Lena (Part 2)

Hari ini Jumat malam, dan seperti biasa aku sudah berada di Jalan Braga, siap untuk bekerja. Mengais rejeki dengan menggoda bujang – bujang lapar, menghibur suami – suami yang kesepian atau bos - bos nakal yang suka hura – hura. Menjajakan seks sebagai penutup menu makan malam mereka.
Hm.. Malam ini udara sedikit lebih dingin daripada biasanya tapi aku harus tetap ‘on stage’ memasang wajah segar.

“ An***g, dasar ba****t. Makanya kalo ga punya duit jangan gatel. Nambahin ceban aja ga sanggup…” Aku mencari – cari asal suara makian tersebut. Lalu aku melihat Ratu turun dari taxi, membanting pintunya sambil menyumpah – nyumpah. Dia kelihatan marah sekali.

“ Kenapa sih? Baru dateng udah marah – marah “ kataku saat dia berjalan menghampiriku sambil bersungut - sungut.

“ Itu tuh. Cowo yang tadi make aku. Dia kan ga bawa kondom, perjanjiannya kan dia harus nambahin ceban buat uang kondom. Ga taunya, jangankan bayar uang kondom, uang pake aja kurang. Sial banget deh hari ini. Kurang deh setoran ke Mamih ”

Hahaha., aku tertawa dalam hati –sebenarnya lebih tepat disebut meringis-. Ratu, betapa cepatnya kau berubah. Kau bahkan sudah menguasai bidang ini dalam jarak waktu kurang dari tiga minggu. Kau bukan lagi anak cengeng yang merengek – rengek minta dipulangkan beberapa waktu yang lalu. Kemana perginya sosok Eneng yang manis itu?
Hh, sudahlah.. Manusia memang sangat cepat beradaptasi dengan kemewahan. Mungkin Eneng juga sudah merasakan dampak nikmat dari pekerjaan ini. Aku mengalihkan pandanganku pada jam di tanganku, gusar. Ini sudah hampir jam setengah dua belas, tapi kenapa dia belum datang juga?

“ Mbak, nungguin Aa Jaguar itu yah..?? Ini hari Jumat kan? “ Ratu bertanya padaku sambil bercermin pada kaca dibelakangku, membetulkan posisi branya “ Kok tumben sih jam segini belum dateng? Biasanya dia selalu on time? “

Aku tersenyum.. “ Yah, mana mbak tahu lah.. Aku kan bukan istrinya “
“ Iya sih. Tapi, kalo aku liat ya mbak, kayanya dia itu suka deh sama mbak. “
“ Hahaha.. Gila, mana ada cowo yang mau sama pelacur. Kaya udah gak ada cewe baik – baik aja. “
“ Hm, tapi buktinya, tiap jalan kesini dia gak mau pake orang lain loh “ kini dia beralih pada stoking hitamnya “ Maunya cuma sama Mbak aja. Kalo mbak ga ada, dia langsung pergi gitu aja. “
“ Haha.. Sok tahu kamu. “ kataku sambil menepuk bokongnya. “ Udah pergi sana. Kumpulin duit lagi yang banyak. “
“ Tapi mbak juga suka kan sama dia? Aku tahu kok. Weeeks.. “ Ratu menjulurkan lidahnya lalu kabur sebelum sempat kutimpuk.

Hah.. Aku suka? Padanya ? Mimpi di siang bolong kali. Gila aja. Mana mungkin dia mau sama pelacur kaya aku? Wah itu sih ide yang lebih gila lagi. Aku menertawakan diriku sendiri. Yah, memang tak bisa kupungkiri betapa menariknya dia bagiku. Jefry, Eksmud tampan dari J-Town.
Berpendidikan, kaya, dua puluh tujuh tahun, matang, dan punya masa depan yang cerah. Hm, dia memang impian semua wanita, tapi bukan untuk jadi suamiku.
Beep beep.. Bunyi klakson sebuah mobil Jaguar hitam membuyarkan lamunanku. Mobil itu berhenti persis didepanku. Kaca mobilnya terbuka dan aku melihat seorang pria berkacamata yang sudah tak asing lagi bagiku.
“ Hai.. “ sapanya lembut. Aku tersenyum padanya. Entah kenapa aku selalu merasa sangat tersanjung dengan caranya menyapaku. “ Ayo masuk “ katanya
“ Udah lama yah nunggunya? Sorry yah.. “ dia memulai pembicaraan.
“ Gak papa koq. “ aku kembali tersenyum
“ Kita langsung ke apartemen aja yah? “
“ Hm… “ aku mengangguk. Entah kenapa aku merasa dia sedikit berbeda malam ini, dia nampak sedang sangat gusar. Sepertinya lengan kemejanya ditarik dengan tidak sabar karena hasilnya jadi kusut berantakan, dasinya terikat longgar dan jumbai kemejanya menjuntai keluar dari celananya. Janggut dan kumis mulai menjamur di seluruh sudut rahangnya, seperti sudah berhari – hari tidak dicukur. Matanya kuyu dan ada kantung mata yang cukup hitam melingkarkan diri dipelupuk matanya. Apa yang sebenarnya terjadi? Jefry belum pernah seperti ini sebelumnya.

Di apartemen, setelah melakukannya kami berdua hanya berbaring di tempat tidur yang besar itu sambil menatap langit - langit. Jefry tidak mengatakan apa - apa dan akupun tidak berani bertanya padanya. Kalau aku mengingat caranya memperlakukanku malam ini membuatku sangat ketakutan. Dia dingin, kasar, tidak sabaran dan ga ada kata cinta yang biasanya selalu dia bisikkan ditelingaku. Apa yang sebenarnya terjadi padamu, pangeran tampan?

“ Maafin aku Len.. “ Jefry akhirnya mengeluarkan suaranya “ Malam ini aku membuatmu takut ya? “
Aku tidak menjawab pertanyaannya, hanya menatap langit – langit berusaha menahan air mataku agar tidak keluar.
“ Len.. “ Jefry masih belum berusaha berbalik memandangku “ aku berpikir, mungkin sebaiknya kita tidak usah bertemu lagi “
Deg. Aku merasakan jantungku tiba - tiba berhenti berdetak dan punggungku beku seketika. “ Hm.. Aku pikir, mungkin yang terjadi diantara kita adalah suatu kesalahan “ aku menelan ludah, gelisah menunggu kalimat berikutnya yang akan diucapkannya. Tapi dia malah tidak mengucapkan apapun. Aku ga sanggup menahan air mataku lagi, jadi aku memutuskan untuk bergegas memakai pakaianku dan langsung pergi.

“ Kamu mau kemana? “ Jefry ikut bangun dari tempat tidur
“ Pulang. Kerjaanku udah beres kan? Kecuali kamu mau bayar lebih untuk sesi berikutnya “ Hey, kenapa aku mengatakan itu?
“ Lena, aku mohon kamu jangan tersinggung denagn perkataanku barusan “ wajahnya mendadak pucat
“ Enggak koQ Jef. Aku gak tersinggung. Buat apa? Tapi satu hal yang harus kamu tahu, ga ada kesalahan yang pernah terjadi diantara kita. Aku ini hanya pelacur dan kamu menggunakan jasa yang kutawarkan. Ga ada yang lebih. Jadi kalau kamu ga mau pake jasaku lagi juga ga papa. Aku juga gak bisa maksa kamu kalo kamu udah gak suka pake aku “

“ Lena, aku ga pernah menganggap kamu pelacur… “ Jefry akhirnya berdiri dari tempat tidur, tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya. Oh, Ya Tuhan, dia memang lelaki yang sempurna pikirku dalam hati.

“ Ga papa Jef. Tanpa anggapanmu pun aku ini memang pelacur, jadi kamu gak usah berusaha menjaga perasaanku. Aku tahu siapa diriku. “

Jefry memandangku dengan perasaan terluka. Ya Tuhan, sebenarnya apa yang sedang terjadi dalam hidup pria ini? “ Kamu ga ngerti, Len “

“ Aku cukup mengerti, Jefry. Aku sadar betul siapa diriku. Jadi aku juga gak pernah berharap bahwa aku adalah seseorang buat kamu. Kamu gak perlu ngerasa bersalah gitu. “ aku sudah selesai memakai pakaianku, siap untuk pergi.

“ Jangan pergi dulu…. Lena. Aku mohon. “ Jefry memelukku. Pelukan pertama yang dia berikan hari ini. Hangat, membuatku nyaman seperti biasanya. Jefry, pelukan inilah yang aku tunggu dari tadi. Aku menangis dalam pelukannya, merasakan sesak yang dari tadi mengganjal keluar bersama air mataku. " Maafkan aku. "

Ya Tuhan, aku ini salah siapa..??

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer _aR_
_aR_ at Lena (Part 2) (13 years 44 weeks ago)
80

part satunya mana ?

bagus koq...
dan saya telat banged bacanya...
huehehe

dadun at Lena (Part 2) (14 years 5 weeks ago)
80

...
vie, menurut gue, cerpen lo gak gagal kok. bagus bagus... tingkatin terusss!!! gue percaya lo selalu punya intuisi yang 'lebih' kok. yakin deh. pokoknya terus asah kemampuan lo! gue gak mau lo mandek di puisi aja. pengennya lo kembangin cerpen lo juga. serius gue.
kalo dibilang cerpen lo masi kurang, elo kudu seneng; coz biar bikin lo tambah sumanget lagi dalam nulis. intinya : learnin' by doin'. semakin sering lo nulis, semakin banyak input buat elo.
*inget ya, cerpennya lanjut terus! puisi juga!
heuheuheu... sigue baru kerasukan setan guru nih, jadi so' menggurui gini... heuheuheu...
bedewe, gue juga ada lho cerita yang mirip2 kayak LENA lo ini:
Saat Jena Bertemu Joni
baca n komen yeeee!!! yuk, mari

Writer cassle
cassle at Lena (Part 2) (14 years 6 weeks ago)
90

nice..nice.. penyampaiannya selalu bagus.. diterusin yaa..^^

Writer Gieduth
Gieduth at Lena (Part 2) (14 years 7 weeks ago)
80

Beurat vie!
you make me speechless!
nice!
lanjutannya donk???

Writer timbuktu
timbuktu at Lena (Part 2) (14 years 8 weeks ago)
90

vie..jahat lu ceritanya digantung...jgn lma2 ya...keren kok..masuk banget ^^

Writer moesafeer
moesafeer at Lena (Part 2) (14 years 8 weeks ago)
90

Aku nunggu lanjutannya. :)

Writer sefry_chairil
sefry_chairil at Lena (Part 2) (14 years 8 weeks ago)
80

lumayan, vie
hayoo lanjuttt

Writer Tedjo
Tedjo at Lena (Part 2) (14 years 8 weeks ago)
70

detail banget ya :) keren..cuman moral storynya menurutku musti diperkuat..:) atau krana belum baca part I nieh just my comment

:)

Writer JoaQuiN
at Lena (Part 2) (14 years 8 weeks ago)
80

gw tungguin cerita lanjutannya..awas jgn lama2...penasaran neh:p

Writer putra_pena
putra_pena at Lena (Part 2) (14 years 8 weeks ago)
80

kehidupan malam, selalu menarik untuk dibahas

Writer gembelcuphu
gembelcuphu at Lena (Part 2) (14 years 8 weeks ago)
90

kayanya ni cerita pas deh klo ditengah tengah nya di tambahin
puisi "jakarta pagi itu " nya gue..gimana gimana,,bagus kaga..

hahahaha..
nice story...
keep writin' manisss