CHG #3

Bisa nggak kalian mengerti makna dari kalimat:

”Kalau ada orang yang sukses, maka orang lain akan iri dan nggak senang. Dan kalau ada orang yang jatuh, orang lain pasti akan berbangga dan bahagia. Nggak ada satu pun orang di dunia ini yang bakalan seneng kalau ngeliat kita sukses.”

Itu kalimat yang dilontarin Radika tadi pagi.

Gede Radika Wibawa, ---teman gue dari kelas X SMA, anaknya aneh, selalu bangga dengan style-nya yang notabene ajaib, pakaian casualnya selalu kedodoran yang akhir-akhir ini diakuinya adalah pakaian bapaknya, gaya jalan udah kayak maling aja, sering bangun kesiangan sampai dibilang kebo sama guru biologi gue, tapi gue sayang dia sebagai sahabat gue, karena lebih dari apapun yang ada, jujur... gue selalu butuh dia. Dia baik, nggak seperti temen-temen gue yang lain, di saat apapun dia selalu ada untuk gue, menghibur gue dibalik senyum asingnya itu, gue sebut asing karena dia sudah sah jadi properti orang. Hihihi, jangan sampai dia baca ini. Karena kepala kotaknya yang gede itu bakal nambah gede kayaknya...----

Balik lagi ke kalimat yang tadi, gue nggak bisa mengerti makna dari kalimat itu. Well, maybe bukannya nggak bisa, tapi nggak mau.

Gue nggak mau mempercayai bahwa ada orang yang sebegitunya memperlakukan dunia di sekelilingnya. Istilahnya, kenapa ada sih *orang yang seneng ngelihat orang susah dan malah susah ngeliat orang seneng*??

Well, mungkin bener juga kata Radika. Mungkin ada. Karena, di dunia ini apa sih yang nggak ada dan nggak mungkin terjadi?

Dunia ini Rwa Binedha (istilah Bali –lagi-lagi–); jika ada senang maka akan ada sedih, jika ada kaya maka akan ada miskin, jika ada wanita maka akan ada pria, jika ada kesalahan maka akan ada kebenaran,

Dan;

jika ada *orang yang seneng ngelihat orang seneng dan susah ngeliat orang susah* maka tentu saja ada juga orang yang berkebalikan, *orang yang seneng ngelihat orang susah dan malah susah ngeliat orang seneng*.

Kalau dipikir-pikir, gue beruntung banget. Kenapa? Karena gue punya temen yang bukan hanya membuat gue bangga menjadi diri gue sendiri dengan kondisi gue yang apa adanya ini, tapi juga mampu menyadarkan gue disaat gue kecelakaan di tengah jalan mencapai kebenaran, memberi gue motivasi lagi untuk kembali ke jalan yang benar, dan bersedia dengan sepenuh hatinya menuntun gue hingga gue terbiasa dengan jalan penuh kerikil ini.

Gue punya temen-temen yang nyupport gue ketika gue benar-benar kehilangan diri sendiri. Itukah arti persahabatan?

*sahabat adalah yang mengetahui diri kita apa adanya hingga jika suatu saat kita merasa kehilangan diri kita, mereka akan menuntun kita untuk mencarinya dan kembali menjadi diri kita yang sesungguhnya, istilahnya ”sahabat adalah orang-orang atau sesuatu yang menuntun kita kembali jika kita sudah keluar jalur”.

*sahabat adalah yang membuat kita rindu jika kita terpisahkan darinya

*sahabat adalah yang membuat sebuah pertengkaran menjadi begitu menyedihkan

*sahabat adalah yang membuat sebuah perselisihan dengannya menjadikan kita takut kehilangan

*sahabat adalah orang yang membangkitkan kita ketika kita tercebur ke dalam lumpur kelam kehidupan

*sahabat adalah panca indra kita yang lain, yang membentuk sebuah sosok;

=karena mereka membagi mata mereka untuk kita, terkadang mereka mencerahkan pandangan gelap kita, mereka membagi dunia yang mereka lihat kepada kita, sehingga kita dapat memandang dunia seutuhnya dari cakrawala mereka dan kita pribadi=

=karena mereka menggunakan telinga mereka bersama kita, bahkan ketika kita menangis sedih dalam hati dengan frekuensi yang sangat kecil untuk kita dengar, mereka dapat mendengarkannya, dan ketika kita tertawa bahagia dengan sekeras-kerasnya, mereka turut bahagia karena mendengarnya, terlebih lagi ketika kita berteriak tak menentu karena kekacauan dunia ini, hanya mereka yang bersedia mendengarkannya, walau dengan konsekuensi gendang telinga mereka bisa pecah=

Aduh.. Panca indra itu terdiri dari apa aja, ya? Mata, telinga, hidung, kulit, mulut?

=karena mereka membagi hidung mereka dengan kita, untuk mencium wangi kebenaran, untuk menjauh dari bau busuk kerusuhan, mereka memilihkan farfum kebijaksanaan untuk kita, sehingga jika kita berada di sisi mereka, kita memiliki wangi kebijaksanaan=

=karena mereka membagi kulit mereka dengan kita, sehingga ketika kita berada dalam kegelapan, kita masih dapat meraba dunia, mereka membagi kulit tangan mereka dengan kita, karena mereka akan selalu menggenggam tangan kita, dan gue percaya seorang sahabat takkan pernah melepaskan tangan kita=

=karena mereka membagi mulut mereka dengan kita, mereka membela kita dengan suara mereka yang mungkin kadang terlalu lemah untuk didengar, terlalu tak bijak bagi orang selain kita, mereka menyadarkan kita, dengan suara mereka yang sayup-sayup terdengar, memberi kita kalimat dan kata-kata penyejuk hati yang menuntun kita untuk kembali pulang ketika kita sedang tersesat=

*Dan bagi gue, tidak ada satupun sahabat yang memperlakukan kita seperti *perlakuan* yang dikatakan Radika tadi;

”Kalau ada orang yang sukses, maka orang lain akan iri dan nggak senang. Dan kalau ada orang yang jatuh, orang lain pasti akan berbangga dan bahagia. Nggak ada satu pun orang di dunia ini yang bakalan seneng kalau ngeliat kita sukses.”

Atau mungkin, Radika hanya ingin menyadarkan gue?

Supaya gue jangan terlalu baik terhadap orang lain –yang bahkan gue nggak kenal– , supaya gue nggak mudah percaya sama “omongan manis” orang di hadapan gue, supaya gue nggak sering terluka seperti biasanya. Karena ketika gue sudah begitu mempercayai dan begitu baik terhadap seseorang, biasanya orang itu malahan pergi berlalu begitu saja, atau mungkin mereka akan menghancurkan gue terlebih dahulu dan kemudian pergi tanpa bekas.

Tapi gue nggak pernah menyesal. Karena semua yang terjadi di dunia ini adalah takdir. Hanya nasib yang bisa diubah, dan bukan takdir.

Kita akan bertakdir untuk bertemu dengan orang-orang;

Yang akan membuat kita sedih, yang akan membuat kita tersenyum dan memang hanya tersenyum, yang akan membuat kita tertawa lepas, yang akan membuat kita menangis darah, yang akan membuat kita menjadi seperti apa yang mereka inginkan.

Tapi, dibalik semua itu.. gue percaya.

Bahwa sebenernya semua orang yang kita kenal akan memberikan pelajaran-pelajaran tertentu buat kita. Nggak peduli apakah orang-orang ini sudah kita kenal seumur hidup atau baru kita kenal selama satu-dua hari, mereka datang untuk memberi makna bagi kita. Seringkali kita nggak pernah tahu pelajaran apa yang kita dapat dari mereka dan bahkan mungkin kita nggak mau tahu.. mungkin seperti kata Radika, kita selalu mencari-cari alasan mengapa kita dipertemukan dengan mereka dan disakiti oleh mereka, dan mungkin justru kita hanya akan menemukan alasan dari pertanyaan itu setelah bertahun-tahun kemudian. Ketika kita menjadi lebih bijak, ketika kita sudah bisa menerima pro dan kontra, ketika kita akhirnya menyadari fungsi dari kehidupan kita.
Yang pasti, seperti yang kita inginkan, kita selalu ingin menjadi orang yang berarti bagi orang lain. Maka kita menjadi berarti bagi orang lain *pikiran adalah magnet*. Begitu pula orang lain, mereka pasti ingin menjadi berarti bagi lingkungannya dan orang lain juga *dan pikiran mereka juga adalah magnet*, maka mereka akan menjadi begitu berarti bagi dunia mereka. Tiap orang adalah individu yang unik, dan keunikan mereka menyebabkan mereka memiliki cara tertentu untuk berarti bagi dunianya.

Mungkin mereka mencoba menjadi berarti bagi kita dengan jalan mengasihi kita, karena dengan kasih, kita akan menjadi lebih tulus dan bijak.

Mungkin mereka mencoba menjadi berarti bagi kita dengan jalan memberi kita luka, menyebabkan kita menangis darah. Namun dengan luka itu, kita akan menjadi lebih sadar. Kita akan menjadi lebih terbuka, dan tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama yang mungkin membuat kita terluka.

Karena sesungguhnya, kita harus belajar dari tiap kejadian apapun yang terjadi di hidup kita.

Hanya itu, friends.. hanya itu yang dapet gue sampaikan malam ini. Semoga dapat dimaknai sebagaimana mestinya.

* 21/10/2007 22:44:32

Read previous post:  
Read next post:  
Writer _aR_
_aR_ at CHG #3 (14 years 42 weeks ago)
100

sahabatku yg mana yah ?
*maksudku...apa orang2 pernah yg termasuk dalam kategori sahabat itu akan tetap menjadi sahabat biarpun dia pernah menyakiti...???

Writer Tedjo
Tedjo at CHG #3 (14 years 42 weeks ago)
80

good luck ya...persahabatan butuh sedikit hati untuk sabar :)

Writer mBiL2AeCK
mBiL2AeCK at CHG #3 (14 years 42 weeks ago)
80

tentang sahabat y kali ini mi :)

ada hubungannya dgn puisi sbelumnya jg, tp bener2 sebuah pemikiran yg bagus...

nice, n keep thinking ;)

Writer cubitcubitan
cubitcubitan at CHG #3 (14 years 42 weeks ago)
50

setuju bangeeeeeeet..! keren

Writer cassle
cassle at CHG #3 (14 years 42 weeks ago)
100

Di dunia ini uda kebanjiran org2 munafik dan org2 yg cm manis di depan kt pdhl nikam dr belakang. Sebenernya banyak bgt org yg seperti itu, padahal kalo kita hidup tanpa topeng, itu jauh lebih melegakan, tanpa pura2 ataupun sandiwara.
Thx uda membagi pemi