'sahabat lama'

Sebuah kenangan yang tak mungkin terlupakan pada saat-saat kegilaan masa remaja yang labil dengan dengan pemikiran masa depan. Aku teringat kembali dengan masa-masa itu setelah bertemu dengan sahabat lamaku beberapa waktu lalu di sebuah biskota ketika pulang kerja.

Sebuah pertemuan yang tidak pernah terpikirakan olehku setelah kepergiannya ke Riau beberapa tahun lalu. Damar. Dia banyak memberikan kenangan yang menunjukan bahwa sebuah persahabatan bukanlah hanya ingat di saat senangnya saja, bahkan di saat sulit sekalipun dia ada dan selalu ingin membantu memecahkan kesulitan itu.

Kegilaan mencari jati diri dalam sebuah kehidupan ini, memang banyak waktu yang terbuang dengan kesenangan-kesenangan yang buruk bersama Damar. Selalu membuat ulah dan mencari masalah yang tidak jauh dari sebuah perkelahian, karena setiap harinya selalu di isi ketidaksadaran diri di bawah pengaruh alkohol. Ganja. yah apa saja yang bisa membuat otak tak sadarkan diri, dan semua itu di lakukan selalu bersama.

Dan sekarang, setelah lima tahun gak bertemu. Badannya lebih kurus dan wajahnya agak kelihatan lebih pucat. Sepertinya banyak yang berubah dari Damar yang aku kenal dulu, sifat kasar, keras kepala, arogan, sudah tidak terlihat di dirinya. Hanya kekonyolannya saja yang belum hilang. Suasana dalam patas ac ini tak terhiraukan dengan rasa saling kangen karena sudah lima tahun kehilangan kabar.

Sesampaianya di terminal Blok M, dimana tempat itu menjadi bagian sejarah dalam kenangan kami berdua. Kami memang bertemu dan kenal di lokasi ini, dan kegilaan semua itu ada di sini. Sepintas saat ini juga kami berdua ingin mengulang dan mengenang kenangan itu bersama dengan niat menghilangkan kesadaran otak ini sampai terbentang fajar.

"Gimana Bob, kita beli minuman di tempat biasa dan kita habiskan malam ini dengan kegilaan" ajak Damar

"Okeh" jawabku, walau besok harus masuk kerja pagi, tapi untuk yang satu ini aku gak bisa mengelaknya, dan hanya bisa menyiakan

Tempat biasa membeli minuman keras itu sudah tutup dan pada akhirnya aku dan Damar hanya nongkrong di sebuah cafe untuk minum bir dan makanan kecil. Dengan obrolan segala macam petualangannya Damar di Riau, sepertinya Damar kurang bisa menikmati petualangannya di sana. Dalam ceritanya seperti banyak hal yang belum terselesaikan di kota kepulauan itu.

Malam sudah larut bahkan sudah pagi kami lewatkan berdua di cafe itu, mataku sudah ngantuk, gak kuat seperti dulu lagi karena mungkin saat ini sudah punya tanggung jawab terhadap pekerjaan yang setiap harinya harus bangun pagi karena harus kerja.

"mata gw dah ga kuat nih Mar!" ucapku sambil menguap karena rasa ngantuk

"iya deh, gw juga harus balik Bob sebelum jam empat ini" ucap Damar yang sambil garuk-garuk buah jakarnya kebiasaan konyolnya yang gak hilang-hilang

"Sabtu besok gw ke rumah lo dah Mar, sabtu minggu gw libur" ucapku sambil buat janji sama Damar

"Okeh, gw tunggu di rumah baru gw dan jangan lupa, bawa Mensen minuman kesukanaan gw" Pinta Damar sambil jabat tangan dan langsung bubar setelah itu

**

Sabtu sore aku beranjak ke toko minuman untuk beli mensen. Dua botol sekaligus aku beli memenuhi permintaan Damar, dan langsung melesat ke rumah Damar dengan motor bebek kesayanganku.

Setibanya di rumah Damar seperti sedang ada hajatan atau sedang mau ada acara apalah aku tak tahu. Lalu langsung aku sambar tangan ibunya Damar untuk merasa hormat karena dulunya aku sering menginap di rumah Damar dan sering pula merepotkan Ibunya ini.

"Damarnya ada Bu?" tanyaku pada ibunya Damar yang terlihat sedang sibuk menyiapkan makanan untuk acara malam ini

"Duduk Bob" Ibunya seperti mengalihkan pertanyaanku dan menyuruhku duduk

"Damar sudah tidak tinggal di sini lagi Bob, Dia sudah meninggalkan kita semua" Ucap Ibunya yang langsung mengeluarkan air mata dengan tatapan matanya yang lebam

Ibunya Damar bercerita panjang lebar tentang kepergian Damar yang tergolong masih muda umurnya. Damar sudah meninggal tiga hari lalu dalam kecelakaan di Riau. Kemarin jenazahnya sampai di Jakarta dan langsung di kebumikan hari itu juga. Lalu siapa yang baru kemarin berbicara denganku sampai pagi di cafe itu. Aku masih belum habis pikir dengan kenyataan ini. Aku sama sekali tidak bercerita dengan Ibunya tentang pertemuanku malam itu sama Damar

Aku menjenguknya ke rumah perbaringan terakhirnya Damar, aku tidak berfikir tentang jawabannya waktu aku bilang aku akan kerumahnya, Dia menyebut rumah barunya.

Aku sirami makamnya dengan mensen minuman kesukaannya dan satu botol lagi aku tenggak. Di sisi makamnya, lalu ku tancapkan persis di depan nisannya. Botol mensen yang setengah isinya sudah ku minum.

Thank Bro' elu memang selalu memberikan kenangan yang gak pernah bisa gw lupain. Semoga Tuhan gak lupa bahwa lo pernah punya niat baik untuk menjadi guru ngaji di lingkungan rumah lu.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer bluer
bluer at 'sahabat lama' (13 years 19 weeks ago)
80

Cibo, ini idenya bagus loh. cuma kurang di buat lebih dramatis gituh.

i am so sorry about damar ya!

Writer fortherose
fortherose at 'sahabat lama' (13 years 19 weeks ago)
60

... kurang bumbu ni, bang^^

eniweii, banyak yang salah ketik. diedit dulu, gimana?

^^

Writer masari
masari at 'sahabat lama' (13 years 19 weeks ago)
70

Nanti jenazahnya mabok lho, disiram mensen :D

Inti ceritanya ok, cuma ya seperti yang lain juga, menurut aku masih ada beberapa tata bahasa yang agak rancu.

Comment untuk tulisan dlm huruf miring di paragraf terakhir, Tuhan pasti tau, ga ada yang luput dari-Nya. Tapi sayang juga kalo niat baik cuma berhenti di niat aja.
Kan lebih baik jadi mantan bajingan daripada jadi mantan ustadz ^v^

Writer cat
cat at 'sahabat lama' (13 years 19 weeks ago)
50

kurang bumbu bro..

keep writing

practice makes perfect

dadun at 'sahabat lama' (13 years 19 weeks ago)
70

berasa hambar gimanaaaa gitu... ayolah bang cibo... kamu pasti bisaaaa!!!! ca'yo!!!!

Writer ananda
ananda at 'sahabat lama' (13 years 19 weeks ago)
70

kurang nampol dikit

Writer Littleayas
Littleayas at 'sahabat lama' (13 years 19 weeks ago)
70

...aku kurang dapet feel-nya nih..mungkin abang bisa edit dikit di sana-sini terus jgn lupa di ceritain dunkkk...masalah si Damar di Riau yg belum terselesaikan. Menurutku bagian itu agak 'gantung'. kalau masalah teknis mah..menurut aye cuma di inkonstanisasi bahasa aja..

^^

Writer magnum
magnum at 'sahabat lama' (13 years 19 weeks ago)
40

mayan.....tp kurang seru.... kurang bikin sedih....mungkin kalo agak panjangan ceritanya agak bagus....

Writer chau
chau at 'sahabat lama' (13 years 19 weeks ago)
80

hehehehe
kok aye kurang rasa ye ma ni cerite??
agak2 kurang lade ape garem yaq?
Okeh" jawabku, walau besok harus masuk kerja pagi, tapi untuk yang satu ini aku gak bisa mengelaknya, dan hanya bisa menyiakan
--maksudna "mengiyakan" ??
tadi ada lagi,,mana ye?
ye pokoe edit lagi dah ketiknye
segini dulu commentnye ye ^_^

Writer yugi_yakuza
yugi_yakuza at 'sahabat lama' (13 years 19 weeks ago)
80

calon guru ngaji yang demen ama mensen..
bagus bro, walaupun bahasanya campur aduk dgn style loe..
^_^
oia bro, kyaknya ada beberapa yang mesti loe edit lagi bro..cos agak rancu kalimatnya (menurut gw lho)
^^

untuk tehnis yang laen gw serahin ama yang ahlinya aja dweh..
^_^

Writer ima_29
ima_29 at 'sahabat lama' (13 years 19 weeks ago)
80

calon guru ngaji doyan minum mensen??mending juga minum bir pletok aje bang..wakakakaka

Lu banget sih bang..hihihihi^^

satu lagi..banyak-banyak doa buat temen lo..biar di akherat ga minum mensen lagi, hihihihi

Writer _aR_
_aR_ at 'sahabat lama' (13 years 19 weeks ago)
80

damar ini...
belum sempet insyaf yah ?
hehehe...

bagus ceritanya...
tapi yah masa orang meninggal kuburnya disiram miras ?
harusnya kirimi doa...

biar gak disiksa krn mabok melulu hehehe...

nice one !