High Touch in High Tech !?

Beberapa minggu sebelum Ujian Nasional digelar ...
Tozie mengundurkan diri sebagai Pendidik tanpa SK di SMAN 1 Cilawu Garut
Alasannya ... cukup banyak, tapi saya coba singkap sedikit ...
Sudah terlalu besar gunungan dosa dan terlalu sering ucapan bohong yang Tozie lakukan selama ini ...
Seandainya tahun ini ikut juga dalam kebohongan masif yang dilakukan oleh jaringan pembodohan terstruktur dan aliansi pembunuhan karakter generasi muda Bangsa kita.
Tozie takut tidak cukup umur untuk menebus kesalahan dan dosa yang sudah sedimikian banyak di diri ini ... biarlah mereka yang masih merasa dirinya 'bersih', dan tidak pernah melakukan kebohongan yang ikut meramaikan Festival Bohong Nasional tersebut.

Pada hari terakhir Tozie mengajar, kebetulan membahas High Touch in High Tech.
Beberapa siswa tercinta-ku yang posisi sekolahnya diskotik (di sisi kota saeutik)
dan juga Amigos (agak minggir Got Sedikit) banyak yang kebingungan apa yang dimaksud High Touch (Sentuhan Tinggi), untuk High Tech (teknologi Tinggi) mereka sudah sedikit lebih mengerti karena 90 % dari mereka sudah bawa HP 60 % siswa sudah bawa motor .. 80 % dirumahnya memiliki Kulkas, Mesin Cuci, Kompor Gas, Parabola, Astro, Dispenser, VCD/DVD, Televisi dan beberapa barang lainnya hasil dari produk teknologi tinggi.
Cuma belum satupun dari siswaku disana yang di rumahnya mempunyai koneksi Internet

Malah Bapak Guru TI nya yang sedang mengajar ini ... tidak bawa HP, cuci baju pake tangan, butuh air panas harus memasak dengan panci dan kompornya sumbu, tak ada TV apalagi VCD dan DVD. Cuma kebetulan di rumahnya koneksi Internet 24 jam sehari.

Hmmm .... High Touch ???
Makhluk apalagi ini ???
Baru malam kemarin Tozie temukan jawabannya .... tapi bukan buat mereka mantan siswa-siswi tercintaku. Jawaban ini tidak tersurat, tertulis ataupun terungkap ... tapi 'terasa'.

Tatapan Raihan Anakku yang baru berusia 3 tahun yang tiba-tiba menoleh, menampakkan wajah segarnya yang manis kepada Tozie dan melepas senyuman yang menyembunyikan kepribadiannya yang 'keras'kepala' dan 'susah diatur'.

Saat Tozie dan Raihan berebut untuk mengipasi Bakar Ikan memakai 'hihid' (B.Sunda 'kipas dari kayu yang dijalin'), padahal setelah ikannya matang kita sudah terlalu kenyang dengan kebahagiaan saat sama-sama membakarnya.

Saat Tozie mengajari Raihan bahwa Ayahnya pergi bekerja dan meninggalkannya diasuh neneknya, adalah untuk 'menjemput rezeki' bukan 'mencari uang' sehingga saat Tozie pulang hanya membawa print out foto Tozie sedang O'on depan Kompie bareng dirinya, dia masih bisa tertawa dan berterimakasih dengan mata berbinar.

Air mata bahagia Tozie yang menetes membasahi coretan-coretan buku kecil ini sebelum di tik, di samping Raihan yang sudah tertidur lelap dengan sesungging senyuman puas menghiasi bibir mungilnya.

Inilah High Touch atau sentuhan tinggi untuk Tozie ...

Kebahagiaan Mereka yang mendirikan istana-istana megah untuk kemudian ditinggalkan, belum tentu lebih dahsyat dibanding kebahagiaan kita yang sanggup bercanda berdua di rumah kontrakan mungil ini.

Kebahagian anak Bapak Penguasa yang menerima hadiah mobil dari 'Papih'nya belum tentu lebih besar dari kebahagiaan Raihan melihat print out foto diri dan Ayahnya.

Air mata bahagia Tozie yang melihat Raihan tertidur nyenyak dengan senyum puas mungkin sebanding dengan kebahagian Bapak penguasa yang sanggup membelikan 'Kampoeng Sampireun' untuk tempat beristirahat keluarganya.

Siapa tahu ... kita malah lebih tenang dan nyaman ?!
Karena kita tidak sibuk memikirkan bagaimana caranya
menjilat ke-atas, menyikut ke kiri dan ke kanan serta menginjak-injak ke bawah.
Tidak pusing menyiapkan strategi pengumpulan masa pendukung ... jika kita diajukan ke pengadilan karena dituduh korupsi.
Malah kita tidak perlu deg-deg an menghadapi PilKada, PilPres ataupun PilKabe karena takut kehilangan kekuasaan ...
karena kita adalah 'pemilih' bukan yang 'dipilih' (Coba kita pikir mana yang lebih bahagia dan bebas ber-ekspresi Obyek yang 'dipilih' atau pihak yang 'memilih')

Itulah tanda-tanda Maha Adilnya Tuhan.

Untuk Raihan Fairuz Najib My Suplement of Life
Maaf sampai saat ini Ayah tidak memaksakan diri
untuk punya HP dan di Rumah kita belum ada TV.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Blaze_Fire
Blaze_Fire at High Touch in High Tech !? (13 years 48 weeks ago)
90

enak aja bacanya

Writer niska
niska at High Touch in High Tech !? (13 years 48 weeks ago)
80

Mengalir lancar. Bagus. Ada sindiran :)

HAnya aga rancu, yang menuturkan cerita ini siapa? Orang ketiga atau aku? Karena sempat, pada satu bagian di awal cerita ada kata : "tatapan Raihan anakku.."
semula kupikir yang menuturkan cerita ini sang istri.. iya ya? atau bukan? ^^

Writer bintang alzeyra
bintang alzeyra at High Touch in High Tech !? (13 years 50 weeks ago)
90

i just want to say " sorry " tozie

Writer aci
aci at High Touch in High Tech !? (13 years 50 weeks ago)
90

aku baca ini bener2 menggelitik aku sebagai salah seorang tenaga pengajar.aku yang domisili di Jakarta aja sangat sedikit fasilitas yang ada.secara gitu loh padahal sekolah aku letaknya di bilangan Cilandak yang notabene orang berpunya.
tapi kang tidak semua ujian yang ada itu hasil dari kebohongan, meskipun aku malu sendiri masi ada oknum yang berbuat jahat.

Writer v3ri
v3ri at High Touch in High Tech !? (13 years 50 weeks ago)
70

saya pikir, teman-teman di kemudian sangat menyambut pemikirin reflektif seperti ini

Writer handayani
handayani at High Touch in High Tech !? (13 years 50 weeks ago)
90

salam untuk raihan ya

Writer panah hujan
panah hujan at High Touch in High Tech !? (13 years 50 weeks ago)
80

itulah Indonesia, kak..

jadi pengajar di Indonesia itu susah2 gampang

gampang ngajarnya, karena murid2 juga pada nggak ngerti sama apa yang kita ajarin.. jadi mereka pada manggut2 kucing ajah... :)

trus, masalah sulitnya..

ya seperti yang kakak bilang tadi...

fasilitas di Indonesia itu... ah, bikin geleng2 ajah..

guru IT tanpa barang2 yang terkesan IT?????

no way

yang sabar aja ya....

thanks.. ini mau cabut pulang..

udah dimarahin ngegunain lab komp..

hehe....

demikianlah fasilitas di Indonesia...

masih di bawah rata2

Writer cassle
cassle at High Touch in High Tech !? (13 years 50 weeks ago)
100

salut untuk pemikirannya...
jenius n briliant..

Writer cat
cat at High Touch in High Tech !? (13 years 50 weeks ago)
70

dan menarik

tulisan yang menarik, g suka.

Writer miss_girly
miss_girly at High Touch in High Tech !? (13 years 50 weeks ago)
90

keren amatt
aku suka cara penyampaiannya

Btw, lam kenal om tozie
(^_^)

Writer masari
masari at High Touch in High Tech !? (13 years 50 weeks ago)
90

Bagus bgt, bener-bener 'high touch'

Jadi inget forward2an imel, tentang perbincangan seorang nelayan yang duduk santai dengan seorang pengusaha yang selalu sibuk^^

dadun at High Touch in High Tech !? (13 years 50 weeks ago)
80

"kebohongan masif"-->apaan? kek gimana? maklum saya masih miskin vocab. heuheu:)

waaaaaah.... tulisannya keren euyyyy. pake prosentase2 segala lagi. *petugas sensus penduduk di garut ya kang?? heuheu...

tulisanmu ini merakyat kalii

Writer bl09on
bl09on at High Touch in High Tech !? (13 years 50 weeks ago)
90

di katakan ma yang di bawah...
rapi euy

Writer dimas_rafky
dimas_rafky at High Touch in High Tech !? (13 years 51 weeks ago)
80

Cerita yg cukup menggugah dan mengundang otak tuk kembali berpikir, merenung..

Lam kenal, pak..
Komen2 tulisan2qu ya..

Writer punk5
punk5 at High Touch in High Tech !? (13 years 51 weeks ago)
100

story telling nya lumayan niii...

Writer Tedjo
Tedjo at High Touch in High Tech !? (13 years 51 weeks ago)
80

..tulisan yang menarik.untuk taste yang tinggi

Writer yosi_hsn
yosi_hsn at High Touch in High Tech !? (13 years 51 weeks ago)
100

Salut!! Lam kenal Kopitozie! Dan saya memutuskan untuk menjadi fans tulisan-tulisan anda berikutnya... ditunggu..