MEMBACA BERITA LAWAS

"...pamflet-pamflet itu ditulis dengan pilox yang tidak bisa dihapus dan tidak ada peralatan di tempat itu untuk dipakai menghapusnya. Maka, tidak ada cara lain kecuali menyiramnya dengan air comberan." (Irfan S Awwas, ed,, Bencana Umat Islam di Indonesia tahun 1980-2000, 2000:30)

Kelakuan dua Babinsa ini segera menjadi kasak-kusuk di kalangan jamaah dan warga sekitar kendati masih manahan diri untuk tidak merespons secara frontal. Namun, tidak pernah ada upaya nyata dari pemerintah atau dari pihak-pihak yang berwenang untuk segera menyelesaikan masalah ini secara damai sebelum terjadi polemik yang lebih besar.

Dua hari kemudian, masih dari penuturan Djaelani, terjadi pertengkaran antara beberapa jamaah mushala dengan tentara pelaku pencemaran rumah ibadah. Adu mulut itu sempat terhenti setelah dua Babinsa itu diajak masuk ke kantor pengurus masjid Baitul Makmur yang terletak tak jauh dari mushala. Namun, kabar telah terlanjur beredar sehingga masyarakat mulai berdatangan ke masjid.

Situasi tiba-tiba ricuh karena salah seorang dari kerumunan membakar sepeda motor milik tentara. Aparat yang juga sudah didatangkan segera bertindak mengamankan orang-orang yang diduga profokator. Empat orang ditangkap termasuk oknum pembakar motor. Penahanan tersebut tak pelak membuat massa semakin kesal terhadap aparat.

Keesokan harinya, 11 september 1984, jamaah meminta bantuan kepada Amir Biki untuk merampungkan permasalahan ini. Amir Biki adalah tokoh masyarakat yang dianggap mampu memediasi antara massa dengan tentara di Kodim maupun Koramil.

Lantaran permohonan pembebasan empat tahanan itu tetap tidak digubris hingga menjelang pergantian hari, maka paginya 12 september 1984, sekitar 1500 orang bergerak, sebagian menuju Polres Tanjung Priok, yang lainnya ke arah Kodim, yang berjarak 200 meter dari Polres.

Massa yang menuju Polres sudah dihadang pasukan militer dengan persenjataan lengkap. Bahkan, tidak hanya senjata saja yang disiapkan, juga alat-alat berat termasuk panser (kontras, 2004: 20). Peringatan aparat dibalas takbir oleh massa yang terus merangsek. Para tentara langsung menyambutnya dengan rentetan tembakan dari senapan otomatis.

Kejadian serupa dialami rombongan Amir Biki. Aparaty meminta tiga perwakilan untuk maju, sementara yang lain harus menunggu. Ketika perwakilan massa itu mendekat tentara justru menyongsong mereka dengan tembakan yang memicu kepanikan massa.

Panglima ABRI saat itu L.B. Moerdani, mengatakan 18 orang tewas dan 53 orang luka-luka (A.M. Fatwa, pengadilan HAM ad hoc Tanjung Priok, 2005: 123)

Data terlihat berbeda dari SONTAK (Solidaritas untuk Peristiwa Tanjung Priok). Lembaga ini menyebutkan tidak kurang dari 400 orang tewas dalam tragedi berdarah itu, belum yang luka dan hilang.

Saya membaca dan menulisnya disini. Kemungkinan penguntit saya yang bertahun-tahun nguntit akan bergosip dan menghubung-hubungkannya dengan 11 september WTC, 2001, di Amerika. Kemungkinannya begitu. Katanya orang-orang itu jaman dulu saat G30sPKI itu juga ada kegiatan CIA di Indonesia untuk mengganti kepemimpinan pemerintahan. Banyak isu dari buku-buku menyoal perang hegemoni Amerika Serikat dan Rusia, Liberalisme dan komunisme itu maksudnya.

Mereka kemungkinan penganut paham konspirasi tautisme, dihubung-hubungin begitu saja. Apalagi kalau bukan meyoal kegiatan agen-agen intel dalam dan luar negeri seperti di film-film. CIA, BIN, M15, MOSSAD, dll.

Entahlah.

Abdullah Hemahua hidup dalam pengasingan di Malaysia. "Waktu itu saya diberi tahu sudah ada perintah tembak di tempat untuk saya oleh panglima ABRI ,L.B. Moerdani. Maka saya memutuskan ke Malaysia dan kembali setelah reformas," ujar Abdullah Hemahua kepada CNNIndonesia.com akhir juli lalu 2018.

Jenderal Benny Moerdani dikenal sebagai legenda dunia intelejen dan tokoh penting perkembangan TNI. Kehidupan pribadinya dikenal misterius. Dalam biografinya yang ditulis Julius Pour, Benny dikenal sebagai pemeluk katolik yang taat. Saat bertempur Benny selalu membawa bibel yang diberikan ibunya.

Belakangan, saat menjabat sebagai raja intel lalu Panglima ABRI, Benny sempat dicap memusuhi umat islam.

Ayahnya beragama Islam, ibunya Indo Jerman beragama katolik. Benny dan adik-adiknya mengikuti agama ibunya.

Ada fakta menarik soal Benny Moerdani. Siapa sangka di akhir hidupnya Benny meminta agar dikafani dan dibacakan Yasin seperti orang yang beragama Islam. Kisah ini dituturkan oleh Adnan Ganto, pria asal Aceh yang menjadi sahabatnya dan orang kepercayaannya yang menjadi Bankir kelas dunia. Dipercaya Benny menjadi penasehat ekonomi Departemen Pertahanan RI sejak 1987.

Akhir 1980an Benny mengajak Adnan ziarah ke makam orangtua Benny di Solo, Jateng. Benny masih jadi menteri pertahanan dan Adnan masih di Singapura.

Try Sutrisno juga pernah berkisah diajak Benny ke makam para leluhurnya di Nusa Tenggara Barat. Saat itu Benny berkata. "Try, lihat kamu baca. Ini nenek moyang saya. Orang Islam semua, kan. Pangeran semua."

Bersama Teddy Rusdi Benny membangun intelijen yang solid dan tangguh, sensitif dan powerfull. Dimata Israel, Teddy Rusdi adalah person of contact dan point of contak Israel-RI.

Tak salah dalam Operasi Alpha, Teddy bertanggung jawab atas pelaksanaan semua proyek. Pria inilah yang memimpin operasi pemindahan 32 pesawat A-4E Skyhawk dari pelabuhan laut Elat di Israel ke Tanjung Priok di Jakarta.

Operasi yang tergolong incredible operation ini menuai sukses. Hingga di penghujung 1980, 32 pesawat Skyhawk tiba di Indonesia, tanpa diketahui media massa dan masyarakat dari mana asalnya.

Penampilan pertama pesawat itu pada HUT ABRI, 5 oktober 1980, bersama F5 Tiger 2 dari skuaadron udara 14.

(ngutip dari MATRA DAN LAINNYA....)

####Takut lama-lama membaca hal begini, menguliti rezim ORDE BARU, Tentara melulu yang dibahas...

Anehnya kebanyakan dari AD....

AURI seperti tidak ada berita di masa lalu...

#semoga keluarga korban dan korban L.B. Moerdani memaafkan dan tidak ada yang mendendam.

saya orang awam, takut sama tentara, apalagi intel tentara, pusing juga jadinya ini negara mau dibawa kemana?

Kekuatan politik AD di kancah nasional pasti tidak seperti jaman pak Suharto, TERUS SEKARANG? BESOK DI MASA DEPAN GIMANA?


*

Membaca berita lawas lainnya.

Liputan6.com, Pamekasan

Meski sebuah organisasi dibubarkan, tetapi ideologi tak bisa mati begitu saja, pembubarab HTI oleh pemerintah Indonesia pada 19 Juli 2017 hanya membatasi aktifitas di muka publik. D bawah tanah, organisasi yang berbasis di Inggris ini bergerak lewat internet dan 'paketan kaleng'.

Mereka mengirim paket buku bacaan bertema Al-Quran, tetapi pada sebagian eksemplar diselipkan buku saku berisi penjelasan apa itu khilafah dan dasar negara khilafah versi HTI.

Kompas.com

Pengamat politik Adi Prayitno dari UIN Syarif Hidayatullah menilai latar belakang Jokowi yang berasal dari kalangan sipil justru menjadi alasan mengapa berani membubarkan HTI. Menurut dia, sipil memang cenderung berani mengambil risiko berhadap-hadapan dengan kelompok-kelompok yang kontra dengan Pancasila.

Sementara pemimpin militer, masih menurut dia, cenderung tak mau ambil risiko dan tidak mau dimusuhi oleh kelompok manapun. Pemimpin militer akan meminimalisasi kelompok-kelompok yang berseberangan dengan cara merangkul dengan alasan pembinaan.

BBC news Indonesia

HTI disebut hakim terbukti berkeinginan mengubah negara Pancasila menjadi Khilafah, lewat berbagai rekaman, salah satunya "ikrar ribuan mahasiswa IPB Bogor, maret 2016, yang bersumpah sepenuh jiwa, yakin bahwa paham sekuler hanyalah sumber penderitaan rakyat."

Lebih jauh lagi, majelis hakim juga menjelaskan bahwa wajar bagi pemerintah untuk tidak mengajak berdikusi sebelum pembubaran, karena tindakan menyebarkan paham yang bertentangan dengan Pancasila, adalah kondisi yang luar biasa, sehingga tidak perlu didiskusikan.

"HTI sudah sejak lahir. Mereka partai politik internasional, tetapi berbaju salah, didaftarkan sebagai organisasi kemasyarakatan. Sehingga ketika status badan hukumnya sudah dicabut, tidak bisa lagi dikembalikan status keormasannya." Ungkap hakim Ronny Erry Saputro.

Jubir HTI, Ismail Yusanto, menyebut keputusan pemerintah membubarkan HTI adalah wujud "kezhaliman", karena menempatkan kelompok dakwah Khilafah,sebagai pesakitan.

Lebih jauh, putusan pengadilan yang disyaratkan untuk membubarkan ormas sebagaimana dicantumkan pada Pasal 68 UU Ormas tahun 2013 telah dihapus dalam Perppu ini. Artinya, pemerintah tak perlu lagi memerlukan pengadilan untuk membubarkan ormas.

*

BALI express

Yahya Chalil Staquf menyebut organisasi yang mencita-citakan Khilafah, seperti Hizbut Tahrir, tak berbeda dengan gerakan Komunis internasional yang menghendaki rezim tunggal di dunia.

"Jadi mereka sama dengan gagasan komunis internasional yang memungkinkan satu rezim komunis untuk satu dunia," ujar pria yang akrab dipanggil Gus Yahya, di sela-sela Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU, di ponpes Miftahul Huda, kota Banjar, Jabar.

*

Cuma mengutip biar pembaca tahu apa yang saya baca dan penguntit pengamera sembunyi-sembunyi yang ahli mitnah merasa malu dan merasa jahat dan bodoh.

*

Brainly.

Pancasila sebagai ideologi (pandangan hidup) berisi konsep dasar mengenai kehidupan yang.......

a. dicita-citakan oleh bangsa Indonesia.

b. diharapkan oleh para pemimpin bangsa.

c. diidam-idamkan masyarakat Indonesia.

d. diidolakan oleh generasi muda.

jawabannya adalah....

*

Mengutip kompasiana.

Dasar negara adalah fondasi atau landasan yang kuat dan kokoh serta tahan dari segala gangguan, hambatan maupun rintangan dari dalam maupun luar, sehingga bangunan yang ada diatasnya itu dapat berdiri dengan kokoh dan kuat. Bangunan itu adalah NKRI.

*

Ini saya pelajari begini....

PANCASILA

1. KETUHANAN YANG MAHA ESA.

- dalil keterangan dari Al-Quran Shaffat:4

Inna ilahakum lawahid. Sesungguhnya Tuhan kalian semua manusia adalah satu jua.

- dan lain-lain.

keterangan sederhana :

Yang diharapkan adalah setiap warga negara Indonesia meyakini kebenaran akan adanya Tuhan Sang Pencipta alam semesta. Meyakini bahwa semua manusia adalah makhluk yang diciptakan. Manusia diciptakan setelah Allah menciptakan hewan dan tetumbuhan setelahnya planet bumi tercipta sempurna menunjang kehidupan berlangsung. Meyakini bahwa semua manusia berasal dari Adam apapun suku bangsanya entah itu kulit putih, hitam, sawo matang, kuning, merah dan lain-lain yang indo (kulit campuran).

Dan dengan demikian menjadi manusia yang tidak menjadi seperti penggambaran manusia yang menuhankan hawa nafsunya atau menghamba pada hawa nafsunya dalam Al-Furqan:43.

Atau seperti penggambaran mahluk pra Adam dimana Adam baru mau Allah jadikan pemimpin di muka bumi dalam Al-Baqarah:30. Mahluk yang senang membuat kerusakan dan suka menumpahkan darah (berkonflik atau berseteru hingga berdarah-darah dalam perang atau hal lain).

2. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB.

- An-Nisa:58; An-Nahl:90.

- dan lain-lain.

Keterangan sederhana :

Yang diharapkan adalah setiap warga negara Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai peri kemanusiaan dan peri keadilan dan malu bersikap menjajah atau menempatkan orang lain dibawah kakinya (kekuasaannya) dan malu untuk bertindak bar-bar atau biadab dalam menyelesaikan setiap persoalan kehidupan baik kecil maupun besar.

Dan demikian menjadi manusia yang tidak menjadi seperti penggambaran manusia yang suka merasa benar melakukan pembenaran demi pembenaran yang tidak benar dengan alasan menegakkan kebenaran padahal bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran yang diajar-ajarkan, Al-Baqarah:11-12.

Atau seperti penggambaran kaum jahat 'Ad dan Tsamud serta lainnya yang dijelaskan pada kisah-kisah dalam Al-Quran.

3. PERSATUAN INDONESIA.

- Al-Imran:103.

- dan lain-lain.

Keterangan sederhana :

Yang diharapkan adalah setiap warga negara Indonesia merasa bersaudara walaupun banyak perbedaan dan bersatu dalam ikatan persaudaraan. Jika sebagian kalangan menganggap ini adalah himbauan untuk bersatunya manusia seagama Islam saja itu salah, sebab manusia lain yang menjadi warga negara Indonesia juga Allah yang menciptakan. Sebenarnya yang beragama Islam harus mampu menjadi teladan dalam persatuan yang diikat tali persaudaraan ini. Tali Allah itu adalah gambaran tali pengikat persaudaraan. Manusia itu semua berasal dari Adam. Dan semua manusia saudara, walaupun bukan saudara se-iman.

Dan dengan demikian semua manusia yang menjadi warga negara Indonesia selain yang beragama Islam mengetahui bahwa sebenarnya tidak ada pemaksaan untuk memeluk Islam dan diperbolehkan memeluk agama lain dan tetap bisa bersatu sepakat untuk setuju menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan itu. Al-Baqarah:256 menjelaskan tidak ada pemaksaan dalam memeluk agama dan kesesatan itu jelas tidak sama dengan kebenaran.

 

4. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAH KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN.

- Asy-Syura. Demokrasi itu dari sini dimulai, tentu saja bil-Ilmi (with knowledge),

- dan lain-lain.

Keterangan sederhana :

Yang diharapkan adalah setiap warga negara Indonesia memahami perbedaan pendapat atau gagasan dan memahami bahwasanya semua orang berhak mengutarakan gagasannya dan harus menyadari perbedaaan-perbedaan yang ada itu. Itu adalah suatu hal yang memang Allah ciptakan agar manusia belajar bermusyawarah sebelum menentukan solusi terbaik bagi permasalahan kehidupan yang tidak merugikan salah satau pihak alias menguntungkan semua orang. Ini keterangan yang paling sederhana yang mungkin bisa dimengerti banyak kalangan.

5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA.

- Al-Maidah:8,

- dan lain-lain.

Keterangan sederhana :

Yang diharapkan adalah setiap warga negara Indonesia memahami dirinya adalah mahluk yang berharga dan harus diperlakukan dengan lebih baik dari hewan, sebab itu manusia demikian memahami bahwa apa yang diterangkan dalam penggambaran Al-Qasas:4 tidak selayaknya diwujudkan dalam kehidupan modern.

Sangat sederhana keterangan penjelasan saya ini dan semua adalah bersumber dari Al-Quran.

*

Jadi saya agak heran kenapa ada rumor akan ada yang mau mengganti Pancasila dan melakukan makar pada negara serta mau membuat negara Islam???

Apakah itu kebohongan atau bagaimana???

*

*

Saya kira orang terkotak-kotak dengan peristilahan yang banyak dan aneh dan susah dimengerti. Sekularisme itu geje tapi sering dipakai  buat hal-hal berbau profokasi.

Pancasila tidak bertentangan dengan Alquran. Itu jelas beberapa dalil keterangan dari Al-Quran yang saya muatkan.

*

Saya minta orang yang memitnah saya dihukum dengan adil.

*

Saya Salman atau Martono, anak dari bapak Sadim, anak dari ibu Tajiah atau Tasini, meminta supaya pemitnah saya dan keluarga saya dihukum dengan adil.

Orang itu tentu susah dicari.

Orang itu yang ahli menghasut dan mengadu-domba, kemungkinan orang itu melempar fitnah saya punya 2000 jin, saya maniak seks, saya homo, saya pedofil, saya mau mengaku Rasul, mau mengaku Tuhan, saya ini golongan syi'ah, dan lain-lain.

Ya, bisa jadi mereka menghasut orang saya ini syi'ah. Misalnya ke rumahsakit Siaga Medika.

*

Stop atuh, ngamera sembunyi-sembunyi.

*

Bisa jadi mereka itu menghasut aktris film, namanya ahli gosip dan hasut dan adu-domba. Misalnya ke Chelsea Islan, Laudya Chintya Bella, Marshanda, dan lain-lain.

Entahlah. Semuanya membingungkan!!

Saya kira semua orang tahu saya tidak gila, ya?

ya?

ya?

ya?

*

Ternyata ada samar-samar dari jauh, entah siapa, yang jelas bisa jadi pemitnah saya yang melakukan kegiatan menguntit dan melakukan kegiatan kamera sembunyi-sembunyi, saya berpikir sendiri begini, bisa saja pemitnah saya mengait-ngaitkan isu komunis kepada nama tokoh komunis yang dihabisi oleh tentara yaitu Dipa Nusantara Aidit. Bisa saja dan sangat bisa jadi. Mereka ahli fitnah, hasut dan adu-domba. Ahli cabul terutama.

Saya mendengar samar-samar mereka mengaitkan dengan Kivlan Zen dan Wiranto.

Saya pernah mendengar samar-samar pengamera sembunyi-sembunyi di sekitar rumah saya berceloteh atau apa lah namanya, begini: "...Kivlan Zen seuseurian..."

Itu bahasa sunda.

Saya minta bila mereka tidak meminta maaf, kebiri mereka!

Mereka salah orang, kenapa harus saya diikut-kaitkan kepada gosip politik di tanah air??!

Saya bukan orang gila yang berhalusinasi ada orang yang mau menguntit dan mengintip saya seumur hidup saya, lho.

Terdengar samar-samar itu mereka hendak mempolitisir tulisan ini, sebab ada kalimat "menguliti AD" dan hendak digunakan alat propaganda atau opini publik yang mau dipaksakan kalau saya menghina tentara. Itu orang kelewat bodoh bukan orang bodoh. Kelewat bodoh.

Maksud saya itu dari beberapa buku yang pernah saya baca soal pemberantasan PKI itu banyak rakyat jelata ditangkap dan dihukum tak semestinya. Maksud saya menguliti AD itu bukan dikuliti kulitnya itu begitu, tetapi di banyak tulisan-tulisan di buku atau apalah gitu bahwa AD itu berdarah-darah, belum lagi L.B. Murdani itu kasus Tanjung Priok, Terus 1998 yang mahasiswa itu, begitu itu.

Kalau berpikir benar dan positif tentu mereka seharusnya mengaitkan dengan komitmen hidup ber-Pancasila ituyang dirumuskan untuk kehidupan esok yang lebih baik.

Jaman Hindia Belanda itu yang memberontak kebanyakan dari kaum ulama dan murid-muridnya, misalnya Imam Bonjol, Kan yang memperjuangkan kemerdekaan itu rakyat yang memberontak ke pemerintah resmi Hindia Belanda, bukan tentara TNI, soalnya belum lahir TNI, tentara Belanda memerangi pemberontak, Cut Nyak Dien ditangkap dan dibuang ke tempat lain misalnya, yang menangkap itu tentara Belanda.

Pemerintah Hindia Belanda itu dianggap pemerintahan kafir sebab menomor-duakan pribumi, tentaranya juga tentara kafir, begitu maksudnya. Saya masih ingat ada buku pelajaran waktu saya sekolah dasar ada gambar tentara kompeni bertopi panjang dengan senapan panjang bermoncong pisau memaksa pengumpulan padi rakyat.

Setelahnya tercapai hasrat kemerdekaan itu semua tahu bahwa negara baru itu tentu didekati banyak pihak yang sudah berdiri duluan yaitu negara-negara yang sudah maju terlebih dahulu. Namanya juga negara baru, muncul partai bentukan untuk belajar berpolitik, menyusun pemerintahan atau kabinet dan lain-lain. Paham manapun masuk. Lucunya setelahnya berdiri itu yang dahulunya sama-sama berjuang melawan pemerintahan Hindia Belanda itu jadi terjebak pada peperangan-peperangan melawan teman seperjuangan mereka sendiri saat melawan Belanda. Misalnya Tan Malaka itu temannya si anu, D N Aidit katanya murid kesayangan Hatta tetapi akhirnya berseberangan dan akhirnya yang katanya dahulunya saling bahu-membahu melawan Belanda jadi saling menghabisi pada masa awal-awal berdirinya negara baru itu ialah negara Indonesia. Saya orang kecil suka membaca dan terkadang sedih tapi tidak lama-lama.

Pada waktu melakukan pemberontakan itu yang kebanyakan dari ulama dan murid-muridnya itu mereka bukan karena tidak mau dipimpin oleh kaum yang berbeda agama, bukan. Mereka tidak suka penjajahan itu. Yang jadi penjahat dan dikurung lalu kerja paksa itu kebanyakan pribumi, memangnya orang kulit puith Belanda tidak ada yang jahat?

Pengurus daerah jajahan memperkaya diri, banyak orang kaya baru di Batavia. Orang pribumi di nomorduakan. Sebetulnya begitu. Ada tanam paksa juga. Saya pernah baca akhirnya tidak semua orang Belanda kulit putih itu suka dengan tanam paksa di Indonesia (dulu belum ada Indonesia).

Nah, katanya itu gegara bangsa pribumi dalam kondisi begitu mereka menjadi seperti merasa Bani Israil yang ditindas FIRAUN. Maka memberontak kepada Belanda. Tentara Belanda namanya KNIL, melindungi kepentingan kulit putih saja dan rakyat pribumi yang kurang perlindungan tidak dilindungi dengan sebaik-baiknya.

Nah, ketika Indonesia merdeka maka tentaranya itu gabungan KNIL dan PETA. Sekarang jadi TNI.

Saya membaca di google, info sederhana, ada bekas KNIL itu namanya Mangkunegara 7, Sultan Hamid 2, Oerip Soemohardjo, E Kawilarang, Gatot Soebroto, Didi Kartasamita, A.H. Nasution, T.B. Simatupang.

Baca saja sendiri lah, KNIL: perang kolonial di Nusantara dalam catatan Prancis.

Saya acak-acakan menulisnya.

Masa bodoh. Saya cuma minta orang yang ngamerain rumah saya berhenti, kemungkinan dibodohi pemitnah saya yang menghasut beberapa wartawan, aparat polisi atau tentara, tokoh agama juga. Entahlah.

*

Oh, iya. Saya membaca butir-butir sila 1. Dan saya memahami. Saya memahami bahwa manusia bukan Tuhan. Manusia diciptakan dan Tuhan menciptakan. Tuhan tak hanya mencipta manusia tetapi seluruh semesta. Yesus atau Isa putra Maryam bukan Tuhan tetapi manusia dari Bani Israil, keluarga Imran. Terus Budha alias dari Sidharta Gautama juga adalah manusia.

Saya paham itu begitu.

*

Tentara Romawi di jaman Isa putra Maryam dan tentara jahat lainnya adalah tentara setan, itu menurut saya. Yang jahat ya setan.

*

Dan saya juga pernah merasa menjadi remaja nakal dan mendekati kategori remaja setan. Maksudnya tentu gak ada hubungannya sama tulisan diatas yang ngutip-ngutip itu. Maksudnya saya itu saya pikir-pikir teman saya itu nakal-nakal dan saya juga nakal tetapi saya tidak senakal mereka.

Saya sebetulnya malu terhadapa diri saya sendiri. Sudah sekolah tidak tinggi terus jadi bergaul denga anak-anak nakal ketika remaja, tetapi waktu itu tentu tidak merasa nakal. Namanya itu masa ABG yang labil. Sampai sekarang saya labil juga sepertinya padahal sudah masuk usia dewasa berkepala tiga. Saya belum menikah dan teman saya yang dahulu itu sudah pada punya anak.

Saya ingin bercerita bukan ingin menjelekkan siapapun. Hanya ingin bercerita. Kalian tahu pasti pemitnah saya bisa jadi seenaknya buat cerita kehidupan saya. Mereka mencampuri urusan apapun. Sudah bodoh kelewat bodoh. Saya pernah diceritakan cerita kenakalan teman saya waktu mereka usia SMP, mereka mengintip tetangga mereka, yang diceritakan itu mereka iseng, yang diintip itu namanya Kokom atau Kome. Yang ngintip namanya Yogi dan Yosep. Saya tentu tidak mengintip sebab waktu itu tidak kenal mereka atau belum kenal. Dan mereka itu cerita begitu saya mendengarkan saja.

Bohong kalau ada pemitnah yang bilang saya yang suka mengintip orang. Si Yogi itu katanya itu buah dari keluarga Broken Home, iya, cerita begitu itu jadi alasan banyak kehidupan yang kacau di permasalahan kehidupan remaja. Dimanapun dan siapapun. Miras dan narkoba itu jadi menyasar begitu ke remaja begitu itu. Sekarang tentu saya tidak tahu kehidupan orang lain. Saya sendirian saja tanpa masa depan jelas. Difitnah terus sepertinya.

Nah, Indra Setiawan juga itu nakal juga tapi tidak terlalu nakal. Soal kenakalan itu berbeda-beda sih. Saya itu tahunya begini kalau dia itu nakalnya menonton film berbau porno. Istilahnya itu film bodoks untuk mengganti istilah film bokep. Iya, saya pernah diajak main ke rumah si Bejo atau Dendi, nonton disitu. Saya ikut saja. Pernah juga dia bawa film kaset Girl Gone Wild terus nonton sama saya. Waktu tidak ada siapa-siapa di rumah.

Saya juga pernah itu nonton kaset di rumah kakaknya si Dendi atau Bejo itu sama si Ari Muslim, si Odoy, dan lainnya. Orang Halteu utara. Kemungkinan itu pemitnah saya itu menyebar fitnah saya itu menyebarkan pornografi gitu. Padahal kebohongan yang dibuat-buat.

Saya tidak punya komputer atau laptop atau gadget canggih begitu itu buat bisnis pornografi jualan film porno. Bohong itu semua.

Saya juga pernah diajak Indra Setiawan ke rumah temannya yang namanya si Robert. Di komputernya juga banyak film panas gitu. Jadi, sebetulnya saya ini orang yang ikut alur saja gitu tapi ga nakal banget.

Waktu punya hape juga dapat klip panas begitu itu dari si Mamiw alias Rahmat Nur Abdullah yang rajin download begituan. Saya tidak suka kalau ada beberapa dari teman di masa lalu saya membuat cerita kebohongan seolah-olah saya ini yang brengseknya luarbiasa, ga suka banget. Ga adil. Memang saya sama payahnya dengan teman remaja saya yang tidak mengisi kemerdekaan yang diperjuangkan dengan darah dan nyawa oleh pejuang dahulu kala itu tapi lebih payah lagi pengamera sembunyi-sembunyi yang menguntit dan memitnah saya dan keluarga saya bertahun-tahun.

Saya ini maunya tidak dikamera sembunyi-sembunyi dan difitnah-fitnah terus. Mungkin ada yang mitnah-mitnah terus dan tidak tahu siapa saja. Saya sendirian dan aneh saja bila tetangga saya berkonspirasi terhadap saya dan keluarga saya dengan isu agama, politik, hukum dan lain-lain. Aduh, saya bingung apa jadinya saya nanti. Apa saya masih punya masa depan???

Si Yosep itu nakal lebih nakal dari saya, dia pernah seks pra nikah atau seks bebas mungkin namanya, sama si Meri, orang Jatayu. Adiknya teman sekolah saya di Yasyfiy. Saya ga ikut-ikutan begitu. Kalu saya disudutkan karena pergaulan saya dahulu kala itu tentu sangat salah. Saya juga sadar memang teman-teman saya itu kelewat nakal dan saya tidak terlalu nakal walaupun sesekali bergaul dengan mereka.

Saya menulis ini bukan ingin menjelekkan siapapun. Supaya orang yang menjelekkan saya mikir bener. Jangan saya melulu dibuat uring-uringan samapai begini. Saya tidak pernah menghakimi teman saya si Yosep itu karena melakukan seks bebas. Saya tidak pernah menghakimi. Saya juga tidak ikut-ikutan. Saya tetap memandangnya sebagai teman saya. Waktu itu saya berpikir semua urusan masing-masing jadi saya tidak perlu menghakimi dia dan saya juga tidak ikut-ikutan.

Kalu ada yang keberatan dengan tulisan ini maka dia harus lebih keberatan lagi terhadap kegiatan menghasut mereka terhadap banyak orang agar mengira saya ini orang paling brengsek di dunia.

Saya trauma itu benar. Sangat benar. Saya di kampung apa menonton fil porno??! Hahhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Saya heran kenapa saya dianggap membahayakan sampai harus disadap-sadap sejak 2012 mungkin hape saya waktu saya punya hape. Saya nertahun lamanya ga punya hape dan mereka ngapain juga nguntit terus.

Entahlah. saya pusing.

**

Wah, kedengeran samar-mara selama beberapa hari ada pengamera menghasut orang tentang saya, misalnya kedengeran ada orang ngomong saya pki, aduh, pengamera bodoh kelewat bodoh, kedengeran juga ada yang marahin pengamera sembunyi-sembunyi pemitnah itu begini, "bapak pikir, pak. Baca semua karya semuanya pak. Orang maksudnya juga bukan menghina tentara. Bohong juga pak kalau ada yang bilang nusantara itu anti kristus, nusantara bilangnya juga tentara romawi yang setan bukan Yesus yang setan." Dan lain-lain. Pusing saya. Nanti dikira halu.

**

Saya lanjut membaca yang lawas, membaca wikipedia, judulnya itu Pembantaian Srebrenica.

Pada April 1993 PBB menyatakan daerah Enklave itu sebagai daerah aman. Namun, pada Juli 1995, pasukan UNPROFOR  terdiri 400 tentara Belanda tidak mencegah pendudukan Srebrenica dan pembantaian terjadi setelahnya.

8000 orang yang tertulis itu yang terbantai. Itu dianggap sebagai pembunuhan massal terbesar setelah perang dunia kedua, katanya.

Tertulis di Wikipedia ini juga saya baca bahwa tentara Belanda menyerahkan 5000 pengungsi Bosnia kepada Serbia untuk ditukar dengan 14 tentara Belanda.

Saya baca juga di BBC news Indonesia, Ratco Mladic, itu jenderal kejam, isi kepalanya apa ya?

Bisa berbuat seperti itu kenapa???

Saya membaca Hidayatullah.com, katanya itu begini, Sebia itu adalah salah satu kelompok etnis orang-orang Slavia, sebagian besar itu kristen ortodoks, katolik roma dan protestan, ternyata banyak pelanggaran yang menyerempet AD dimanapun, maksudnya itu rentan terhadap pelanggaran HAM.

*

Wah, seram juga kalau isu yang digemdorkan tentara Amerika ketika menyerang Irak menjadi ada betulan, senjata pemusnah massal, nanti film-film mengubah tema perang nuklir untuk penghancur dunia menjadi perang senjata biologi yang menakutkan. Biasanya fil-fil itu menggambarkan perang akhir zaman dengan perang nuklir dan nanti film-film membuat skema film-film akhir zaman dengan perang senjata biologi seperti virus-virus gitu.

Untungnya itu di berita tv dijelasin kalau virus corona itu bukan virus buatan manusia.

*

Wah, sudah dulu membacanya ini lah.

*

Saya melanjutkan menulis di ini hari, hari minggu. Gangguan masih berlanjut. Rupanya intel belum bisa menangkap pengamera yang cabul sembunyi-sembunyi itu. Mungkin masih kurang pintar atau bagaimana, ya?

8 tahun dan bisa jadi lebih dari itu, pengamera bisa jadi sudah mengelabui banyak orang dimana saja.

Gangguan suaranya itu mereka membicarakan saya setiap detik selama 24 jam.

"Dayeuh udah curiga sama penduduk kampung, pak."

"Disangkana teh tukang ngahinaan nyaan."

"Dibejakeuna ka Ma'ruf Amin ngarana dihinaan, Amin-Amin-Amin, (ketika sedang berdoa)."

"Pak Sukoco teu kuat kaeraan."

"Kang Kamal siuen."

"Disangka si Roni teh tukang ngahinaan taraweh nyaan."

"Sia nu ngahinaan nyebutkeun si Atok (nama alias saya)."

(Dulu pernah disebar fitnah waktu di Bandung itu ngaku-ngaku bandar angkot padahal karena pemitnahnya bodoh kelewat bodoh saja itu namanya bandar angkot itu Atok juga.)

"Otak tetangganya isinya hinaan, pak! Orang itu apapun yang dikatakan nusantara dibilangnya menghina, pak! Ada orang kampung yang sosiopat, pak!"

"Ma'ruf Amin hukum mati!" (Ada yang bilang begitu juga)

Semuanya samar-samar entah dari kampung seberang kali atau kampung beda kelurahan atau entah dimana.

Kemungkinannya sosiopat itu pandai berbohong, yang penting dia atau mereka bisa ngamerain terus-menerus. Jadinya menghalalkan segala cara termasuk membohongi siapapun, wartawan, ustad, pendeta, admin kemudian.com. entah siapa saja, tidak tahu.

Fitnah mereka itu dibuat-buat. Mereka biasanya membuat saya marah lalu senang dan mereka dapat bukti menghina. 8 tahun ngamerain sembunyi-sembunyi dan ingin terus-menerus alias terus-terusan. Ga pwduli bulan puasa coy! Mereka 8 tahun bulan puasa dan hari lebaran tetap ngamera sembunyi-sembunyi. Maniak pasti itu sepertinya.

Mereka kemungkinan juga mencuri-curi belajarnya saya sambil menghina-hina atau bilang menyadap pikiran atau mencuri pikiran orang lain. Kedengerannya itu si sosiopat itu suka memengaruhi orang-orang lewat film yang saya tonton di tv. Mereka ikut menonton lalu memengaruhi orang kampung lewat film. Mereka itu bisa jadi ada di Bantardau atau di Sawangan atau di Somakaton.

Suaranya itu orang sunda yang aktif menghasut. Kedengeran samar-samar. Banyak banget. Orang sunda gila mungkin itu yang ngamera sembunyi-sembunyi.

"Wani-wanina ngahina ASWAJA, wani-wanina ngahina pak Pitoyo, wani-wanina ngahina pak Sukoco, dan lain lain."

Itu si setan sunda keledai cabul itu sosiopat, harus diperiksakan ke RSJ. Ada itu mungkin diantara oknum polisi sunda atau di oknum wartawan sunda yang ngmera sembunyi-sembunyi itu. 8 tahun bisa bertahan mereka itu ngamerain saya tanpa dihukum. Memangnya ini negara bebas apa! Bebas ngintipin orang?! Apa mereka punya youtube??!

Suaranya itu memprovokasi orang dengan  kata-kata memusuhi dan menghakimi, "yang menghina MUI bukan islam, yang menghina LDII bukan islam, yang menghina ustad Wi bukan orang, yang menghina rumahsakit Siaga Medika bukan orang, dan lain-lian. Ada juga mereka bilang begini, yang menghina pak Sukoco bukan orang, Yyang mwenghina Daroni bukan orang, yang bukan orang itu saya melulu padahal dibikin-bikin. PADAHAL DIBIKIN-BIKIN."

"Salman  atau Martono ini kelewatan."

"Katanya suka menghina. Setiap hari mnghina orang, pak."

Mereka itu orang sunda gila penghasut dan terus menghasut dan saya tidak tahu mereka dimana. 8 tahun lamanya mereka itu.

Otak mereka isinya hinaan jadi apa-apa diartikan menghina.

"Katanya menghina ustad Arifin Ilham, pak."

"Katanya juga menyantet ustad Arifin Ilham, pak."

"Yang membuat penyakit Olga Syahputra, katanya itu."

"Katanya juga yang menyebarkan corona, pak!"

"Salman itu tidak harus dihukum, salahnya apa?"

"Martono atau Salman ini korban, yang bukan orang yang ngameranya!"

"Lurahnya itu siapa!"

"Ada orang yang memengaruhi bupati, pak!"

"Katanya Rt/Rw nya itu juga dibayar sama pengamera itu."

Masih banyak lagi suara yang bikin saya ga bisa tidur.*

Mana bisa tidur??!

"Solat nyaan geuning."

"Ongkoh ceunah solat-solatan."

"Laudya Chintia Bella akan menghukum mati Nusantara."

"Laudya Chintia Bella itu otaknya kosong, cantik tapi dongo."

"Ini yang ngamera begini siapa?"

"Lho, jadi ulama tahu apa nggak??"

"Jokowi ini pak ga bener, pak."

"Orang biasa, bego!"

"Gua kirain orang kaya."

*

Bila tidak ketangkep atau susah ketangkep maka bisa jadi pengintip dengan kamera sembunyi-sembunyinya itu oknum polisi atau oknum wartawan atau oknum informan polisi atau oknum informan wartawan atau oknum tentara atau oknum intel.

*

8 tahun lebih ngamera sembunyi-sembunyi kamar mandi dan kamar tidur dan seisi rumah dan jalan-jalan dan kebon atau kandang bebek kecil di belakang rumah.

*

Suaranya itu orang sunda dan memprovokasi.

"Disangkana teh teu nyahoeun,"

"Kabeh orang sunda asa kahinaan."

"Kampungna kabeh asa kahinaan."

Banyak ocehan setan sunda itu. Orang tolol hobi cabul itu. Otaknya isinya hinaan. Kok, dipercaya polisi sama wartawan atau tentara atau intel?

Orang itu kenal orang-orang di Maleber Utara tempat rumah orangtua saya di Bandung.

"Si Jebag, kaeraan."

"Pak Ayi era."

"Si Oyib geus curiga."

Dan lain-lain.

Nah, berarti si oknum sunda keledai cabul itu yang ahli hasut fitnah adu-domba itu kemungkinan oknum orang maleber utara yang nguntitin saya sekaligus hobi nyadap-nyadap, padahal saya sudah bertahun-tahun ga pegang hape.

*

Tuh pak INTEL polisi atau tentara saya kasih tahu kira-kira pelakunya. Mana saya tahu siapa.

*

AYEUNA TEH BULAN PUASA, EURUEN NOONGAN TEH CUY.

*

Ustad dari sunda harus nyari tahu juga dan stop kamera. Ustad Abi Maki, Jujun, dan lainnya. AA Gym. Dan lainnya.

Terus juga bisa jadi si setan sunda cabul itu menyebar saya menghina ustad Solmet, menganggap ustad Solmet Dajal, itu otak tukang ngintip kamar orang yang ahli ngadu-domba dan suka memprovokasi itu. Bulan puasa ini!

Ada juga suara lainnya.

"Ongkoh jujumaahan ceunah."

"Tara jumatan pak."

"Ceuk saha, kehed!"

*

"Kamal yang menghina, pak."

"Kamal kelewatan."

*

"Pak Wiranto malu, pak!"

"Kivlan Zen teu cageur."

Dan banyak lagi suara-suara pengganggu.

*

JANGAN HAKIMI SAYA PEMALAS DAN TIDAK PUNYA MASA DEPAN. Makanya pengamera saya itu harus ditangkap.

*

Bisa jadi juga ada beberapa orang kampung yang akan bilang saya mengarang-ngarang begitu itu mendengar suara orang-orang ngobrolin tiap detik 24 jam.

*

Ada juga suara begini, "kabeh pangajian pak Isa areraeun." "Emangna si Tono ngaji ka saha? Si tono mah diajar sorangan. Tong disaruakeun jeung si Roni anak Kejawen. Si Tono mah pernah masantren, saeutikna nyaho nahwu-shorof."

"Kejawen ini pak yang ngadu-domba dihasut si sunda keledai cabul yang ngamerain."

"Kameranya matikan, pak. Bulan puasa, terus ada corona masih sibuk aja ngamerain orang."

Dan lain-lain.

*

BACALAH HUJURAT:6

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaanya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."

Nah, saya menulis begini bukan berarti saya orang fasik membawa suatu berita. Jangan buat opini begitu nanti dikata orang bodoh kelewat bodoh. Maksudnya itu orang yang ngamerain saya itu kemungkinan orang fasik yang ibaratnya itu membawa awan kelabu yang menutupi langit biru yang cerah tapi tidak menurunkan hujan apalagi memberikan pelangi. Berarti hanya ingin merusak saya dan menikmati itu.

Parah banget itu orang.


*

Lanjut lagi membuat tulisan begini ini...

Hari apa ya sekarang? Senin? Mungkin?!

*

Jadi begini ini karena intel polisi atau tentara belum menemnukan aktor utama atau dalang dari pengameraan sembunyi-sembunyi saya selama 8 tahun kurang lebih...

Padahal mengganggu kehidupan saya. Masa saya harus merasa halu terus-terusan.

Salah satu alasan saya menulis begini mengutip berita tentara-tentara itudi masa lalu itu yang sudah lewat itu adalah karena pengamera mengganggu ketika saya belajar. Mereka suka membuat opini publik sendiri. Opini mereka mereka sebar seolah opini saya padahal saya tidak pernah ditanya dan mereka hanya fokus ngamerain dan memitnah serta menghasut banyak orang agar mereka bisa tetap ngamerain saya.

Itu benar. Salah satu alasan menulis begini ini karena itu. Waktu saya menulis di buku tulis itu membuat cerita beautiful girl itu juga berisik terus yang ngamera dan sebelumnya juga waktu saya menulis di buku tulis juga soal cerita tentara atau prajurit di masa lalu waktu cerita itu perang salib di Yerusalem. Salah satu dari mereka si pengamera sembunyi-sembunyi itu berkomentar "prajurit (tentara) teu cageur", lantas bukan saya yang salah. Yang salah itu si pengamera usil. Ada membicarakan sesuatu seperti sedang berbicara dengan pendeta. Apa ada pendeta juga sembunyi-sembunyi ikutan ngamerain???

Ini ceritanya saya tulis waktu mereka ngomentar sambil ngamerain sembunyi-sembunyi.

Begini ceritanya...

Diceritakan ada beberapa kelompok prajurit muslim dalam jumlah kecil memasuki sebuah gereja. Di dalamnya ada beberapa perempuan, anak-anak dan orang tua renta yang tampak ketakutan. Ada pula beberapa pemuka agama duduk berlutut berdoa di hadapan kayu salib, patung isa dan bunda Maria.

Salah satu dari prajurit itu menurunkan kayu salib, membuang patung Isa dan bunda Maria. Seorang pemuka agama bangkit berdiri seraya berkata: "Itu penghinaan!" Dan prajurit menjawab: "Itu hanya kayu dan patung."

Lalu prajurit itu mengambil injil dan membuangnya. Ia berkata: "Jika buku itu tidak ada apakah Tuhan juga tidak ada?"

Ia berkata lagi: "Jika buku itu hilang apakah kata-kata Tuhan juga hilang?"

Ia berkata lagi: "Apakah kau menghafalnya, atau tidak?! Sehingga kau mengira Tuhan ada di tanganmu bukan di hatimu! Tuhan yang mana?!"

Pemuka agama itu duduk berlutut kembali sambil terus berdoa bersama lainnya.

Kemudian prajurit-prajurit itu pergi dan meminta agar mereka yang berada di gereja bersiap-siap meninggalkan kota.

Sedikit cerita itu menjadikan beberapa orang menyadari kekeliruannya terhadap bentuk pengabdian kepada Allah Tuhan yang menciptakannya. Lalu ada yang menambahkan versi lain dari cerita itu sebab tidak semuanya sama dalam menyampaikan satu kejadian.

Diceritakan...

Sesaat sebelum prajurit-prajurit itu pergi tiba-tiba seorang anak kecil lepas dari pelukan ibunya berlari ke arah salah satu parajurit lalu memukulnya sambil menendang-nendang pula. Parajurit itu menenangkannya. Sambil mengusap airmatanya ia berkata: "Muhammad mencintai Isa dan aku mencintai Muhammad karenanya; meskipun aku tak mengetahui rupa wajahnya."

Diceritakan bahwa kemudian sebagiannya ada yang tinggal, termasuk anak itu dan ibunya.

Pada suatu hari anak itu dikisahkan tentang suatu perjalanan prajurit itu melintasi samudera. Prajurit itu menceritakan bahwa bintang malam tak hanya menjadi hiasan penghias langit yang Allah ciptakan, tetapi juga sebagai pemberi petunjuk arah. Maka apalah artinya patung buatan manusia. Seandainya seseorang atau sekelompok manusia berlayar membawa salib dan patung-patung tentu hal itu takkan mampu menyelamtkannya dari dahsyatnya badai dan ikut tenggelam bersama seisi kapal. Pun, patung-patung itu tak dapat dimintai keterangan ke arah mana kapal harus berlayar saat tersesat selepas badai menerjang.

Lalu prajurit itu membacakan ayat surat An-Naml sambil menitikkan airmata.

Cerita selesai.....

Nah, pengamera sembunbyi-sembunyi seperti suka ribut sendiri dan mengganggu waktu istirahat dan mereka seperti tidak tidur. Stop kamera.

Silahkan baca dengan akal sehat supaya enak. Dan bacalah ANNAML untuk memahami ilustrasi cerita prajurit muslim itu. Saya tidak tahu itu terjaadi benar atau tidak. Yang jelas saya suka ceritanya dan sangat keren. Buat saya.


*

Oknum orang sunda masih ngamerain, mungkin oknum polisi yang terkena hasutan saya teroris atau entah bagaimana gitu....

*

Saya  belajar memahami An-Naml dengan penafsiran untuk sehari-hari...

ANNAML

1. Tha-sin (sebagian ulama itu menjelaskan itu lambang untuk kata thahir-salam = yang suci/yang bersih-damai/sejahtera)

<Berisi keterangan ilmu untuk membersihkan hati menjaga diri dari kekotoran pikiran buruk dan jahat yang mampu menjerumuskan pada perkara-perkara laknat yang tidak diridhai Allah hingga dengan demikian menjadi orang yang bersih hati dan mampu mewujudkan kehidupan yang selamat lahir-batin penuh damai dan sejahtera.>

<Bukan seperti para ahli hasut, fitnah, adu-domba yang hobi mengintip pakai kamera sembunyi-sembunyi siang-malam setiap hari bertahun-tahun lamanya mewujudkan kehidupan saling mencurigai, mempermainkan orang lain, melecehkan juga, membuat permusuhan, berbuat sewenang-wenang bersama setan di hati mereka yang kotor menjadikan mereka menjadi orang-orang yang licik juga curang, tak bernurani, selalu berdusta berbuat tipu-daya agar dianggap orang yang benar atau pihak yang tak bersalah. Buruk benar apa yang mereka kerjakan.>

(Tha-sin) yang demikian itulah ayat-ayat Quran menjadi bacaan yang mengandung ilmu pengetahuan untuk menerangi hati manusia ialah suatu kitab yang jelas/nyata (untuk keseharian hidup manusia).

2. Adalah sebagai pedoman hidup yang mampu memimpin hati untuk menentukan langkah dalam kehidupan dengan sebaik-baik pilihan yang bernilai kebajikan dan sebagai penentu bahagia bagi kehidupan para mukmin yang penuh kebahagiaan (hasanah di dunia dan akhirat).

<Bukan seperti bahagianya orang yang senang melihat orang lain susah atau bahagianya orang yang senang diatas penderitaan orang lain.>

<Bukan seperti bahagianya orang yang senang mengintip kamar tidur dan kamar mandi orang lain dengan kamera sembunyi-sembunyi dan merasa diridhai oleh Allah.>

<Bukan seperti bahagianya orang yang berdusta dan senang membohongi orang lain lalu merasa tidak bersalah, yang dikamera sembunyi-sembunyi dipermainkan itu sangat salah maka harus merasa bersalah dan berdosa.>

<Bukan seperti bahagianya orang yang pandai menghasut, memitnah lalu memutar-balikkan fakta seolah-olah mereka dilindungi Allah atas segala perilaku kotor mereka.>

3. Ialah orang-orang yang mendirikan shalat (untuk menjadi merasa kecil dihadapan Allah Sang Penciptanya untuk membina diri dengan iman menjadi hidup sadar dalam serangkaian gerak kehidupan dalam lingkaran kebajikan yang membuatnya terhindar dari perkara keji dan minkar seperti mengintip kamar tidur dan kamar mandi dengan kamera sembunyi-sembunyi) dan mengeluarkan zakat dan mereka terhadap kepastian kehidupan akhirat itu meyakini benar.

<Ahli shalat tahu perbuatan kamera sembunyi-sembunyi itu adalah perbuatan yang mendapat laknat Allah yang kental dengan aroma pelanggaran demi pelanggaran ajaran agama dan sangat merusak moral dan hanya dilakukan oleh orang-orang yang busuk hati, sesat pikiran, rusak akal dan tidak punya malu. Ciri orang beriman itu punya malu. Malu untuk berbuat buruk apalagi jahat itu namanya zhalim. Jadi orang yang melakukan kegiatan kamera sembunyi-sembunyi sambil mitnah, ngehasut ngadu-domba itu adalah orang tidak punya iman. Tidak pernah membina diri dengan iman sebab tidak punya iman.>

<Kerucutkanlah perjalanan hidup kalian menjadi sehari dan pikirkan betapa buruknya perjalanan hidup kalian dari sehari ke sehari yang hanya ngintip, mitnah, ngehasut, ngadu-domba dari pagi ke sore, dari sore ke malam, dari malam ke pagi lagi. Perilaku orang bodoh kelewat bodoh, toh??!>

<maksudnya bodoh, toh awas jangan dipelintir jadi bobotoh! Samma'un ente!!>

4. Sesungguhnya orang-orang yang tidak memiliki iman terhadap kepastian akhirat, Kami nampakkan elok bagi mereka amal-amal perbuatan mereka (yang buruk/jahat); maka meerka hidup mengembara dalam kesesatan yang nyata atas pilihan zhulumat mereka itu.

5. Mereka yang begitu itulah orang-orang yang kelak mendapat adzab yang jelek dan mereka menurut kepastian akhiratnya (berdasar apa-apa saja yang sudah mereka kerjakan menurut pilihan zhulumat hawa nafsu mereka itu) termasuk golongan orang-orang yang paling merugi.

<Stop kamera, oknum sunda lieur, kerucutkan perjalanan hidupmu menjadi sehari dari pagi ke sore, apa yang kau lakukan itu bermakna? noongan aing wae, dari pagi ke sore ngintip, pasti gibah, pasti fitnah ujungnya, bertahun lamanya selama kurang lebih 8 tahun. PAHAMI SURAT INI, amal elok kitu? amal hade kitu? muka wc, lu!!>

#8 tahun lebih ngamerain sembunyi-sembunyi dan menghasut banyak orang membuat orang-orang oknum sunda hamba-hamba setan itu merasa powerfull, mereka membaca ini dan masih belum merasa malu hidup dari pagi ke sore sampai ke pagi lagi ngintipin kamar tidur dan kamar mandi dan seisi rumah sambil memitnah tiada henti.

#Mereka menghasut kalangan agama dari ustad sampai pendeta kristen atau budha dan hindu juga mungkin, terus ke tentara atau polisi dan wartawan, terus ke artis-artis sunda mungkin, dan ke preman-preman kampung atau mafia kampung kalau ada mafianya, ya mereka ingin semua membenci saya.

#Mereka juga menghasut beberapa saudara-saudara saya di kampung.

#Mereka itu membentuk opini publik yang buruk, misalnya saya ini mereka bilang "Hayang duit embung gawe" (pengen duit ga mau kerja).

#Padahal saya pernah teriak-teriak nyindir mereka, "Sakali ewang kadieu (karma sia nu kudu dibayar), aing nu gawe noongan sia ulah sia nu noongan aing wae, barang hakan ti hasil noong jeung mitnahan aing teu ueruen-eureun. Aing jadi sia sia jadi aing. Aing noongan sia, daek teu sia! Aing dibayar samiliar ge teu hayang anjing noongan batur make kamera kikituan!" "Gantian lah (bayar karma), saya yang ngintipin kalian jangan kalian terus yang ngintipin saya, makan kalian hasil ngintipin saya dan mitnah saya ga berhenti-berhenti. Saya jadi kalian kalian jadi saya,mau!! Saya dibayar satu miliar pun ga bakal mau, anjing! Ga bakal mau saya ngintipin kalian pake kamera begitu!"

#Saya dengar samar-samar itu mereka suka membicarakan Itam, Gebog, Selam, Kirsan, Parto, Darmo (Mereka semua itu sudah disebut kakek sebab sudah punya cucu) dan mereka itu sering diobrolkan oleh si pengamera sembunyi-sembunyi, "Si Selam eraeun", "Disangkana si Selam tukang ngahinaan nyaan." Mereka itu dipercaya punya ilmu-ilmu begitulah yang disebut ilmu ngegangguin orang pake ilmu apalah gitu. Mana saya tahu. Suka kedengeran itu begini, "Ku si Gebog ek dipaehan." "Disangka si Gebog teh sukma merkosa nyaan."

#Bisa jadi mereka itu ke dukun-dukun santet jawa timur juga buat nyantetin saya dengan alasan saya menghina ustad atau suka membunuh ustad (sukma membunuhi orang), bisa jadi begitu. Saya bukan sedang memitnah orang atau menghasut lewat tulisan, anggap saja saya sedang menuliskan apa yang saya pikirkan karena orang-orang sunda di sekeliling kampung saya yang entah polisi kw atau bukan itu tidak mau pergi dari kehidupan saya.

#Saya minta ke presiden jokowi kalau dia baca ini buat bikin mereka si pengamera sembunyi-sembunyi tukang hasut fitnah adu-domba itu pergi dari kehidupan saya. Mereka menyingkir dari kampung saya atau sekeliling kampung saya dan urus hidup mereka sendiri sebab mereka pasti punya keluarga juga. Urusan selesai.

#Mereka itu membuat opini publik saya penghina ulama dan dikutuk ulama, padahal meeka yang dikutuk Allah sebab mereka kira ngintipin saya dapat pahala dan bakal masuk surga. Otak orang sakit jiwa memang begitu.

#Setahu saya mereka itu suka memitnah pakai film, misalnya film AFTER EARTH, mereka ngehasut orang saya penakut dan saya jadi didekati hantu-hantu atau jin-jin atau siluman-siluman, padahal mereka kerjasama dengan dukun santet dan menonton hasil karya mereka yaitu saya disantet dukun yang mereka hasut dan mereka menonton saya pake kamera dan ingin melihat saya mati di depan mata kepala meerka sendiri. I WILL FIND YOU AND YOU WILL BE IN JAIL!!!!!!!!!!!!! tanpa sepengetahuan saya juga pasti ada polisi baik yang akan membantu saya tanpa saya perlu tahu dan pengganggu hidup saya si setan-setan oknum sunda itu akan pergi.

#Mereka juga bikin hasutan saya itu mencuri ilmunya ulama, kalau saya dibilang gitu ada yang percaya berarti orang yang percaya itu dungu. Saya suka baca jadi apa yang saya tahu karena membaca dan banyak yang belum saya tahu karena saya sudah jarang membaca dan mulai bodoh lagi.

#Kalau saya baca tentang perbedaan pandangan ulama di internet, misalnya ibun taimiyah dan salafi, mereka akan bilang saya penghina ibnu taimiyah, saya penghina salafi, saya atau kelompok saya yang membuat tulisan untuk mengadu domba umat. Padahal saya ga ikut kelompok manapun dan bapak saya juga, ibu saya penjual nasi kuning biasa, adik-adik saya juga ibu rumah tangga biasa saja.

**

Lanjutin An-Naml...

6. Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar telah diberi Al-Quran yang bernilai ajaran dalam bentuk wahyu dari sisi Allah yang memiliki sifat Al-Hakim dan Al-'Alim.

<Hakim itu Maha bijaksana mengajarkan imu kebijaksanaan; dan 'aliim itu Maha mengetahui atau Maha mengilmui mengajarkan ilmu pengetahuan; supaya manusia jadi berkejaran meraih ridha Allah dalam belajar mencari ilmu menjadi orang bijak bestari dan mumpuni dalam berpengetahuan. Misalnya ayat Al-baqarah tentang Adam, manusia jadi tahu bahwa mereka adalah anak-anak Adam.>

<Itu juga buat penegas kepada mereka yang kafir dan menganggap Al-Quran itu dari setan dan Muhammad kerasukan setan, sebab diriwayatkan oleh beberapa ulama bahwa dalam penurunan wahyu itu Nabi Muhammad pernah terlihat seperti kejang-kejang dan dianggap kerasukan setan dan dikira epilepsi begitu (dalam buku sirah nabawiyah karangan Haikal Sulaiman). Al-Quran dari sisi Allah melalui Malaikat Jibril kepada Muhammad sang Rasul.>

7. (Dalam penurunan Al-Quran itu coba ingatlah saat mula-mula Musa mendapat pertanda sebelum bulat tekad kembali ke Mesir untuk mendakwahi Firaun bersama saudaranya Harun)

Ingatlah ketika Musa berkata kepada keluarganya, "Sungguh aku melihat api (di kejauhan di sebelah sana itu), aku akan mengeceknya dan membawa kabar tentang itu kepadamu, atau aku nantinya akan membawakan suluh api obor kepadamu (atau bara kayu bakaran akibat api dari langit itu yang menimpa benda dibawahnya), agar kalian dapat menghangatkan badan kalian."

<ayat ini tidak sama dengan ayat Al-Qashash:29, penekana dalam An-naml:7 itu untuk ke penurunan Al-Quran sama sepertihalnya itu, Musa datang ke Firaun bukan untuk membumi-hanguskan tetapi menerangi dalam gelap atau menghangatkan situasi yang dingin dari kasih-sayang dan cinta di kehidupan kaum Firaun yang zhalim, tanpa cinta tidak ada kasih-sayang dan hanya dengki dan ketidak-adilan dalam hidup timbul karenanya.>

8. Maka sesampainya ia disitu, diserulah ia: "Telah diberkahi orang-orang yang berada di api itu (bisa dalam pengertian dalam yang mengobarkan api perjuangan itu), dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Maha suci Allah Rabb seluruh mahluk di alam semesta raya.

<Itu suara bukan suara seperti orang bersembunyi di balik batu pakai speaker dan pengeras suara yang mengagetkan dan membuat orang takut sebab itu di dalam hutan gunung atau bukit yang jauh dari keramaian dan malam-malam pula>

<Itu hubungannya sama Al-Qashash:30, tetapi berbeda tekanan. (jangan anggap itu beda dialog dan diganti kalimat dialognya. Sebab itu dialog ilmu bukan pribadi si manusianya. di Al-Qashash itu ada dialog "INNII ANAA ALLAHU") sedangkan di ayat 9 di An-Naml itu "INNAHU ANAA ALLAHU">

<saya lagi belajar, jadi ga bisa dibilang lagi sok tahu, bagusnya itu saya diberi masukan yang lebih baik.>

<saya harap berhenti sudah kegiatan kamera itu, jangan menghasut ke kalangan ustad saya ini ngaku-ngaku mujtahid, ngaku-ngaku berijtihad, ijtihad itu harus ulama jangan orang kayak saya ini yang oleh mereka si penghasut dan pemitnah itu tukang menghina orang. BOHONG ITU SAYA DIGITUIN BIAR ORANG PADA ASIK NGINTIP DAN MENGHINAKAN SAYA.>

<saya minta setop kegiatan merusak itu, kerusakan itu, akal orang dibikin rusak jadi suka menghinakan orang lain dong, saya yang dihina dari jauh sama pengameranya.>

9. (Suara itu lanjut bicara) "Wahai, Musa. Sesungguhnya DIA-AKU-ALLAH Yang AL-'Aziz Yang Al-Hakim."

<Ini menjelaskan dimensi waktu dalam pengertian situasi, kondisi serta bagaimana memahami posisi diri dalam berkehidupan. Ada ilmu disini. Bukan Allah sedang memperkenalkan diri. Allah sedang mengajarkan ilmu kepada Musa.>

<DIA untuk waktu Al-Ams (kemarin/masa lalu), ANAA untuk waktu AL-Aan (sekarang/kini), ALLAH untuk waktu Al-Ghad (esok kemudian, besok dan seterusnya/masa depan). Kenapa demikian? Sebab Allah itu mengenalkan bentuk kehidupan lurus dan manusia diharapkan mengikutinya dan kelak di akhirat akan berjumpa dengan Tuhannya Allah Sang Pencipta segalanya.Bila tidak lurus maka akan tidak dapat syafaat Rasul dan ketemunya sama firaun di nar jahannam. Kumpul bareng sama hamba setan dan ketemunya sama setan. Hehehe.>

<Allah itu ibarat api yang menimbulkan adanya cahaya tetapi Allah bukan api sebab api diciptakan oleh Allah.>

<Ilmu dari Allah yang diturunkan melalui wahyu ibarat cahaya yang muncul dari api itu. Maka Allah bukanlah cahaya sebab Cahaya adalah diciptakan oleh-Nya dari api yang turun dari langit.>

<Ketika api kemudian padam dan cahaya itu tetap ada maka, cahaya yang tetap ada itu adalah cahaya yang ada di hati manusia beriman yang menerangi kegelapan hidup (mati budaya mati peradaban).>

<Sebelum ilmu ada tentu semua manusia mati budaya mati peradaban sebab dengan ilmu manusia hidup berbudaya dan berperadaban. Innaka mayyitun wa innahum mayyitun (zumar:30)>

<Mati budaya mati peradaban itu juga macam orang yang ngamerain saya 8 tahun lebih, budaya ngintip dan mitnah itu jahiliah, nyari-nyari kejelekan orang dan menjelek-jelekkan orang juga itu jahiliah. Udah gitu masih sok kuasa seolah hidup saya milik mereka dan mereka menentukan hidup saya harus susah dan dimusuhi orang. Berarti mereka berwatak firaun. Bisa jadi begitu.>

<Simak saja ayatnya, pahami situasi dan kondisi yang berubah setelahnya api dan sebelumnya ada api. Pahami sesudahnya ada cahaya dan sebelumnya ada cahaya. Mengubah ruangan dari gelap jadi terang. Maka api nyalakan untuk menerangi hari ini guna masa depan yang lebih cerah.>

<Cahaya hari ini dalam kata Anaa menunjukkan dimensi waktu dan tempat yang ada setelahnya api kemarin.>

<Maka Al-'Aziz itu kata yang menunjukkan keperkasaan Tuhan dalam mencipta api di benda langit yang disebut bintang yang terlihat di malam hari yang menerangi tata suryanya yang bukan sampai ke bumi saja.>

<Api itu di matahari tetapi cahayanya sampai ke bumi. Maka ke Nabi Musa itu si suara itu adalah cahaya yang bicara bukan api yang bicara.>

<Ibaratnya itu kejadiannya sebagai perlambang bagi fenomena alam seumumnya.>

<Begitulah Malaikat Jibril menyampaikan wahyu 1 Al-'Alaq:1-5 ke Nabi Muhammad.>

<Litukhrijannaasa minazh-zhulumati ilannuri (Ibrahim:1) untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan hidup menuju hidup terang penuh cahaya>

<Untuk melawan kegelapan harus membawa cahaya.>

<Hubungkan sama Al-Hasyr:18>

<Hubungkan sama Hud:112-113>

<Nah, Nabi Musa itu sebelum dapat ilmu Allah itu mati budaya mati peradaban maka kaumnya juga begitu dan keluarga disini dalam arti keluarga israelnya semuanya yang dibawah kungkungkan kekuasaan penguasa zhalim itu juga mati budaya dan mati peradaban. Mereka tidak punya sejarah. Maka nyalakan api sekarang dan sekarang akan jadi kemarin dan kini bercahaya karena api kemarin dan esok tidak mengalami kegelapan seperti kemarin. Sama halnya ketika dulu pahlawan-pahlawan Indonesia berjuang memerdekakan bangsa Indonesia.>

<Ilmu Allah disini pengertiannya bukan ilmu kanuragan tetapi ilmu kehidupan hasanah fiddunya wal akhirat>

#Dari sini saja kalau orang itu setiap individunya ngerti hidup ini dari lihat ayat ini maka semuanya itu isi otaknya pasti rencana-rencana baik yang menghargai kehidupan. Isi otaknya bukan rencana-rencana buruk bagaimana supaya bisa terus mengintip dan memitnah pakai kamera sembunyi-sembunyi. Isi otaknya yang baik-baik guna menjadi manusia yang berarti. Dengan begitu mulutnya ga sibuk ngomentarin orang lain pake dengki sambil ngamera sambil menghina sambil menghasut kawan pengameranya, jadi oknum polisi atau bukan yang ngamera saya? Mana saya tahu. Pasti ada polisi baik yang bisa menangkap polisi jahat. Urusan polisi baik sajalah.

**

<Innaka mayyitun wa innahum mayyituun (zumar:30) itu bisa dimaksudkan ke mati budaya mati peradaban sebelumnya ada ilmu Allah untuk menjelaskan ayat Naml ini.

hubungkan dengan An'am:91.

...Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang menurunkan kitab yang dibawa Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia?.....">

<Pasti ada ulama baca, ustad Solmet mungkin atau ustad siapa pun lah.. Suruh matiin kamera sembunyi-sembunyi sebab sudah merusak pola-pikir banyak orang apalagi mitnah saya guru ngaji, mitnah saya ngerusak tafsir, mitnah saya ra'yu, mitnah saya menghina tafsir orang lain, dan lain-lian.>

<Kan, sebenernya ya... kalau dilihat ayatnya titik tolak bani israil itu memulai sejarah barunya dari peristiwa keluarnya mereka dari Mesir. Dari situ kemudian muncul sejarah Daud dan Sulaiman serta ke Isa putra Maryam. Jadi ibaratnya awal mereka keluar dari Mesir itu ibarat biji sejarah baru dan tumbuh berkembang menjadi pohon sejarah baru dalam babak kehidupan baru mereka.>

<Pak ulama tolong stop kamera sembunyi-sembunyi sebab mengintip itu haram dan memitnah juga jelas haram maksudnya dari ngintip itu jadi gibah jadi fitnah. Saya orang biasa aja bukan ustad lagi belajar ini dan diledekin pengamera macam-macam dari 8 tahun yang lalu.>

<Kapolsek kalau baca suruh matiin pengamera sembunyi-sembunyi lah. Kalau ada yang menghasut pengen ngamera terus itu berarti mereka ahli menghasut supaya mereka dianggap benar dan saya sikira macam-macam seperti teroris lah atu NII atau DI/TII atau pregerakan makar atau apa lah. Saya ini anak orang ga punya. Ga sekolah tinggi. Hargain dikit kenapa sih?! Sombong amat itu orang-orang punya gelar sekolah tinggi dari Dr, Drs, MAg, dan lainnya. Matiin kamera. Itu orang gila ngaku ga gila namanya.>

<Oh, iya. lanjut lagi ngehubungin ayat biar tambah jelas itu ayatnya maka hubungkan dengan 'Alaq:1-5; Rahman:1-5>

<hubungkan juga zumar:30;An'am:91 sama An'am:95...

"Sungguh Allah menumbuhkan butir ()padi-padian dan biji (kurma). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah kekuasaan Allah mengapakah kamu sekalian masih berpaling?!">

<Allah mencipta biji dulu lalu jadi pohon. Tidak itu Allah bikin pohon dulu yang langsung besar. Sama pula menyoal telur dulu barulah ayam kemudian.>

<Kondisi mayyit itu bukan orang mati yang disebut wafat tetapi suatu kondisi yang belum ada kehidupan makanya disebut bakal kehidupan. Biji itu mati dalam arti tidak ada akar, batang, daun, bunga/kembang,buah. Tumbuh berkembanglah itu biji jadi berbatang, berdaun, berbunga, berbuah. Di dalam buah itu ada biji dan karena buahnya tidak satu maka bijinya banyak dan jadi pohon tambah banyak.>

<Nah, manusia juga begitu. Tanpa ilmu itu ibaratnya ga ada sejarah, ga ada masa depan, hidup gitu-gitu aja, makan-minum, be-a-be, tidur-bangun, beranak-pinak. Ada ilmu maka biji itu kemudian berkembang menjadi sejarah baru dalam kehidupan. Nah, orang bani israil itu sama dengan bangsa lainnya di jaman manapun dan kapanpun.>

<Jadi orang beriman itu harus dalam langkah empowerment yaitu memberdayakan sebab pemberdayaan itu menumbuh-kembangkan sedangkan membuat orang lain tak berdaya-upaya itu mematikan potensi orang.>

<Nah, pikir sendiri... Yang benci saya sampai ngamerain terus-terusan 8 tahun itu memberdayakan saya atau mematikan potensi saya?>

<Segitu saja dulu. lanjut lagi ke ayat lain melanjutkan lah ayat 10 nya. Surat An-Naml itu maksudnya biar orang paham saya ga menghina orang non muslim yang kristen maupun katolik seperti yang disebar hasutan oleh pengameranya itu kayak gitu.>

<Saya lebih pantas marah sebenarnya, udah dibikin uring-uringan, ga punya pekerjaan, gimana bisa bangun kehidupan rumah tangga?! ga punya masa depan aja kayaknya itu gara-gara mereka oknum sunda-sunda itu. Oknum saya bilang bukan semua orang sunda, soalnya yang kedengeran ngomentar saya itu ngomongnya sunda. Bisa jadi di rumah warga kampung atau seberang kampung, entahlah. MANA SAYA TAHU??>


************

Hari ini, selasa 12 mei 2020. Lanjut menulis.

Dapat dengar samar-samar suaranya Roheni, anaknya paman Kasdam. Atau, Kasdam saja. Katanya itu Eran ngamerani awan bengi. Ngamerain siang malam.

Eran itu orang bantardau, saya di sawangan. Berarti ada oknum kelompok sunda gila pemitnah dan pengintip itu di si Eran. Kalau iya benar. Nah, tugas intel kepolisian dan tentara yang mengusut. Saya ini orang kecil. Katanya itu dibilangnya itu saya tukang menghina, menghina ulama juga. Padahal saya itu selama 8 tahun marah saat lepas kontrol saja soal kamera kamar mandi dan kamar tidur dan seisi rumah.

Saya dengar samar-samar itu jadi bisa benar bisa tidak. Kalau saya punya ilmu santet pasti ga usah sibuk sendiri nyari pelakunya pemitnah keluarga saya. Mau bilang saya WONG RENGKEL??????!

Saya atau si pengameranya yang rengkel??

******

Saya itu tahunya para pengamera caaaabul itu menggunakan isu pengajian Alquran Menurut Sunah Rasul, pengajian Isa Bugis.

Saya juga belajar dulu, saya suka membaca. Itu ada di artikel internet judulnya IMAN ITU BUKAN PERCAYA. Saya baca dan saya paham. Nah, yang nyadap tidak paham dan sampai sekarang menghina terus dan membawa isu-isu pengajian itu.

IMAN ITU PANDANGAN DAN SIKAP HIDUP.

Begitu yang saya sempat pelajari dulu. Dan itu tidak salah. Saya mengkajinya sebisa saya dan tidak salah. Nah, si ahli cabul itu menyebar fitnah saya itu ngaku-ngaku berpandangan dan bersikap hidup dengan ilmu Allah (Al-Quran).

Saya kasih contoh : Al-'Alaq ayat 5.

Itu menjadi pandangan hidup bagi si pembaca ayat itu. Si pembaca menjadi memiliki pandangan dan penilaian tentang hidupnya berdasarkan ayat itu, di tentang apa? Bahwa Allah itu yang mengajarkan manusia apa-apa yang tidak diketahuinya sehingga menjadi tahu dan disebut orang ajar. Orang yang brpengetahuan karena belajar. ITU MENJADI PANDANGAN DAN PENILAIAN DIRINYA TENTANG HIDUPNYA.

Nah, berpandangan saja belum cukup. Kenapa? Sebab itu harus membentuk pada perilaku dalam wujud sikap dalam kehidupan. Makanya harus memiliki sikap hidup. Apa maksudnya? Dalam hidup itu siapapun yang memberikan pengetahuan baru di sekolah maupun luar sekolah (keluarga dan lingkungan sosial), siapapun itu, orangtua, teman, saudara, dan lainya, yang memberi nasihat baik atau ilmu yang baik itu pada dasarnya secara hakikat adalah karena Allah yang menjadikan begitu. Pada hakikatnya itu Allah yang mengajarkan manusia apa-apa yang belum diketahuinya. Itulah sikap hidup pembaca ayat tersebut. MEWUJUD DALAM SIKAP HIDUP.

MAKA ITULAH IMAN YANG DIMAKSUD DENGAN PANDANGAN DAN SIKAP HIDUP.

Beriman itu maksudnya begitu, berpandangan dan bersikap hidup terhadap ayat-ayat Allah (Al-Quran). Uswahnya Rasulullah. Nabi Muhammad saw. Uswah hasanah. Makanya disebut Menurut Sunnah Rasul.

Nah, saya dulu mengkajinya begitu. Yang salah itu pemitnah saya. Ahli cabul.

Saya itu pahamnya begitu. Tetapi, bukan berarti saya ini ngaku-ngaku beriman, ngaku-ngaku menurut sunnah rasul, ngaku-ngaku paling mengerti Quran. Itu jelas lemparan hasutan si pengamera cabul itu.

***

Nah, suruh baca ini ulama se-Jateng. Matikan kameranya. Saya korban fitnahan.

***

Buat cerpen lain lah dulu....

Tanpa judul....

Seorang gadis meminta kepada ayahnya untuk diizinkan bekerja di ibu kota, menjadi pembantu. Ayahnya marah besar.

''Kamu bapak sekolahkan tinggi-tinggi sampai jadi sarjana, mau jadi pembantu di ibu kota?! Mau ditaruh dimana muka bapak!''

Gadis itu menjawab tenang : ''Lho, memangnya kenapa? Pembantu juga pekerjaan mulia. Saya kira, bapak sebagai seorang bupati tidak harus malu kalau anaknya jadi pembantu. Tidak ada yang tahu saya akan mencoba jadi pembantu.''

''Pokoknya jangan pekerjaan semacam itu! Pembantu tidak usah sekolah tinggi. Kamu sekolah tinggi.''

Gadis itu menjawab lagi dengan tenang: ''Pokoknya saya mau jadi pembantu. Biar bapak tidak bentak-bentak pembantu lagi. Bapak suka membentak bibi dan anaknya kalau kurang berkenan pekerjaannya. Bapak mau tidak kalau saya jadi pembantu dibentak-bentak majikannya?''

''Oh, jadi itu masalahnya.''

Gadis muda itu tersenyum dan berkata lagi dengan tenang: ''Si bibi dan anaknya itu sekolah tinggi, pak. Bapak tidak tahu saja. Si bibi sarjana ekonomi dan anaknya sarjana sosial. Mereka jatuh miskin karena dililit hutang dan suaminya si bibi meninggal kecelakaan. Surat-surat berharga hilang sewaktu kebanjiran.''

''Ah, yang benar?!''

TAMAT

(cerita ini hanya fiktif belaka dan bagus)

(ya bagus lah, saya sendiri yang nulis saya sendiri yang nilai, hehehe, jadi bukan sedang menghina bupati tetapi karakternya tokoh bupati, tapi ngarang saja, penguntit dan penyadap saya suka menyimpulkan menghina dan saya memblok cara pikir mereka yang selalu mengartikan yang saya tulis untuk menghina, padahal bukan)

***

WAH, ADA BERITA TERBARU....

Para setan bergosip, bisa jadi orang-orang pengamera. Katanya ada yang mau menyebar gosip saya menghina orang tua Nabi Muhammad, apa iya???

Bisa saja itu gosip yang mau disebar pendengki pengamera itu...

Saya pernah menuliskan di buku tulis tentang apa yang saya pikirkan di kamar tentang orang tua Nabi Muhammad.

Namanya 'Abdullah, artinya hamba Allah atau pelayan Allah. Maka bisa jadi adalah pengikut Nabi Isa putra Maryam. Ibunya pasti bukan pemeluk islam sebab sudah meninggal sebelum islam itu datang setelah disebarkan setelah Nabi Muhammad mendapat wahyu pertama dan itu Nabi Muhammad sudah besar dan punya istri. Diangkat jadi Rasul usia 40 tahun. Kemungkinan si setan-setan pengamera itu menyebar fitnah penghina orangtua Nabi. Tapi semoga saja tidak begitu. Kalau ada yang menyebar fitnah begitu berarti otaknya keledai itu namanya.

***

Sedikit bikin guyonan lah. Yang lucu apa ya???

Oh, anu....

Doa yang tak terkabul.

Si Anu bertanya kepada ustad: "Ustad, kenapa doa saya tidak dikabulkan oleh Allah padahal saya berdoa stiap hari?"

Ustad menjawab: "Tidak ada yang tidak dikabulkan oleh Allah untuk hambanya, nak. Kalau tidak sekarang pastinya nanti atau kelak. Bersabarlah dan terus berdoa, anak muda. Memangnya doamu apa?"

Jawab si Anu: "Berjodoh dengan Chelsea Islan."

Ustad nyengir dan tertawa sedikit sambil berkata: "Owh, pantas saja."

Keduanya tertawa bersama dan ternyata si Anu sedang bercanda.

****

Wah, lanjut bikin cerita apa lagi, ya?

*****

Bikin cerita dengan tokoh tentara baik hati saja sepertinya....

*****

Judulnya apa, ya?

*****

Bukan Tentang Senjata.

Itu judulnya bagus sepertinya....

****

BUKAN TENTANG SENJATA

Seorang anak kecil di perempatan, menepi, mencari tempat tuk berteduh. Hujan rintik-rintik perlahan turun membasahi bumi yang kering dan pengap oleh asap kendaraan berkejaran dengan derap langkah kaki kecilnya yang berlari semakin cepat dan ia terjatuh. Ia pun ingin mengangis menahan sakitnya luka sedikit yang membuatnya mengaduh.

Akhirnya ia berjalan perlahan di bawah hujan yang terus menderas sedang gitar kecilnya yang patah ia tinggalkan dengan langkah tak terarah. Sepertinya, ia tak menyadari, ia tak mengetahui ada yang mengikutinya dari belakang sampai ia berjalan lelah dan duduk dalam basah.

Seseorang itu menarik tangannya ke pinggiran toko yang teduh yang sudah tutup sebab sudah semakin petang. Anak kecil itu kaget dan baru tahu kalau kakaknya mengikutinya. Kakaknya itu berseragam loreng dan tampak galak menatapnya.

"Tiga minggu kamu tidak pulang. Itu tidak keren. Masih kecil susah diatur!" Kata kakaknya anak kecil itu yang ternyata kakak angkat yang mengajaknya berhenti hidup di jalanan.

"Keren itu bukan untuk orang kaya. Bukan unutuk orang pintar. Tidak hanya untuk anak tampan. Kamu itu jangan senang tidak keren. Kamu bisa keren karena nurut. Nurut sama kakak kamu bisa keren!" Kata seseorang itu.

"Otong gak mau jadi tentara. Gak enak jadi aparat. Enak jadi rakyat. Rakyat itu keren. Aparat tidak keren." Jawab anak itu.

"Kamu tidak pakai otak dengan benar. Kamu nanti saya sekolahkan dan nanti besar terserah mau jadi apa sesukanya kamu!" Kata seseorang itu.

"Saya tidak punya orang tua. Tapi saya punya teman banyak di jalanan. Enak di jalanan gak banyak aturan. Kakak ini tentara aneh. Banyak anak lain, cari saja anak lain yang mau ikut kakak tentara. Kakak pasti ada tuuan jahat. Ingin dilihat atasan sebagai orang mulia, ya!!!" Anak itu marah dan mau lari tetapi di pegang dengan kuat dan dipeluk.

"Mendiang ayah kamu adalah teman baiK kakak perempuan kakak, Otong. Kakak perempuan kakak itu pernah dekat dan sangat dekat dengan mendiang ayahmu itu. Tolong mengerti soal ini, Otong. Kakak sayang sama kamu sama sayangnya dengan kakak perempuan kakak. Ayo kita pulang. Disini tidak ada masa depan." Anak itu dipaksa ikut.

"Jangan panggil kakak tentara lagi. Kak Badrul saja." Kata seseorang itu yang berbaju loreng.

 

Setahun kemudian.......

 

Otong kabur lagi tanpa diketahui sebabnya. Ceritanya biar kayak komedi thriller. Entah apa yang ada di pikiran Otong. Kak Badrul, yang ternyata bukan tentara, yang hanya suka berpakaian kaus loreng saja, ia susah mencari Otong. Kak Badrul takut Otong salah sangka dan berpikir yang tidak-tidak. Kak Badrul gagal jadi tentara sebab ukuran tinggi badan dan ia tidak lulus. Ia menginginkan Otong jadi orang berguna. Bisa jadi Otong salah paham atau ada yang memengaruhinya agar Otong membenci kak Badrul.

60 tahun kemudian.....

Seorang tentara baru lulus berpelukan dengan bapaknya, ternyata bapaknya bernama pak Otong. Pak Otong yang ternyata dulunya tidak mau jadi tentara tetapi anaknya jadi tentara. Wah, bagaimana dengan kak Badrul? Ceritanya bagaimana?

Sehari kemudian....

Kak Badrul diketahui sudah meninggal dan ia meninggal sebagai seorang pahlawan yang tidak dmakamkan di taman makam pahlawan, sebab ia adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Ia menjadi seorang guru ternyata. Anak kak Badrul kenal dengan anak pak Otong ternyata dan akhirnya mereka tahu masa lalu orangtua mereka.

Cerita selesai. Mirip buatan anak-anak ini tetapi tidak apa-apa.

(cerita ini hanya fiktif belaka, penguntit dan pengamera jangan terlalu serius)

******

Hehehe, cerita pendek apa bukan ini, ya?

******

Entahlah.

******

BERITA BARU....

Saya waktu jual pisang ke bu Daryati waktu beberapa hari yang lalu agak bingung dengan suara penguntit dari jauh.... Tapi gapapa lah. Digosipin mulu. Waktu saya ngobrol dengan lik Kempreng soal jual pisang mending tundunan, kedengeran suaranya itu berkomentar saya itu katanya menghina harga yang dikasih bu Daryati....

Wahaha, aneh benar itu penguntitnya dari jauh itu kedengeran sama saya....

Pasti dia atau mereka suka menguping pembicaraan dengan penyadap mungkin, entah apa lah gitu, dan mengartikan apa yang saya katakan itu bermakna hinaan atau semacamnya, sepertinya sedang berusaha memengaruhi beberapa orang agar mereka tetap bisa menguntit dan mengamera sembunyi-sembunyi gitu.

Bisa jadi....

*******

Lanjut nulis lagi, sekarang bulan agustus entah tanggal berapa, soalnya lupa lagi dan tidak lihat kalender....

Mau buat cerita komedi apa lagi ini ya...

Apa ya???

*****

Cerita horor

Seseorang masuk ke dalam rumah mengendap-endap lewat belakang rumah setelah ia melompati pagar tembok yang agak tinggi itu. Ia mencongkel jendela lalu masuk diam-diam.

(kalimat itu terlalu boros kata, maka bisa diminimkan)

Seseorang diam-diam mengendap-endap memasuki pekarangan belakang rumah setelahnya ia melalui pagar tembok agak tinggi itu. Ia kemudian mencongkel jendela untuk masuk

(bisa seperti itu, tetapi juga ada susunan kalimat lain yang bisa dipilih)

Diam-diam ia memasuki pekarangan belakang rumah setelahnya melompati pagar tembok agak tinggi itu. Seseorang itu berjalan mengendap-endap. Kemudian terdengar suara jendela tercongkel dan orang itu pun masuk.

(bisa saja seperti itu, terserah yang menulis saja)

#kira-kira siapa orang itu?

#pencuri?

#anak yang punya rumah?

#rampok?

#pembunuh?

#bagaimana kelanjutannya itu cerita?

#ini bukan cerita horor.

Nanti sepertinya pembaca sembunyi-sembunyi yang menguntit akan berkomentar, "nulis apa ,sih, ni orang!!"

Mending buat cerita lain lah.....

TOEKANG KEBOEN

Seorang tukang kebun baru bekerja di rumah tuannya. Anak tuannya sangat galak. Hari pertama ia sudah dimarahi habis-habisan. Bukan karena kerjanya yang buruk. Ternyata karena ia dianggap tidak sopan saat makan siang duduk di depan anak tuannya yang sedang makan dan ia ikut makan semeja dengan anak tuannya.

"Dasar, tukang kebun tidak sopan. Mejamu di belakang. Makanlah disana. Kau memakan apa yang kumakan. Masakan kita sama. Mejamu disana!" Kata anak tuannya itu.

"Cantik, tapi bawel. Situ makan di meja belakang. Semua penghuni rumah ini tahu situ anak majikan walaupun makan di meja belakang. Cantik, bodo!" Kata tukang kebun.

"Hari ini tanpa gaji. Aku bilang ke papa kamu tidak sopan!" Kata anak tuannya itu.

"Iya, gapapa. Ga masalah." Kata tukang kebun sambil terus makan dan si anak tuannya pindah ke meja belakang. Maksudnya ke meja di dekat dapur di belakang rumah.

Ternyata, tukang kebun itu mantan si anak tuannya waktu di SMA. Mereka itu sering beradu mulut. Dan, tukang kebun hanya bekerja selama tiga hari saja. Ia lalu bekerja menjadi supir tuannya mengantar tuannya pergi ke tempat tuannya bekerja.

TAMAT.

(CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA)

*****

Segitu saja kira-kira lucu atau tidka, ya???

*************

Waduh, ada yang salah paham. Banyak yang salah paham disini. Cerita Otong di BTS (bukan tentang senjata) ada yang mengartikan saya menghina tentara Indonesia tidak ada yang keren seperti personel boyband KPOP BTS. Terlalu mengada-ada.

Membacanya gimana itu?!

Pesannya dari cerita itu adalah....

#SEBELUM KEMARIN KAU ADALAH SEORANG BAYI

#KEMARIN KAU ADALAH SEORANG ANAK

#SEKARANG KAU ADALAH SEORANG PEMUDA

#ESOK ANAKMU AKAN MEMANGGILMU BAPAK

#LUSA CUCUMU AKAN MEMANGGILMU KAKEK

#SO, BE KIND, BE HONEST, BE HONOUR!

itu pesannya dari cerpen Otong itu.

************

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post