Kecoa Yang Selalu Menghampiri

Pernahkah kamu diberi tahu tentang mengapa kecoa selalu berlari ke arah kita? Itu karena ia mempunyai cerita yang sangat menakjubkan. Mau tahu?

Dahulu kala, di sebuah kerajaan bernama Saturnsky, hiduplah seorang putri yang cantik jelita. Konon, kecantikannya sangat mempesona dan mampu membuat semua pria bertekuk lutut di hadapannya. Nama putri itu adalah Putri Maniora. Beberapa pangeran dari kerajaan seberang sempat melamarnya, tapi putri Maniora merasa bahwa pangeran-pangeran itu selalu ada saja kekurangannya. Seperti pangeran dari Persia, ia memiliki bau badan yang sangat tidak enak. Jangankan mendekatinya, mengetahui pangeran itu masuk ke gerbang istana saja, semua orang bisa mencium baunya. Lain lagi dengan pangeran dari Mesir, putri Maniora juga menolaknya lantaran sang pangeran terlalu hitam. Yang paling parah adalah pangeran dari Prussia, ia ditolak mentah-mentah oleh putri hanya karena namanya susah disebut. Mau tahu namanya? Namanya pangeran Schwachtzenberg. Susah dibaca, kan?

Walaupun cantik dan pandai membuat makanan yang enak, tapi sayangnya Putri Maniora sangat sombong. Ia juga terkenal kasar pada dayang-dayang dan para pegawai istana. Sang Raja sering menasehati, namun tampaknya Putri tidak mau mendengarkan. Ratu berpendapat lain, ia sangat maklum mengingat Putri Maniora adalah anak tunggal mereka, jadi wajar kalau agak keras hati dan egois. Raja dan Ratu hanya bisa pasrah menghadapi putri mereka.

Nun jauh di dalam desa yang terletak diluar tembok kerajaan, ada seorang pemuda bernama Rocha. Ia adalah anak seorang petani yang hanya memiliki satu petak ladang jagung. Mereka hidup sangat pas-pasan, sampai-sampai mereka cuma makan satu kali sehari. Ayah dan ibu Rocha bekerja dari matahari terbit sampai terbenam. Kala jagung-jagung itu panen, mereka membawanya ke pasar dan menjualnya di sana. Tapi ketika menunggu musim panen, sehari-hari mereka menjadi buruh tani pemilik ladang lain. Sedangkan Rocha? Dia tidak bisa diandalkan. Jangankan untuk membantu orangtua, mengakui bahwa ia anak petani di hadapan teman-temannya pun malu. Orangtuanya juga serba salah untuk menegur putra mereka itu, mereka hanya diam saja. Setidaknya itu lebih baik daripada kata-kata kotor dan tidak pantas keluar dari mulut Rocha setiap kali ayah-ibunya menegurnya akan sesuatu.

Suatu kali, Rocha dan kawan-kawannya pergi ke acara ulang tahun seorang teman mereka di sebuah tempat makan dekat gerbang istana. Acara berlangsung meriah. Teman-teman Rocha adalah anak-anak orang kaya, sudah pasti Rocha pun berpakaian layaknya kaum terhormat. Takdir mempertemukan Rocha dengan Putri Maniora. Kala itu, Putri sedang melintas bersama beberapa pengawalnya memasuki gerbang istana. Beberapa orang menyingkir dari jalan dan membiarkan tuan putri melintas. Tapi tidak demikian dengan Rocha, ia malah terdiam mematung sambil memandangi Putri Maniora di atas kuda poni yang dinaikinya. Pengawal memerintahkan supaya Rocha menyingkir, tapi Rocha tidak mendengarnya. Ia masih saja memandang dengan takjub pada Putri Maniora. Sampai akhirnya, sebuah cemeti mengagetkan Rocha. Ujung cemeti itu mengenai kaki Rocha. Rocha terlonjak.

Bukannya menyingkir, Rocha malah mendekati Putri Maniora sambil berkata, “Aku mencintaimu wahai Tuan Putri.”

Putri tak kalah terkejutnya. Putri yang sombong itu memalingkan wajahnya dan kembali memasuki gerbang istana. Rocha mengikutinya. Ia tidak peduli dengan pengawal-pengawal yang bertubuh besar atau teriakan kawan-kawannya agar Rocha menyingkir. Pemuda itu mengekor di belakang Putri Maniora sambil berkata bahwa ia telah jatuh cinta pada si tuan putri.

Keesokan harinya, Rocha menunggu di gerbang istana. Ia yakin akan melihat Putri Maniora lagi. Dan benar. Putri keluar gerbang untuk pergi berjalan-jalan bersama dua orang pengawalnya. Rocha menghampirinya dan kembali berkata bahwa ia sangat mencintai Putri. Putri Maniora pun menghampiri dan menamparnya, “Sekali lagi engkau muncul di hadapanku, maka akan ku suruh pengawalku menjadikanmu sasaran latihan panah.”

Rocha tersenyum, ia percaya bahwa tuan putri tidak akan melakukannya. Maka, ia pun makin mendekati putri. Putri Maniora yang kesal, buru-buru masuk kembali ke dalam gerbang istana. Rocha masih tersenyum, ia percaya bahwa ia diciptakan untuk mendampingi tuan putri Maniora.

Beberapa hari berselang, terdengar kabar seantero negeri bahwa Putri Maniora akan segera menikah dengan pangeran dari kerajaan Tibet. Ya, akhirnya Putri terpaksa menerima lamarannya lantaran sang Raja agak sedikit memaksa putri agar mau menikah, mengingat usianya yang makin bertambah. Rocha geram, ia seolah tidak percaya. Ia lalu mengirim sebuah surat yang berisi bahwa ia akan menggagalkan pernikahan. Surat itu sampai di tangan Putri Maniora. Putri yang kesabarannya telah benar-benar habis, mendatangi Madame Rei sang penyihir. Putri Maniora meminta agar Madame Rei memberi pelajaran pada pemuda bernama Rocha yang sudah mengganggunya. Madame Rei mengangguk-angguk, ia mengamati bayangan Rocha melalui bola ajaibnya. Ia tersenyum, karena tampaknya sudah memikirkan hukuman apa yang pantas bagi pemuda itu.

Hari pernikahan tiba. Rocha benar-benar tidak percaya bahwa Putri Maniora akan ‘mengkhianatinya’. Maka, pagi sebelum matahari terbit, Rocha mengendap-endap masuk ke dalam istana. Ia menyelinap di antara para tukang dekor pelaminan yang membawa bunga-bunga dari luar istana. Pernikahan akan berlangsung. Pangeran dari Tibet tampaknya telah sampai di negeri Saturnsky dan kabarnya telah memasuki gerbang istana. Rocha bersembunyi di balik tirai pelaminan. Ia dapat melihat Putri Maniora memakai gaun pengantin warna emas dan terlihat sangat cantik. Hampir saja Rocha tergoda untuk segera keluar dari tempat persembunyian untuk menghampiri Putri. Tapi niat itu diurungkannya.

Kini, prosesi akad nikah akan segera dilaksanakan. Rocha dapat melihat kedua calon mempelai yang duduk di karpet bersulam emas dan rubi, tak jauh darinya bersembunyi. Ketika Raja memberi kata-kata pendahuluan, Rocha keluar dari tempat persembunyiannya.

“Yang mulia Raja, saya Rocha, anak pemilik ladang berhektar-hektar di negeri ini. Yang mulia, saya adalah kekasih Putri Maniora dan saya tidak akan mengizinkan kekasih saya menikah dengan orang lain,” ucap Rocha lantang. Semua orang menoleh geram ke arahnya.

“Tidak Ayah, dia bukan kekasihku. Dia hanya pemuda kampung yang selalu menggangguku di jalan,” tukas Putri Maniora kepada ayahnya.

“Kamu tahu hukuman apa yang pantas bagimu wahai anak muda? Pertama kau mengganggu acara sakral pernikahan anakku. Kedua, kau berkata bohong. Ketiga, kau menyelinap masuk ke istana diam-diam. Kau tahu akibatnya?” tanya sang Raja dengan kesal.

“Aku tahu ayah,” usul Putri Maniora. Putri lalu memberi isyarat pada Madame Rei yang juga hadir di sana. Madame Rei segera mengucap mantra dan berubahlah Rocha menjadi serangga kecil berwarna cokelat. Ya, Rocha telah dikutuk menjadi serangga. Serangga itu bukannya kabur, malah berlari mendekati Putri Maniora. Putri pun menghindar jijik. Ia mengibaskan kain, sehingga serangga itu terpental jauh.

Rocha yang berubah menjadi serangga kini berada di jalan luar gerbang istana. Ia melihat beberapa temannya dan mencoba meminta pertolongan. Tapi teman-temannya tidak mengetahui keadaan Rocha. Mereka bahkan jijik melihat ada serangga aneh mendekati mereka. Rocha kini pulang ke rumah dan mencoba bicara pada ayah dan ibunya, tetapi ia malah diusir. Percuma, sekeras apapun Rocha berteriak dan berusaha, tidak ada manusia yang mengetahuinya. Sejak saat itu, Rocha selalu berusaha mendekati orang-orang untuk meminta pertolongan. Tapi tidak ada seseorang pun yang peduli.

Serangga kecil warna cokelat itu kini lebih dikenal dengan nama kecoa. Ya, itulah awal mula mengapa kecoa selalu menghampiri kita. Jadi, kalian jangan coba-coba mendekatinya ya. Karena, kalau kecoa berhasil bicara di telinga kalian dan kalian mendengarnya, sihir Madame Rei akan hilang. Kalian tahu apa akibatnya? Orang-orang sombong dan jahat akan semakin banyak bermunculan, seperti Rocha.

Depok, 7 November 2007

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer sa121
sa121 at Kecoa Yang Selalu Menghampiri (14 years 43 weeks ago)
100

ceritanya luthu bgt....
cucok bwt anak keciil
aku suka crt mu
salam kenal aku sa121....

Writer vieajah
vieajah at Kecoa Yang Selalu Menghampiri (14 years 45 weeks ago)
80

beGidik dizco asLinyah....

Writer noir
noir at Kecoa Yang Selalu Menghampiri (14 years 45 weeks ago)
80

Unik juga....jadi sebenernya si rocha rada2 psikopat yaks :P

Writer sedna
sedna at Kecoa Yang Selalu Menghampiri (14 years 46 weeks ago)
70

uh, dasar kecoa. pantesan aja nyebelin, sejarahnya aja nyebelin,

Writer -diandra-
-diandra- at Kecoa Yang Selalu Menghampiri (14 years 47 weeks ago)
90

keren. berguru ah.... tapi bener juga ya, sifat putrinya kurang berakibat buruk. mungkin ilang satu paragraf kali ya,...

overall oke kok!

Writer FrenZy
FrenZy at Kecoa Yang Selalu Menghampiri (14 years 47 weeks ago)
70

lagi-lagi heri bereksperimen, tema cerita yang dibikin heri selalu aja beda-beda, itu yang g kagum.

btw her, tema kecoa dan kerajaan mengingatkan akan cerpen dewi lestari di buku filosofi kopi. ceritanya sih beda, tapi tentang kecoa juga.

Writer Tedjo
Tedjo at Kecoa Yang Selalu Menghampiri (14 years 47 weeks ago)
80

maksudnya kalo cinta terlalu kuat dan obsesive..maka seseorang kaya kecoak dunk..halaah..wekekeke...ada ada saja Bang..tapi penulisannnya yahutt...perfecto lah!

Writer ranggamahesa
ranggamahesa at Kecoa Yang Selalu Menghampiri (14 years 47 weeks ago)
90

Masa sech bro??! :D

Writer Lintang
Lintang at Kecoa Yang Selalu Menghampiri (14 years 47 weeks ago)
70

... aku tahu kenapa aku tahu kecoa-kecoa itu selalu seolah ingin mencium kakiku...

Writer wehahaha
wehahaha at Kecoa Yang Selalu Menghampiri (14 years 47 weeks ago)
90

dongeng anak-anak. Keren juga. Ini bikin sendiri? Mantep!

Writer Villam
Villam at Kecoa Yang Selalu Menghampiri (14 years 47 weeks ago)
80

tadinya gua pikir nama pangeran prussia itu schwarzenegger. hehe...
nice story, well written.
tapi ujungnya, kok aku malah kasihan sama kecoanya ya? gimana tuh?
gak mungkin kan ngajarin anak2 supaya meniru perilaku si putri pada akhirnya?

Writer Alfare
Alfare at Kecoa Yang Selalu Menghampiri (14 years 47 weeks ago)
80

Hmm, kayaknya bagian tentang sifat Rocha perlu sedkit penekanan lagi deh, dan tentang sifat tuan putrinya itu... kok kayaknya ujungnya enggak berakhir ke mana-mana ya? Rasanya moral cerita yang semula diharapkan jadi hilang atau kurang berkesan.

Tapi menurutku bagus kok.

60

Di cantumkan beberapa percakapan yang aga' panjang biar lebih real bro

Writer cassle
cassle at Kecoa Yang Selalu Menghampiri (14 years 47 weeks ago)
100

nice2!! tapi.. itu kamu karang sendiri kan ya..? atau, berdasarkan legenda yang sudah ada..?

ga kebayang deh, ngedeketin kecoa ke deket telinga... >__<