Cerita Lalu - bagian satu

Lelaki itu menjalankan motor 2-taknya lambat-lambat. Jaket kulit hitam yang membungkus kulitnya seperti menyatu dengan malam yang mempencundangi cahaya bulan. Bibir hitamnya komat-kamit membisikkan kata-kata.

"Dimana kalian bajingan-bajingan berada? Ayo, keluarlah... Aku disini tidak untuk selamanya menunggu kalian muncul..."

Di tikungan berikut, lelaki itu membelokkan roda motornya dengan tenang, setenang jemarinya yang memainkan tuas kopling dengan penuh keyakinan. Selang berapa lama ia berhenti. Motornya dipinggirkan di bawah pohon besar. Meninggalkan bayang-bayang yang menutupi apa pun di bawahnya.

"Huh, jangan membuatku pulang tanpa membawa hasil apa-apa. Aku masih rela menunggu, siapa pun engkau..."

Lelaki itu melepaskan helm hitamnya. Jari tangannya menelusuri sela rambutnya. Berminyak. Ia berkeringat. Dikeluarkan sebungkus Marlboro dari kantong celana dan dinyalakan satu batang rokok di bibirnya.

"Kali ini aku bawa tongkat yang lebih besar dari kemarin. Hancur kau kali ini."

Dihembuskan asap rokoknya ke udara. Mengotori guratan bulan yang memucat. Tiba-tiba matanya menangkap bayangan berkecepatan tinggi dari seberang. Tepat di persimpangan depan jalan dimana ia berdiri.

"Satu lagi orang tolol yang merasa dirinya pantas untuk menghirup udara damai di kota ini."

Dikenakan helmnya kembali dengan cepat, secepat tangan yang sudah menyalakan kembali kontak motor dan melontarkan batang rokok ke kubangan air hujan sore tadi. Dengan tenang ia amati bayangan berkecepatan tinggi itu yang makin mengeras terdengar suaranya, menandakan ia sudah dekat. Makin dekat. Makin dekat.

"Sekarang!!!"

Motor besar kuning itu sudah melewatinya dari arah berlawanan. Angin keras membadai di wajahnya ketika motor kuning itu berlalu. Pengendara tadi terlihat menunduk tanpa helm atau pelindung apapun. Mata lelaki itu mengecil dan menajam sambil membalikkan motornya dengan ringan dan mulai mengakselerasi motornya dengan cepat.

"Sial kau! Jalan yang larut dan sepi seperti ini tidak mengijinkan kau untuk seenaknya melarikan motormu, bangsat!"

Beberapa detik kemudian motor hitam lelaki itu sudah menyamai motor kuning yang dikendarai seseorang yang tampak berusia belasan tahun.

"Hei kau! Bukankah seharusnya kau tidur pada jam seperti ini?! Tidakkah ibumu memberitahu??!!!"

Lelaki bermotor hitam itu berteriak keras ke arah motor kuning di sampingnya. Si belasan tahun itu tampak bingung, matanya menyipit melawan terpaan angin malam yang menusuk wajahnya. Mencoba melihat, siapakah yang berteriak barusan.

"Hei!! Dengar tidak??!! Aku berbicara padamu tolol!!!"

Si belasan tahun itu menambah kecepatannya dan berbelok di persimpangan. Dan hampir saja terpeleset akibat genangan hujan. Motor hitam mengikuti dengan cepat. Membelok dengan cepat dan menyejajarkan dirinya dengan motor kuning yang makin cepat lajunya.

"Hei!! Heei!!!!"

Suara teriakan lelaki bermotor hitam itu tenggelam ditelan suara angin yang makin keras menghunjam. Sebuah tongkat sudah digenggamannya, meninggalkan keheranan bagi si belasan tahun, “Gila, siapa ni orang malam-malam begini?! Mo ngerampok?! Bawa tongkat segala! Bajingan!! Gue kirain mo balap, ternyata .. bang ..”. Belum selesai ia berpikir tiba-tiba terdengar teriakan redup berbaur dengan suara tusukan angin.

"Hei!! Hei!!! Dengarkan aku!! Tidakkah kau merasa sayang terhadap kepalamu dengan tidak berpelindung bila kau dipukul seperti ini???!!!!!"

Duag!!!

Tongkat besar menghantam kepala pengendara motor kuning dengan cepat dan keras. Walaupun hanya menggunakan satu tangan, tapi akibatnya sungguh di luar dugaan. Si belasan tahun terlempar dari motornya, dan terguling jatuh mencumbu aspal. Motornya pun tersungkur dan menyerah. Terseret melukai aspal dan terlontar meninggalkan serpihan kaca yang memayungi udara menunggu waktu untuk jatuh. Bersiap menghujani tubuh si belasan tahun yang sedang terseret deras menuju ke bawah payung serpih itu.

Dug! Tubuh si belasan tahun itu akhirnya berhenti berguling di kaki lampu jalan. Sebelah wajahnya tersorot kelam lampu jalan. Lumur darah, kerikil, pasir-pasir aspal, dan serpihan kaca menancap dengan gagah di berbagai titik wajah dan tubuhnya yang sudah diam tak bergerak.

"Hhh…!! Seharusnya kau dengarkan aku tadi! Dasar tolol!"

Lelaki bermotor hitam itu meminggirkan motornya dan berbisik pelan. Matanya menunjukkan kegeraman yang amat sangat. Helmnya ditenteng bersama tongkat besar yang kini berlumur noda pekat kemerahan. Dia berjalan pelan menjauhi motor hitamnya. Menjauhi tubuh pengendara motor yang masih diam tak bergerak. Dilihatnya sekitar, sepi.

"..Tuhan, maafkan aku…aku hanya menghindarkan dia dari berbuat sesuatu yang lebih bodoh dari ini.."

Ditatapnya bulan yang makin pucat. Dan jam di pergelangan tangan kirinya. Waktu sudah menunjukkan lewat tengah malam.

"Aku harus pulang..."

-- akhir bagian satu --

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer adrian.achyar
adrian.achyar at Cerita Lalu - bagian satu (15 years 10 weeks ago)
50

Hmm... ceritanya bagus dari segi penggambaran kejadiannya. Kejadiannya jelas tergambar, kayak film-film action aja.

Tapi bener, dialognya masih kaku.

Writer Ribka Anastasia
Ribka Anastasia at Cerita Lalu - bagian satu (15 years 18 weeks ago)
70

gwe suka cerita tentang motor..jarang yang bikin soalnya..lanjutin dong..

Writer KD
KD at Cerita Lalu - bagian satu (15 years 23 weeks ago)
100

Selamat, karena berani menjadi diri sendiri dalam menulis

Writer firmanwidyasmara
firmanwidyasmara at Cerita Lalu - bagian satu (15 years 23 weeks ago)

Iyados! Emang sengaja kalo dialognya pake bahasa kakudos (kakuh) hehehe buat nyiratin si pelakunya teh orang kaku, hidup di dunianya sendiri, ntar juga ketauan kenapa Grip, hehehehe, hidup nganggur! oiya satu lagi! tolong dong ada yg kasihtau gimana caranya bikin satu paragraf untuk bisa Italic font-nya , thanks!!

Writer F_Griffin
F_Griffin at Cerita Lalu - bagian satu (15 years 23 weeks ago)
80

Buat saya pribados dialognya masih kakuh... tapi ceritanya lenturs!
Kerens!
SANGAT VISUAL!
ada rencana bikin cerita bergambarnya nih? ;P
dramatis.
Ditunggu sambungannya! Jangan biarkan kami nganggur sampe taun depan.

Writer naGila
naGila at Cerita Lalu - bagian satu (15 years 23 weeks ago)
60

ooh,apa ini? yang pake motor item sakit jiwa ya? kok tau2 mentung orang?
maap ndak ngasih poin banyak2 soalnya endingnya belum ketauan :)