ToKuSaTSu PAncawira : a Twister

PROLOG

Kakek itu menengadah ke langit. Hari sudah maghrib, seharusnya gelap. Tapi di horizon selatan muncul pendar-pendar cahaya asing. Warna-warninya seakan hasil pembiasan angin matahari dan gelombang elektromagnetik yang akan mengingatkan orang kutub pada aurora dan mengingatkan anak kecil Indonesia pada eskrim Pazzle Pop.

Tapi itu bukan aurora, apalagi Pazzle Pop!! Karena itulah kakek tua bersedih. Peristiwa buruk akan terjadi pada dunia. Ia sudah tahu, bahkan sudah diperingatkan sebelumnya! Tapi ia belum siap.
Padahal seharusnya ia sudah siap.

“Siall! Kenapa sih ini terjadi padaku? Aku kan belum menemukan mereka!” Dan kakek pun tersedu dalam kesendiriannya.

TOKUSATSU A

Tawangmangu, Suatu Sore
Kakek tua celingak-celinguk. Wajahnya tegang sekali, mirip maling yang ogah ketahuan hansip! Kakek lalu berjongkok. Tangan kirinya memegang bungkus deterjen “Ronso” sementara tangan kanannya memegang….celana dalam!!

“Aman….” ucap sang kakek setelah tak dilihatnya seorang pun di kompleks Tawangmangu itu.

Akan melakukan apakah sang kakek dengan CD itu? Tahulah kita saat ia akhirnya memasukkan celana dalam ke dalam telaga tempat air terjun Tawangmangu tertampung, lalu mencucinya dengan deterjen “Ronso”!

Sang kakek asik mencuci tanpa memedulikan ikan di telaga mulai mabok. Entah lantaran deterjennya atau lantaran begitu hebatnya bau…..

Ah, sudah lupakan saja. Satu hal yang pasti, saat itu, momok yang ditakutkan sang kakek muncul!! Orang yang sangat tidak ia harapkan ada di sini saat begini: Penjaga kompleks wisata Tawangmangu!!

“Hei, di sini bukan tempat mencuci!!” teriak sang petugas demi melihat aksi sang kakek.

Sang kakek kaget. Dia mempercepat aksi gerakan tangannya mengucek sebelum petugas gembrot itu tiba di depannya lalu menangkapnya.

Sayang petugas itu tak hanya satu. Rupanya ada satu lagi petugas dari arah lain yang berbadan kekar. Dia lebih cepat sampai ke tempat kakek karena lincah. Selanjutnya ia pasti akan menangkapnya karena bukan sekali ini saja kakek kedapatan mencuci di kompleks wisata yang seharusnya jauh dari limbah rumah tangga itu! Sang kakek masih bergeming dalam aksinya, hingga tinggal 15 centimeter lagi petugas itu siap mencengkeram bahunya.

Namun bagaikan adegan slowmotion di film-film, tangan kakek mendadak berhenti mengucek. Di saat yang sama tangan sang petugas yang seharusnya sudah mencengkeram bahu, justru hanya mengenai angin!!

“Hloh?” Petugas kekar kaget karena secara logika, ia seharusnya sudah menangkap tubuh sang kakek.

Ini pasti hanya kebetulan. Tidak mungkin kakek ringkih itu bisa menghindari gerakan tanganku! pikirnya dalam hati. Maka dicobanya lagi menangkap tubuh sang kakek yang kini berdiri setengah langkah darinya. Tapi, weits, tidak kena. Petugas kekar makin terperangah. Tahulah ia sang kakek punya ilmu bela diri.

Sayangnya ini bukan cerita silat dimana seorang tokoh yang melihat tokoh lain memiliki ilmu yang hebat, ia akan berlutut minta dijadikan murid. Tak perlu lha yaauw. Tokh di jaman modern ini, sang petugas percaya jurus terhebat tetap saja uang! Yang ia pikirkan hanya bagaimana cara mengembalikan harga dirinya yang sudah dikadali sang kakek. Ia pun menginstruksi rekan petugasnya untuk mengepung kakek ringkih itu.

Weleh-weleh, bakal menjadi pertarungan yang seimbang nih. Seorang kakek renta yang bisa beladiri melawan dua petugas muda berbadan kekar dan bertampang sangar. Para petugas itu mengambil kuda-kuda. Sang kakek apalagi. Ia mafhum, pertarungan akan menjadi sengit. Tapi ia sudah mempersiapkan jurus pamungkasnya.

“BERSIAPLAH ANAK MUDA!!!” teriaknya menggelegar.

Dua petugas gentar mendengarnya.
Tak sampai rampung mereka menata kembali nyali yang nyaris porak-poranda, sang kakek sudah melompat melakukan serangan.

“CIAAATT!!” teriak sang kakek.

“AAAAA!!!” petugas gembrot yang tak siap diserang pun menjerit. Matanya terpejam, tangan kanannya melindungi kepalanya.

Satu detik, dua detik, kok tak ada yang sakit di tubuhnya? Dia pun memberanikan diri membuka matanya.

Halah! Ternyata si kakek melarikan diri!! Itu toh jurus pamungkasnya?

Tu bi kontinyu…

Read previous post:  
137
points
(20 words) posted by za_hara 14 years 27 weeks ago
80.5882
Tags: Cerita | Cerita Pendek | cinta
Read next post:  
Writer azura7
azura7 at ToKuSaTSu PAncawira : a Twister (14 years 21 weeks ago)
90

kalo mo humor, tunggu saat yang tepat

Writer sekar88
sekar88 at ToKuSaTSu PAncawira : a Twister (14 years 21 weeks ago)
60

dikit sih, rada garing lucunya belum selucu bikinan mas Amri hidayat nih tapi arah ceritanya lum jelas, jadi tunggu kelanjautannya ajagh ya

Writer ima_29
ima_29 at ToKuSaTSu PAncawira : a Twister (14 years 21 weeks ago)
80

MAsih taraf agak kok mas..tenang aja! blon jayus bener-bener kok!wekekekeke

Lanjuuuut

Writer KD
KD at ToKuSaTSu PAncawira : a Twister (14 years 21 weeks ago)
100

eh...sejak kapan zahara jadi 'sahabat'?

Writer evikaye
evikaye at ToKuSaTSu PAncawira : a Twister (14 years 21 weeks ago)
70

gw kecewa... pas awalnya sih kayaknya seru tapi pas kakek mo nyuci kok biasa ajah yah...? gw tunggu lanjutannya deh, apa bakal lebih seru atau...