Pintu Kemana Saja

menembus waktu lampau

menanyai hati tentang rasa hati 

 

lupa adalah wujud pengelihatan dari olah pikirmu yang sudah terjadi

 

semilir laksana angin

mendung berbulir air

di gerimis ini tanahku basah

 

beradu hati di gerimis sore hari

 

aku melihatmu menangis 

ini tamparan bagiku

menampar hatiku 

 

aku tak mampu

aku tak sanggup

 

melihatmu adalah langit bagiku

mendengarmu adalah pijakan kaki  bagiku

 

Aku tak perduli apa katamu

ini aku bukan dirimu

 

Terserah.

 

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer beztton
beztton at Pintu Kemana Saja (26 weeks 3 days ago)

Bagus..
Bikin melow ahahahah