.

KIM TULANG RUSUKNYA PATAH-PATAH. TOPAN KELINGKINGNYA PATAH TULANG. IBU JARINYA BENGKAK DIINJAK KIM. KIM HIDUNGNYA PATAH. TOPAN KAKINYA BENGKAK LEBAM. BAJU ROBEK LUKA SOBEK.

Akhirnya kereta sampai. Topan keluar tergopoh. Langkah gontai kesadaran goyah.

Topan disambut pukulan dan tendangan para penjaga pos bunker bawah tanah rahasia baru itu. Ia dikira kerasukan dan membunuh temannya sendiri. Mulutnya disumpal granat untuk diledakan tapi tidak jadi karena berhasil dikenali tidak kerasukan. Topan terlihat pingsan akhirnya.

*
GELAP. HANYA GELAP. SEGELAP MATA TERPEJAM.
*
"Bangun. Bangun. Topan bangun!" Kata Kim membangunkan Topan yang tertidur di depan super komputer mini. Ia dalam perjalanan kereta bawah tanah rahasia. Ia tertidur karena kelelahan.

"Aku melihat mimpimu di super komputer mini, Topan!" Lanjut Kim bicara setelah Topan terbangun. Topan tertawa melihat raut wajah Kim. Lalu Kim menyuruh Topan melihat mimpinya sendiri di monitor setelah file mimpinya disimpan di memori komputer.

Topan terdiam. Airmatanya menetes.

"Aku ingin kembali ke kehidupanku sebelum wajib militer. Dunia ini sangat menakutkan. Kenapa harus ada perang ini?" Tanya Topan menangis.

"Apakah kau kira jauh sebelum perang ini terjadi, semua baik-baik saja?" Kata Kim.

"Maksudku soal mimpiku. Aku tidak mau membunuh temanku sendiri. Kim, apa kau ingin membunuhku bila kerasukan?" Kata Topan beetanya.

"Kerasukan? Itu bukan aku. Jika aku menyerangmu kau harus membunuhku. Tapi, aku tidak akan kerasukan. Aku tak memiliki benci, dengki dan dendam kepada siapa pun. Bahkan kepada alien raksasa yang mengira kita semua mahluk jahat buas yang tak punya moral." Jawab Kim.

"Kenapa mimpiku membicarakan pengacara?" Tanya Topan.

"Ayolah, itu tak penting." Kata Kim.

"Apa kau dulu seorang pengacara?" Tanya Topan.

"Ayahku yang pengacara. Aku bukan." Jawab Kim.

"Oh, hebat. Pasti dia ayah yang hebat dan kau juga anak yang hebat. Dia pasti bangga padamu." Kata Topan.

"Ayahku pengacara yang suka main perempuan. Terlalu banyak uang. Ibuku diselingkuhi." Kata Kim.

"Oh, maaf. Aku tak perlu tahu soal perselingkuhan itu. Itu rahasia keluargamu yang tak baik diketahui orang lain, Kim." Kata Topan.

"Kau sangat beretika, Topan." Kata Kim.

"Kau juga beretika. Makanya aku cerita. Tapi, ngomong-ngomong kau ini cenayang, pasti sudah tahu sebelum kuceritakan?" Tanya Kim.

"Kesediaan bercerita melalui lisanmu adalah lebih mulia ketimbang asal curi saja dari kepalamu, Kim." Kata Topan halus menjawab.

"Thank you." Balas Kim dan ia tersenyum.

"Ibuku diam-diam cemburu dan kesal. Tapi ibuku tak mungkin membalas perlakuan dan kelakuan ayahku. Ibuku juga tak meminta cerai. Ibuku cukup sabar." Kata Kim mulai bercerita.

"Oh, ibu yang baik. Istri yang baik dan ibu yang baik." Kata Topan.

"Ya, tapi tetap punya keburukan yang tak seburuk ayahku." Kata Kim.

"Asisten pribadinya cantik semua. Ibuku membayangkan semua kemungkinan keburukan yang akan terjadi atau sudah terjadi di setiap tempat kerja dan kunjungan kerjanya. Ibuku suka industri film porno dan senang mengoleksi video porno dan ketakutan sendiri saat membayangkan suaminya melakukan adegan mimpi dewasa dengan asistennya yang cantik semua itu." Kata Kim.

"Oh, film porno dan film mimpi dewasa itu sama?!" Tanya Topan.

"Ibuku kemudian menyewa agen rahasia untuk memata-matai ayahku dan semua asisten pribadinya yang cantik semua itu. Bahkan ibuku menyuruh memasang kamera sembunyi-sembunyi di rumah asisten pribadinya suaminya itu. Semuanya. Dan ibuku jadi tahu kalau asisten-asisten pribadi suaminya suka film mimpi dewasa dan korban film mimpi dewasa. Dan, ayahku meniduri semua asisten-asisten pribadinya yang cantik semua itu." Kata Kim.

"Oh, efek negatif dari film porno. Bisa begitu, ya?!" Kata Topan bertanya-tanya.

"Asisten pribadi itu sekretaris profesional yang untuk bonus kerja mereka membuka kancing dada." Kata Kim.

"Ibumu sanggup melihat perselingkuhan itu dan mengoleksi video perselingkuhan suaminya?!" Tanya Topan.

"Ya. Ibuku mengkopi video-video syur suaminya dan menyebarkannya ke teman-temannya." Kata Kim.

"Oh, begitu. Dunia ini sudah kacau sebelum perang ini terjadi, ya?!" Tanya Topan.

"Apa ada pengacara yang mau rumahnya dan rumah-rumah asisten pribadinya diintai agen rahasia. Disadapi semua saluran komunikasinya?" Tanya Topan.

"Tentu tidak suka. Tapi dia tidak pernah tahu." Jawab Kim.

"Tentu tidak ada yang mau diintai agen rahasia dan disadapi semua saluran komunikasinya. Bahkan rakyat jelata pra sejahtera pun tak ingin diperlakukan begitu." Kata Topan.

"Privasi dan hal rahasia hanya bagi orang baik. Ayahku orang yang tidak baik." Jawab Kim.

"Oh, aku baru sadar. Alien-alien raksasa lima meter itu pasti mengira kita semua manusia hobbit yang kerdil akal dan kerdil moral yang tidak baik juga. Dan merenggut semua privasi dan hal rahasia kita semua." Kata Topan tersenyum.

"Ayolah, Top. Ibuku bukan alien-alien raksasa itu. Hehehe." Kata Kim tersenyum pula.

*

"Ayahku bukan pengacara. Nenek moyangnya juga bukan pengacara. Dulu, migrasi. Tapi bukan migrasi. Ikut pindah." Kata Topan bingung memulai cerita.

"Ayahku tidak seperti pengacara terkenal jaman dulu di Indonesia yang mengajarkan untuk tidak bangga jadi Indonesia. Ayahku tidak seperti pengacara terkenal itu. Ayahku cinta Indonesia dan Korea. Aku juga." Lanjut Topan bercerita.

"Ya, aku paham." Kata Kim.

"Lu bukan warga negara Indonesia! Lu warga negara Amerika Serikat! Lu harus ikut gua jadi Amerika!" Kata Topan menirukan ucapan pengacara terkenal di jaman dulu.

"Ya, dulu isu negara Indonesia bakal bangkrut. 7000 triliun dolar dan terus bertambah. Aku tahu pengacara itu terkenal agen ganda. CIA." Kata Kim.

"Agen asing berkewarganegaraan ganda. Itu yang benar Kim." Kata Topan.

"Pengacara kaya, punya aset di Amerika Serikat. Negaranya diisukan mau bangkrut malah mau pindah negara. Ngajak anak-anaknya. Istrinya juga. Kenapa ga ngasihin sebagian kekayaannya buat nyicil hutang negara?! Kok, milih ganti kewarganegaraan?!" Tanya Kim.

"Ayahku tidak seperti dia. Itu intinya. Aku cinta Indonesia." Kata Topan.

"Sekarang tahun berapa?" Tanya Kim.

"3333." Jawab Topan.

"Kukira 2750." Kata Kim.

Mereka tertawa-tawa kecil memikirkan pengacara itu.

"Apakah dia meniduri aspri-asprinya?!" Tanya Kim.

"Aku tidak tahu. Aku bukan istrinya. Hahaha." Jawab Topan.

Mereka berdua tertawa kencang dan terus terbahak menertawakan.

"Ga ada Indonesia di masa depan! Bangkrut! Lu harus jadi warga negara Amerika Serikat! Lu anak gua! Lu ikut gua!" Kata Topan menirukan ucapan pengacara jaman dulu di Indonesia.

Mereka terbahak. Tertawa bersama. Dan entah apa yang akan terjadi selanjutnya.

*

Tiba-tiba keduanya menangis setelah tertawa.

"Pengacara itu tidak suka dimata-matai tapi suka memata-matai dan merasa menjadi mata-mata padahal hanya dibekingi mata-mata asing. Mungkin mata-mata asing itu salah satu asprinya yang menggoda dan bosnya tergoda. Secret service is lip service." Kata Kim.

"Apa bagusnya siang melakuan dosa lalu malam bertobat dan siang esoknya melakukan dosa lagi." Kata Topan.

"Itu masih bagus. Siang melakukan dosa dan malam melakukan dosa. Itu lebih buruk lagi." Kata Kim.

"Pengacara itu ingin membayar pembunuh bayaran untuk membunuh penguntitnya padahal dia suka menguntit. Dia ingin membunuh yang menonton video syurnya dengan asprinya tapi dia suka memata-matai kamar orang lain." Kata Topan.

"Pembunuh bayarannya untung masih punya iman. Ditawari 500.000.000,00. Dia tidak mau. Jawabnya, orang yang ingin kau bunuh membayarku lebih tinggi satu rupiah (RP. 1,00). DITAWARI SEMILYAR. PEMBUNUH BAYARAN ITU JAWAB, ORANG YANG INGIN KAU BUNUH MEMBAYARKU LEBIH TINGGI SATU RUPIAH UNTUK MEMBUNUHMU." Kata Kim.

"Kehidupan yang gila." Kata Topan.

"Bukan kehidupan agung." Kata Kim.

"Pengacara itu berkata: AKU PENGACARA TERKAYA DI NEGERI INI. SIAPA DIA SANGGUP MEMBAYARMU LEBIH TINGGI SATU RUPIAH DARIKU." Kata Topan.

"Pembunuh bayaran itu menjawab: DIA ORANG MISKIN TAK BERPENGHASILAN DAN MEREKA ORANG-ORANG PINGGIRAN YANG TERLUPAKAN. ORANG-ORANG MISKIN YANG HIDUP SEBAGAI WARGA NEGARA MISKIN DARI NEGARA KAYA RAYA INDONESIA YANG BANGGA JADI INDONESIA WALAUPUN HIDUP MISKIN DI NEGARA YANG KAYA. MEREKA MEMBAYARKU SERIBU PER SERIBU KALI SERIBU DIKALI SERIBU LAGI. BUAT APA KAU KAYA SENDIRI HIDUP KAYA DI NEGARA KAYA RAYA INDONESIA DIATAS PENDERITAAN RIBUAN ORANG MISKIN DIKALI SERIBU DIKALI SERIBU LAGI, YANG HIDUP MISKIN DI NEGARA KAYA RAYA INDONESIA." Kata Kim.

"Kau tahu ujung cerita itu, Kim. Kau tahu tapi pura-pura tidak tahu." Kata Topan.

Dan mereka berdua terus menangisi kehidupan gila itu.

*

Super komputer mini cenayang itu bisa melihat hayalan pikiran keduanya, melihat kenangan2 keduanya, melihat mimpi2 keduanya. Juga mampu membaca kebencian keduanya terhadap ayah mereka yang memang sama pengacara gila. Keduanya ingin menutupi itu tapi mereka sama-sama tahu. Di dalam kereta itu Kim sudah setengah cenayang sedang Topan jadi lebih cenayang. Ayah mereka berdua adalah pengacara gila harta yang kerdil moral dan tak beretika. Bagaimana harus bangga kepada ayah gila yang hidup dalam kehidupan gila.

Mereka berdua memiliki benci itu yang mereka lawan dan mereka tutupi. Hati mereka memiliki dengki itu yang bisa mengundang agen-agen cumid merasuki mereka. Terlebih 'cumid albe'. Mereka akan saling ingin membunuh. Entah siapa yang akan kerasukan 'cumid albe'.

Topan menunggu kabar misterius dari hantu dalam komputer mini super itu. Ya, kabar dari Boy, Girl, dan Sang Bijaksana yang mirip tokoh Morpheus.

Mereka itu datang tak diundang dan pergi tak disuruh. Datang dan pergi sesuka hati.

Topan dan Kim melawan dengki kepada ayah mereka dengan terus berucap dalam hati: "Aku memaafkanmu dan sangat mencintaimu, ayah. Kau pengacara hebat penuh suri tauladan bagi anak dan suami yang baik kepada istri tercintanya."

Super komputer mini mendengar kata hati mereka berdua. Mengetik sendiri di monitor setiap kata hati yang terucap di benak keduanya. Kim dan Topan takjub pada benda ajaib itu. Dan berusaga menghilangkan kedengkian pada ayah mereka di hati mereka.

Biar tidak kerasukan 'cumid albe'. Agen cumid yang bila berhasil merasuki maka yang dirasuki akan membunuh temannya sendiri.

*

"Kim, kau lihat itu. Monitor super komputer mini atau komputer mini super memperlihatkan video permukaan di negara lain. Pasukan sekutu kita dari kalangan rekrutan pemuka agama sedang saling menghabisi. Katolik dan muslim. Wajib militer itu semua pemuka agama
Pendeta dan ustad malah perang saling membunuh. Mereka gila. Pasukan pendeta katolik bikin kubu sendiri di bawah bendera vatikan. Mengira alien raksasa adalah DAJJAL. Dan Yesus kristus akan turun. Mereka dirasuki 'cumid albe' dan ingin membunuhi pasukan muslim yang masih sekutunya sebab tak percaya ini perang akhir jaman melawan Dajjal dan Yesus akan datang." Kata Topan.

"Pasukan hindu dan buda, bagaimana?" Tanya Kim.

"Entah. Belum tampak di layar. Super komputer mini yang memilih sendiri visualnya untuk kita lihat, Kim." Jawab Topan.

*

"Paus menyerukan kepada semua penganut katolik untuk berperang di bawah bendera Vatikan. Paus mengobarkan perang suci. Mereka yakin Yesus akan datang." Kata Topan.

"Apa itu Dajjal?" Tanya Kim.

"Musuh Yesus. Musuh Isa putra Maryam." Jawab Topan.

"Itu gila. Mereka membunuhi teman sendiri." Kata Kim.

"Ada yang ikut jadi satu ketentaraan katolik dan semua dirasuki 'umid albe'" kata Topan.

"Lihat itu, di monitor lain. Ada tentara Amerika Serikat ditembak oleh tentara Amerika Serikat." Kata Kim.

"Itu sedang diinterogasi. Mereka ditanya komandan pasukannya: KATOLIK MAJU! KAMU! TENTARA AMERIKA ATAU TENTARA VATIKAN! DAN KAMU@ DAN KAMU!" Kata Topan.

"Yang menjawab: SAYA TENTARA VATIKAN!" Kata Kim.

"Ditembak mati." Kata Topan.

"Wah, kacau sekali. Bagaimana umat manusia bisa bersatu melawan alien-alien raksasa?!" Kata Kim.

"Semua sama saja. Di Indonesia juga begitu. Lalu mereka ada yang sembunyi-sembunyi desertir dan sembunyi-sembunyi bergabung ke ketentaraan katolik di bawah bendera Vatikan." Kata Topan.

"Kau, katolik?! Tanya Kim.

"Aku muslim. Kau?!" Tanya Topan.

"Aku katolik." Jawab Kim.

"Kau bukan tentara Vatikan. Titik." Kata Topan.

"Kau bukan tentara Indonesia. Titik." Kata Kim.

"Kereta kita ini menuju Indonesia. Dan kita akan bergabung dengan tentara Indonesia." Kata Topan.

*

Bersambung...

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post