Angel Of Mine 1 : The Angel part 1

THE ANGEL

2GOOD2BETRUE : temanku tidur dengan sepupuku dan aku heran kenapa dia heran aku tidak marah padanya.
SKYWALKER : aku juga heran seperti temanmu
2GOOD2BETRUE : karena aku yang memperkenalkan mereka! lol..
RAZORBLADE : lol*! sywalker, kamu tahu dia itu maniak!
NATURE_BOY: lol
SKYWALKER: yeah. *mengangguk*
NATURE_BOY: what a crap! Keluargaku akan pindah besok
RAZORBLADE: ke kota seperti yang kau bilang waktu itu?
SKYWALKER: kamu bilang itu sialan?
NATURE_BOY: ya, karena satu kota dengan kalian semua itu adalah ‘sialan’
2GOOD2BETRUE: aku suka kata itu!
SKYWALKER : kau memang tidak waras. hei, ini bagus. Kita akan tinggal di kota yang sama. Kenapa tidak ketemuan saja?
2GOOD2BETRUE: kita bertemu di konser The Next Generation berikutnya. Aku lebih suka ide itu.

*****

"Kau harus memperbaiki hidupmu, Man!" kata Jordan Mc. Pherson pada sahabatnya. "Hei, J! Kau dengar aku?" katanya lagi sambil lalu mendorong bahu temanya sekilas. Jesse tidak menyahut melainkan menghela nafas.

Malam mulai larut ketika kedua bocah itu melangkah menyusuri trotoar yang tidak begitu ramai.

"Kau kelihatan seperti zombie sejak kemarin Kau seharusnya bersenang-senang malam ini," ujar Jordan cepat tanpa menoleh sambil menyalakan sebatang rokok. "Kau baru saja lulus dari Senior High. Sekarang saatnya untuk bebas, Tapi apa ini? Kamu justru kehilangan semangat buat hidup!" Jesse memandang Jordan dengan heran.

“Bagaimana kau bisa bicara bagitu, Jor? Kau seharusnya marah padaku,” kata Jesse tidak habis pikir. Jordan menghentikan langkahnya dengan heran dan berbalik menghadap temanya.

"Untuk apa? Karena kau telah meniduri sepupuku?" Jordan tertawa sesaat. "Kau bercanda!" gumamnya muak seraya kembali menikmati rokoknya dan melangkah dengan tidak peduli.

"Tapi dia itu sepupumu. Aku tidak pantas melakukan hal itu. Seharusnya dia tidak mengalaminya. Kau tahu? Dia seperti seorang malaikat yang-"

“Bisakah kamu hentikan omong kosong itu?!” potong Jordan tiba-tiba. “Itu benar-benar omong kosong, J!” Jordan memandang sahabatnya sesaat. “Dengar, Man! Semua itu hal biasa. Tidak ada yang melarang kau berhubungan seks dengan siapapun. Jangan sok religius di depanku. Kau pikir kau sereligius apa? Lagipula kalian berdua sama-sama menikmatinya,” kata Jordan. Dia benar-benar tidak habis pikir kenapa temanya begitu ambil pusing dengan masalah itu.

Jordan mengenal kakak kelasnya yang sekaligus menjadi sahabatnya itu dari sebuah pesta socialite yang diselenggarakan oleh salah satu teman mereka ketika dia baru menginjakkan kaki di kota ini. Mereka sama-sama bersekolah di St August, sekolah swasta paling elit di daerah ini, bahkan di negara bagian ini. Mereka seolah menjadi duo paling populer di sana. Mayoritas siswi di sekolah itu ingin berkencan dengan paling tidak salah satu dari mereka.

Annette adalah sepupu Jordan sekaligus teman sekelasnya. Dia gadis yang pendiam dan sangat biasa-biasa saja, tapi selalu meraih nilai terbaik di angkatanya. Selama ini Jordan tidak pernah mempedulikan keberadaan gadis itu. Mereka berdua jarang sekali bertegur sapa. Tapi keadaan itu sedikit berubah ketika suatu hari Jesse meminta tolong padanya agar dicarikan seorang tentor yang bisa membantunya mengejar ketinggalanya dan memperbaiki nilai-nilai pelajaranya tanpa diketahui teman-teman kelompok elit mereka. Jordan lalu memperkenalkan temanya pada Annette. Dia pikir Annette adalah orang yang cocok karena dia yakin gadis itu tidak akan bercerita pada siapapun tentang hal ini. Jesse langsung menyetujui tawaran Jordan. Mereka segera menghubungi Annette dan mengatur jadwal.

Awalnya semua berjalan dengan lancar. Jesse dan Annette bertemu dengan teratur di rumah Jesse. Jordan nyaris melupakan hubungan "bisnis" antara keduanya ketika tiba-tiba Jesse mulai sering mengoceh tentang gadis itu. Jordan tidak tahu bagaimana awalnya sahabatnya seolah mulai memuja sepupunya sedemikian rupa. Jordan tahu betul Jesse tidak mungkin menyukai gadis seperti Annette. Mereka sangat berbeda. Jordan benar-benar tidak mengerti.

“Annette itu tidak seperti gadis lain yang pernah kutemui. Dia begitu cantik dan lembut. Dia itu malaikat. Cobalah sedikit menghargai perempuan dan memandang mereka dari sudut yang berbeda,” kata Jesse suatu hari membuat Jordan sebal.

Bagaimana mungkin seorang siswa sepopuler Jesse Clayton jatuh cinta pada si kuper Annette Richardson?? INI SANGAT MENGGELIKAN!!

Tapi itulah kenyataanya karena beberapa hari kemudian Jesse memberitahu Jordan kalau dia sudah mengutarakan isi hatinya pada Annette. Jordan hanya bisa melongo dan berkata, “Terserah kau.” gumamnya sambil berpikir ‘bagaimana ini bisa terjadi??’

Setahu Jordan hubungan Jesse dan Annette berjalan dengan diam-diam. Jordan mengerti temanya berusaha menyembunyikan Annette dari sorotan teman-teman mereka di kelompok elite. Jordan tahu, masuknya gadis seperti Annette dalam komunitas bocah-bocah kaya-idiot St. August itu sama saja dengan menjerumuskan gadis itu ke dalam masalah besar. Jordanpun mulai terbiasa dengan kenyataan bahwa sahabatnya sungguh-sungguh berpacaran dengan sepupunya.

Ketika Jesse berhasil mendapatkan nilai yang dia inginkan, dia memutuskan untuk merayakanya secara pribadi dengan orang-orang dekatnya. Jesse mengundang Jordan dan Annette untuk sebuah pesta kecil. Jordan datang bersama pasanganya dan mereka double date di sebuah arena bowling setempat. Mereka bersenang-senang semalaman dan minum-minum sedikit di rumah Jesse. Entah karena pengaruh suasana malam itu atau apa, Annette sedikit di luar kendali. Jordan tidak berusaha mencegah gadis itu. Dia beranggapan ada baiknya Annette mengenal pergaulan anak muda yang sesungguhnya. Ketika suasana makin panas Jordan memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua. Dia berpikir sesuatu harus terjadi antara temanya dan Annette sehingga dia harus menyingkir dan memberi mereka kesempatan. Dugaan Jordan benar. Keesokan harinya Jesse datang menemuinya dalam keadaan kacau lalu berkata,

Man, aku tidur denganya..-” Dan Jordanpun tertawa histeris.

*********

“Jor, kau tidak akan mengerti! aku sudah menghancurkan hidupnya. Aku menghancurkan seorang malaikat!“

“Omong kosong!” potong Jordan tidak sabar. “Berapa kali sudah kubilang? Annette itu Cuma cewek biasa seperti yang lain! Ayolah, J! Kau menyukainya, dia menyukaimu. Kalian bercinta dan dia tidak menolak. Dia tidak hamil, kau tidak perlu khawatir dan masalah selesai! Kenapa kau harus terganggu dengan hal ini? Kalau dia berulah, kau bisa memutuskanya.. Get Alive!” Jesse terdiam sesaat mendengar omongan Jordan.

“Kau seharusnya melihat air matanya,-“

“Dan kau seharusnya mencuci otakmu!” balas Jordan sarkastik. Sesaat keduanya terdiam. Tiba-tiba Jordan tersenyum. “Hei, J! Kau ingin bertemu dengan malaikat. Kan? Bagaimana kalau kita masuk ke surga saja? Bir, streaptease, musik, gadis-gadis? Pasti menyenangkan!” Jordan membasahi bibirnya dan tertawa kecil.

“Jor, aku--“

“Ayolah!” potong Jordan tiba-tiba menarik lengan temanya dan menyeretnya berlari menyebrangi jalan menuju klub terdekat yang tampak ramai oleh orang-orang yang berdandanan ajaib.

*********

Suara musik clubbing terdengar menghentak memenuhi ruangan mengiringi para pengunjung club yang asyik menari. Bau keringat dan alkohol bercampur dengan asap rokok berbaur diantara kilatan lampu diskotik yang menyambar-nyambar. Jordan bisa merasakan suasana rave clubbing yang meriah. Pasangan menari Jordan baru dikenalnya beberapa menit yang lalu, Gadis itu sangat hebat. Jordan berpikir untuk menghabiskan malam ini denganya nanti.

Jesse tampak duduk di sudut ruangan dengan tidak nyaman. Jordan tertawa dalam hati ketika melihat seorang gadis mendekati temanya itu. ‘Kau tidak akan bisa menolak malaikat itu, J!’ pikirnya dalam hati. Jordan nyaris menarik pasanganya untuk menyingkir dari keramaian ketika tiba-tiba sudut matanya menangkap sosok wanita itu, wanita yang tengah duduk di meja bartender, bertopang dagu sambil menghisap rokoknya, tenggelam dalam dunianya sendiri.

Bicara soal malaikat, Jordan merasa telah melihatnya sekarang. Wanita itu begitu cantik dan misterius. Semua yang ada pada dirinya tampak sempurna. Waktu seolah berhenti saat itu bagi Jordan. Hiruk pikuk di sekelilingnya tiba-tiba memudar dan menghilang. Wanita itu seketika memenuhi mata dan pikiran bocah itu. Siapa dia?

Jordan merasa hatinya bergemuruh keras. Dia belum pernah merasakan perasaan seperti ini. Rasa ingin tahu dan hasrat yang sangat kuat tiba-tiba memenuhi hatinya. Demi TUHAN siapapun dia, AKU HARUS MENDAPATKANYA! Jordan tidak berpikir lagi. Serta merta dia berlalu meninggalkan pasanganya tanpa mempedulikan gadis itu yang berseru memanggilnya dengan heran.

******

Tidak ada yang abadi di dunia ini, dan rasanya tidak mungkin mengharapkan sesuatu yang bisa selamanya kita miliki. Justine menghisap rokoknya sesaat. Kematian ayahnya beberapa hari yang lalu masih terasa memberatkan hatinya. Kenapa mereka harus berpisah sebelum ayahnya sempat melihat dirinya terlahir kembali? Kenapa beliau terlalu cepat pergi sebelum dia sempat mengucapkan terima kasih dan membahagiakanya, menebus segala kesalahan yang pernah dia lakukan sebelumnya? Kenapa harus terulang lagi kejadian yang sama seperti dulu dia kehilangan ibunya tanpa sempat berkata apa-apa? Apakah memang Tuhan tidak membiarkan dia membahagiakan kedua orang tuanya?

Justine masih ingat dengan pertengkaran hebat itu sepuluh tahun yang lalu. Dia bersikeras mengikuti Christoper menentang kedua orang tuanya hanya demi rasa cintanya yang menggebu pada pemuda itu. Justine memutuskan pergi dari rumah, melupakan keluarganya dan bergabung dengan Christoper dan teman-temanya membentuk sebuah band bernama The Next Generation dan keliling Amerika. Saat itu usianya baru 16 tahun.

Setahun kemudian The Next Generation mendapatkan puncak popularitas mereka. Mereka merasakan posisi sebagai legenda musik pada saat itu. Kepopuleran itu begitu menakjubkan sekaligus mengerikan ketika perlahan mulai merenggut kehidupan dan kebahagiaan Justine. Kematian temanya karena Over Dosis, kekacauan dalam band, pengkhianatan Christoper dan bubarnya band membuatnya depresi.

Justine merasa sendirian dan bingung. Saat itu dia memutuskan untuk kembali ke keluarganya. Ibunya sudah tiada beberapa waktu setelah dia meninggalkan rumah. Justine merasa sangat bersalah dia tidak sempat meminta maaf pada ibunya. Namun ayah dan kakaknya menerima dengan baik. Justine merasa hidup dan berniat untuk memperbaiki semuanya. Dia masuk rehabilitasi dan berubah. Sayang berita duka itu muncul beberapa hari sebelum kepulanganya dari pusat rehabilitasi.

*******

“Hai.” Jordan nyaris menahan nafas ketika wanita itu menoleh ke arahnya. Sial! Dia terlalu sempurna untuk hidup! Segala yang terdapat di wajahnya begitu indah. Helaian rambut cokelat gelap pendeknya membingkai wajahnya dengan sempurna. Matanya yang gelap dan penuh misteri itu memandang ke arahnya dengan sinar mata yang membuat Jordan merasa ingin meleleh. Wanita itu tidak menyahut sapaanya. Dia kembali memalingkan wajahnya dan menghisap rokoknya dengan tidak peduli.

Brengsek!

“Maaf, kau sendirian?” tidak ada jawaban. Jordan menggerutu dalam hati.

“Apakah kau mendengarku? Halo?” Jordan mengibaskan tanganya di hadapan wanita itu. Dia tampak termangu sesaat, lalu tersenyum kecil. Jordan langsung jatuh cinta padanya.

“Jangan menggangguku. Kau tidak akan berhasil bocah…” gumam wanita itu.

“Kau tidak menjawab pertanyaanku?” Wanita itu menghela nafas.

“Baiklah,” gumam wanita itu akhirnya. “Ya.” Jordan duduk disamping wanita itu dan memesan scotch. Dia senang wanita itu akhirnya menanggapinya.

“Ya untuk pertanyaan yang mana?”

“Keduanya.”

“Bagus,” gumam Jordan seraya mengeluarkan rokoknya.

“Boleh minta api?” Wanita itu tidak menyahut, namun dia membiarkan Jordan menyulut rokoknya. Keduanya terdiam sesaat. Jordan menerima minumanya dari bartender dan meminumnya sedikit.

“Kau pasti belum diijinkan minum alkohol.” Jordan menoleh. Wanita itu kini memandangnya. “Kau bahkan belum diijinkan untuk masuk ke tempat ini. Kamu pasti belum genap 21.”

“Tahu apa kau soal umurku? Kalau tidak memenuhi syarat itu aku tidak akan di sini.”

“Well, ada banyak cara untuk menyelundup kemari.”

“Terserah katamu.”

“Tapi kuakui kau menarik, sangat tampan dan sangat muda.” Wanita itu menghisap rokoknya. Jordan tersenyum.

“Terima kasih. Apa kau juga ingin tahu bagaimana rasanya berkencan denganku?” tanya Jordan nakal.

“Kubilang rayuanmu tidak akan berhasil, bocah!”

“Kita lihat saja, “ gumam Jordan bandel. “Kau sangat menarik perhatianku. Siapa namamu?”

“Justine.”

“Jordan Mc. Pherson.” Jordan mengulurkan tanganya. Justine menyambutnya sekilas. “Senang bertemu denganmu, Justine.” Keduanya kembali terdiam sesaat. Jordan berusaha keras mencari kata-kata untuk berbicara dengan wanita ini.

“Kau mau tahu pemandangan paling aneh yang kulihat malam ini?” tanya Jordan kemudian seraya menoleh. Wanita itu menghisap rokoknya lagi dan menggumam bertanya.

“Kau.” kali ini dia menoleh. Jordan tersenyum inosen.

“Melamun di tempat seperti ini, sangat tidak biasa. Apa anda dari luar angkasa, Mam?”

“Sebutan apa itu? Kau membuatku merasa tua.”

“Balasan karena kau menghina usiaku.” Wanita itu tertawa.

Well, kau memang terlihat kecil bagiku.”

“Oh, man. Aku tersinggung kau menganggapku seperti anak kecil,” gerutu Jordan sebal. Namun sedetik kemudian dia tersenyum. “Aku tahu kau memikirkan sesuatu. Apa kau percaya aku bisa membantumu melupakan itu?” Justine termangu sejenak mendengar kata-kata Jordan.

“Apa yang akan kau lakukan?” tanya Justine. Mata Jordan berkilat nakal. Dicondongkanya wajahnya di hadapan Justine.

“Aku bisa memberimu sesuatu yang tidak pernah kau bayangkan,” ujar Jordan halus. Justine memandangnya dengan ragu.

“Apa..-“

“Menarilah denganku,” ajak Jordan. Justine mengangkat alisnya dan tampak ragu.

“Ayolah!” tegas Jordan serta-merta menarik lengan wanita itu dengan halus. Justine terkejut ketika menyadari kakinya sudah melangkah mengikuti ajakan bocah itu menuju lantai dansa. Ada apa dengan bocah ini?

Justine tidak mengerti kenapa anak muda ini begitu menarik dan berhasil membuatnya tidak sempat berpikir. Dia memiliki pesona yang terlalu kuat. Justine tercengang ketika menyadari anak muda itu benar-benar membuatnya “menari”. Dia benar-benar berhasil membuatnya melupakan semuanya. Justine masih tidak bisa berpikir dengan jernih ketika mereka berpelukan dan tiba-tiba saja mereka sudah berciuman dengan liar. Bocah itu memeluknya dan mengajaknya menyingkir ke luar dari keramaian lantai dansa.

********

Kilauan cahaya dari liontin salib perak di leher Jordan menyadarkan Justine sepenuhnya dari kegilaan sesaat yang dia rasakan. Tiba-tiba saja Justine menyadari keberadaanya. Bocah itu menciuminya dengan penuh hasrat dan kekaguman. Mereka berdua kini berada di jok belakang mobil mewah bocah itu, bertindihan dengan pakaian berantakan. Justine merasa ingin menagis. Kenapa dia membiarkan ini terjadi? Bocah ini bukan orang yang tepat dan ini tidak pantas untuknya. Apa yang telah dia lakukan? Kenapa dia membiarkan mereka bercinta barusan?? Justine benar-benar tidak habis pikir. Didorongnya tubuh bocah itu dengan lembut dan perlahan dia beranjak bangkit seraya merapikan bajunya. Jordan mengerutkan dahi.

“Justine,” ujarnya berusaha menyentuh wanita itu. Tapi Justine menolaknya dengan halus. “Justine, ada apa?”

“Maafkan aku, seharusnya tidak boleh begini,” kata Justine halus membuat Jordan makin terheran-heran. Ada apa? Apakah wanita ini menyesal telah bercinta denganya? “Maafkan aku.” Jordan mengerutkan dahi.

“Justine, kenapa tiba-tiba..-“ Jordan makin tidak mengerti. Apa yang barusan mereka lakukan membuatnya makin tergila-gila pada wanita ini. Jordan belum pernah merasakan obsesi seperti ini. “Hei, kau kenapa?” Justine tersenyum lembut.

“Aku yang salah. Ini tidak pantas. Kau terlalu muda untuk..-” Justine mendekatkan wajahnya dan membelai lembut rambut Jordan. Jordan mengangkat alisnya dan menepis tangan Justine dengan kesal.

“Bisakah kau berhenti memperlakukan aku seperti anak kecil?!” tukasnya marah. “Apakah.. apakah aku tidak memuaskanmu barusan??” Justine menghela nafas dan menggeleng dengan prihatin.

“Jordan, betapa menyedihkanya dirimu. Tahukah kau, aku akan lebih suka kalau pertemuan kita tidak seperti ini. Kau sangat tampan dan lucu. Tapi ini bukan yang kuinginkan. Jadilah anak yang baik,” gumam Justine. “Bye,” bisiknya seraya mencium lembut dahi Jordan. “Selamat malam.” Justinepun beranjak keluar diiringi tatapan tidak mengerti Jordan. Apa-apaan ini?! Wanita itu meninggalkan aku?! Jordan belum pernah diperlakukan seperti ini oleh seorang perempuan sebelumnya. BRENGSEK!!

“JUSTINE!!” Jordan berusaha menyusul wanita itu keluar dari mobilnya namun segera tersadar dengan keadaan dirinya. Dia buru-buru mengenakan pakaianya dan bergegas keluar. Namun Justine sudah menghilang di balik kegelapan malam. “BRENGSEK!!” maki Jordan kesal. Kemana wanita itu? Apa maksudnya meninggalkan dirinya begitu saja??

“Hei, Jordan!” Jesse tiba-tiba muncul. “Kemana saja kau?? Aku mencarimu dari tadi.” Jordan membelalak marah. Oh, sial!! Jadi temanyapun memperlakukanya seperti anak kecil yang harus diikuti kemana-mana?!

“AKU BUKAN BAYI, SIALAN!” umpat Jordan.

“Hei,kenapa kau?”

*************

*lol : Istilah dalam chatting yang berarti "laugh out loud"

Read previous post:  
Read next post:  
Writer angel16
angel16 at Angel Of Mine 1 : The Angel part 1 (12 years 34 weeks ago)
80

udah bagus, tapi mash bingung sama percakapannya siapa yg ngmng. tapi keren boo!

Writer Onik
Onik at Angel Of Mine 1 : The Angel part 1 (12 years 35 weeks ago)
100

KAPAN AKU BS BIKIN CERITA SEKEREN INI YA?!? :D

50

great :X

Writer warbots
warbots at Angel Of Mine 1 : The Angel part 1 (13 years 5 weeks ago)
50

ceritanya bagus....

100

Berasa tinggal di luar negeri aye :)) Bagus kok mbak ;)

Writer nune
nune at Angel Of Mine 1 : The Angel part 1 (13 years 35 weeks ago)
100

yosi niy gimana siiihh....cerita cakep begini di bilang biasa aja.
keren!

dadun at Angel Of Mine 1 : The Angel part 1 (14 years 2 weeks ago)
90

eh, MBAK Yosi... gila, KEREN BANGET ini!!!! kayak baca novel2nya orang luar negeri sono onoh^^ gue sukaaaaa banget sama gaya dirimu bercerita^^ pas baca kata-kata pertama aja....
"2GOOD2BETRUE : temanku tidur dengan sepupuku dan aku heran kenapa dia heran "---> haaaa kerennnnn^^ bikin mikir, tapi semakin dipikir semakin indah dan maknanya semakin enak....
konflik juga enak...
cuman nama2 tokohnya kok berinisial hampir, bahkan sangat samaaaa: "J" --> Jorda, Jess, Justine,... apakah nanti akan muncul J J lainnya??? heuheuheu...
i love you, Yosiiiiii^^^

Writer Villam
Villam at Angel Of Mine 1 : The Angel part 1 (14 years 5 weeks ago)
90

kalo gua, gak masalah bahasanya mirip terjemahan ataw gak. yang penting cocok dengan karakter tokoh dan settingnya. kalo dialognya pake basa gaul indonesian untuk cerita ini, gua malah gak suka. ini udah cocok, kok.
buat gua, dialognya bagus,yosi.

yang membuat gua agak bingung justru alurnya, karena gua emang selalu bingung baca cerita yang penuh dengan scene pendek, disertai alur maju mundur terlalu banyak. membuat cerita bergerak lambat, terkesan melompat-lompat, membuat pembaca kehilangan fokus, dan mematikan emosi yang sedang terbangun.
bukannya gak boleh, tapi kudu ati-ati ajah...

di luar itu, bagus sekali. gua bisa dapet suasananya.
well written.

Writer wehahaha
wehahaha at Angel Of Mine 1 : The Angel part 1 (14 years 7 weeks ago)
70

Pengambilan settingnya sih bagus dan bener2 membuat pembaca seolah berada di tempat. Tapi alurnya itu loh yang gak cocok. Kykny gak ada konflik yang berarti dan ceritanya berakhir gitu saja tanpa ending yang jelas. Loncat-loncat gitu...

80

Cut the crap, Man. This is awesome. Cool thing you've done.

I dont believe this. It feels like i'm hangin' in da real American High School. Boozin' off with the hot girls in the class. Smoke the ganja with gangsta boys.

Great job, My homie.You'll have my Respect!

Writer yosi_hsn
yosi_hsn at Angel Of Mine 1 : The Angel part 1 (14 years 7 weeks ago)

terima kasih benget buat komentar-komentarnya. Huaaa... ternyata banyak banget yang harus diperbaiki ya.. hiks..hiks..
Tapi BTW, ini bukan cerita terjemahan kok. Pengenya memang nulis pake Inggris. Tapi bahasa Inggrisnya pas-pasan, jadi nggak berani. Saat ngetik dialog-dialog yang keluar dari kepala ya begitu itu... jadi gaya bahasanya juga perlu diperbaiki ya?
Oya, yang lainya mohon petunjuknya juga yah...

Writer noir
noir at Angel Of Mine 1 : The Angel part 1 (14 years 7 weeks ago)
60

Betul kata miss worm. Ada beberapa kejanggalan kalimat dalam cerita ini. Terasa kaku. Bisa jadi ini memang cerita terjemahan atau penulisnya bisa menulis dalam bahasa inggris sehingga gaya menulisnya pun jadi 'ngingglish' (halah bahasa apa itu). Bocah mungkin kalau di bahasa ingris jadi 'kiddo' ya :D

Dalam dialog pun kadang masih suka bingung siapa yang bicara alias tertukar-tukar ^^

Konflik lebih baik diperkuat lagi, karena kadang jadi bingung, siapa tokoh utama dalam cerita ini, Jordan atau Jesse?

-masih ada typo tuh-

Writer miss worm
miss worm at Angel Of Mine 1 : The Angel part 1 (14 years 7 weeks ago)
60

Membaca tulisan kamu yang ini seperti membaca terjemahan yak. Apakah sebelumnya ditulis dalam English? Just a thouht.

"Bagaimana kau bisa bicara begitu, Jor?" --->> "How could you say that, Jor?" --->> untuk konteks ini, apakah Indonesian memang berkata dalam bentuk kalimat ini? (Ini hanya satu contoh)

Tidak salah, sih. Saran saja, kalau memang aslinya English ... posting dalam english tak mengapa. Adrian dan Frenzy kerap posting dalam English kok. Atau kalau memang ngotot posting dalam Indonesian, ya ... jadikan Indonesian yang beneran gitu, bukan terjemahan.

oh ya btw, cara bikin Italic di tulisan, cek deh section KITAB ... buka pembahasan (tulisan saya juga :p) "Manipulasi Teks ...."

Yak, keep writing hun

70

Mungkin karena ceritanya tentang anak2 muda di luar negeri membuat cerita ini jadi sedikit liar. Sex, rokok, alkohol dan so on... Ngga bisa ngebayangin klo cerita ini settingnya adalah anak2 muda di negeri sendiri.