Senyum Terpatri

duduk sini anakku
kusisirkan rambutmu
dengan sebilah pelangi
dari ufuk yang mewangi

rebah sini anakku
kan kuusap wajahmu
dengan sepucuk nirwana
yang kucuri hanya untukmu

tidurlah anakku
kan kupinjam sepoi angin
dari lemari langit
hingga kau terlelap

jangan kau tangisi anakku
kan kupatri senyumku selalu
disepanjang relung jiwa
sehingga sedih tak hampirimu

karena kini…

aku hanya bisa menatapmu
…tanpa bisa menyentuhmu

pondokindah, 23.01.2007, 16:45

salam!
bangwin
www.aruskata.com

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer v1vald1
v1vald1 at Senyum Terpatri (14 years 47 weeks ago)
60

tidak orgasmus!

Writer bangwin
bangwin at Senyum Terpatri (14 years 47 weeks ago)

Iya betul kalau dibandingkan lsg ya jadi gak sinkron sih kang. Coba agak dilonggarkan sedikit point of view nya deh kang. Si ibu dan anak ini memang sudah tinggal didua dunia yg berbeda, dan memang tidak bisa bersentuhan (ya krn dunianya beda...hehehe) Tapi si ibu ini kan masih bisa berandai2.....jadi spt dia mengajak anaknya duduk, dia mengajak anaknya rebah, itu semua refleksi dr kerinduan si ibu utk melakukan aktifitas2 tsb, begitu juga dgn kata2 "kan kuusap wajahmu", itu juga refleksi dr kerinduan. Dgn arti kata hanya ada dlm bayangan si ibu saking kangennya. Nah pd bait terakhir adalah saat dimana realitas yg ada diangkat ke permukaan...begitu kang..:-) Mudah2an bisa menjelaskan ya

Writer jalaindra
jalaindra at Senyum Terpatri (14 years 47 weeks ago)
80

lompatan yang mencekat di baris akhir..

tapi bang, bait ke 2 baris 2: "kan kuusap wajahmu", dengan bait terakhir: "..hanya bisa menatapmu.. tanpa bisa menyentuhmu" kok gak sinkron ya.. atau cuma pembacaanku saja?

Writer KD
KD at Senyum Terpatri (14 years 47 weeks ago)
100

merinding, sedikit horor ya?

Writer hikikomori-vq
hikikomori-vq at Senyum Terpatri (14 years 47 weeks ago)
70

sayang sekali kalau akhirya pasrah. Kalau endingnya dia tetap mengenang anak dalam hatinya pasti lebih bagus

Writer Sayyid
Sayyid at Senyum Terpatri (14 years 47 weeks ago)
80

aku jadi inget lagunnya Iwan Fals...

Writer fOo_yani
fOo_yani at Senyum Terpatri (14 years 48 weeks ago)
70

Kurang pasrah memang kayaknya, dan kadang agak berlebihan "kan kupinjam sepoi angin
dari lemari langit" --> emang angin tersimpan di langit? Angin kan bebas ada di langit. Puisi memang bebas diekspresikan, tapi analogi dan metafora harus sesuai dengan keadaan. (mungkin itulah menurutku yg membuat menulis puisi juga harus berpikir, ngga asal keluar puitis)

Writer Super x
Super x at Senyum Terpatri (14 years 48 weeks ago)
80

Latarnya cantik. Tapi mungkin kurang pasrah.
***
"aku hanya bisa menatapmu …tanpa bisa menyentuhmu"
***
Itukan kepasrahan, jadi kalau prolog dan middle log nya mendukung bakal jadi klop deh. ^^