----- Estafet: (3) Teluh

The art of voodoo. Ruben menatap nanap buku dalam genggaman tangan yang tanpa disadarinya bergetar.

Ya tuhan! yuki?! Gadis dari keluarga Katolik taat itu percaya voodoo? Wait, mungkin ini sekedar suplemen bacaan agar dia bisa menghayati peran.

Sejenak termangu. Baru dia sadar selama ini tak ada peran-peran seperti itu dalam film-film Yuki. “Ah, mungkin eksplorasi atau sekedar eksperimen baru,” Ruben berusaha menghibur diri

Tapi… Ruben menyebut kembali nama Tuhan beberapa kali saat mulai membuka lembar-lembar awal buku itu. Ia benar-benar harus mengucak-ucak matanya saat mendapati beberapa helai rambut di halaman enam. Keriting. Seperti milik....

Buset! Kalau kerja yang bener dong!”

Sialan! Pak Mardon kalau membentak suka bikin jantung orang copot.

Ruben terpaksa harus pindah tempat untuk menghindari perhatian dari para kru yang sepertinya mulai stres dengan hardikan-hardikan Pak Mardon, sang astrada.

Di sini kayaknya aman.

Menyelinap di balik pintu gudang, Ruben duduk mencangkung menyelami buku penuh misteri itu. Perhatiannya kembali tertumbuk pada helaian rambut di halaman enam. Keriting, persis seperti rambutnya. Samar sang rambut menguarkan aroma fresh mentol. Jenis sampo yang juga rutin digunakannya

Voodoo awalnya hanya dipakai sebagai pelet, membuat korban jatuh cinta pada si Pemantra sampai termehek-mehek, tutur buku tersebut dalam bagian latar belakang sejarah – tentunya dalam bahasa Inggris.

Hmm... Yuki cuman mau melet seeorang, kali

Namun, masih menurut buku itu, voodoo lama-kelamaan berubah menjadi ajaran yang menganjurkan balas dendam dengan jalan menyakiti melalui perantaraan mantra, mistisme maupun medium material. Bahkan bisa buat membunuh. Voodoo juga memang sebuah ajaran. Bahkan lebih mirip agama. Ruben sulit percaya, Yuki? Seorang gadis saleh yang sempat menerbitkan rasa simpati dalam sanubarinya –walaupun pemarah dan sedikit nyinyir seperti nenek sihir– itu terpengaruh okultisme dan ajaran pagan?

Beralih ke halaman-halaman selanjutnya, Ruben tambah begidik. Gambar benda-benda seram menyambutnya. Ditambah tulisan-tulisan serupa 'petunjuk pemakaian'. Taring kelelawar berikut darahnya yang ikut dikeringkan, bubuk kelabu yang sepertinya berasal dari ekstrak bengkarak manusia dan –tentu saja– boneka kecil dari kain flanel yang di tubuhnya tertunjam jejarum tipis. Ruben meringis. Merabai ulu-hatinya yang akhir- akhir ini rasanya seperti teriris.

Yuki, lo mau neluh gue? Lo marah ma gue? Dendam? Salah gue apa?

Suara-suara tanya bergeremang di kepala Ruben selaksa kerumunan tawon yang habis ditimpuki anak-anak kepala batu. Terlintas sebuah rencana : tindakan ini harus ditangkal sekaligus diberi balasan setimpal! Ruben teringat seorang tua. Dukun santet.

Yang lokalan belum tentu kalah sama produk-produk impor!

Ia pernah membuktikan dengan mata-kepalanya sendiri. Si korban, seorang lelaki –atas permintaan mantan pacarnya yang kecewa karena lelaki itu menikah dengan perempuan lain– awalnya hanya sakit biasa; perut kembung dan masuk angin saja. Namun berhari-hari kemudian, lelaki itu mulai terserang kejang, lumpuh, lantas perutnya melar bak roti kebanyakan ragi. Berbulan-bulan tersiksa seperti itu, akhirnya lambung si lelaki lungkrah dan menyemburkan nanah. Baunya anyir bukan alang-kepalang

“Rubeenn...!!”

Ia tergeragap. Seseorang memanggilnya. Barangkali itu Aris yang mau memberitahukan bahwa sekarang giliran take-nya. “Iya, bentar!” jawabnya sembari terburu-buru menyembunyikan buku tersebut. Saking bergegasnya, ia menjatuhkan sesuatu dari yang sebelumnya tersisip dalam lembaran buku itu. Sebuah foto.

Astaga! Bukan foto gue. Ini kan...

“Rubeen..!!”

Bermacam perasaan kabruk-kabrukan dalam benaknya. Foto lelaki itu. Lelaki ramah dengan senyumnya yang simpatik. Yang telah berkeluarga dengan seorang istri cantik dan dua anak lucu. Yang baik oleh Ruben maupun Yuki, sudah dianggap sebagai kakak sendiri. Yang rambutnya keriting persis seperti milik Ruben.

Yang kemarin minjem sampo gue karena kelupaan pas di lokasi. Ki, lo punya dendam apa ama mas Heru?!”

“Rubeeennn!!!”

(bersambung)

Wan! *lirik-lirik oneth1ng. -- lanjutin yah! *toyor dikit.

Read previous post:  
144
points
(532 words) posted by miss worm 15 years 13 weeks ago
80
Tags: Cerita | cinta | horor | ikutan nulis cerita ini yuk!
Read next post:  
dadun at ----- Estafet: (3) Teluh (14 years 49 weeks ago)
100

padahal bacanya dah lamaaaaa banget. eh, dadun juga bikin sekuel estafet yang ke-7 lho, dikomen juga yak!!!

duh, jamiiiiiiiiiiiiiiiiiiiilllllll kapan sih tulisan lo gak KEREN???!!!!!

***pssst.... buat gue, seri estafet yang paling keren tuh yang bagian elo deh. sumpah!!!

Writer Rebo Paijo
Rebo Paijo at ----- Estafet: (3) Teluh (14 years 50 weeks ago)
70

kakenda sangat kagum

Writer bl09on
bl09on at ----- Estafet: (3) Teluh (15 years 4 weeks ago)
90

aku ketinggalan...

Writer yugi_yakuza
yugi_yakuza at ----- Estafet: (3) Teluh (15 years 10 weeks ago)
90

makin tegang aja niy ceritanya..
salut buat norizero, miss_worm, and bang Jamil...
jdi pen bisa kyak kalian smw'y niy
heuheuheee...
^_^

Lanjuuuttt....!!!

Writer brown
brown at ----- Estafet: (3) Teluh (15 years 11 weeks ago)
90

jadi serem juga ya.

Writer imr_aja
imr_aja at ----- Estafet: (3) Teluh (15 years 11 weeks ago)
80

gue merem melek... terus!!

Writer Jamil_begundal
Jamil_begundal at ----- Estafet: (3) Teluh (15 years 12 weeks ago)

maju terus pantang mundur!!!

Writer on3th1ng
on3th1ng at ----- Estafet: (3) Teluh (15 years 12 weeks ago)
100

ko jadi gue yah yang nerusin..
tapi gpp..asal nunggunya yang sabar yah..maklum baru belajaran..:D

Writer my bro
my bro at ----- Estafet: (3) Teluh (15 years 12 weeks ago)
90

ati2 bro kesurupan...^_^

ceritanye asyik juga...

Writer arien arda
arien arda at ----- Estafet: (3) Teluh (15 years 12 weeks ago)
90

vodoo ya..? seyem bener...
tapi kan lebih ampuh buatan dalam negri hehehehhe..
Oom Jamil oke

lanjut buat yang ngelanjutin..

keep writing

Writer nirozero
nirozero at ----- Estafet: (3) Teluh (15 years 12 weeks ago)
90

Hei! Ceritanya makin horor aja nih? Huaaa!!! Tacuuut!!

Writer azura7
azura7 at ----- Estafet: (3) Teluh (15 years 12 weeks ago)
100

bener-bener jadi misteri yaaa

Writer redshox
redshox at ----- Estafet: (3) Teluh (15 years 12 weeks ago)
100

Keren mil, keren...

Writer bluer
bluer at ----- Estafet: (3) Teluh (15 years 12 weeks ago)
90

waa... lanjutannya keren nih,
lanjuut..

Writer evikaye
evikaye at ----- Estafet: (3) Teluh (15 years 12 weeks ago)
100

keren, mil... lu riset dulu yah... kata2nya ada yang kayak bukan tulisan lo... kayak copy paste. tapi gw sih nganggepnya ini murni karya lu. keren lah pokoknya. ga sia2 lama juga... *pagan? jadi inget dan brown, hehe...

Writer shassy
shassy at ----- Estafet: (3) Teluh (15 years 12 weeks ago)
100

Mas Jamil, kok jadi nyasar ke dukun santet sih?
He he... miss worm seneng tuh :P
Estafetnya jatuh ke sapa tuh?

Writer miss worm
miss worm at ----- Estafet: (3) Teluh (15 years 12 weeks ago)
100

dilanjutin juga!!! hihihi