Keranda Terapung

keranda terapung,

terombang-ambing di riak pinggiran sungai

pun, terik menyengat membakar diri

 

ayolah,

aku sudah hitam enggan bertambah hitam dianggap linglung dan lupa jatidiri

berhentilah,

berikan teduhmu

 

Aku adalah semut hitam yang hampir pingsan di atas ikan mas koki yang mati

kujadikan keranda agar membawaku ke samudera

 

Oh, ikan mas koki yang malang

tidak,

tidak,

Oh, semut hitam yang malang

 

Sampai ke samudera kah?

 

andai ku berada di ketiak burung di sela sayap yang mengepak

mungkin lebih cepat tanpa ada suara riak

 

Hey, burung

aku ikut bersamamu terbang bersama awan berawak

Hey, burung!

 

burung diam saja terbang rendah sebentar, ia gagak, burung gagak

ia diam padahal inginku ia bicara

 

Hey, burung!

bila kau diburu pemburu terkena peluru kusumpahi jatuh tertembak

dasar gagak!

 

Oh, burung gagak yang malang

tidak,

tidak,

Oh, semut hitam yang malang

sepertinya,

tidak

 


********

Penjelasan:

Menulis tentang cita-cita kesetaraan hak yang diimpikan atau dicita-citakan orang kulit hitam pada masa perbudakan yang selalu dianggap kaum rendahan dan tak mendapat posisi yang tinggi dalam kehidupan.

Ada yang suka mitnah dan suka menghina saya dan membaca asal-asalan untuk mendiskreditkan penulisnya yaitu saya. Tapi gapapa. Saya menulis gak ngaku-ngaku ahli sastra atau biar disangka tahu sastra. Saya menulis ya menulis saja.

##Ada dari oknum kejawen yg ngamera nyadap. Bisa jd polisi kejawen. Oknum polisi ngadih kepercayaan alat2 kamera dan sadap. Tapi begini begonya. Komentarnya marah mulu. Semua karya sayadibaca tp hasilnya marah mulu. Otaknya bermasalah. Masa pengen mateni sesudah baca. Orang nulis mau dipateni. Pasti oknum kejawen senewen ini yg jahil.##Ini dibikin ilustrasi ceritanya yg pendek kira2 ngarti ga? Paham ga?Begini...Alkisah pada jaman kerajaan di masa lalu di sebuah sekolah di desa terpencil di pedalaman hutan seorang guru brtanya tentang cita-cita murid2nya. Semua menjawab berbeda:"Cita-cita saya jadi prajurit."

"Saya jd komandan."

"Mentri."

"Jadi raja."

Guru berucap senang. "Bagus. Kecuali kamu yg terahir. Kamu rakyat jelata tidak bisa jd raja. Sudah besar nanti mau bunuh raja eh jadi raja?"
Dan semua murid tertawa.

Lalu yg terahir menjawab lg: "Aku akan menjadi kepala negeri."

Lalu ada kerajaan lain merebut kerajaan dan raja mundur sebab kalah diganti raja dr kerajaan yg menang. Dan si murid yg bilang mau jd kepala negeri ternyata jd budak tawanan dan menderita.

Lalu dalam kesendiriannya ia menatap langit malam yg gelap sambil berkata: "Ya Tuhan kenapa kauciptakan aku segelap langit malam ini pdhl aku tak meminta untuk dilahirkan. Kenapa hidupku kelam Tuhan?"

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post